12 April 2026
Beranda blog Halaman 35847

DKI Gandeng BPOM Awasi Makanan di Lenggang Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Kepala Unit Pengelola (UP) Monumen Nasional Rini Hariani mengatakan bahwa para pedagang makanan di Lenggang Jakarta akan mendapat pengawasan rutin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain memastikan keamanan, hal ini juga dilakukan untuk meningkatkan standar mutu bagi pedagang yang berjualan di DKI.

“Kita kan bagaimana pun harus menjaga keamanan dan kenyamaman pengunjung. Kalau ada pengunjung yang pulang dari Monas sakit perut bahkan masuk rumah sakit. Pasti yang disalahkan kita juga,” ujar dia di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/5)

Sebab menurutnya, banyak PKL-PKL yang tidak tahu darimana suplai makanan, kadaluarsanya kapan, sampai minuman yang dipesan. Sehingga perlu ada pembelajaran dan juga antisipasi dari Pemprov selaku penanggungjawab.

Rini juga menyatakan penertiban PKL di Monas bertujuan untuk menegakan peraturan daerah. Apalagi, kata dia, kawasan Monas adalah kawasan ring satu yang dekat dengan sejumlah objek vital negara.

“Kita mengacu pada Perda. Kalau Perda di ring satu tidak boleh ada PKL. Bisa dilihat sendiri kawasan kalau tidak ada PKL coba lihat gimana? Indah, nyaman, tertara rapi. Kalau tertata rapi kan enak dilihat,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Dishub DKI Siapkan Kredit Lunak Untuk Penarikan Bajaj Orange

Jakarta, Aktual.co — Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI siap membantu pemilik bajaj orange (2 tak) untuk mengganti bajajnya dengan Bajaj Berbahan Bakar Gas (BBG). Kepala Bidang Angkutan Darat Dishubtrans Emanuel Kristianto menyatakan pihak Pemprov bakal mempermudah para pemilik bajaj orange jika mengajukan kredit di Bank DKI.

“Masalah dia beli dengan cara apa, itu kita serahkan pada mekanisme pasar. Jadi kita tidak ikut-ikutan nentuin harga dan mereka harus ngambil ke siapa. Tapi kalau mereka ada kesulitan, minta bantuan pasti kita fasilitasi. Misal butuh bantuan kredit ke Bank DKI pasti kita bantu,” ujar dia di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/5).

Emanuel menuturkan, pihaknya terus menggenjot angka peremajaan bajaj orange ke BBG. Saat ini di seluruh Jakarta terdapat sekitar 14.000 bajaj. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 7.000 bajaj BBG dan sekitar 7.000 bajaj 2-tak. Ia menyebut jumlah bajaj BBG yang ada saat ini telah mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

“Bajaj BBG sekarang sudah tujuh ribuan. Sekarang jumlahnya udah fifty-fifty (dengan bajaj 2-tak). Kalau tahun kemarin masih 6 ribu BBG, 8 ribu 2-tak,” kata Emanuel.

Emanuel mengatakan selain akan membantu pemilik bajaj dalam pengajuan kredit di Bank DKI, pihaknya juga akan berusaha menumbuhkan minat pihak swasta agar mau berkecimpung dalam bisnis impor bajaj. Hal itu bertujuan untuk menambah jumlah pasokan bajaj di pasaran.

“Pengusaha sebenarnya pengen, karena secara ekonomis bajaj BBG lebih hemat. Cuma kendalanya pasokan bajaj. Karena cuma ada 2-3 importir. Sedangkan kebutuhannya besar,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Soal Kasus Pemukulan, MKD: Setelah Analisa baru Diputuskan

Jakarta, Aktual.co — Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengatakan jika pihaknya masih memproses kasus pemukulan yang diduga dilakukan Anggota Komisi VII DPR RI, Mustofa Assegaf terhadap Wakil Ketua Komisi VII Mulyadi, pada Kamis (9/4) lalu.
Ketua MKD Surahman Hidayat mengatakan bahwa pihaknya tetap melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“Barusan nambah satu saksi dari Office boy, nanti informasi itu kita rangkum. Sedangkan dua orang yang berperkara itu sudah didengar,” kata Surahman ketika dikonfirmasi, di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (28/5).
Menurut dia, sejumlah saksi dari pimpinan Komisi VII dan yang bertikai sudah dilakukan pemeriksaan. Lebih lanjut, politikus PKS itu sempat meyayangkan tidak adanya CCTV di lokasi pemukulan tersebut.
“Pimpinan Komisi VII sudah. Dua yang bersangkutan sudah. Nanti dirangkum dan dianalisis. Sayangnya CCTV tidak ada,”
“Setelah dirangkum nanti akan dianalisa terlebih dahulu, pada proses ini yang lama karena mengundang banyak perdebatan,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pertamina Jadikan Hajatan Sebagai Alasan Kelangkaan Elpiji Melon

Semarang, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) angkat bicara menanggapi kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di sejumlah agen, pangkalan maupun pengecer/ spekulan di wilayah MOR IV Jateng-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Manajer Domgas PT Pertamina wilayah IV Jateng-DIY, Y Hardjono berasalan kelangkaan di wilayah pemasarannya dikarenakan konsumsi gas meningkat untuk hajatan selama bulan Rajab maupun syaban. Kebutuhan itu meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Memang saat ini terjadi peningkatan elpiji 3 kg karena adanya kegiatan hajatan masyarakat di bulan rajab, syaban. Apalagi menyambut bulan suci Ramadhan,” kata dia di Rinjani View Semarang, Kamis (28/5).

Di luar itu, kata dia, ada beberapa faktor kelangkaan elpiji melon, antara lain migrasi pemakaian elpiji 12 kilogram ke elpiji melon. Rata-rata migrasi pemakaian oleh para pedagang maupu pengusaha yang di luar ketentuan subsidi. Faktor itu jadi pemicu migrasi non subsidi ke elpiji subdisi.

Pihaknya mensinyalir ada kemungkinan penimbunan tabung elpiji 3 kg oleh penerima subsidi, selain pangkalan yang menimbun. Ketika terjadi kelangkaan diikuti kenaikan harga yang tinggi, si rumah tangga menjual kembali kepada masyarakat.

Meski begitu, dirinya tidak dapat melakukan penindakan langsung kepada agen, pangkalan maupun pengecer. Pasalnya, dalam peraturan Menteri ESDM tidak diatur mengenai penindakan tersebut, melainkan berada di tangan pemerintah daerah.

“Alangkah baiknya bila masing-masing daerah memiliki Perda yang mengatur mengenai penimbunan elpiji subdisi. Kita hanya dipercaya oleh pemerintah menjadi penyalur dan pemasaran,” ujar dia.

Dari total jumlah agen dan pangkalan di wilayah IV pemasaran
Jateng-DIY tercatat 300 agen, sedangkan pangkalan mencapai 31.000. Dari jumlah tersebut, terdapat 22 agen LPG yang dikenai sanksi. Rata-rata sanksi pelanggaran yang dijatuhkan berupa penjualan kembali elpiji melon ke wilayah lain dan pengoplosan elpiji ke 12 kg.

“Terus terang kita kewalahan mengawasi agen dan pangkalan yang nakal dengan jumlah personil terbatas. Bayangkan satu rayon hanya dua orang orang pengawas. Semisal saja rayon Kota Semarang terdapat 3700 pangkalan dan 43 agen lebih,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BPK Audit Proyek Cetak Sawah Kementerian BUMN

Jakarta, Aktual.co — Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengelolaan dana Bina Lingkungan BUMN peduli, tidak memenuhi azas pengelolaan keuangan negara yang memadai.
Hingga bulan Desember, dana BL BUMN peduli yang berhasil dihimpun sebesar Rp1.431.883.146.696 dan yang masih tersisa sebesar Rp193.446.274.859.
Ketua BPK RI Harry Azhar Aziz menyebut ada temuan yang mengindikasikan kerugian.
“Sudah kita lakukan pemeriksaan. Rp1,431 triliun, sisanya sekitar Rp193 miliar cash yang masih ada disana,” ujar Harry di Nusantara III DPR RI, Jakarta, Kamis (28/5).
Harry menyebut, adapun permasalahan ditemukan yaitu yang telah menjadi indikasi kerugian negara yakni Program Cetak Sawah Rp208 miliar, Program Pembibitan Sapi Rp1,45 miliar dan Program Pengembangan Sorgum Rp1,68 miliar.
Selain itu, potensi krugian negara yang timbul atas program tersebut yakni program Pengembangan Sorgum sebesar Rp9,9 miliar dan Pembangunan rusun Rp4,2 miliar.
“Ada juga yang kita sebut pinjaman kepada mitra sebesar Rp4 triliun yang berindikasi masalah. Nanti akan ditindaklanjuti komisi DPR,” katanya.
Selain itu, Harry mengatakan agenda  kedua adalah permintaan audit KPU. Namun, belum ada kesimpulan, sebab masih dijadwalkan esok, Jumat (29/5) pukul 16.00 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Ekonom: Sektor Pariwisata Potensial Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, Aktual.co — Ekonom Development Bank of Singapore (DBS) Group Research Gundy Cahyadi mengatakan pemerintah Indonesia dapat mendorong pendapatan dari sektor pariwisata untuk memperluas cadangan devisa sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kalau memang pariwisata ‘tourism’ ini terus dipromosikan, dan diperbaiki bisa membuat cadangan devisa lebih tinggi,” katanya dalam diskusi “Analisis India vs Indonesia sejak Taper Tantrums 2013”, di Jakarta, Kamis (28/5).

Ia mengatakan pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang penting namun belum optimal Jika dibandingkan dengan Thailand, Indonesia belum mengoptimalkan potensi pariwisata.

“Di Thailand, pariwisata ‘tourism’ 10 persen dari produk domestik bruto sedangkan Indonesia 3-4 persen,” ujarnya.

Sebelumnya, ia mengatakan rasio cadangan devisa terhadap utang luar negeri masih rendah sebesar 30 persen sehingga Indonesia masih rentan dengan sentimen negatif di pasar finansial dengan adanya arus modal keluar jika dibandingkan negara-negara lain dengan peringkat utang yang sama.

“Semakin dekat ke nol ini semakin buruk. Dan Indonesia dibilang 3 terburuk dibanding negara-negara lain,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengatakan cadangan devisa Indonesia perlu diperluas untuk mengantisipasi risiko arus modal keluar atau “capital outflow” dari pasar finansial domestik. “Cadangan devisa terhadap utang luar negeri secara total hanya 0,3 atau 30 persen. Itu angka relatif rendah sekali dibandingkan negara lain,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan utang luar negeri jangka pendek tetap stabil di sekitar 45 miliar dolar AS sejak 2013, yang berarti cadangan devisa dapat membiayai lebih dari 200 persen kewajiban utang eksternal jangka pendek.

Jika dibandingkan dengan rasio cadangan devisa terhadap pembayaran utang luar negeri jangka pendek Filipina sebesar 500 persen, Indonesia masih tertinggal. “Filipina sekarang super star, karena cadangan devisanya lima kali lipat. Risikonya kecil. Jadi kalau ada gejolak ‘financial market’, mereka tidak takut. Beda kalau di indonesia. Mereka (investor) prihatin cukup tidak cadangan devisanya,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain