Relawan Jokowi: Sudirman Said Cari Citra, Persoalan Migas Bukan Cuma Petral
Jakarta, Aktual.co — Pemerintah dan Pertamina sebagai BUMN besar sebaiknya tak sibuk mengurusi Petral yang hanya merupakan bagian kecil dari permainan mafia migas.
Relawan Jokowi, Ferdinand Hutahaean menilai, pembubaran Petral jangan dijadikan seperti kasus yang sangat besar, karena itu sudah tidak terlalu penting dibahas. Seharusnya, kata dia, yang dilakukan pemerintah saat ini melakukan audit dengan jujur dan terbuka.
“Percuma Petral dibubarkan jika sistem yang kacau masih tetap diadopsi dalam pengadaan minyak,” kata dia kepada Aktual.co, Kamis (28/5).
Menurut dia, masih banyak hal yang harus diperbaiki Pemerintah Presiden Joko Widodo, yaitu harus memperbaiki dan merobah sistem tata cara pengadaan minyak. Kemudian menata ulang konsep cost recovery.
“Selanjutnya melakukan efisiensi ketat dalam pengadaan barang jasa, dan merevisi UU Migas dengan memasukkan point-point yang berpihak pada negara,” kata dia.
Hal-hal itulah, ujar dia, yang harus menjadi prioritas pemerintah, bukan berbangga rasa atas pembubaran Petral yang sesungguhnya saat ini tidak lebih dari memecah sebuah tong kosong karena momentumnya sudah lewat.
“Pemerintah dalam hal ini Kementrian ESDM dan Kementrian BUMN jangan sibuk menutupi banyak masalah disektor migas, dengan terlalu membanggakan pembubaran Petral,” kata dia.
Kedua lembaga itu, lanjut dia, segera mungkin melakukan tindakan lebih konkret lainnya, jangan hanya sibuk beradu argumen di media. Dalam hal ini, Presiden harus mengambil alih penyelesaian mafia migas karena sangat dibutuhkan intervensi presiden.
“Menteri (Sudirman Said) hanya pencitraan saja. Dibutuhkan tim khusus untuk menyelesaikan tugas pemberantasan mafia migas,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby
















