8 April 2026
Beranda blog Halaman 35871

Ini Hasil Pemeriksaan Mantan Dirjen Migas ESDM

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Bareskrim Polri merampungkan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita Legowo.
Usai diperiksa sebagai saksi, Evita memilih bungkam terkait kasus dugaan pencucian uand dengan pokok perkara korupsi penjualan kondensat dari BP Migas (SKK Migas), ke PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).
“Duh, saya no comment deh. Sudahlah, sudah,” singkat Evita di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (27/5).
Saat awak media menanyakan seputar penjualan kondensat antara SKK Migas, dengan PT TPPI pada 2009-2010 yang merugikan negara hingga Rp 2 triliun itu, dia lagi-lagi ogah komentar dan berlalu.
“Enggaklah, enggak (tahu). Saya kan sudah pensiun ya. Jadi ya sudahlah,” kilah Evita.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Victor Edison Simanjuntak, menuturkan Evita diperiksa penyidik untuk dimintai keterangan seputar surat-surat kontrak kerja antara lain, terkait dengan hubungan kerja antara Kementerian ESDM dengan SKK Migas.
“Adalah suratnya dia, enggak banyak. Beliau menjawab enggak ada hubungan kerja ESDM dengan BP Migas (saat ini SKK Migas),” ujar Victor ketika dihubungi.
Seperti diketahui penyidik hingga hari sudah memeriksa sebanyak 29 saksi termasuk Evita yang diperiksa hari ini. Menurut Victor saksi-saksi yang sudah diperiksa berasal dari SKK Migas, TPPI, ESDM, Kementrian Keuangan dan saksi ahli. Dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp 2 triliun itu polisi sudah menetapkan tiga tersangka HW, RP, dan DH.
Kasus dugaan korupsi dan pencucian uang berawal ketika adanya penjualan kondensat bagian negara oleh SKK Migas kepada PT TPPI pada kurun waktu 2009 hingga 2010 dengan mekanisme penunjukan langsung.
Penunjukan tersebut ternyata menyalahi aturan keputusan BP Migas No. KPTS-20/BP00000/2003-50 tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondesat Bagian Negara. Kemudian, menyalahi pula Keputusan Kepala BP Migas No. KPTS-24/BP00000/2003-S0 tentang Pembentukan Tim Penunjukan Penjualan Minyak Mentah Bagian Negara.
Penunjukan langsung itu pun melanggar ketentuan Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU No.20/2001 tentang perubahan atas UU No.31/1999 dan atau Pasal 3 dan 6 UU No.15 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana diubah dengan UU No.25/2003.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pekan Produk Kreatif Daerah Diharap Perluas Pasar Industri di Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap pelaksanaan Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) 2015 dapat semakin memperluas pangsa pasar industri kreatif di Jakarta.

“Melalui kegiatan PPKD DKI 2015, diharapkan akan semakin berkembang dan meluasnya pangsa pasar serta jumlah daya beli konsumen yang cinta produk-produk Indonesia,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Haris Pindratno di Jakarta, Rabu (27/5).

Pihaknya pun berharap kegiatan tersebut dapat menciptakan kerja sama kemitraan antara bapak angkat dan binaannya yang saling menguntungkan serta kerja sama berupa fasilitasi perbankan terhadap industri-industri kreatif.

“Kami juga menginginkan dengan diadakannya PPKD DKI 2015, maka akan terjadi sinergi diantara para peserta pameran yang saling memberikan potensi kelebihannya masing-masing,” ujar Haris.

Dia menuturkan PPKD diadakan sebagai bentuk kepedulian Pemprov DKI terhadap perkembangan industri kreatif yang dimiliki Kota Jakarta sebagai sarana promosi dan kegiatan gelar produk promosi industri.

“Maksud kegiatan ini adalah mendorong terciptanya berbagai karya kreatif sesuai dengan keunggulan SDM dengan kreativitasnya, serta budaya yang dimiliki dari masing-masing wilayah di Jakarta,” tutur Haris.

PPKD DKI Jakarta akan digelar selama lima hari, yakni mulai 29 Mei hingga 2 Juni 2015 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Setiap hari, kegiatan itu berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB dan tidak dipungut biaya alias gratis.

PPKD DKI 2015 akan menampilkan produk-produk industri kreatif, diantaranya meliputi produk fashion, kerajinan, kuliner dalam kemasan, batu akik, Informasi Teknologi (IT) serta seni pertunjukan.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diisi beberapa kegiatan yang merupakan persembahan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan, Bank DKI, Taman Impian Jaya Ancol, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), komunitas-komunitas kreatif serta Asosiasi Peduli Industri Kreatif (APIKI).

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Temui Habibie, Dua Kubu Golkar Cair

Jakarta, Aktual.co — Dua kubu Golkar yang berselisih nampaknya mulai mencair. Pasalnya, ada rencana islah terbatas yang sedang diberlangsungkan.
Dua pengurus Golkar bertemu di kediaman sesepuh Golkar B.J Habibie, hari ini, Rabu (27/5), membahas perkembangan Golkar yang sedang berlangsung.
Sekretaris Jenderal Golkar hasil Munas Ancol Zainuddin Amali menceritakan bahwa kedatangannya ke kediaman Habibie untuk melaporkan pertemuan mereka dengan wakil presiden sekaligus Mantan Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla. 
Disampaikan bahwa saat ini dua pihak tengah merumuskan upaya agar Golkar ikut dalam pemilihan Pilkada melalui islah.
“Jadi Pak Habibie belum tahu banget,” ujar Zainuddin.
Pada pertemuan tersebut, Presiden Ketiga RI itu menginginkan agar Golkar jangan sampai tidak ikut Pilkada. Terkait teknisnya, Habibie menyerahkan kembali kepada dua pengurus Golkar.
Zainuddin mengatakan bahwa Habibie juga berharap agar ada jalan keluar terbaik terhadap permasalahan Golkar saat ini. 
“Jangan ada kubu ini, jangan ada kubu itu,” ucap Zainuddin menirukan ucapan Habibie.
Dalam pertemuan juga, kedua belah pihak lebih banyak mendengarkan pembicaraan dari sesepuh Golkar itu. Dia pun mengapresiasi pesan yang disampaikan Habibie. “Kami setuju dengan yang disampaikan.”
Dalam pertemuan tersebut Zainuddin Amali datang sendiri mewakili pihak Agung Laksono. Sedangkan, dari kubu Ical ada Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Ketua Harian Golkar MS Hidayat, dan Wakil Ketua Umum Theo L Sambuaga.

Artikel ini ditulis oleh:

Soal Ijazah Palsu, Djarot: Itu Orang Gila Gelar

Jakarta, Aktual.co — Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat angkat bicara soal maraknya kasus ijazah palsu. Sebagai mantan akademisi, Djarot mengaku miris melihat banyaknya masyarakat Indonesia masih gila gelar.

“Aduh itu sudah isu lama banget, banyak yang tergiur, itu menunjukkan bahwa masyarakat kita itu gila gelar, motifnya macam-macam,” kata Djarot di Balai Kota, Jakarta, Rabu (27/5).

Djarot menyatakan, banyak orang yang hanya membeli gelar hanya demi gengsi.

“Banyak para pesohor itu tertarik juga lho beli ijazah-ijazah begitu supaya gagah dan dipasang di kartu namanya, padahal isinya kosong, artinya otaknya kosong gitu lho,” ucapnya.

Dia pun menyarankan agar dibuka ke publik universitas yang mengeluarkan ijazah palsu. Sebab, universitas tersebut memberikan kerugian kepada masyarakat.

“Kalau menutur saya dibuka aja supaya masyarakat tahu dan enggak ketipu bahwa universitas-universitas itu abal-abal. Masyarakat kita kan mudah ketipu, keluarin biaya 60 juta udah dapat doctor, doctor apaan itu,” tandas Djarot.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Meneropong Persoalan Negeri, Kiki Syahnakri Luncurkan Buku

Jakarta, Aktual.co — Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri luncurkan sebuah buku berjudul ‘Teropong Prajurit TNI’ di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (27/5). Dalam bukunya tersebut, Kiki meneropong berbagai persoalan Bangsa Indonesia melalui sudut pandangnya sebagai seorang prajurit TNI.
Kiki menyebut jika bukan masyarakat Indonesia sendiri yang perduli dengan permasalahan bangsanya, lalu siapa lagi yang akan peduli.
Kiki mengatakan bahwa bukunya berisikan artikel kala dulu menulis di salah satu media harian.
“Kumpulan dari tulisan artikel saya di Harian Kompas dan bebeberapa ceramah bahan materi perkuliahan,” ujar Kiki, saat memberikan sambutan.
Dalam buku ini, dirinya ingin mengajak para pembaca untuk kembali meluruskan jalan sesuai cita-cita bangsa melalui Pancasila.
“Memperjuangkan Pancasila secara fisik saya kira kami tidak bisa, tapi lewat teriakan tulisan inilah saya memperjuangkan Pancasila,” katanya
Untuk diketahui, Kiki Syahnakri lahir di Karawang 68 Tahun silam. Selama 11 tahun Kiki menghabiskan waktunya di Timor Timur. Sebelum menelurkan buku Teropong Prajurit TNI, Kiki ternyata sudah menerbitkan dua buah buku. Yakni, Aku Hanya Seorang Tentara pada tahun 2008 dan Timor Timur, The Untold Story pada tahun 2013.

Artikel ini ditulis oleh:

Acuhkan Korban Gusuran, Syarif Datangi Warga Pinangsia

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif membantah kalau dirinya telah melempar-lempar korban penggusuran Bantaran Kali Ancol, yang hendak mengadukan nasibnya di Komisi A pagi tadi.

Dijelaskan Syarif saat itu Gugun salah satu warga wilayah Pinangsia mengubunginya melalui saluran telepon pada pukul 09.00 dirinya masih berada dikediamannya. Dia pun membantah telah melempar Gugun kepada anggota Komisi A Inggard Joshua.

“Saya arahkan ke pak Inggard, tapi pak Inggard tidak ada,” kata Syarif saat dihubungi aktual.co Rabu (27/5)

Politisi Gerindra ini pun menegaskan bahwa dirinya tidak serta-merta mengabaikan keluhan para warga yang sempat mendatangi kawasan rumah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Perumahan Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara itu. Pasalnya siang ini Syarif mengadu sudah berada dilokasi penggusuran untuk melakukan peninjauan.

“Saya sudah OTW dari 30 menit lalu, ke jalan Kunir Pinangsia Jakbar, ketemu warga korban gusuran,” ungkapnya.

Dituturkannya kedatangannya  ini juga membantu salah korban Gusuran salah satunya adalah anak-anak sekolah yang hendak mengikuti ujian. “Kita mau liat, usahakan ada anak sekolah disana mau ujian dulu,” pungkasnya.
 
Diberitakan sebelumnya komisi A dikabarkan melempar-lempar warga Pinangsia yang hendak mengeluhkan nasibnya ke komisi bidang pembanguan itu lantaran Syarif meminta para korban menghungi anggota komisi A yang lain yakni Inggard Josua. Bahkan para korban pun tidak berhasil bertemu dengan ketua komisi A Riano P Ahmad karena sedang kedatangan tamu.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain