8 April 2026
Beranda blog Halaman 35873

Kondisoner untuk Rawat Sofa Kulit yang Tertumpah Noda

Jakarta, Aktual.co — Selain alami, bahan kulit pelapis sofa pada furnitur  juga tahan lama dan terlihat cantik sebagai pusat perhatian di dalam ruangan.

Bahan kulit juga merupakan salah satu material yang terlihat semakin menawan seiring pertambahan usia karena kilaunya semakin bertambah bila sering digunakan.

Di balik semua keunggulan tersebut, perabotan berbahan kulit memerlukan perawatan rutin dan perhatian ekstra agar selalu tampak bagus. Sering, banyak yang kurang paham ketika memiliki barang berbahan dasar kulit untuk merawat dan menjaganya agar tetap terlihat mengkilap dan tidak kusam.

Jika Anda menumpahkan suatu cairan di atas sofa kulit kesayangan. Jangan khawatir, nodanya biasanya dapat diserap selagi masih basah memakai pembersih bahan kulit khusus secara hati-hati.

Ikuti petunjuk perawatan perabotan berbahan kulit Anda yang disajikan Aktual.co berikut ini.
1. Bahan kulit pada dasarnya memproduksi minyak untuk melapisi dan melindungi permukaannya. Tanpa lapisan minyak ini, bahan kulit akan cepat menua dan menampakkan tanda retak-retak atau pecah-pecah karena terlalu kering.

2. Selama masa pakainya, perabotan berbahan kulit akan kehilangan lapisan minyak alaminya. Oleh karena itu, Anda perlu mengganti kandungan minyak tersebut dengan produk perawatan bahan kulit seperti kondisioner dan pelembap guna melindungi permukaan bahan kulit.

3. Agar perabotan berbahan kulit Anda tetap tampak prima dalam jangka panjang, jangan letakkan di bawah sinar Matahari langsung atau sumber panas lainnya karena panas dan sinar Matahari menyebabkan bahan kulit menjadi kering sehingga mudah retak dan pudar warnanya. Letakkan perabotan kulit setidaknya satu meter dari sumber panas.

Sedangkan, jika sofa tertumpah oleh noda, baiknya lakukan hal seperti di bawah ini.
1. Tepuk-tepuk, jangan seka tumpahan cairan. Hal ini merupakan prinsip paling penting ketika menangani tumpahan minuman, makanan, tinta, atau cairan lain pada bahan kulit. Menyeka tumpahan hanya akan membuat noda meluas dan mengubah warna bahan kulit. Cukup tepuk-tepuk tumpahan secara perlahan memakai kain lembap untuk menyerapnya.

2. Gunakan produk pembersih bahan kulit khusus untuk menghilangkan noda yang lebih serius. Baca dan ikuti petunjuk pemakaian pada kemasan produk.

3. Oleskan kondisioner atau pelembap bahan kulit untuk mengembalikan kelenturannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Terlibat Kasus Korupsi & Pencucian Uang, 6 Pejabat FIFA Ditangkap FBI

Jakarta, Aktual.co — Federal Bureau of Investigation (FBI) bersama Kepolisian Swiss menangkap enam pejabat FIFA terkait terlibat kasus korupsi di Hotel Baur au Lac, Zurich pada Rabu (27/5).

Hingga berita ini diturunkan, nama-nama pejabat yang ditangkap oleh Interpol, belum diumumkan. Hanya saja ramai dibicarakan jika para pejabat itu mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan para pejabat penting FIFA.

Penangkapan tersebut berlangsung tanpa mengundang perhatian. Itu terkait adanya perjanjian antara Amerika Serikat dan Swiss, dimana Swiss menyetujui untuk menyerahkan pihak-pihak yang menghadapi tuntutan di Amerika Serikat atas tuduhan kriminal. Kemudian, penangkapan itu dilakukan dini hari, saat mereka sedang berada di dalam kamar masing-masing.

Indikasi kejahatan para pejabat tersebut sangat banyak. Dari tuduhan korupsi, penyelewengan pajak, dan penyalahgunaan kekuasaan, termasuk pengaturan ‘bidding’ tuan rumah Piala Dunia, hingga pelanggaran pemasaran dan hak siar pertandingan selama kurun waktu 20 tahun terakhir.

Pasca ditangkap, para pejabat FIFA tersebut ditahan dan akan diekstradisi ke Amerika Serikat (AS), negara yang memungkinkan untuk menggelar penyelidikan dan persidangan soal pelanggaran olahraga yang dilakukan warga negara asing (WNA).

Penangkapan ini turut memanaskan atmosfer internal FIFA menjelang Kongres Pemilihan Presiden periode 2015-2019 pada Jumat (29/5) mendatang. Sebab, selama ini FIFA dikenal sebagai organisasi yang tak tersentuh pihak manapun. Dimana anggotanya begitu patuh sekaligus takut pada mereka.

Di tempat berbeda, laporan jurnalis BBC, Richard Conway di kota Zurich, Wakil Presiden FIFA, Jeffrey Webb merupakan satu dari enam pejabat FIFA yang ditangkap pada Rabu (27/5) pagi di Hotel Baur au Lac.

Webb yang merupakan ketua FIFA konfederasi Amerika Tengah serta Karibia beserta lima pejabat lainnya, ditangkap tanpa ada perlawanan. Pejabat FIFA dituding telah melakukan kejahatan serius, mulai dari pencucian uang, penyuapan, dan penipuan yang nominalnya lebih dari USD100 juta selama 20 tahun terakhir.

Namun, juru bicara FIFA, Walter de Gregorio memastikan, bahwa Presiden FIFA Sepp Blatter tidak termasuk dalam enam pejabat yang ditangkap.

“Kami telah melihat pemberitaan di media dan masih mencari klarifikasi tentang permasalahan ini. Jadi, untuk saat ini kami belum bisa memberikan komentar apa-apa,” beber De Gregorio, dilansir dari HuffingtonPost. (Laporan: Karel Ratulagi).

Artikel ini ditulis oleh:

Hanya Rp7,2 Triliun, Serapan Dana dari Lelang SUN Tak Mencapai Target

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah menyerap dana sebesar Rp7,2 triliun dari lelang tiga seri Surat Utang Negara untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam APBN, dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp11,5 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Fiskal Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Rabu (27/5), menyebutkan hasil lelang yang dilakukan Selasa (26/5) ini di bawah target indikatif yang ditetapkan sebelumnya Rp10 triliun.

Dari lelang tersebut, jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN12160304 mencapai Rp1,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,60059 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 4 Maret 2016 ini mencapai Rp2,3 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi ini mencapai 6,3 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,1 persen.

Untuk seri FR0070, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,1994 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Maret 2024 ini mencapai Rp6,9 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi ini yang mempunyai tingkat kupon 8,375 persen ini mencapai 8,15 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,35 persen.

Untuk seri FR0068, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,25 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,40755 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Maret 2034 ini mencapai Rp2,26 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 8,375 persen ini adalah 8,37 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 8,6 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiga Provinsi Ini Raih Penghargaan TPID Terbaik

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia memberikan penghargaan kepada tim pengendalian inflasi daerah (TPID) terbaik di tiga kawasan Tanah Air.

Gubernur BI Agus Martowardojo, saat Rakornas TPID Ke-VI di Jakarta, Rabu (27/5), mengatakan, kriteria penilaian penghargaan kepada TPID terbaik diukur dari dua aspek yakni aspek proses dan tingkat inflasinya.

“Aspek proses untuk mengukur kegiatan (pengendaliannya) dan aspek keluaran untuk mengukur tingkat angka inflasi,” katanya.

TPID terbaik sendiri dikelompokkan berdasarkan tiga wilayah yakni Sumatera, Jawa, dan Kawasan Timur Indonesia.

Di kawasan Sumatera, TPID terbaik diraih oleh Provinsi Sumatera Utara, diikuti oleh Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Sedangkan di kawasan Jawa, TPID terbaik diraih oleh Provinsi Jawa Timur diikuti Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Barat.
Sementara itu, di Kawasan Timur Indonesia diraih oleh Provisi Nusa Tenggara Timur diikuti oleh Gorontalo dan Kalimantan Tengah.

Bank Indonesia juga memberikan penghargaan kepada TPID kabupaten/kota terbaik. Untuk kawasan Sumatera diraih oleh Kota Medan, diikuti Padang dan Jambi.

Sedangkan untuk kawasan Jawa diraih oleh Kabupaten Jember, diikuti Probolinggo dan Tegal. Sementara itu, untuk Kawasan Timur Indonesia diraih oleh Pontianak, diikuti Samarinda dan Banjarmasin.

Artikel ini ditulis oleh:

Kebijakan Jokowi Terhadap Pribumi Hanya Kartu, Kartu, dan Kartu..

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Andriyana menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang masih belum menunjukkan bukti keberpihakan terhadap pribumi selama delapan bulan menahkodai Indonesia.
“Saat ini bukti nyata kebijakan Jokowi terhadap pribumi masih kartu, kartu, dan kartu! Sedangkan kontrak kerjasama dan dorongan investasi dengan asing terus digalakkan. Jika Jokowi tidak mampu memberikan solusi terhadap keadilan ekonomi, maka mungkin nanti akan muncul kartu berikutnya, yaitu Kartu Indonesia Sabar!” sindir Andriyana dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (27/5).
Andriyana menyebut, KAMMI sedang dan akan terus mendorong pemerintah agar mewujudkan keadilan ekonomi dengan menyelamatkan aset-aset bangsa. 
“Aset-aset bangsa itu seharusnya digunakan sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat Indonesia sesuai amanat UUD 1945. Bukan justru dikendalikan dan dikuasai oleh asing dan aseng,” imbuhnya.
Dijelaskan oleh Andriyana, bahwa KAMMI mendefinisikan pribumi sebagai seluruh warga negara yang secara undang-undang dinyatakan sah sebagai warga negara Indonesia. Berdasarkan UU 12 Tahun 2006, syarat utamanya adalah melakukan sumpah dan janji setia terhadap Indonesia. 
Sedangkan istilah asing dan aseng adalah sebutan untuk kekuatan bangsa luar yang mengeksploitasi bangsa Indonesia melalui berbagai instrumen dan antek-anteknya. Dalam banyak kasus, mereka telah menjadi lingkaran konglomerasi hitam yang sengaja menguras sumber daya alam, mengeruk kekayaan Indonesia, memanipulasi perbankan (misal kasus BLBI), dan berbagai aktivitas lainnya yang merugikan negara. Biro Hukum dan HAM PP KAMMI, Irawan Malebra, menyatakan bahwa siapa pun yang mengaku bertanah air satu, yakni tanah air Indonesia, maka mereka-lah pribumi, tak perlu dilihat apa warna kulitnya dan bagaimana pakaiannya. 
“Pembahasan tersebut telah selesai dalam sejarah pembentukan negara Indonesia,” kata Irawan.
Irawan menambahkan, KAMMI merupakan organisasi yang lahir karena dorongan reformasi, maka warna keindonesiaan telah melekat.
“Saat ini, kajian kami meyakini bahwa Republik Rakyat Tiongkok (RRT) secara global menjadi kekuatan baru selain Amerika. KAMMI berharap Jokowi tidak dikendalikan oleh siapa pun, tegas dalam menegakkan perekonomian pribumi, dan menjadikan negara ini maju dan besar,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Irawan, KAMMI masih menanti dan akan terus mengawal kinerja Jokowi yang notabene diusung oleh partai yang lantang berbicara soal wong cilik, kaum marhaen, dan sebagainya.
“Jokowi harus membuktikan dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil dan pribumi,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tjatur: Faisal Basri Penghamba “Washington Consesus”

Jakarta, Aktual.co — Faisal Basri merupakan bagian dari kelompok pengejar rente dan kaum neolib penghamba Washington Consensus. Demikian disampaikan Mantan Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy, di Jakarta, Rabu (27/5). 
“Faisal Basri itu mendukung ekspor bahan mineral mentah,” ucapnya.
Tjatur menjelaskan, kalaupun Hatta saat menjadi Menko Perekonomian melarang ekspor bahan mentah, semata-mata karena amanat UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Karena itu, tidak ada kebijakan ecek-ecek yang terkait dengan satu atau dua perusahaan. 
“Ini urusan besar urusan rakyat dan masa depan bangsa, kalau yang dipikirkan Bang Faisal itu receh dan ecek-ecek saja. Saya heran kok Bang FB sekarang seperti itu,” katanya, Rabu (27/05).
Tjatur menjelaskan, bagi para pengejar rente dan kaum neolib penghamba Washington Consensus, apa yang dilakukan Hatta bukan kebijakan populer. “Justru dengan kebijakan ini, bangsa Indonesia akan berhenti menjadi kuli di negeri sendiri,” tegasnya. 
Tjatur justru menyebut apa yang dilakukan Hatta merupakan kewajiban sebagai Menko Perekonomian untuk memastikan UU berlaku. Bila ini tidak berjalan, justru pemerintah melanggar UU.
“Saya jadi tidak paham, kok Faisal yang dulu begitu intelektual bisa menjadi seperti ini?,” demikian Tjatur.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain