8 April 2026
Beranda blog Halaman 35874

Pangdam: Dua Anggota TNI Disandera OPM Sudah Bebas

Jakarta, Aktual.co — Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan menyatakan dua anggota TNI yang disandera oleh kelompok bersenjata di Paniai sudah bebas.
“Sudah bebas, Mereka berhasil meloloskan diri,” kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan, Rabu (27/5).
Ia menjelaskan bahwa kedua anggota yang disandera oleh kelompok bersenjata di Paniai itu berhasil melepaskan diri, setelah sebelumnya dikabarkan ditahan oleh pimpinan Demianus Magai Yogi.
Ia telah memerintahkan kepada jajaran di bawahnya untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak di Paniai seperti tokoh adat, masyarakat dan agama setempat.
“Sejak semalam kami telah meminta bantuan para pendeta dan pastor serta tokoh tokoh adat agar anggota kami yang disandera dapat dibebaskan,” katanya.
Berdasarkan laporan yang diterima, kejadian itu berawal saat kedua anggota itu bersama warga lainnya berbelanja dengan menggunakan perahu motor (speed boat).
Awalnya ada satu warga sipil yang ikut disandera bersama anggota TNI, yakni Elda Sanadi yang bekerja sebagai guru di SD Inpres Kamopa namun saat ini sudah dibebaskan.
“Informasi dilepasnya guru SD itu dari keluarganya yang mendapat telepon dari kelompok bersenjata,” kata Siahaan.
Ia menjelaskan sesaat setelah menerima laporan itu komandan koramil setempat kembali menelepon ke nomor itu yang kemudian dijawab, “Kedua anggota TNI sudah dimasak”.
“Jawaban kelompok bersenjata itu seakan mereka tidak memiliki iman”, katanya.
Namun, pada pada pukul 21.00 WIT Brigadir Roni Ariks yang merupakan anak korban ibu guru Elda Sanadi memberikan informasi bahwa ibunya sudah di lepaskan di Kampung Darauto, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai.
Namun laporan yang masuk, kedua anggota tersebut sudah dapat meloloskan diri.
“Puji Tuhan, ini karunia yang luar biasa, tanpa pengejaran tanpa ada kekerasan kedua anggota tersebut,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Fenomena Prostitusi

Kika; Wakil Ketua Komite III DPD RI Farhira Idris, Sekretaris Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Bondan Kanumoyoso, Dosen Sosiologi FISIP UIN Syarif Hidayatullah Musni Umar saat menjadi pembicara dalam acara Dialog Kenegaraan di DPD RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/5/2015). Dialog tersebut mengangkat tema “Fenomena Prostitusi Gaya Baru”. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Bohongi Publik, Sudirman Said Tak Pernah ke Kantor Petral

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said tidak hanya diduga menerima Gratifikasi. Namun Ia pun kedapatan tidak pernah mendampingi Tim Reformasi Tata Kelola Migas ke kantor Petral pada 9 Maret 2015.
Demikian disampaikan pemerhati kebijakan energi nasional, Yusri Usman ketika berbincang dengan Aktual.co, Rabu (27/5)
Ia menuturkan, ketika datang ke kantor Petral, TRTKM hanya didampingi Direktur Umum Pertamina Dwi Daryoto dan Vice President ISC Daniel Purba. Sementara Sudirman said, kedapatan hanya berada di Hotel Four Season. 
“Managing Director PES Toto Nugroho yang datang ke hotel,” kata dia.
Keesokan harinya, Sudirman pun berpisah dengan TRTKM. Ia menggunakan jet pribadi ‘Gulfstream G- 550’ ke Medan dan pesawat stand by di Kuala Namu. Ongkos jet pribadi senilai, 35.750 dolar AS (dengan kurs Rp13.200 menjadi setara Rp471.900.000, ditagihkan ke Petral Singapura.
Hal inilah, dugaan gratifikasi yang diterima Sudirman Said.
“Kalau Kegiatan Sudirman Said dinas ke singapore dan atas panggilan Presiden, kan ada dana operasional kementrian. Kenapa harus dibebankan ke PES?. Termasuk gratifikasi? Sudah jelas itu,” kata dia.
Oleh karenanya, menurut dia, penegak hukum sudah mempunyai dua unsur yang dilakukan Sudirman Said.
“Penegak hukum harus masuk, pertanyakan. Karena Sudirman Said telah melakukan dua kebohongan, dan Faisal memberikan keterangan palsu,” kata dia.
Yusri pun mengaku memilik bukti berupa kopian dari Pelita Air Service kepada PES Singapura dengan nota pengantar nomor: NP/GPRS/PA/2015 tertanggal 8 April 2015. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Dugaan Gratifikasi Faisal Basri, Masinton: Kalau Gratifikasi Laporkan ke KPK

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu menegaskan jika ada dugaan gratifikasi dalam penggunaan jet pribadi oleh Faisal Basri, harus dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kalau itu dianggap gratifikasi kan dilaporkan selama 30 hari ke KPK (penegak hukum) terkait tugas,” kata Masinton, Rabu (27/5).
Sebelumnya, Juru bicara Prodem, Iwan Sumule mempertanyakan apakah Menteri ESDM Sudirman Said dan Faisal Basri menikmati gratifikasi.
Iwan menjelaskan, pengertian gratifikasi terdapat pada penjelasan Pasal 12B Ayat (1) UU 31/1999 juncto UU 20/ 2001. Dijelaskan dalam pasal itu bahwa, yang dimaksud dengan “gratifikasi” dalam ayat ini adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjawalan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.
Dalam acara ILC, kata Iwan, Faisal Basri mengakui bahwa dia bersama Sudirman Said menggunakan private jet, terbang dari Singapura menuju bandara Kualanamo Sumatra Utara dan tagihan private jet ditagihkan kepada Petral.
“Perlu diketahui Petral dan PES adalah anak perusahaan BUMN dan cucu Perusahan BUMN dan SUDIRMAN SAID adalah menteri sebagai pejabat negara. Mari kita jernih melihat masalah siapa yang terlibat dalam lingkaran mafia migas,” kata Iwan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rafael Benitez Calon Kuat Manajer Baru Real Madrid?

Jakarta, Aktual.co —  Rafael Benitez menjadi calon kuat manajer baru Real Madrid, setelah kebersamaannya dengan klub Italia Napoli selesai pada Minggu (24/5) lalu.

Mantan manajer Liverpool berusia 55 tahun itu belum menandatangani kontrak dengan klub yang sukses menyabet 10 kali juara Eropa (Liga Champions), namun negosiasi kabarnya terus berlanjut.

Untuk diketahui, Carlo Ancelotti dipecat sebagai manajer Real Madrid pada Senin (25/5) usai dua musim di stadion Bernabeu.

Tahun ini Madrid tersingkir oleh Juventus di Semifinal Liga Champions. Sementara itu, Barcelona berhasil memenangkan La Liga Spanyol.

Benitez telah sukses di negara asalnya sebelum, memenangkan dua gelar La Liga dan Piala UEFA bersama Valencia.

Dia telah berada di Napoli sejak 2013 lalu, dengan menjuarai Serie A Italia, dan Copa Italia dari musim ke musim.

Pelatih asal Spanyol ini juga dikaitkan dengan lowongan pelatih di West Ham, menyusul kepergian Manager Sam Allardyce, demikian BBCSport melaporkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden: Cabai Harusnya Tidak Jadi Penyebab Inflasi

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo mengatakan harga komoditas cabai seharusnya tidak menjadi penyebab utama inflasi jika pemerintah daerah mendorong adanya penanaman komoditas pangan itu.

“Ini perkara mudah kalau daerah mau tanam cabai,” kata Presiden Jokowi ketika membuka Rakornas VI Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta, Rabu (27/5).

Ia menyebutkan beberapa hari lalu dirinya ke pasar untuk mengecek perkembangan harga komoditas khususnya pangan. “Memang yang naik adalah cabai, setiap tahun selalu terjadi gejolak harga cabai, kalau ada gerakan tanam cabai saya yakin sudah rampung,” katanya.

Dalam kesempatan itu Jokowi juga mengungkapkan keinginan merombak fungsi Perum Bulog sebagai penyangga kebutuhan pokok, tidak hanya beras, tapi juga komoditas lain. “Ini masih dalam proses revisi regulasi dan kelembagaan,” katanya.

Presiden menyebutkan banyak penyebab tingginya inflasi saat ini seperti kenaikan harga BBM, tarif listrik, tarif angkutan, harga LPG, dan yang terbesar adalah harga beras dan cabai. “Ini harus terus diawasi, TPID harus melibatkan kejaksaan kepolisian, BI dan pemerintah daerah,” katanya.

Ia meminta TPID sesering mungkin terjun ke lapangan untuk mengecek apakah distributor besar apakah mereka menimbun atau tidak. “Saya titip Pak Kapolri, Jaksa Agung, perintahkan ke jajaran bawahnya bahwa soal inflasi ini juga menjadi perhatian,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain