Jelang Musim Mudik, Kondisi Jalur Pantura Sudah Lebih Baik
Jakarta, Aktual.co —Para supir truk akui kondisi jalur Pantai Utara Jawa yang selalu dipadati arus pemudik Lebaran, saat ini kondisinya cukup baik.
Suroto, salah seorang pengemudi truk, mengatakan jalur sepanjang 471 kilometer yang menghubungkan Jakarta-Semarang itu saat ini kondisinya jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Berbagai perbaikan telah dilakukan beberapa bulan lalu sehingga saat ini lancar dilalui,” kata Suroto, Selasa (26/5).
Dia mengaku dua kali dalam seminggu melintas jalur pantura. Sekitar tiga minggu menjelang Ramadhan, kata dia, dari pengalaman mengendarai kendaraan berat itu perbaikan jalur di Pantura sudah nyaris tak ada mengingat sudah selesai sejak beberapa minggu lalu.
“Meskipun demikian kemacetan masih saja terjadi apabila ada kecelakaan, kendaraan yang mogok, hingga ada pasar di jalur tersebut,” kata dia.
Penuturan serupa disampaikan Slamet Riadi, seorang supir truk yang biasa melalui jalur Jakarta-Demak, Jawa Tengah. Kata dia, kondisi jalur Pantura saat ini sudah bagus sehingga membantu kelancaran dalam tugasnya di jalan raya.
Menurutnya, jalur Pantura memang masih favorit bagi sejumlah pengendara yang ingin bepergian ke arah barat maupun timur di Pulau Jawa.
“Kalau lewat jalur selatan selain lebih jauh, kondisi jalan yang menanjak dan berbelok-belok menjadikan jarak tempuh lebih lama dan ini berimbas pada biaya solar,” katanya.
Suroto dan Slamet mengatakan dengan adanya jalan tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) yang diperkirakan akan beroperasi sebelum Lebaran tahun ini akan mempercepat perjalanan menuju di jalur Pantura.
Wartawan Antara yang menelusuri jalur Pantura melaporkan kondisi jalan yang menghubungkan dua kota tersebut memang sudah baik dan tidak menemukan ada perbaikan jalan yang berarti.
Kendati demikian, pemudik tetap harus mewaspadai kecametan akibat pasar tumpah di sejumlah titik jalan yang bisa menimbulkan kemacetan panjang.
Sejumlah pasar yang berpotensi menyebabkan kemacetan antara lain di Ciasem, Bulak dan Arjawinangun, Jawa Barat. Ketiga pasar tersebut yang lokasinya berada sebelum Cirebon, selama ini memang menjadi penyebab kemacetan.
Artikel ini ditulis oleh:
















