6 April 2026
Beranda blog Halaman 35890

KPK Anggap Putusan Hakim Praperadilan Lampaui Kewenangan

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, putusan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Haswandi telah melampaui permohonan pemohon, dalam hal ini Hadi Poernomo.
“Kami tidak biasa mengomentari putusan praperadilan. Tapi, untuk yang satu ini telah melampaui permohonan pemohon, atau disebut ‘ultra petita’,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK, Taufiequrrachman Ruki, saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa (26/5).
Menurut lembaga antirasuah, putusan Hakim Haswandi yang dianggap melampaui permohonan Hadi, selaku tersangka kasus dugaan korupsi keberatan pajak Bank Central Asia (BCA), ialah memerintahkan untuk menghentikan penyidikan kasus.
“Jelas melampaui permohonan, karena memerintahkan KPK untuk menghentikan kasusnya,” jelas Ruki.
Seperti diketahui, dalam keputusannya Hakim Haswandi memerintahkan KPK untuk menghentikan penyidikan kasus yang menjerat mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Hadi Poernomo.
Hakim menilai, penetapan status tersangka kepada Hadi Poernomo dianggap tidak sah. Hal itu lantaran, penyelidik yang menangani kasus tersebut diangkat secara independen.
“Diperintahkan pada termohon (KPK) untuk menghentikan penyidikan,” ujar Hakim Haswandi di PN Jaksel, Selasa (26/5).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Film Indonesia-Korsel ‘From Seoul to Jakarta’ Kembali Raih Penghargaan

Jakarta, Aktual.co — Di even bergengsi bertajuk ‘Golden Palm Award’ dari Mexico International Film Festival, kolaborasi film Indonesia dengan Korea Selatan, berjudul ‘From Seoul to Jakarta’ kembali meraih penghargaan.

Kabarnya, terpilihnya film tersebut dianggap memiliki kategori Film Cerita yang baik serta mengalahkan ratusan film dari 30 negara peserta. Tak hanya itu, film ini terpilih, lantaran mampu menyajikan film dengan teknik mumpuni dalam penyajian film dengan cerita panjang.

Sementara itu, Sutradara Damien Dematra menuturkan, bahwa dirinya merasa terharu dengan penghargaan ‘Golden Palm Award’ itu, demikian informasi yang diterima Aktual.co.

Untuk diketahui, film berjudul ‘From Seoul to Jakarta’ merupakan film drama inspirasional bagi remaja yang mengisahkan, tentang Haneul Han, penyanyi remaja kelahiran Korea, dimana di Indonesia yang keluarganya jatuh miskin. Haneul yang bersuara emas. Dan, teman-teman Koreanya berjuang memenangi kompetisi K-Pop yang diselenggarakan di Jakarta.

Menariknya, penghargaan yang baru didapat film ini sebelumnya, film berjudul ‘From Seoul to Jakarta’ berhasil meraih  tiga penghargaan dari Amerika Serikat. Antara lain, dua dari ‘Accolade Global Film Competition’ dan satu dari ‘San Francisco Film Awards’.

Artikel ini ditulis oleh:

Perayaan 69 Tahun Kemerdekaan Yordania (2): Angkat Peradaban Islam

Jakarta, Aktual.co — Melanjutkan pemberitaan Aktual.co sebelumnya terkait kerjasama Republik Indonesia dengan Kerajaan Yordania, Indonesia merupakan salah satu dari 33 negara di dunia yang telah menandatangani Perjanjian Pencegahan Bea Masuk Pajak Ganda dengan pemerintah Yordania. bersama Malaysia. Dan, Indonesia menjadi negara dari kawasan Asia Tenggara yang mendapatkan hak istimewa tersebut.

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki kepentingan dengan Yordania yang merdeka pada tahun 1946 ini, bukan hanya di bidang perdagangan dan investasi, namun juga di bidang pertahanan dan sosial budaya dalam hal menyelesaikan konflik yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah seperti di Suriah, Mesir, dan kini meluas ke Yaman.

Kunjungan kedua Raja Abdullah ke Indonesia tahun lalu mencerminkan kesungguhan komitmen untuk semakin mempererat hubungan bilateral kedua negara yang memang sudah terjalin baik. Kedua negara tertarik mengembangkan kerjasama di bidang pertahanan dalam arti transfer teknologi dan pengembangan pertahanan.

Sementara itu, di bidang pendidikan dan kebudayaan, akan ada hubungan kerjasama di bidang pendidikan antar kampus dan pariwisata yang akan mengangkat peradaban Islam di dunia Internasional dan juga akan menciptakan perdamaian dunia.

Saat perayaan Hari Kemerdekaan Yordania di Jakarta  yang dihadiri banyak perwakilan negara-negara sahabat yang ada di Jakarta, terutama perwakilan negara-negara Timur Tengah, Asia dan Afrika serta para pejabat pemerintah Indonesia termasuk Prabowo Subianto, masyarakat Yordania di kota Amman dibuat kagum oleh Royal Jordanian Falcons yang melakukan manuver akrobatik tepat di Hari Kemerdekaan Yordania yang ke-69, pada Senin (25/5) kemarin. Tamat.  (Laporan dari Redaktur Internasional Aktual.co: Nia S. Amira)

Artikel ini ditulis oleh:

Kebijakan Jusuf Kalla Tak Dijalankan PT TPPI

Jakarta, Aktual.co — Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Victor Edison Simanjuntak mengatakan, penyidikan korupsi dalam penjualan kondensat yang melibatkan SKK Migas dan PT TPPI menemukan dokumen salinan rapat Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait aktivitas penjualan kondensat.
“Ada kebijakan Wakil Presiden saat itu, kalau memang PT TPPI yang ditunjuk, hasil minyak, seperti premium, solar dan minyak tanah itu prioritasnya dijual ke Pertamina,” ujar Victor di kompleks Mabes Polri, Selasa (26/5).
Namun demikian, sambung dia, pada pelaksanaannya PT TPPI selaku pihak yang ditunjuk tidak menjual ke Pertamina. Dia malah menjualnya ke pihak lain. “Ada yang di luar negeri, ada yang di dalam negeri. Jadi PT TPPI ini tidak sesuai dengan kebijakan Wapres saat itu.”
PT TPPI ditunjuk langsung menjadi penjual kondensat oleh SKK Migas (dahulu bernama BP Migas), Oktober 2008. Perjanjian kontrak kerjasama kedua institusi itu baru ditandatangani Maret 2009. (Baca juga: Ini ‘Dosa’ Sri Mulyani di Kasus Penjualan Kondensat TPPI)
Adapun kebijakan Jusuf Kalla itu diberlakukan mulai awal 2009. Selain melanggar kebijakan Wapres ketika itu, penyidik juga menemukan pelanggaran oleh PT TPPI. Meski kontrak kerjasama tersebut ditandatangani Maret 2009, namun PT TPPI sudah menerima kondensat dari BP Migas sejak Januari 2009 untuk dijual. (Baca juga: Pakar: Ada Pembiaran dari Pertamina di Kasus TPPI)
Lebih parahnya lagi, ujar Victor, dalam kurun waktu 2009 hingga 2001, PT TPPI melakukan 149 kali lifting kondensat. Dari jumlah itu, ada banyak aktivitas lifting yang hasilnya tidak diserahkan ke kas negara. Penyidik pun telah mengantongi kalkulasi dari Badan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait kerugian negara akibat dugaan korupsi itu, yakni mencapai 139 juta US Dollar. (Baca juga: Nama Jusuf Kalla Muncul di Kasus Korupsi Kondensat)

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Menkop UKM Terbitkan Sertifikat NIK Untuk Tertibkan Koperasi

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menerbitkan sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) sebagai salah satu upaya untuk menertibkan koperasi-koperasi di Indonesia.

Menteri Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga di Jakarta, Selasa (26/5), dalam acara “launching” atau peluncuran perdana Sertifikat NIK dan KUR di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan, pihaknya memberikan sertifikat NIK hanya kepada koperasi yang aktif saja secara kelembagaan maupun usahanya.

“Selanjutnya bagi koperasi tidak aktif yang jumlahnya mencapai 62.234 unit akan dikeluarkan dari ‘database’ kami,” ucapnya.

Dari jumlah koperasi yang ada saat ini, ia mengatakan, kebijakan Kementerian Koperasi dan UKM ke depan difokuskan hanya kepada koperasi yang aktif saja yaitu sebanyak 147.249 unit. Rinciannya, yang melaksanakan RAT sebanyak 80.008 unit (54,34 persen), dan yang belum melaksanakan RAT sebanyak 67.241 unit (45,66 persen).

Pihaknya mencatat koperasi aktif yang melaksanakan RAT sebanyak 80.008 unit tersebar di seluruh Indonesia. Di mana 70 persen terbanyak berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur. Sisanya, 30 persen berada di Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Papua, Lampung, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, DKI Jakarta dan Maluku.

Sedangkan koperasi aktif yang belum melaksanakan RAT sebanyak 67.241 unit, di mana 70 persen berada di Maluku, DKI Jakarta, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Lampung, Papua, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Riau. Sedangkan 30 persen berada di Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah.

Menurut Puspayoga, koperasi aktif akan diprioritaskan sebagai target sasaran di dalam pelaksanaan program-program Kementerian, seperti program peningkatan daya saing dan program penguatan kelembagaan koperasi sesuai dengan kapasitas koperasi yang bersangkutan.

Di samping itu akan didorong bermitra dengan Lembaga lain seperti BUMN, BUMD maupun Swasta dengan prinsip saling menguntungkan, dan juga akan dijadikan contoh bagi koperasi lainnya dalam meningkatkan kapasitas dan kualitasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Perayaan 69 Tahun Kemerdekaan Yordania (1): Tingkatkan Kerjasama dengan RI

Jakarta, Aktual.co — Di tengah pesta kemerdekaan Yordania ke-69 yang terkesan sederhana, namun cukup meriah di salah satu hotel berbintang di Jakarta, pada Senin (25/5) kemarin, Yang Mulia Dubes Walid Abdel Rahman Jaffal Al-Hadid memukau para tamunya dengan pidato sambutan dalam bahasa Indonesia.

Ibarat pertalian keluarga, Indonesia adalah sepupu jika disandingkan dengan Yordania menengok silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW. Imam Ahmad Al-Muhajir yang merupakan keturunan ke-7 Husain bin Ali (cucu Nabi Muhammada SAW, red) bersama 70 orang anggota keluarganya yang karena alasan keamanan berhijrah mulai dari Irak, Madinah, Mekah, Hadratul Maut di Yaman sekitar 898 M saat melakukan penyebaran Islam hingga ke India Selatan, Kamboja, Malaysia dan akhirnya sampai ke Indonesia.

Yordania, negara yang letaknya tepat di jantung jazirah Arab ini merupakan salah satu negara sahabat Indonesia. Karena geografisnya tersebut, kedekatannya dengan Israel menjadi hal penting untuk menjaga keutuhan negaranya dari intervensi negara lain. Hingga saat ini Yordania menjadi negara di Timur Tengah yang tanpa gejolak.

Menelisik dari sejarahnya, Indonesia memiliki kedekatan historis dan sosial-budaya dengan negara-negara di Timur Tengah, termasuk Yordania.  Hubungan diplomatik Indonesia-Yordania sudah dimulai sejak tahun 1950 silam. Dan, sejak saat itu, hubungan bilateral telah berkembang dengan baik.

Diyakini terdapat banyak ruang bagi kedua negara untuk terus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Sebut saja bidang ekonomi dan pertanian dimana kedua negara sudah menandatangani MoU saat Raja Yordania mengunjungi Indonesia pertama kali tahun 2005 lalu.

Investasi para pengusaha Yordania pada perkebunan kelapa sawit di Kalimantan telah berjalan dan hubungan ini sangat penting bagi kedua negara dalam menentukan masa depan dan komitmen keduanya.

Sebagai mitra perdagangan terbesar Yordania di Asia Tenggara nilai perdagangan mencapai 500 juta dolar AS dan investasi 200 juta dolar AS, hubungan perdagangan Indonesia dan Yordania menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun dan tercatat ada peningkatan hingga mencapai 439 juta dolar AS pada tahun 2013.

Ekspor Indonesia ke Yordania antara lain Kayu dan olahannya, tekstil, garmen, minyak, furnitur, kopi dan teh. Sementara itu, Indonesia mengimpor potash, fosfat, garam, dan produk kesehatan serta kecantikan yang dihasilkan dari laut mati Yordania. Total investasi Yordania di Indonesia mencapai 211,9 juta dollar AS, dan merupakan negara investor terbesar ke-15 di Indonesia.

Aqaba yakni satu-satunya pelabuhan di Yordania dan dengan adanya Aqaba Special Economic Zone Authority (Aqaba SEZA) yang merupakan zona ekonomi khusus di Yordania dan sekaligus menjadi pintu keluar produk ekspor dan re-ekspor Yordania melalui mekanisme Free Trade Agreement (FTA) Yordania dengan hampir seluruh wilayah di dunia.

Pemerintah berharap dengan Aqaba SEZA sebagai distribution center dapat meningkatkan ekspor Indonesia tidak saja ke Yordania, tapi juga ke kawasan Timur Tengah bagian utara seperti Mesir, Irak, Suriah, Lebanon dan Palestina. Bersambung……… (Laporan dari Redaktur Internasional Aktual.co: Nia S. Amira)

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain