5 April 2026
Beranda blog Halaman 35898

Bulog Pastikan Stok Beras Jelang Ramadhan Cukup dan Aman

Jakarta, Aktual.co — Perum Bulog memastikan stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang puasa Ramadhan dan Lebaran 2015 cukup dan aman.

“Stok Bulog jelang puasa dan Lebaran, Alhamdulillah aman. Saat ini stok beras cukup untuk kebutuhan lima setengah bulan ke depan,” kata Sekretaris Perum Bulog Djoni Nur Ashari dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (26/5).

Menurut dia, saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 1,3 juta ton yang mencukupi kebutuhan selama lima bulan ke depan. Ada pun pengadaan beras dalam negeri oleh perusahaan pelat merah itu mencapai rata-rata 25.000 ton per hari atau total sebanyak 1,1 juta ton dari target 2,75 juta ton tahun ini.

“Diharapkan stok terus bertambah karena panen juga masih akan terus berlangsung,” katanya.

Terkait pengamanan harga beras menjelang puasa Ramadhan dan Lebaran 2015, Djoni mengatakan pihaknya siap melakukan operasi pasar (OP) bila diperlukan. “Nanti lihat tren harga seperti apa, kami siap lakukan OP kalau diperlukan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan persediaan beras untuk kebutuhan masyarakat menjelang puasa Ramadhan dan Lebaran 2015 aman dan cukup. “Aman, kami pastikan sampai Lebaran ini cukup,” katanya di Komplek Istana Kepresidenan di Jakarta.

Ia berharap persediaan itu bisa dipenuhi dari stok lokal sehingga pemerintah tidak harus membuka keran impor.

Soal harga, ia memperkirakan masalah distribusi masih menjadi penyebab utama mahalnya harga beras di pasaran.

“Distribusi harus baik, kami sudah sarankan ke Bulog, solusinya adalah Bulog harus langsung ke petani, kalau Bulog langsung ke petani, petani menikmati harga dan konsumen juga menikmati harga yang stabil,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Urusan Proyek di DKI, Ahok Lebih Percaya Swasta Ketimbang Anak Buah

Jakarta, Aktual.co — Tidak percaya dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bakal gandeng swasta dalam  pembangunan dan juga pengelolaan Gelanggang Olah Raga (GOR), halte dan Lapangan.
Kepala Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) DKI, Heru Budi Hartono menyatakan pembangunan GOR di kawasan Tebet, Jakarta Selatan bakal menjadi pilot project (proyek percontohan).
“Selama ini merawat GOR itu Rp10-20 miliar pertahun. Mengutip kalimat Gubernur di mana WC di GOR bau dan gak jelas perawatannya, makanya masalah gelanggang olah raga kita kerjasamakan dengan pihak swata,” katanya di Balaikota, Selasa (25/5).
‎Pembangunan GOR dengan pihak swasta ini nantinya bakal memakai sistem kontrak kerjasama multipropose building yang mana pihak swasta diberikan kewewenangan mengelola 25 persen dari total luasan GOR. Kerjasama dengan pihak swasta sendiri akan dilakukan melalui mekanisme lelang‎.
“Sistemnya lelang. Kalau bangun GOR luasnya bisa 3.000 meter persegi, pengelolaannya 25 persen kita serahkan ke mereka. Setahun kita rawat GOR Rp10 miliar, kalau ada lima GOR, kita bisa hemat biaya perawatan Rp 50 miliar pertahun,” bebernya.
‎Ia menambahkan, keuntungan atau benefit lain yang akan diterima pihak swasta, perusahaan pemenang lelang bisa membangun properti di atas GOR hingga 10 lantai. Artinya, mereka dapat mengelola GOR dengan sistem high rise building multi purpose.
‎Lalu bagaimana peran SKPD jika menggandeng swasta? Heru memastikan SKPD tetap mempunyai peran signifikan dalam proses kerjasama pembangunan dengan swasta.
“‎Tugas dinas ya untuk pengawasannya saja, termasuk juga kita mau membubarkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kalau semua sudah dikelola swasta,” tegasnya.
Selain GOR, lanjut Heru, Pemprov DKI pada tahun ini juga akan menyerahkan pengelolaan Lapangan Banteng dan perbaikan halte di lima wilayah kota yang totalnya mencapai 150 halte.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Revisi UU Pilkada Resmi Diusulkan

Perwakilan Fraksi PDIP Daniel Lumban Tobing (kanan) menyerahkan pandangan Fraksinya kepada Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (kedua kiri) disaksikan Fadli Zon (kiri), Agus Hermanto (kedua kanan) dan Fahri Hamzah (kanan atas) pada sidang Paripurna ke-30 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2015). Sidang tersebut beragendakan pembacaan Pandangan fraksi-fraksi atas materi yang disampaikan pemerintah tentang Pokok-pokok pembicaraan pendahuluan penyusunan RAPBN tahun anggaran 2016. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

3 Tewas dan 12 Orang Hilang, Topan ‘Ganas’ Terjang Texas & Oklahoma

Jakarta, Aktual.co — Topan dengan kekuatan besar telah menerjang wilayah Texas dan Oklahoma, bagian selatan Amerika Serikat (AS), pada akhir pekan. Akibat insiden itu tiga orang dinyatakan meninggal dunia, dan 12 orang masih dinyatakan hilang.

Indisen naas itu, mengakibatkan 2.000 orang kehilangan tempat tinggal. Kerusakan yang paling parah terjadi  yakni, di Negara Bagian terbesar kedua AS, kota San Marcos dan Wimberley di bagian tengahnya.

Pemerintah AS memperkirakan sebanyak 1.300 rumah di kedua kota itu rusak akibat diterjang topan, dan sedikitnya 67 rumah hancur total. Pada Senin (25/5) kemarin, pemerintah masih mencari 12 orang yang hilang, termasuk empat orang dewasa dan anak lelaki yang berusia empat tahun dari satu keluarga yang hilang di dekat Wimberley.

Jenazah seorang pria ditemukan di daerah yang direndam banjir di sepanjang Sungai Blanco antara Ibu Kota Negara Bagian tersebut, Austin, dan Kota San Antonio di bagian tengahnya.

Di Houston Barat-daya pada Minggu, dua orang dikirim ke rumah sakit untuk dirawat dan ratusan orang kehilangan tempat tinggal, setelah Tornado menerjang satu kompleks Apartemen yang sebagian ambruk.

Sementara itu, hujan lebat juga mengguyur seluruh Negara Bagian Oklahoma, yang bertetangga, Sabtu malam dan Minggu, sehingga menyebabkan banjir, memaksa pengungsian dan menewaskan dua orang.

Pemerintah memperingatkan kedua negara bagian tersebut akan menghadapi topan lagi dalam beberapa hari ke depan. (Laporan: Wisnu Yusep)

Artikel ini ditulis oleh:

Polda Metro Jaya Ungkap Pencucian Uang Berkedok Jual Beli Kondotel

Petugas Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menunjukan alat transaksi tindak pidana penipuan dan penggelepan juga pencucian uang di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/5/2015). Polda berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan dan pencucian uang dengan modus investasi atau pembelian kondotel yang dilakukan PT Royal Premier Internasional. Total kerugian dari kasus tersebut mencapai sekitar Rp 8 triliun. Sementara, jumlah korban penipuan mencapai 1.157 orang. AKTUAL/MUNZIR

Tahun Ini Pemerintah Target Sertifikasi Perikanan Berkelanjutan

Denpasar, Aktual.co — Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Saut P Hutagalung menegaskan jika pemerintah tengah menarget untuk mensertifikasi perikanan berkelanjutan MSC (Marine Stewardship Council). Akhir tahun ini, pemerintah akan mengajukan sertifikasi berkelanjutan MSC.

Untuk itu, dalam pertemuan International Coastal Tuna Business Forum di Nusa Dua, Bali, Saut sengaja mengundang Menteri Perikanan dan Pertanian Maladewa.

“Sengaja kita mengundang Menteri Maladewa, karena mereka salah satu negara yang perikanan cakalangnya, tunanya itu bersertifikasi MSC. Sudah mendapatkan sertifikasi berkelanjutan,” papar Saut saat memberi keterangan resmi, Selasa (26/5).

Menurut dia, Indonesia tengah menuju ke arah sertifikasi perikanan berkelanjutan MSC. “Kita mau menuju ke situ. Kita upayakan. Makanya kita sharing dengan Menteri Maladewa agar bagaimana kita bisa mendapatkan lebih cepat sertifikasi MSC ini,” paparnya.

Menurut Saut sertifikasi perikanan berkelanjutan MSC menjadi hal penting lantaran merupakan persyaratan dunia. “Ini merupakan persyaratan pasar. Banyak pasar di Amerika dan Uni Eropa mensyaratkan sertifikasi MSC,” beber dia.

Selain sertifikasi perikanan MSC, Saut menuturkan persyaratan lain yang disyaratkan dunia adalah ketertelusuran. “Pasar mensyaratkan dua hal yang penting, keberlanjutan dan ketertelusuran. Untuk memastikan ikan berkelanjutan itu yang betul-betul diterima di pasar,” jelasnya.

Untuk menuju ke arah itu, Saut menuturkan pemerintah telah mengambil beberapa langkah, di antaranya adalah memberantas ilegal fishing dan pelarangan atau pengendalian untuk transit terutama yang dibawa ke luar negeri.

“Kita mendukung dunia usaha kita sertifikasi MSC. Assesment sudah dilakukan tiga empat tahun lalu. Ini sudah berjalan sekarang dan masih dalam proses,” paparnya.

“Kita sudah punya rencana pengelolaan perikanan tuna. Ini sudah ada dan disiapkan oleh kementerian. Akhir tahun ini kita mengusulkan untuk pole and line cakalang dan handline atau pancing tuna itu target kita sertifikasi MSE pertama. Kita akan proses akhir tahun ini,” tutup dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain