5 April 2026
Beranda blog Halaman 35899

Soal Beras Sintetis, Pemerintah Tiongkok Siap Bertukar Hasil Uji Laboratorium

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Tiongkok menyatakan siap bertukar hasil uji laboratorium beras sintetis berbahan plastik yang diduga berasal dari Negerinya untuk membantu upaya penuntasan kasus peredaran beras itu di Indonesia.

Atase Perdagangan Indonesia di Beijing, Dandy Iswara, mengutip Wakil Direktur Jenderal Kantor Administrasi Umum Pengawasan Mutu, Inspeksi dan Karantina (AQSIQ) Tiongkok, Bi Kexin, yang mengatakan bahwa harus ada bukti rinci yang menunjukkan keberadaan beras sintetis di Indonesia berasal dari Tiongkok.

Bi Kexin menyatakan, AQSIQ memastikan beras yang bercampur dengan produk berbahan plastik itu tidak beredar di negaranya. “Jika pun ada itu sangat mahal, sehingga tidak menguntungkan jika dipasarkan untuk dikonsumsi, karena tidak menguntungkan secara ekonomi,” kata Bi Kexin.

Oleh karena itu, ia melanjutkan, harus ada rangkaian pengujian laboratorium untuk membuktikan bahwa beras bercampur bahan sintetis yang beredar di Indonesia berasal dari Tiongkok. “Dan kami siap untuk bertukar hasil uji laboratorium,” kata Bi Kexin.

Ia menambahkan isu beras bercampur bahan sintetis jangan sampai mengganggu hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok, termasuk kerja sama perdagangan antara kedua negara. “Semua pihak yang berkepentingan baik di Indonesia maupun Tiongkok, hendaknya bersama-sama atas dasar hubungan kedua negara, menyelesaikan masalah ini secara proposional,” katanya.

Pemerintah Indonesia menyatakan tidak pernah memberikan izin impor beras, termasuk dari Tiongkok. Namun data Bea Cukai Tiongkok menunjukkan bahwa selama Januari-Maret 2015 ada ekspor beras senilai 182.000 dollar AS ke Indonesia. Namun Bea Cukai negeri itu tidak menyebutkan rincian beras yang diekspor.

Perwakilan Pemerintah Indonesia di Tiongkok melakukan pertemuan dengan pejabat AQSIQ guna membahas masalah peredaran beras yang diduga tercampur bahan sintetis yang dilaporkan warga di beberapa daerah di Indonesia.

Pemerintah Indonesia melakukan pengujian laboratorium pada sampel-sampel beras yang diduga mengandung bahan pembuatan plastik. Pengujian sampel beras sudah dilakukan di laboratorium Badan Reserse Kriminal Polri dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Laboratorium PT Sucofindo juga melakukan pengujian sampel beras, dan menemukan beras yang mengandung senyawa pembuat plastik berupa BBP (benzyil butyl phtalate), DEHP (diethyl hexyl phthalate) dan DMP  (dimethyl phthalateshalate), yang antara lain biasa digunakan untuk membuat pipa paralon.

Selain itu Kementerian Perdagangan berencana meningkatkan pengawasan pasar untuk mengawasi peredaran produk-produk impor.

Artikel ini ditulis oleh:

Risiko Kanker Meningkat, Seperti Ini Cara Tepat Konsumsi Suplemen

Jakarta, Aktual.co — Penelitian American Association for Cancer menunjukkan, bahwa mengonsumsi suplemen bukan untuk ‘mengekang’ atau mencegah kanker, namun sebenarnya malah justru menaikkan risiko kanker.

Secara khusus, para peneliti menyimpulkan, bahwa suplemen mengambil lebih dari tunjangan harian yang direkomendasikan seperti asam folat, vitamin E dan beta-karoten yang semuanya itu terbukti meningkatkan risiko kanker.

Penelitian tentang suplemen dan kanker dimulai dari 20 tahun yang lalu, ketika para ilmuwan mengamati bahwa orang yang makan lebih banyak buah dan sayuran cenderung bebas kanker.

Namun demikian, peneliti ingin mengetahui apakah mengambil dosis tambahan vitamin dan mineral akan mengurangi kemungkinan mengembangkan berbagai bentuk penyakit tersebut.

Mereka menemukan, bahwa dalam beberapa studi manusia, risiko kanker justru meningkat saat menggunakan suplemen.
Misalnya, suplemen beta-karoten cenderung menaikkan risiko penyakit jantung dan kanker pada orang yang merokok atau minum berat,  dan asam folat-yang diduga membantu mengurangi jumlah polip di dalam usus.

Kami menyarankan, tentang cara untuk memastikan suplemen yang tepat.
Pertama, suplemen tidak untuk memperbaiki gizi yang buruk.
Gizi yang optimal itu beragam. Ini melibatkan keseimbangan yang tepat dan jumlah protein, lemak baik, karbohidrat sehat, serat, cairan, vitamin, mineral, dan antioksidan. Bermunculan multivitamin atau suplemen lainnya untuk mengatur makan yang berlebihan.

Kedua, lebih tidak selalu lebih baik.
Jika vitamin C membantu kekebalan,  mungkin dosis tinggi akan menawarkan perlindungan lebih. Tapi, sebenarnya yang berlebihan pada semua nutrisi dapat menyebabkan risiko kesehatan.

Dosis suplemen vitamin C dapat menyebabkan, kram dan diare dan dalam kondisi tertentu, antioksidan ini dapat bertindak sebagai pro – oksidan dan dengan demikian memicu kerusakan DNA.

Apa pun yang Anda konsumsi dalam jumlah yang melampaui kebutuhan tubuh dapat membuat risiko.

Ketiga, alami bisa berbahaya.
Salah satu mitos yang sering didengar yaitu, bahwa zat alami tidak mungkin berbahaya. Jelas kelebihan bisa berbahaya, tetapi bahan alami juga dapat membawa risiko bahkan di dalam dosis moderat.

Intinya, tidak semua suplemen hanya buang-buang uang. Tapi, suplemen juga harus digunakan, sebagai suplemen untuk diet yang sehat secara keseluruhan, demikian FoxNews melaporkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Isu Ada Beras Sintetis di Gudang Kerawang, Bulog Pastikan Gudangnya Bebas Beras Palsu

Jakarta, Aktual.co — Perum Bulog menyatakan bahwa gudang-gudang milik perseroan mereka terbebas dari beras sintetis. Hal tersebut ditegaskan oleh Sekreatris Perusahaan Bulog Djoni Nur Ashari menyusul isu yang menyebut adanya beras plastik yang masuk ke Gudang Karawang, Jawa Barat.

“Tidak ada, sudah kami cek itu beras fortifikasi, yakni beras yang dimasukan zat tertentu untuk menambah gizi masyarakat. Sudah diklarifikasi,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (26/5).

Lebih lanjut dikatakan dia, Perum Bulog telah melakukan sejumlah upaya antisipasi untuk meredam peredaram beras sintetis tersebut termasuk melakukan pemantauan rutin setiap minggu meliputi kuantitas dan kualitas beras. “Sudah instruksi sub divisi regional untuk melakukan monitoring, setiap pekan, mengecek kualitas dan kuantitas,” ujar dia.

Tak hanya itu, pengontrolan kualitas dari sisi penyaluran beras juga sudah dilakukan. “Beras yang masuk ada quality control sesuai dengan standar, yang disalurkan juga akan dilakukan kontrol. Bulog sudah instruksikan untuk melakukan kontrol cek dan ricek,” paparnya.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya meminta pemerintah menindak tegas pelaku yang bermain di beras plastik. “Agar segera dibawa ke ranah hukum karena semakin hari semakin meresahkan masyarakat,” tuturnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menduga ada motif lain dibalik peredaran beras plastik di pasaran. Dalam hal ini, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur mengatakan dugaan tersebut muncul lantaran harga biji plastik di pasaran jauh lebih mahal ketimbang harga beras.

“Biji plastik itu lebih mahal dua kali lipat dibandingkan beras. Kalau dicampur dan dijual lebih murah aneh,” kata Natsir di sela acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Trade Invesement Forum di Jakarta, ditulis Selasa (26/5).

Natsir menduga kuat bahwa peredaran beras yang mengandung polyfiner itu bukan semata karena ingin meraup keuntungan, tetapi ada motif lain, yakni pengalihan isu atau justru motif politik.

“Ini bukan murni bukan bisnis. Saya kira ini pengalihan isu atau motif politik saja. Itu bukan motif dagang jadinya,” tegas dia.

Adapun kasus ini, kata Natsir, sudah masuk ranah kriminal karena kandungan plastik yang terdapat pada beras palsu tersebut dapat membahayakan kesehatan konsumen. “Kalau motif dagang itu mencari keuntungan. Ya kalau di campur plastik itu sudah kriminal,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Barang Bukti Senjata dan Amunisi Teroris Poso

Kapolda Sulteng, Brigjen Pol. Idham Aziz menunjukkan magazine dan amunisi yang diamankan dari anggota teroris Poso yang tertembak mati di Mapolda Sulteng di Palu, Selasa (26/5). Selain senjata, aparat juga mengamankan bom dan peralatan navigasi dari dua anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang ditembak mati saat kontak senjata dengan Brimob dan Densus 88 di Dusun Gayatri Desa Maranda, Poso, Minggu (24/5). ANTARA FOTO/Basri Marzuki

Menhan Ryamizard Ryacudu Bercengkrama dengan Wartawan

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berbincang dengan sejumlah wartawan saat silaturahmi di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (26/5/2015). Dalam kesempatan ini Ryamizard menjelaskan hasil kunjungannya ke Amerika Serikat dan berbagai bentuk kerjasama di bidang militer. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Pasar Simpang Ampek Terbakar, Satu Orang Tewas

Jakarta, Aktual.co — Satu orang meninggal dan 15 petak los dan ruko terbakar akibat kebakaran Pasar Simpang Ampek, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).
“Satu orang meninggal dunia akibat terjebak di dalam tokonya. Korban yang terbakar belum diketahui namanya, berumur sekitar 17 tahun. Korban terjebak di dalam toko, sehingga tidak bisa menyelamatkan diri,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pasaman Barat, Tri Wahluyo di Simpang Ampek, Selasa (26/5).
Ia mengatakan korban yang terbakar tersebut dalam kondisi lumpuh. Sehingga saat peristitawa kebakaran tidak bisa menyelamatkan diri dari dalam toko.
“Saat ini api sudah mulai padam. Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil water canon Polres Pasaman Barat diturunkan untuk memadamkan api” katanya.
Ratusan penduduk setempat berdatangan untuk melakukan pertolongan memadamkan api. Namun karena los dan toko padat di lokasi, sehingga api dengan mudah membakar belasan toko.
Pantauan di lapangan ratusan masyarakat berdatangan melihat musibah kebakaran tersebut. Ada yang memberikan pertolongan dan ada yang menjadikannya wisata bencana.
Sementara itu korban hingga Selasa (26/5) siang masih sibuk mengangkat barang daganganya yang bisa terselamatkan dari kebakaran tersebut.
“Pedagang masih konsentrasi menyelamatkan barang-barangnya, jadi kita belum bisa mendapatkan angka kerugian akibat kebakaran itu,” sebutnya.
BPBD belum bisa memastikan berapa kerugian akibat kebakaran pasar tersebut. Sebab petugas masih melakukan pendataan di lapangan.
“Kita tidak bisa memperkirakan berapa kerugian akibat kebakaran tersebut. Namun, pasti diatas satu miliar, sebab ada 15 toko dan los yang ludes terbakar,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain