3 April 2026
Beranda blog Halaman 35925

Indonesia Mesti Tekan ASEAN Beri Sanksi ke Myanmar Atas Kasus Rohingnya

Banda Aceh, Aktual.co — Pengamat hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Amrizal J Prang mendesak agar Asean sebagai organisasi negara kawasan Asia Tenggara, segera memberikan sanksi terhadap Myanmar atas kekejaman negara itu terhadap muslim Rohingnya. Selain itu, Asean harus memboikot negara tersebut.
“Indonesia menerapkan politik luar negeri aktif harusnya Indonesia menekan Myanmar dan Asean untuk bertanggugjawab atas persoalan Rohingnya,” terang Amrizal kepada Aktual.co, Senin (25/5).
Disebutkan, persoalan Rohingnya harus menjadi tanggungjawab komunitas masyarakat dunia. Sehingga, bisa ditemukan solusi kongkrit untuk mengakhiri kekerasan yang dialami warga Rohingnya di Myanmar dan Bangladesh.
Selain itu, Amrizal menyarankan agar Indonesia mengambil peran untuk menyelesaikan kasus Rohingnya.  Sampai saat ini tercatat ribuan pengungsi Rohingnya mendarat di Aceh. Mereka ditampung sementara di Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Petinggi Pemprov DKI Mangkir, Rapat Bamus Diundur Lagi

Jakarta, Aktual.co —Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DKI yang dijadwalkan hari ini di DPRD DKI kembali batal. Padahal rapat mengagendakan pengguliran Hak Menyatakan Pendapat terhadap Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan penetapan jadwal pembahasan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). 
Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengatakan, penundaan terjadi akibat ketidakhadiran petinggi Pemprov DKI (eksekutif) dalam rapat Bamus. 
DPRD DKI pun bakal menyurati ke Ahok pertanyakan mangkirnya eksekutif yang tanpa kejelasan. Kata Pras, dewan mempertanyakan keseriusan eksekutif membahas ketiga raperda yang sudah masuk Program Legislasi Daerah (prolegda) itu. “Tindak lanjutnya harus ditanyakan pada eksekutif. Ini pada nggak hadir semua. Ada enam pimpinan yang nggak hadir,” kata Pras, usai memimpin rapat Bamus di ruang serbaguna Gedung DPRD DKI, Senin (25/5).
Ditundanya Rapat Bamus akibat ketidakhadiran eksekutif awalnya terjadi 21 Mei lalu. Yang membuat jadwal diundur Senin (25/5) hari ini. Tapi pihak eksekutif ternyata kembali mangkir, sehingga rapat kembali diundur sampai Jumat pekan ini.
Adapun tiga raperda yang dijadwalkan dibahas yakni Raperda Pelestarian Kebudayaan Betawi, Raperda Pariwisata dan Raperda Rencana zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K).
Diketahui, pimpinan eksekutif yang tidak hadir dalam rapat Bamus antara lain Sekretaris Daerah DKI Saefullah dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tuti Kusumawati.

Artikel ini ditulis oleh:

Cindy Fatika Sari: Pergi ke Majelis Tafakur, Ubah Kalbu Jadi Lebih Baik

Jakarta, Aktual.co —Sebelum berhijab,  emosi hingga membuat sikap temperemental sering kali ditemui oleh artis Cindy Fatika Sari.

Namun, usai menemui teman dekatnya hingga mengajaknya ke Majelis Taklim, perlahan perubahan sikap emosi pun secara drastis mereda.

“Aku ikut pengajian di Majelis Tafakur dengan teman-teman yang lain. Jadi tafakur itu perenungan-perenungan yang membawa ketaatan dan itu metodenya untuk mendapatkan ajaran Islam untuk merubah kalbu ke arah yang lebih baik. Di situ kita diajak mikir, misalnya kenapa kita harus salat dan hal yang baik yang diajarkan Islam, ” terang Cindy, ditemui di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (25/5).

“Tapi kalau aku berhijab ini, aku punya tujuan, bukan untuk memperbaiki finansial yang ada di dalam rumah tangga terus kita melakukan ibadah. Karena dunia itu fana. Misalnya, dalam kehidupan nggak semua berjalan baik, ” sambungnya.

Meskipun demikian, Cindy mengaku, cobaan sebagai orang hidup selalu ada. Baginya, bersyukur merupakan sebuah bentuk atas ujian-ujian yang telah diberikan oleh Tuhan kepadanya.

“Karena buat aku dalam hidup itu harus ada dalam koridor ketaatan itu yang menjadi alasanku untuk berhijab. Makanya apa yang aku lakukan ini semata-mata bentuk rasa syukur yang sudah diberikan Allah SWT selama ini kepada aku, ” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Diminta Ikutsertakan Swasta Pada BPJS

Jakarta, Aktual.co — Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan MPR RI Irgan Chairul Mahfiz mendesak Pemerintah mengikutsertakan seluruh rumah sakit swasta menjadi mitra Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Masih ada sekitar 700 rumah sakit yang belum menjadi mitra BPJS. Sedangkan, rasio masyarakat anggota BPJS dan ketersediaan rumah sakit yang menjalankan program jaminan kesehatan nasional (JKN) masih belum seimbang,” kata Irgan Chairul Mahfiz pada diskusi “Implementasi BPJS Kesehatan” di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (25/5).
Menurut Irgan, Pemerintah perlu menghitung ulang operasional rumah sakit swasta dalam memberikan pelayanan kesehatan sebelum menentukan tarif pelayanan untuk peserta BPJS, sehingga dapat dicapai keseimbangan antara tarif pemerintah dan rumah sakit swasta.
Rumah sakit swasta, kata dia, membangun infrastruktur sendiri baik gabung, peralatan medis, obat, maupun sumber daya manusia seperti dokter, para media, dan tenaga lainnya.
“Karena, swasta membangun sendiri infrastrukturnya sehingga perlu dihitung untuk mengikutsertakan rumah swasta agar dicapai solusi bersama,” katanya.
Ia menambahkan, operasional rumah sakit swasta juga menggunakan dana sendiri bukan dari APBN.
Menurut Irgan, selama ini masih banyak rumah sakit swasta yang enggan menjadi mitra BPJS kemungkinan karena tarif yang disediakan pemerintah masih di bawah standar tarif rumah sakit swasta.
“Meskipun dalam UU Kesehatan sudah mengamanahkan, rumah sakit tidak boleh menolak pasien.”

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi Perlindungan Anak Turun Tangan Cari Angelina

Denpasar, Aktual.co — Angelina, bocah manis berusia 8 tahun yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya, membuat pihak kepolisian terus melakukan pencarian terhadap keberadaan bocah perempuan yang masih duduk di bangku kelas 2 SD tersebut. Hilangnya Angelina pada Sabtu (23/5) sore pekan lalu dari tempat tinggalnya bersama ibu angkatnya menarik perhatian Komisi Nasional Perlindungan Anak.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait  telah menyambangi kediaman Angelina di Jalan Sedap Malam Nomor 26 Denpasar. Ia juga telah bertemu dengan jajaran Polresta Denpasar.

“Kami berkoordinasi kepada Polresta Denpasar untuk menanyakan perkembangan terbaru kasus hilangnya Angelina,” kata Aris, Senin (25/5).

Ia berharap Angelina dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara itu, Wakapolresta Denpasar, Ajun Komisaris Besar I Nyoman Artana menegaskan jika institusinya terus bekerja menemukan Angelina.

Hanya saja, hingga kini diakuinya belum ada hasil maksimal untuk menemukan keberadaan bocah perempuan berparas manis tersebut.

“Kami sudah maksimal berusaha mencari anak ini. Tapi sampai saat ini beum ada gambaran keberadaan adik kita Angelina,” jelas Artana.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

DPR: Etnis Rohingya Terusir dari Negaranya akibat Terjadi Konflik

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR Fadli Zon didampingi Fadhlullah mengungkapkan bahwa para pengungsi ini terdiri dari berbagai latar belakang tidak semuanya karena diskriminasi etnis.
“Ada yang diantaranya sebagian dari mereka adalah pencari kerja ke Malaysia, bahkan ada isteri yang mencari suami yang tidak kembali ke negaranya setelah bertahun-tahun menjadi tenaga kerja di luar negeri,” katanya saat kunjungan di Langsa, Minggu (25/5).
Dan yang lebih dominan, katanya adalah mereka yang terusir dari negaranya akibat terjadinya konflik etnis dan agama di Rohingya.
Sementara, Fadhlullah yang DPR RI asal Aceh menyampaikan kebijakan yang jelas perlu segera diatur oleh pemerintah sehingga tidak terjadi tumpang tidih aturan dalam pelaksanaan di lapangan.
Diketahui, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyatakan, masalah pengungsi Rohingya, Myanmar, yang terdampar di Aceh agar dibawa ke Forum Asean untuk mendapatkan solusi yang bijak dalam penanganan “manusia perahu” itu.
“Permasalahan pengungsi Rohingya ini akan saya bawa dalam rapat bersama pemerintah dalam waktu dekat dan seterusnya isu ini akan dibawa ke Forum ASEAN untuk mendapatkan solusi yang bijak dalam penanganannya,” katanya kepada wartawan saat meninjau pengungsi Rohingya dan Banglades di Langsa, Kota Langsa, Minggu (24/5).
Dalam satu bulan terakhir, Indonesia diserbu ribuan pengungsi Rohingya dari Myanmar dan juga dari Bangladesh. Mereka masuk ke Indonesia melalui pesisir wilayah Sumatera dengan menggunakan kapal-kapal kayu.
Entah ke mana arah tujuan awal mereka setelah melarikan dari negara asalnya. Yang jelas mereka akhirnya terdampar di Aceh dan Sumatera Utara lalu diselamatkan nelayan setempat. Di Aceh, para pengungsi gelap itu kini telah ditempatkan di 4 lokasi penampungan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain