4 April 2026
Beranda blog Halaman 35943

Blarr, Tabung Melon Meledak, Wanita Paruh Baya Terluka

Malang, Aktual.co — Tragedi tabung elpiji meledak, kembali terjadi di Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Kali ini wanita paruh baya bernama Maria Lumban Raja (83) menjadi korban bocornya tabung gas ukuran 12 kilogram itu.
Tak hanya menyebabkan luka badan, namun ledakan itu juga merusak atap dinidng Maria yang merupakan seorang pendeta wanita. “Saya terkejut karena suara keras, kaca jendela saya sampai bergetar karena ledakan,” kata Didit (50) warga RT 4 RW 1 Kelurahan Turen, Senin (25/5).
Saat ledakan terjadi, Didit mengaku banyak warga segera berlari menuju kediaman Maria dan mendobrak pintu yang masih tertutup.
“Posisinya sudah berada di dekat pintu, sepertinya dia mau keluar tapi terlambat,” tandasnya. Kondisi Maria sendiri saar itu sedang mengalami luka bakar yang cukup parah namun masih tersadar.
“Maria tinggal sendirian bersama 11 pendeta di perumahan itu, ia juga sering meminta tolong masyarakat untuk menyebrang karena usianya yang sudah lanjut,” bebernya.
Terpisah, Kapolsek Turen, Kompol Agus Guntoro mengatakan, dugaan sementara ledakan dipicu dari lpg 12 kilogram yang bocor sejak semalam. Korban saat ini dirawat di RS. Bala Keselamatan Bokor karena menderita luka bakar hingga 80 persen. “Kerugian Material Rp 5 Juta,” kata Agus.

Artikel ini ditulis oleh:

Kata Yulia Rachman, Capai Taat Istiqomah Itu Sulit

Jakarta, Aktual.co — Artis Yulia Rachman menuturkan, untuk mencapai ketaatan dan ridho Allah SWT sangatlah sulit. Meskipun, perlahan dirinya telah berubah untuk menjalani perintahnya dengan berhijab.  Namun, hal itu tak lantas membuatnya berputus asa.

“Untuk taat itu memang susah. Apalagi untuk mencapai yang istiqomah. Disini melalui pengajian Majelis tafakuran ini  hanya ingin mengingatkan. Apalagi kami bekerja di dunia entertaint. Saya anggap beberapa tahun belakangan ini aku pernah menebar dosa, ” ucap Yulia Rachman, ditemui di kawasan Rawamangun Jakarta, Senin (25/5).

Menurut bintang sinetron ‘Gado-gado Betawi’ ini, sebagai manusia biasa tantangan maupun ujian yang datang dalam hidup memang selalu ditemuinya.  Dengan demikian, ia menganggap, bila ujian yang datang itu, justru dinilainya untuk mengenal Allah SWT lebih dekat.

“Ujian yang datang itu, justru membuat saya lebih mengenal Allah SWT. Disitu saya selalu belajar, dan tak ingin menjadi seorang yang kufur nikmat,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Koleksi Busana Muslim Terbaru ‘Love Song’ Hadir di Ramadan Ini

Jakarta, Aktual.co —Jelang mendekati bulan suci Ramadan 1436 H, Ranti The Pride of Moeslem yang telah 27 tahun malang melintang dijagad desain busana muslim kembali menghadirkan varian baru bagi para Hijaber.

Untuk menyatakan rasa syukur kehadiran bulan suci tersebut, Ranti secara khusus meluncurkan koleksinya dengan mengusung tema ‘Love Song’. Sebagaimana ciri khas Ranti yang telah dikenal selama ini yaitu, sequin, embroidery dan hand made flower. Menariknya, di setiap tema akan disertai detik yang ‘highleihgted’, tanpa menanggalkan trade mark yang sudah melekat.

Sementara itu, untuk sore hari (evening) dan acara coktail, material yang digunakan adalah cerruty, sifon, jacquard, batik, tenun dan silk serta sateen.

Sedangkan, untuk baju-baju kasual rencana akan menggunakan bahan dasar denim, balotelli dan berbagai macam cotton yang nyaman dipakai dalam warna-warni pilihan.

“Koleksi kami disini disuguhkan untuk pria dan wanita Muslim, yang memiliki selera bagus dalam berbusana yang syari’I, ” terang staff Ranti Collection- yang namanya tidak mau disebutkan-, ditemui, di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, pada Senin (25/5).

Ditangan Ranti, bahan-bahan seperti tenun dan batik jadi semakin menonjolkan nilai artistik dan otentisitasnya serta menjadi penegasan identitas dari gaya hidup kaum modern papan atas di Tanah Air.

“Jadi selain kami ingin mewujudkan style berkelas untuk pria dan wanita usia 30 tahun ke atas yang ingin tampil elegan dan modern dengan tetap mengindahkan pakem syariat, ” pungkas seorang karyawan Ranti.

Artikel ini ditulis oleh:

Ganggu Pedagang Tradisional, Polemik Beras Plastik Jangan Dibesar-Besarkan

Medan, Aktual.co — Kepala Kantor Sistem Logistik (Kansilog) Bulog Sibolga, Rusli berharap permasalahan beras plastik yang selama ini membuat heboh tidak dibesar-besarkan.

Pasalnya, menurut Rusli, isu dan pemberitaan terkait itu sudah sangat mengganggu. Khususnya para pedagang beras di Kota Sibolga.

“Beras plastik ini sebenarnya mengganggu ketenangan pedagang, was-was, bisa terjerat pidana. Sebisa mungkin kita dingin-dinginkan suasana, nanti pedagang jadi imbasnya. Kalau kita lihat makin dibesar-besarkan, memperkeruh suasana,” ujar Rusli kepada Aktual.co melalui telepon, Senin (25/5).

Rusli mengatakan, khusus di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah, pihaknya tidak memiliki kewenangan melakukan tindakan preventif. Pun, demikian, Rusli mengaku, sejauh ini belum ditemukan adanya kasus beras plastik beredar di pasaran di wilayah itu.

“Kita tidak ada wewenang untuk antisipasi, itu perindag dan aparat hukum. Tapi kita pastikan, beras itu (beras plastik) tidak ada,” tukasnya.

Meski demikian, Rusli mengaku, soal antisipasi dan upaya-upaya pemantauan di pasar terkait beras plastik, pihaknya akan senantiasa siap dilibatkan.

“Langkah antisipasi, kalau ditemukan kita siap,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BPOM Serahkan Hasil Uji Lab Beras Sintetis ke Mabes Polri

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparingga mengatakan bahwa hasil uji sampel dari beras plastik telah diserahkan ke pihak Kepolisian RI, di Jakarta.

“Hasil uji sampel sudah kami berikan kepada Polri untuk ditindaklanjuti, namun hasilnya tidak bisa kami sampaikan,” ujar Roy, Senin (25/5).

Namun Roy menegaskan bahwa Badan POM hanya memberikan hasil uji laboratorium atas sampel beras yang disinyalir terbuat dari plastik itu, bukan memberikan rekomendasi.

Roy mengatakan bahwa sampel beras tersebut diuji kandungannya apakah terdapat bahan material plastik.

Sebelumnya, warga Indonesia dikagektan oleh adanya temuan beras sintetis yang diduga kuat terbuat dari plastik dan disinyalir diimpor dari Tiongkok.

Menyikapi masalah beras sintetis ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa kebenaran masalah isu beras plastik kini sedang dalam penelitian di laboratorium.

“Beras itu, sedang diuji di tiga laboratorium termasuk di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lab umum. Kita tunggu saja hasilnya,” kata Jokowi di sela kunjungan kegiatan Car Free Day di Solo, Minggu (24/5).

Menurut Jokowi, isu beras plastik di Bekasi atau di salah satu warung makan tersebut motifnya apa mencari keuntungan atau hal lain. Namun, hal ini tidak masuk logika karena harga beras palsu itu kabarnya lebih mahal dibanding beras asli.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

DPR Minta Masalah Rohingya Dibawa ke ASEAN

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyatakan, masalah pengungsi Rohingya, Myanmar, yang terdampar di Aceh agar dibawa ke Forum Asean untuk mendapatkan solusi yang bijak dalam penanganan ‘manusia perahu’ itu.
“Permasalahan pengungsi Rohingya ini akan saya bawa dalam rapat bersama pemerintah dalam waktu dekat dan seterusnya isu ini akan dibawa ke Forum ASEAN untuk mendapatkan solusi yang bijak dalam penanganannya,” katanya kepada wartawan saat meninjau pengungsi Rohingya dan Banglades di Langsa, Kota Langsa, Minggu (24/5).
Fadli bersama rombongan anggota DPR RI lainnya, yakni Fadhlullah (Komisi VI), H Firmandez (Komisi I) dan Prof Bachtiar Aly (Komiisi I), berkunjung ke tempat pengungsi Muslim Rohingya di TPI Kuala Langsa.
Fadli menyatakan, para manusia perahu yang saat ini terdampar di Aceh ini adalah masalah kemanusiaan dan harus mendapatkan perhatian dunia internasional.
Untuk itu, masalah ini perlu dibicarakan secara serius oleh pimpinan ASEAN agar pengungsian besar warga etnis Rohingya ini tidak terjadi lagi.
Sementara dalam upaya penanganan pengungsi Rohingya, Kementerian Sosial Republik Indonesia juga menyerahkankan bantuan senilai Rp2,3 miliar yang disalurkan dalam bentuk barang di empat titik penampungan pengungsi di Aceh.
Empat penampungan itu adalah Kabupaten Aceh Timur mendapat bantuan senilai Rp611 juta, Kabupaten Aceh Tamiang nilainya Rp171 juta, Kota Langsa Rp609 juta dan Aceh Utara senilai Rp931 juta.
Bantuan itu berupa tenda gulung, matras, perlengkapan keluarga, perlengkapan anak, makanan dan selimut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain