4 April 2026
Beranda blog Halaman 35942

Harga Lebih Mahal, Mentan: Ada Motif Lain Dari Peredaran Beras Plastik

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan beras plastik tidak mungkin menguntungkan dibandingkan beras asli, karena harganya lebih mahal.
“Secara bisnis ini tidak memungkinkan, plastik Rp12.000 per satu kilogram, sedangkan beras Rp7.300 per satu kilogram,” kata Amran Sulaiman di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (25/5).
Menurut dia, kemungkinan ada agenda lain diluar mencari keuntungan yang dirinya sendiri tidak tahu motif dari beras plastik tersebut. Dia mengatakan pihaknya sudah ke pasar melakukan sidak terkait isu tersebut, agar masalah tersebut segera terselesaikan.
“Saat ini kita sudah melakukan sidak ke pasar-pasar dan kasus ini sudah sampai ke Polri,” kata Amran.
Dia menyarankan warga Indonesia untuk mengkonsumsi beras dalam negeri agar terbebas dari beras plastik. “Yah kita coba ambil hikmahnya saja, sebagai warga Indonesia mari mengkonsumsi produk-produk dalam negeri,” kata Amran.
Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat untuk tidak khawatir dalam menghadapi isu beras plastik yang beredar di beberapa daerah. “Saya tidak tahu motifnya, tidak tahu berasnya macam mana. Tapi saya pikir masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Kalla.
Menurut Kalla, pemerintah tetap harus mencermati masalah beras plastik tersebut. Dia menambahkan pemerintah sedang mengkaji penyebab adanya isu beras plastik yang tersebar di sejumlah daerah.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengukuhan Kontingen Sea Games

Seorang atlet mencium bendera merah putih disaksikan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo (kanan) ketika mengikuti pengukuhan dan pelepasan kontingen Sea Games ke-28 Singapura, di Jakarta, Senin (25/5). Kontingen Indonesia berjumlah 522 atlet akan terjun dalam 32 cabang pada pesta olahraga se-Asia Tenggara yang berlangsung pada 5-16 Juni mendatang. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Kerjasama CAR dengan Indosat Melayani dan Melindungi

Direktur Utama PT AJ Central Asia Raya (CAR), Freddy Thamrin (kiri), Chief of Strategy and Planning PT Indosat Prashant Gokarn berjabat tangan saat usai menandatangani nota kesepahaman di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (25/5/2015). Dalam usia ke 40 tahun, CAR meresmikan kerjasamanya dengan PT Indosat, kerjasama dilakukan untuk memberikan nilai tambah layanan dalam bentuk manfaat perlindungan Asuransi bagi pelanggan Dompetku. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

KPK Beri Sinyal Bakal Jerat Pihak BCA di Korupsi Pajak

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan akan terus dalami kasus dugaan korupsi pengabulan keberatan pajak dari 1999-2003, yang diajukan Bank Central Asia ke Direktorat Jendral Pajak.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, dalam gelar perkara telah dinyatakan bahwa terjadi tindak pidana korupsi dari pengabulan keberatan pajak BCA. “Dalam forum ekspose sebelumnya sudah diputuskan bahwa ada dugaan Tipikor,” kata Priharsa, Senin (25/5).
Lebih jauh disampaikan Priharsa, dengan begitu kemungkinan untuk menjerat BCA sebagai korporasi sangat terbuka. Bahkan dari segi personal petinggi BCA juga dapat dijerat. Maka dari itu, KPK masih terus melakukan pendalaman kasus tersebut. 
“Penyidikan masih terus dikembangkan dan didalami.”
Hal senada juga diungkapkan pimpinan KPK Johan Budi SP. Dia pun tidak menampik jika pihaknya dapat menjerat BCA sebagai korporasi. “Kalau bisa (jerat BCA) iya bisa. Cuma sampai saat ini belum ada,” kata Johan.
Seperti diketahui, terkait kasus dugaan korupsi permohonan pajak BCA, KPK baru mengantongi satu nama tersangka, yakni mantan Dirjen Pajak, Hadi Purnomo.
Kasus tersebut bermula saat BCA mengajukan transaksi non-performance loan (NPL), atau kredit macet sebesar Rp 5,7 triliun. Dalam pengajuan itu, petinggi BCA, termasuk Direktur Utama (Dirut) Jahja Setiaatmadja diduga melakukan pelanggaran hukum.
Sedangkan Hadi disinyalir melakukan penyalahgunaan wewenang ketika mengabulkan permohonan pajak BCA. Penyidik KPK pun menghitung total kerugian negara dari kasus tersebut senilai Rp 2 triliun.
Dia dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Blarr, Tabung Melon Meledak, Wanita Paruh Baya Terluka

Malang, Aktual.co — Tragedi tabung elpiji meledak, kembali terjadi di Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Kali ini wanita paruh baya bernama Maria Lumban Raja (83) menjadi korban bocornya tabung gas ukuran 12 kilogram itu.
Tak hanya menyebabkan luka badan, namun ledakan itu juga merusak atap dinidng Maria yang merupakan seorang pendeta wanita. “Saya terkejut karena suara keras, kaca jendela saya sampai bergetar karena ledakan,” kata Didit (50) warga RT 4 RW 1 Kelurahan Turen, Senin (25/5).
Saat ledakan terjadi, Didit mengaku banyak warga segera berlari menuju kediaman Maria dan mendobrak pintu yang masih tertutup.
“Posisinya sudah berada di dekat pintu, sepertinya dia mau keluar tapi terlambat,” tandasnya. Kondisi Maria sendiri saar itu sedang mengalami luka bakar yang cukup parah namun masih tersadar.
“Maria tinggal sendirian bersama 11 pendeta di perumahan itu, ia juga sering meminta tolong masyarakat untuk menyebrang karena usianya yang sudah lanjut,” bebernya.
Terpisah, Kapolsek Turen, Kompol Agus Guntoro mengatakan, dugaan sementara ledakan dipicu dari lpg 12 kilogram yang bocor sejak semalam. Korban saat ini dirawat di RS. Bala Keselamatan Bokor karena menderita luka bakar hingga 80 persen. “Kerugian Material Rp 5 Juta,” kata Agus.

Artikel ini ditulis oleh:

Kata Yulia Rachman, Capai Taat Istiqomah Itu Sulit

Jakarta, Aktual.co — Artis Yulia Rachman menuturkan, untuk mencapai ketaatan dan ridho Allah SWT sangatlah sulit. Meskipun, perlahan dirinya telah berubah untuk menjalani perintahnya dengan berhijab.  Namun, hal itu tak lantas membuatnya berputus asa.

“Untuk taat itu memang susah. Apalagi untuk mencapai yang istiqomah. Disini melalui pengajian Majelis tafakuran ini  hanya ingin mengingatkan. Apalagi kami bekerja di dunia entertaint. Saya anggap beberapa tahun belakangan ini aku pernah menebar dosa, ” ucap Yulia Rachman, ditemui di kawasan Rawamangun Jakarta, Senin (25/5).

Menurut bintang sinetron ‘Gado-gado Betawi’ ini, sebagai manusia biasa tantangan maupun ujian yang datang dalam hidup memang selalu ditemuinya.  Dengan demikian, ia menganggap, bila ujian yang datang itu, justru dinilainya untuk mengenal Allah SWT lebih dekat.

“Ujian yang datang itu, justru membuat saya lebih mengenal Allah SWT. Disitu saya selalu belajar, dan tak ingin menjadi seorang yang kufur nikmat,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain