6 April 2026
Beranda blog Halaman 35951

Jika Mangkir Lagi, DPR akan Panggil Paksa Sudirman Said

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said akan dipanggil paksa jika mangkir lagi dari panggilan Komisi VII DPR RI. Sebab, Komisi VII ingin menanyakan beberapa hal kepada Menteri ESDM, diantaranya soal pelantikan pejabat eselon I Kementerian ESDM, tender LPG ISC Pertamina sampai pembubaran Petral.
Ketua Komisi VII, Kardaya Warnika, mengatakan bahwa jadwal pertemuan berikut, yang rencananya akan dilakukan pada Selasa 26 Mei 2015 itu, merupakan pertemuan lanjutan yang dilaksanakan pada 21 Mei 2015 kemarin.
“Komisi VII ingin penjelasan soal pelantikan dirjen tanpa Keputusan Presiden (Keppres), sampai pembubaran Petral,” kata dia di Jakarta, Minggu (24/5).
Kardaya mengatakan dia telah melayangkan dua surat undangan kepada Sudirman. Pertama adalah surat rapat Komisi VII kepada Dewan Energi Nasional (DEN) pada Senin 25 Mei 2015, namun Sudirman menyatakan tidak hadir. Sudirman sendiri merupakan ketua harian DEN. “Alasannya sibuk,” kata dia.
Surat yang kedua adalah pertemuan dengan Menteri ESDM. Namun, hingga sekarang belum ada kepastian. “Kalau Sudirman tak lagi hadir di rapat tanggal 26 Mei itu, DPR akan mengambil sikap tegas yakni sesuai dengan ketentuan UU MD3, yaitu diundang paksa,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dari Mantan Wapres Hingga Aktivis Hadir Melayat ke Rumah Yudi Latif

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah Menteri Kabinet Kerja, tokoh dan aktivis mendatangi kediaman cendekiawan muslim, Yudi Latif di Jalan Bunga Lily No. 18 RT 002/001 Veteran, Bintaro, Jakarta Selatan untuk mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya istri Yudi Latif, Linda Natalia Rahma. 
Tampak hadir, antara lain, politisi Partai Golkar Tantowi Yahya, politisi PDIP TB Hasanuddin, mantan anggota DPR Poempida Hidayatullah, aktivis Ray Rangkuti dan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno. Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin juga hadir dan memimpin shalat jenazah.
Tantowi mengaku sangat berduka atas meninggalnya istri Yudi yang tak lain adalah sahabatnya. Menurut Tantowi, Yudi sangat berduka dan sangat kehilangan atas musibah yang dialami istrinya dan menyebabkan sang istri meninggal dunia.
“Semoga Mas Yudi sabar dan tabah. Semoga almarhuman mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kabar duka dialami oleh istri cendekiawan muslim Yudi Latif yang bernama Linda Natalia Rahma meninggal dunia akibat kecelakaan, Senin (25/5) dini hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Izin Reklamasi Rugikan Hak-Hak Nelayan Dan Masyarakat Pesisir

Jakarta, Aktual.co — Izin reklamasi teluk Jakarta yang hingga saat ini masih jadi bahan perdebatan, diyakini akan sangat merugikan masyarakat pesisir dan nelayan. Pasalnya banyak  kehidupan nelayan yang akan dikorbankan akibat proyek reklamasi pantai Pluit ini.

Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan Abdul Halim mengatakan inin reklamasi tersebut berdampak pada hilangnya lapangan pekerjaan nelayan untuk melaut, hilangnya tempat tinggal karena penggusuran, dan hilangnya kesempatan pendidikan anak-anak nelayan karena orangtuanya bekerja serabutan.

“Hak yang akan dikorbankan adalah masyarakat pesisir dan warga Jakarta,”  ujar Halim saat dihubungi Wartawan, Senin (25/5).

Di Jelaskan Abdul Halim akibat adanya reklamasi pantai Pluit ini, nantinya para nelayan dan masyarakat Jakarta tidak lagi bisa menikmati pantai secara gratis lantaran pantai tersebut telah dipasang tarif dan dipaksa untuk mengocek uang ratusan ribu rupiah. Tak hanya itu kata Abdul Halim para nelayan juga akan mengalami kerugian materiil. Pasalnya daerah pesisir yang dijadikan Pluit City tersebut merupakan laut tempat mereka menangkap ikan.

“Anak-anak nelayan tidak lagi bisa menikmati pantai,perlengkapan mereka mencari ikan juga masih sangat tradisional,” tegas Halim.

Lebih lanjut Abdul Halim menambahkan dengan adanya reklamasi tersebut nelayan tradisional yang kesehariannya mendapatkan Rp50 ribu hingga Rp100 ribu kini bakal kehilangan penghasilan. Bahkan para nelayan juga akan dirugikan karena tidak bisa mengembangkan kebudayaan dan kehidupan sosial mereka sebagai masyarakat pesisir.

Atas kerugian yang dialami nelayan, Abdul Halim berpendapat proyek ini harus dihentikan. Menurutnya pemerintah harus mengembalikan  hak-hak masyarakat pesisir untuk perumahan yang layak, akses air bersih yang cukup, dan fasilitas yang memadai serta pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak pesisir. “Kita melakukan upaya ligitasi dan gugatan terkait persoalan ini,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kasus Suap Innospec, KPK Garap Komisaris Pertamina

Jakarta, Aktual.co —Komisaris Pertamina, Sahala Lumban Gaol bakal diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (25/5). Dia akan diperiksa sehubungan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan Tetraethyl Lead (TEL) di Pertamina pada 2004-2005.
“Iya benar, dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAM (Suroso Atmo Martoyo),” jelas Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi.
Pemeriksaan tersebut dilakukan, karena penyidik KPK menganggap pria yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Kementrian BUMN pimpinan Rini Soemarno itu mengetahui pola korupsi dari pengadaan TEL.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Suroso Atmo Martoyo dan Willy Sebastian Lim sebagai tersangka. Willy merupakan penyuap Suroso agar Pertamina bersedia membeli TEL dari Innospec Ltd.
Perkara korupsi TEL Pertamina lebih dikenal sebagai ‘kasus Innospec’ lantaran perusahaan yang dipimpin Willy merupakan mitra kerja Innospec di Indonesia.
Dalam persidangan Willy terungkap, bahwa Innospec melalui PT Soegih Interjaya bukan hanya menyuap Suroso selaku Direktur Pengolahan Pertamina. Mereka juga menyuap bekas Dirjen Minyak dan Gas, Rahmat Sudibyo.
Uang suap dijadikan sebagai alat pelicin agar TEL tetap digunakan dalam bensin produksi Pertamina. Padahal, penggunaan bahan bakar bensin bertimbal itu tidak diperbolehkan lagi di Eropa dan Amerika Serikat lantaran dianggap membahayakan kesehatan dan lingkungan.
Atas perbuatan tersebut Willy sebagai pihak pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a dan b dan atau Pasal 13 Undang-undang (UU) Pemberantasan Korupsi. Sementara Suroso sebagai tersangka penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Sulsel Siap Gelar 11 Pilkada Serentak

Makasar, Aktual.co — Kesiapan pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 11 daerah di provinsi Sulawesi Selatan telah dianggap selesai dan siap digelar secara serentak.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan, Khaerul Mannan mengatakan pihaknya telah memastikan agenda Pilkada di 11 daerah yang akan digelar secara bersamaan di Sulawesi Selatan akan berlangsung seperti yang direncanakan.
“Pilkada sudah siap digelar. Masalah anggaran yang sebelumnya disinyalir menganggu agenda pilkada di sejumlah daerah di Sulsel sudah tuntas,” katanya, Senin (25/5).
Menurut Khaerul, saat ini semua daerah yang mengusulkan permintaan anggaran terkait dengan pelaksanaan pilkada dari KPU telah setuju. Sehingga tidak ada lagi hambatan yang berarti dalam tahapann pilkada. Ia juga menegaskan sampai saat ini pihaknya juga tidak menemukan kendala lain yang dikhawatirkan dapat mengganggu proses pilkada di Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, berdasarkan pernyataan KPU pusat tentang masih adanya sekitar 16 daerah di Indonesia yang diragukan bisa melaksanakan pilkada secara serentak tahun ini, termasuk diantaranya dua daerah di Sulawesi Selatan yakni kabupaten Pangkep dan Barru menurut Khaerul karena disebabkan kedua daerah tersebut belum menyetujui permohonan anggaran pilkada.
Namun lanjut Khaerul, akhir pekan lalu dua daerah tersebut telah menyelesaikan dan menyetujui alokasi anggaran yang diusulkan.
“Kabupaten Barrru sudah menyetujui alokasi dana pilkada Rp 14 miliar. Sementara Barru yang mengajukan Rp12,7 miiar akan memutuskan hari ini,”  tutup Khaerul.

Artikel ini ditulis oleh:

Sejarah Islam yang Religius Jadi Wisata Menarik di Palestina

Jakarta, Aktual.co —Palestina adalah sebuah wilayah di Timur Tengah, yang berbatasan dengan Laut Tengah dan Sungai Yordan. Nama “Palestina” digunakan oleh penulis-penulis Yunani Kuno, dan kemudian digunakan untuk provinsi Romawi Syria Palestina.  

Provinsi Romawi Timur Palestina Prima dan provinsi Umayyah dan Abbasiyah Jund Filastin ini juga dikenal sebagai Tanah Israel dan secara historis dikenal dengan nama-nama lainnya seperti Kanaan, Suriah Selatan dan Kerajaan Yerusalem.

Wilayah ini telah dikuasai oleh berbagai bangsa yaitu, orang Mesir Kuno, bangsa Kanaan, Bani Israil,  masyarakat Assyiria,  bangsa Babilonia,  orang Farsi,  bangsa Yunani Kuno,  bangsa Romawi,  orang Romawi Timur, Kekhalifahan Arab Sunni, Kekhalifahan Fatimiyah Syi’ah,  orang Salibi, Ayyubiyyah, Mamluk, Turki Utsmani, orang Britania, orang Israel modern dan Bangsa Palestina.

Palestina terletak di lokasi yang strategis, di antara Mesir, Suriah dan Jazirah Arab, dan tempat lahirnya Agama Yahudi dan Kristen. Wilayah ini mempunyai sejarah yang panjang dan menarik sebagai persimpangan untuk agama, budaya, peradagangan dan politik.

Namun tahukah Anda, bahwa ada beberapa hal yang menarik dari negara Palestina. Berikut hal –hal menarik yang bisa Anda kunjungi di Palestina, :

Masjid Kubah Emas dan Masjid Al Aqsha
Dua masjid yang paling terkenal adalah Masjid Kubah Emas, yang menempati lahan Bait Suci yang dibangun Salomo di masa lalu ketika Israel masih berbentuk Kerajaan Israel dan Masjid Al Aqsha yang letaknya berdekatan dengan Tembok Ratapan, tempat paling sakral bagi umat Yahudi saat ini.

Jika ada bisa datang ke Yerusalem, maka anda dengan mudah masuk ke area Tembok Ratapan sedangkan area Masjid Kubah Emas (Golden Dome) dan Al Aqsha tidak bebas dimasuki oleh turis khususnya kalangan Kristen.
Sebagian sejarawan juga menyatakan bahwa pembangunan Kubah ini untuk mencegah agar kaum muslimin tidak terpesona dengan kemegahan agama lain.

Uang sebanyak 10,000 dinar emas kemudian dilebur untuk melapisi bagian luar kubah tersebut. Jadi, Masjid Kubah Emas atau Qubah ash Shakhra inilah yang melingkupi batu tersebut hingga kini.

Kisah Batu Terbang Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Kubah Emas.
Ada tradisi dan kepercayaan di kalangan kaum muslimin tentang batu yang menjadi titik tolak Nabi Muhammad melakukan Mi’raj ke langit. Batu ini berada di Yerusalem, Palestina.

Sejak lama batu tersebut telah memperoleh penghormatan dari kaum muslimin. Bahkan konon ceritanya, Khalifah Umar bin Khathab juga mengunjungi batu ini setelah ia menundukkan Yerusalem.

Ketika Khalifah Abdul Malik bin Marwan berkuasa, ia memerintahkan pembangunan Qubah ash Shakhra (Kubah Batu) di tahun 685 M yang melindungi batu tersebut dan para pengunjungnya dari terik dan dingin.

Nyatanya, batu ini benar ada di wilayah Mount Temple atau Gunung Kuil.  Sebagian mempercayai kuil tersebut dibangun di atas batu yang sama. Kaum muslimin menyebut wilayah tersebut sebagai Haram al Quds al Syarif atau Kawasan Suci dan Mulia.

Wilayah suci yang pernah menjadi kiblat pertama kaum muslimin ini. Tidak mengherankan jika kemudian Masjid Kubah Emas ini menjadi simbol dari wilayah suci Al Quds dan bahkan Palestina secara umum.

Mereka yang pernah mengunjungi atau melihat bagian dalam Masjid Kubah Emas ini tentu akan melihat keunikan sang batu. Keunikan inilah yang, kemudian memunculkan cerita dan legenda tentang batu yang ingin terbang mengikuti Nabi ke langit.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain