13 April 2026
Beranda blog Halaman 36000

BNN Cokok Bandar Narkoba yang Mengendalikan Lewat Lapas

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap dalang peredaran narkoba jenis sabu, yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan di Lapas Karawang, Jumat (22/5)..

“AA ditangkap di Lapas Karawang. Dia pengendali, penyandang dana, dan pemesan barang ke sindikat Iran,” kata Direktur Pemberantasan BNN Brigjen Dedi Fauzi ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (24/5).

AA, kata dia, sebelumnya dipenjara di Lapas Karawang atas kasus sabu. “Dia dulu bandar sabu.”

Pada hari Kamis (21/5), BNN menciduk delapan orang tersangka, yakni JM, DR, AL, HA, AS, MR, AW, dan WR. Kemudian, pada hari Jumat (22/5) dini hari, AA dibekuk di Lapas Karawang.

Sementara itu, total barang bukti yang disita BNN dalam pengungkapan kasus tersebut sebanyak 16.323,7 gram sabu-sabu dan 778 butir inex. Dalam kasus ini, diketahui bahwa peredaran narkoba tersebut dikendalikan oleh seorang napi dari dalam lapas, yakni AA.

Dedi mengatakan bahwa AA mengenal DR karena AA pernah dipenjara di Lapas Bancey, Bandung, Jawa Barat, sebelum dipindah ke Lapas Karawang. “Dulu AA dipenjara di Bancey sebelum dipindah ke Karawang. Jadi, dia kenal DR pas di Bancey.”

Keduanya pun sepakat bekerja sama untuk mengedarkan narkoba. “AA itu bosnya DR.”

Kronologi pengungkapan kasus tersebut, JM menghubungi AA untuk bertransaksi. Tersangka AA pun kemudian menghubungi DR untuk memintanya bertemu JM. “AA ditelepon JM, lalu AA meminta DR ke Atrium untuk bertemu JM.”

Kemudian, DR dan JM pun diringkus petugas ketika tengah bertransaksi sabu-sabu sebanyak 925 gram di Jalan Senen III, Jakarta Pusat. Selain DR dan JM, AL juga turut ditangkap karena ikut hadir dalam transaksi tersebut.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dengan menyambangi tempat tinggal JM yang berada di Apartemen Mitra Oasis Tower A kamar 1704, Jakarta Pusat. Dari hasil penggeledahan di apartemen tersebut petugas menemukan sebanyak 15.380 gram sabu-sabu yang dikemas dalam 17 bungkus.

Berselang beberapa jam setelah penangkapan dan penggeledahan di Jakarta, petugas selanjutnya melakukan penggeledahan di Bandung. Lokasi pertama yang didatangi oleh petugas adalah asrama sipir Lapas Banceuy yang merupakan asrama DR. Dari lokasi penggeledahan petugas menyita 16 gram sabu-sabu dan 778 butir inex yang terdapat di dalam 78 bungkus, bong/alat isap, timbangan, dan plastik klip sebagai bahan pengemas sabu-sabu.

Selanjutnya, petugas BNN menggeledah sebuah kamar indekos 308 di Jalan Ibrahim Adjie No. 416, Bandung. Di lokasi tersebut, petugas mendapatkan barang bukti sebanyak 2,7 gram sabu-sabu dan sebuah rekapan transaksi barang dan uang dari hasil penjualan narkoba. Dalam penggeledahan di kamar indekos tersebut petugas turut mengamankan HA, yang saat itu berada di dalamnya.

Dalam kasus ini, kata Dedi, AA berniat mengedarkan narkoba ke lapas-lapas. Selain itu, beberapa kota yang ditarget sebagai daerah pemasaran sabu-sabu jaringan AA, yakni Jakarta, Karawang, Tangerang, dan Bandung. “Dia mau mengedarkan sabu-sabu ke seluruh lapas. Kota-kota yang ditargetkan adalah Jakarta, Karawang, Tangerang, Bandung,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jelang Ramadhan, Persedian Beras di Sumbar Aman

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) menjamin stok pangan konsumsi masyarakat di daerah itu cukup hingga Hari Raya Idul Fitri tahun 2015.

“Stok beras kita masih banyak, tidak akan mengalami kekurangan hingga akhir bulan Ramadhan mendatang, karena hasil panen raya petani beberapa waktu lalu masih banyak. Bahkan tidak beberapa hari lagi petani akan panen raya lagi,” kata Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit di Painan, Minggu (24/5).

Begitu pula, kata dia, stok beras Pesisir Selatan masih tersedia di gudang Badan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) II Sumbar, Sago Painan. Sementara pemkab juga memiliki persediaan gabah di sepuluh lumbung pangan yang tersebar di 10 dari 15 kecamatan yang ada di kabupaten itu.

Meski demikian, terkait pangan tersebut pemkab setempat perlu mengawasi ketat pergerakan harga, dan akan terus dilakukan agar para pedagang tidak bisa menaikan harga kebutuhan pokok tersebut dengan seenaknya.

Menurut dia, stok beras yang ada saat ini, selain sebagai pertahanan pangan jika terjadinya pelonjakan harga disaat stok di tingkat masyarakat mulai menipis, persediaan juga bermanfaat untuk ketahanan pangan jika terjadi bencana alam.

Untuk menjaga ketahanan pangan agar tetap tersedia dan tidak terjadinya lonjakan harga akibat stok menipis, maka pemkab setempat terus berupaya memperbanyak stok dengan melakukan pembelian gabah dari hasil panen petani melalui lembaga distribusi pangan masyarakat (LDPM) yang tersedia di kecamatan.

Tempat penyimpan stok pangan yang ada diperkirakan mampu menjaga dan mengendalikan ketahanan pangan di kabupaten itu. Dimana, disaat terjadi bencana dan stok minipis maka LDPM akan berfungsi menyalurkan stock yang ada.

“Inilah fungsinya LDPM, disaat terjadi bencana dan stok menipis maka bahan pangan yang tersedia dapat didistribusikan langsung ke masyarakat yang membutuhkan.”

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh kabupaten setempat, Emirda Ziswati mengatakan, saat ini Pesisir Selatan telah memiliki empat unit LDPM yakni dua unit di Kecamatan IV Jurai, dua unit lagi masing-masing di Bayang Utara dan Koto XI Tarusan.

Sesuai tujuan, pemkab setempat mendirikan lembaga itu berfungsi untuk mengantisipasi kekurangan stok pangan, baik saat terjadinya bencana alam maupun memasuki masa-masa pergantian musim.

Data Ketahanan Pangan setempat menunjukan sisa persediaan beras di kabupaten itu masih tersisa sebanyak 40 ribu ton. Produksi setara beras kabupaten itu yakni total luas panen beras 52.610 hektar dengan produksi gabah kering panen 253.730 ton. Sementara kebutuhan beras 170.614 ton, terjual 117.460 ton.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Beras Sintetis Resahkan Masyarakat, Ini Kata Ustadz Arifin

Jakarta, Aktual.co — Masalah yang dihadapi negara saat ini adalah beredarnya beras sintetis yang merupakan makanan pokok di Indonesia. Beredarnya beras sintetis itu membuat berbagai kalangan geram. Pasalnya peredaran beras berbahaya itu sudah meresahkan masyarakat.

Menyoroti hal tersebut, salah satu ulama yaitu Ustadz Arifin Ilham angkat bicara perihal peredaran beras sintetis di berbagai wilayah itu. Ustadz Arifin menilai aneh mengapa makanan pokok yang dikonsumsi oleh warga Indonesia tidak dijaga.

“Beras itu kan makanan pokok, dikuasai saja nggak boleh kok, dikasih harga tinggi pun nggak boleh. Karena itu pelayanan pokok dan kewajiban kita untuk menjaganya,” ujar Ustadz Arifin.

Awalnya Arifin tidak percaya soal peredaran beras sintetis itu, sampai akhirnya dia pun melihat kebenaran dan temuan di media. Dia pun sangat menyayangkan nekadnya orang tersebut, “Tadinya ustad tidak percaya, tetapi setelah tahu, kok ada orang se-nekad itu, ini tuh bukan meracuni, tetapi membunuh.”

Dengan adanya kasus ini, sebagai perwakilan masyarakat ustad Arifin meminta kepada pemerintah  secepatnya selesaikan masalah ini. “Pemerintah harus cepat dan tegas mengungkap siapa dalangnya, agar masalah ini tidak berlarut,siapapun yang bersalah, hendaknya dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia,” kata Ustad Arifin.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jelang Pilkada, Golkar Versi Munas Ancol Buka Pendaftaran Calon Bupati

Jakarta, Aktual.co — DPD Partai Golkar versi Agung Laksono di Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, membuka pendaftaran calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Desember 2015.

“Kami membuka pendaftaran calon bupati (Cabup) itu berdasarkan peresmian Pilkada serentak yang dilakukan Dewan pimpinan Pusat (DPP) beberapa waktu lalu,” kata Plt Ketua DPD Golkar Cabang Musirawas Bakri, Minggu (24/5).

Dia mengatakan, sejak peluncuran secara resmi Pilkada serentak oleh Ketua DPP Golkar Agung Laksono dan keinginan masyarakat, maka DPD Golkar Musirawas langsung merespon dengan membuka pendaftaran bagi calon bupati dan wakil bupati.

Penjaringan calon itu akan ditutup pekan ini sejak dibuka pekan lalu, bagi para kandidat yang ingin menggunakan perahu Golkar dipersilahkan segara mendaftarkan diri pada saat jam kerja.

Salah satu calon bupati yang pertama kali mendaftar atas nama Ramdlon Naning dan menyerahkan administrasi ke DPD Golkar versi Agung Laksono. Meskipun ada perbedaan paham di tingkat DPP, namun pengurus di daerah tetap solid karena Gorkal versi Agung Laksono dan Aburizal Bakri adalah satu keluarga besar.

“Kami di daerah tidak terkotak-kotak antarpengurus karena tujuannya sama yaitu ingin mensejahterakan masyarakat dan pembinaan politik rakyat,” katanya.

Calon Bupati Musirawas Ramdlon Naning mengatakan setelah dia mengetahui pembukaan penjaringan Cabup dan Cawabup Golkar Musirawas, dia langsung mendaftarkan diri untuk bisa diusung maju pada Pilkada 2015.

“Saya spontan mendaftarkan diri sekaligus menyerahkan berkas pencalonan ke panitia penjaringan Golkar.”

Dia akan mengikuti mekanisime dan semua persyaratan administrasi sesuai aturan Golkar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Atlet Seluncur Ombak Berbakat Tewas Kecelakaan di Sukabumi

Jakarta, Aktual.co — Seorang atlet seluncur ombak atau surfing yakni Rega Ardiansyah 15 tahun, warga Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.

“Korban tewas di tempat setelah motor Honda Beat F 5204 QE yang dikemudikannya tertabrak mobil Toyota Avanza A 1454 PC, yang dikemudikan Wawan Agus di Jalan Raya Cisolok usai berlatih surfing di wilayah Cimaja,” kata Kani Laka Lantas Polres Sukabumi Ipda Hermansyah di Sukabumi, Minggu (24/5).

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kejadian kecelakaan lalu lintas yang menewaskan atlet surfing berbakat ini, berawal saat korban yang berboncengan dengan rekannya Alman 12 tahun, yang kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh.

Namun, secara tiba-tiba datang dari arah berlawanan di lajur kanan mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Wawan yang langsung menabrak keduanya. Nyawa Rega tidak berhasil diselamatkan, karena luka berat akibat kecelakaan tersebut dan rekannya masih dalam perawatan dokter di RSUD Palabuhan Ratu.

Kasus kecelakaan lalu lintas ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, untuk mengetahui apa penyebab utama kecelakaan ini. “Pengemudi mobil sudah kami mintai keterangan dan masih berstatus sebagai saksi, namun dari keterangannya Wawan tidak sempat mengerem mobilnya saat tahu ada motor yang terjatuh di depannya.”

Sementara, Penasehat Surfing Palabuhan Ratu Ade Rabig mengatakan korban merupakan atlet surfing berbakat, dan sering mengikuti berbagai kejuaraan yang diselenggarakan di daerahnya. Bahkan, belum lama ini Rega sempat meraih juara dua dalam sebuah kejuaraan bergengsi yang diadakan komunitas surfing di Palabuhan Ratu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Korupsi Pajak, KPK Sebut Pihak BCA yang Diuntungkan

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk mendapatkan keuntungan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Keuntungan itu didapat setelah permohonan keberatan pajak dari 1999-2003 dikabulkan.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menjelaskan, dari pasal yang disangka kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Hadi Purnomo jelas terlihat bahwa ada suatu korporasi yang diuntungkan.

“Kalau unsur di pasal 2 dan 3 kan menguntungkan orang lain atau korporasi, masuk di sana,” ujar Priharsa saat dikonfirmasi, Minggu (24/5).

Untuk menguatkan dugaan itu, lembaga antirasuan pun sudah memeriksa Direktur Utama (Dirut) BCA, Jahja Setiaatmadja, Jumat (22/5). Dia diperiksa sekaligus untuk menelusuri apakah petinggi BCA itu punya peran dalam pengabulan permohonan keberatan pajak perusahaannya.

“Dikonfirmasi tentang dugaan peristiwa pidana yang terkait dengan pajak BCA 1999,” kata Priharsa.

Kendati demikian, pihak KPK sendiri belum bisa memastikan apakah pihak BCA akan masuk dalam jeratan kasus dugaan korupsi itu. Pasalnya, menurut KPK ada sesuatu yang janggal mengapa keberatan pajak BCA dikabulkan oleh Dirjen Pajak.

“Iya, terkait dengan diterimanya keberatan BCA soal pajak 1999,” ujar Priharsa

Seperti diketahui, terkait kasus dugaan korupsi permohonan pajak BCA, KPK baru mengantongi satu nama tersangka, yakni mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Hadi Purnomo.

Kasus tersebut bermula saat BCA mengajukan transaksi non-performance loan (NPL), atau kredit macet sebesar Rp 5,7 triliun. Dalam pengajuan itu, petinggi BCA, termasuk Jahja, diduga melakukan pelanggaran hukum.

Karena pembatalan tersebut, negara kehilangan pajak penghasilan dari koreksi penghasilan BCA sebesar Rp 375 miliar. KPK sendiri sudah menghitung kerugian negara akibat kasus tersebut yakni sebesar Rp 2 triliun.

Atas dugaan itu, KPK menjerat Hadi dengan Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain