13 April 2026
Beranda blog Halaman 36002

‘Car Free Day’ di HI Diwarnai Aksi Solidaritas untuk Rohingya

Jakarta, Aktual.co — Solidaritas Jaringan Bangsa-bangsa melakukan menggelar aksi solidaritas dikawasan Bunderan HI, Minggu (24/5). Kegiatan itu sebagai bentuk perhatian untuk pengungsi Rohingya, yang saat ini berada di Aceh.

Koordinator Solidaritas Jaringan Bangsa-bangsa Ide Bas mengatakan, apa yang dilakukan bersama rekan lainnya merupakan bentuk keprihatinan terhadap para pengungsi Rohingya yang berada di Aceh.

“Aksi ini merupakan sebagai bentuk solidaritas saja. Soalnya, Rohingnya juga masih saudara kita. Makannya melalui ini semua pihak harus merespon terutama negara yang tergabung dalam Asean,” kata Ide Bas kepada Aktual.co.

Dia pun berharap, kekerasan terhadap etnis Rohingya ini bisa dengan cepat diselesaikan. Dia berpendapat negara yang tergabung Asean harus memiliki tanggung jawab dan mampu membuat menejemen yang baik bagi pengungsi Rohingya.

Perlu diketahui, pada Sabtu (23/5) kemarin, Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia, Malaysia dan Thailand telah sepakat untuk menerima para pengungsi Rohingya.

“Saya sudah mengutus Menlu (Menteri Luar Negeri Retno Marsudi) untuk bertemu dengan Menlu Malaysia, dari Thailand untuk melihat kemungkinan seperti apa mencari jalan keluar untuk seluruh pengungsi,” kata Jokowi usai melakukan peletakan batu pertama atau “groundbreaking” Gedung Indonesia Satu di Jakarta, Sabtu.

Presiden mengungkapkan dalam pertemuan tersebut telah disepakati untuk menerima para pengungsi Rohingya dan Myanmar juga ingin menghambat warganya tidak mengungsi keluar. “Ini saya kira sebuah jalan keluar yang baik karena semua negara mau menerima dari sisi-sisi kemanusiaan,” kata Jokowi.

Sementara itu, dari informasi yang didapat redaksi. Para pengungsi ini tersebar di empat titik pengungsian, yaitu sebanyak 560 jiwa di Kabupaten Aceh Utara, 47 jiwa di Kabupaten Aceh Tamiang (yang merupakan sebaran dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara), 682 di Kota Langsa dan 433 jiwa di Kabupaten Aceh Timur. Para pengungsi masih membutuhkan kelengkapan mandi dan makanan bagi bayi dan balita.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tolak Diskriminasi Pengungsi Rohingya

Puluhan aktivis dari Jaringan Solidaritas Bangsa-Bangsa (JSBB) melakukan aksi solidaritas terhadap pengungsi Rohingya di Bunderan HI, Jakarta, Minggu (24/5/2015). JSBB mengkritis sikap ASEAN yang tidak becus mengurus para pengungsi Rohingya dan menolak segala bentuk dikriminasi rasisme. AKTUAL/MUNZIR

KPK Pastikan Tak Beri Perlakuan Khusus ke Dirut BCA

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim, tidak akan melindungi pihak mana pun yang jelas terlibat dalam kasus dugaan korupsi permohonan keberatan pajak, yang diajukan Bank Central Asia (BCA) 1999.

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Johan Budi SP mengatakan, bahwa pihaknya tidak memberikan perlakuan khusus terhadap Direktur Utama (Dirut) BCA, Jahja Setiaatmadja.

“Jadi tidak membela siapa-siapa, KPK memeriksa dia sebagai saksi untuk kepentingan penyidikan dengan tersangka HP,” kata Johan ketika berbincang dengan wartawan, Minggu (24/5).

Mantan juru bicara KPK itu juga angkat bicara mengenai pemeriksaan petinggi BCA yang terkesan ditutup-tutupi. Johan menegaskan, tidak masuknya jadwal pemeriksaan Jahja, merupakan hal biasa.

“Saksi di kasus lain juga sering tidak ada jadwal yang dikasih ke wartawan. Biasa saja. Mungkin saksi tambahan.”

Seperti diketahui, terkait kasus dugaan korupsi permohonan pajak BCA, KPK baru mengantongi satu nama tersangka, yakni mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Hadi Purnomo.

Kasus tersebut bermula saat BCA mengajukan transaksi non-performance loan (NPL), atau kredit macet sebesar Rp 5,7 triliun. Dalam pengajuan itu, petinggi BCA, termasuk Jahja, diduga melakukan pelanggaran hukum.

Dia dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1) KUHPidana.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ingin Tahu Gaya Hidup Sehat, Relawan Muda Ini Akan Mengulasnya

Jakarta, Aktual.co — Kesadaran masyarakat tentang kesehatan saat ini dinilai sebagian kalangan masih rendah atau jauh dari harapan. Bahkan masalah ini bertambah luas dengan rendahnya perilaku serta pengetahuan masyarakat mengenai gaya hidup sehat.

Melihat hal itu, CT Foundation berkolaborasi dengan Trans Tv melalui program Dr Oz Indonesia meluncurkan program Relawan Muda Jelajah Mobil Sehat.

“Bersama Dr Oz, program Jelajah Mobil Sehat ini merupakan program CSR dan social campaign CT Foundation dan Trans Tv dalam bidang kesehatan,” kata Anita Ratnasati Chairul Tanjung saat ditemui di acara Relawan Muda Jelajah Mobil Sehat, dikawasan Gelora Bung Karno sektor 18-19 Jakarta Pusat Minggu (24/5).
 
Mobil sehat ini, sambung dia, akan melakukan kegiatan kesehatan yang bersifat edukatif, preventif dan kuratif dalam mengatasi permasalahn kesehatan di masyarakat dan sekitarnya. Tak hanya itu kegiatan relawan ini akan memberikan bantuan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat kurang mampu melalui partisipasi kaum muda-mudi, untuk turut peduli dengan menjadi relawan muda jelajah mobil sehat.

Sementara itu, kegiatan peluncuran Relawan Muda Jelajah Mobil Sehata CT Foundation dan Dr OZ dihadiri juga oleh berbagai kampus kesehatan dan non-kesehatan di Jabodetabek. Kegiatan positif ini merupakan langkah awal untuk selanjutnya akan dilaksanakan kegiatan-kegiatan sosial di daerah yang memerlukan layanan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan gigi dan mulut serta penyuluhan gaya hidup sehat secara cuma-cuma.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ini Sejumlah KA yang Mengalami Keterlabatan Imbas Kecelakaan di Cirebon

Jakarta, Aktual.co — Sembilan kereta api (KA) lintas selatan mengalami keterlambatan akibat kecelakaan KA Bangunkarta di Stasiun Waruduwur, Cirebon, Jawa Barat.

Manajer Komunikasi Perusahaan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Surono mengatakan, keterlambatan yang terjadi berkisar 30 menit hingga tiga jam.

“Hanya satu kereta yang mengalami keterlambatan hingga tiga jam, yakni KA Gajayana dari Gambir tujuan Malang,” kata dia di Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (24/5).

Menurut dia, kereta lintas selatan lainnya yang mengalami keterlambatan, yakni KA Purwojaya jurusan Gambir-Purwokerto-Cilacap, KA Senja Utama Solo jurusan Pasar Senen-Solo Balapan terlambat 1,5 jam, dan KA Senja Utama Yogya jurusan Pasar Senen-Yogyakarta terlambat 30 menit.

Selain itu, kata dia, KA Bogowonto jurusan Pasar Senen-Lempuyangan dan KA Progo jurusan Pasar Senen-Lempuyangan terlambat dua jam, serta KA Argo Lawu jurusan Gambir-Solo Balapan, KA Taksaka jurusan Gambir-Yogyakarta, dan KA Sawunggalih jurusan Pasar Senen-Kutoarjo terlambat satu jam.

Sementara untuk KA lintas utara, lanjut dia, tercatat sebanyak 20 kereta yang terpaksa harus memutar lewat jalur Cirebon-Prupuk-Tegal dan sebaliknya. “Dari 20 KA yang memutar itu, tujuh KA tujuan Jakarta dan 13 KA dari arah Jakarta.”

Dia mengatakan, 20 KA lintas utara itu harus memutar sejauh 110 kilometer sehingga memerlukan tambahan waktu sekitar 2,5 jam. Padahal, kata dia, jarak Cirebon-Tegal hanya 76 kilometer.

Selain memutar, lanjut dia, KA-KA tersebut harus menjalani proses langsir lokomotif di Stasiun Prupuk, Kabupaten Brebes, yang masuk wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto.

“Dengan adanya langsiran lokomotif itu, waktu tempuh bertambah 30 menit sehingga jarak 110 kilometer yang seharusnya dapat ditempuh sekitar dua jam, menjadi 2,5 jam.”

Lebih lanjut, Surono mengatakan bahwa KA Bangunkarta sudah selesai dievakuasi pada hari Minggu, pukul 05.00 WIB, sehingga jalur utara dapat dilalui kereta lagi tanpa harus memutar. Kereta Api Bangunkarta jurusan Jakarta-Surabaya mengalami kecelakaan saat akan memasuki Stasiun Waruduwur, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (23/5), pukul 19.15 WIB. KA itu anjlok dan menimpa gerbong KA barang yang sedang berhenti di Stasiun Warudhuwur.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan KA di Cirebon

Jakarta, Aktual.co — Polda Jabar dan Resor Cirebon Kota melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dua kereta api tabrakan di Stasiun Warudhuwur, Kabupaten Cirebon, Sabtu (23/5) malam.

“Masih lidik cari penyebabnya, apa ada sabotase apa ada kelalaian,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, Minggu (24/5).

Dia menuturkan, penyelidikan kecelakaan kereta api itu membutuhkan keahlian khusus karena undang-undang yang digunakan bukan tentang kecelakaan di jalan raya.

“Kalau kereta api kan memerlukan keahlian khusus soalnya bukan jalan raya yang menjadi undang-undang lalu lintas.”

Dia menjelasan, proses penanganan hukumnya bukan dengan undang-undang lalu lintas tetapi dengan KUHPidana. “Jadi kejadian tersebut harus dilidik bukan dengan undang-undang lalu lintas, tapi dengan KUHP apa ada kelalaian dan lain-lain.”

Kepolisian telah mengerahkan sejumlah personel dari Dalmas dan Brimob untuk pengamanan di lokasi kejadian. Perkembangan sementara petugas telah menggeser gerbong genset dan selanjutnya akan dilakukan penggeseran lokomotif yang terguling dan perbaikan rel.

“Untuk selanjutnya penanganan dan penyelidikan lebih lanjut akan dilaksanakan oleh Polres Cirebon Kabupaten.”

Kereta api penumpang Bangunkarta jurusan Jakarta-Surabaya menabrak belakang kereta api barang yang sedang berhenti di Stasiun Warudhuwur, Kabupaten Cirebon, pukul 19.15 WIB. Peristiwa itu menyebabkan dua korban luka-luka, sedangkan seluruh penumpang lainnya selamat dan sudah dievakuasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain