20 April 2026
Beranda blog Halaman 36027

Tim Sar Masih Cari Korban yang Terseret Arus Sungai Cicatih

Jakarta, Aktual.co — Dua tim yang berjumlah 10 personel dari Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dikerahkan untuk mencari jasad seorang pemuda yang terseret arus Sungai Cicatih.

“Dua tim dibagi tugasnya, lima orang melakukan pencarian di darat dengan menyusuri aliran sungai dan lima anggota lainnya mencari jasad korban dengan menggunakan perahu karet. Kami pun sudah menyiapkan anggota penyelam jika jasad korban ditemukan di dalam sungai,” kata Ketua FKSD Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri Assidiqie di Sukabumi, Minggu (24/5).

Menurut dia, korban yang diketahui bernama Sopian Muhamad Jahid 17 tahun, warga Kampung Lembursawah, RT 01/06, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi ini terseret arus sungai saat sedang menyebrang. Tiba-tiba datang air bah atau banjir bandang sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri pada Sabtu sore, (23/5).

Saat adanya laporan tersebut, pihaknya dibantu warga dan petugas dari TNI serta Polri sudah melakukan pencarian di areal hilangnya korban, namun belum berhasil. Diharapkan di hari kedua pencarian ini jasad korban bisa ditemukan, diduga jasad korban terseret arus sungai belum terlalu jauh.

“Arus sungai pagi ini tidak begitu deras dan relatif tenang sehingga bisa membantu kami dalam melakukan pencarian, namun kami berharap cuaca juga mendukung untuk mempermudah operasi SAR ini.”

Okih menduga jasad korban terselip di bebatuan sungai, karena daerah ini banyak batu sungai yang memiliki diameter cukup besar. Tapi, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah korban sudah meninggal atau belum, karena jasadnya belum ditemukan. Tetapi, jika melihat rentang waktu hilang tenggelamnya, kemungkinan korban bisa selamat sangat kecil.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ini Kata Jusuf Kalla Pertemuan dengan Ical

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masih enggan menjelaskan terkait pertemuan dengan Ketua DPP Partai Golkar Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical). Pertemuan tersebut, diduga untuk mengambil jalan tengah terhadap konflik partai beringin yang menyebabkan adanya dua kepengurusan partai Ical dan Agung Laksono.

“Iya, tunggu-tunggu saja (harinya). Ini baru tahap kedua, liat saja nanti,” kata JK kepada wartawan di Kediaman Dinasnya, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).

Ketika ditanyakan lebih lanjut, maksud dari tahap dua tersebut. Politikus Golkar itu menjelaskan, hanya pada persoalan teknis untuk mencapai islah. Namun, ketika ditanya kembali, ikhwal pertemuannya dengan Ical akan berlangsung hari ini. JK pun tetap enggan menjelaskannya.

“Ya Nanti lah, yang pasti saya malam ini akan tetap di rumah saja (tidak kemana-mana),” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Wisnu

Dana Pilkada di Pesisir Selatan Rp 23,5 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) menyetujui anggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 sebanyak Rp 23,5 miliar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesisir Selatan Epaldi  mengatakan, anggaran yang disetujui pemkab setempat untuk Pilkada 2015 lebih kecil dari usulan KPU.

Berbeda dengan usulan, sesuai kebutuhan Pilkada 2015, KPU kabupaten setempat mengusulkan dana sebanyak Rp 33 miliar. Sedangkan dana sebanyak Rp 23,5 miliar yang sudah disepakati pemkab dan KPU tersebut akan mengakomodir seluruh kebutuhan biaya di KPU Pesisir Selatan pada Pilkada 2015.

Kegiatan yang akan diakomodir dari dana yang dialokasikan sesuai kebutuhan menurut tahapan Pilkada 2015 adalah untuk operasional KPU, pengadaan logistik dan penyelenggara Pilkada 2015 di tingkat kecamatan dan nagari (desa adat).

Sebesar 49,4 persen dari anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk honor penyelenggara pemilihan ditingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), dan kelompok penyelenggaran pemungutan suara (KPPS) dan panitia pilkada lainnya.

Sekitar 7,5 persen lagi untuk pembelian dan pengadaan barang atau jasa serta perlengkapan tempat pemungutan suara (TPS). Sisanya untuk pencalonan, verifikasi syarat calon, sosialisasi, bimbingan teknis penyelenggara, serta pembiayaan kegiatan-kegiatan lainnya pada semua tahapan Pilkada 2015 di kabupaten itu.

Sementara Komisioner KPU Pesisir Selatan, Medo Patria mengatakan, hingga kini tahapan Pilkada Pesisir Selatan sudah berjalan hingga pengumuman penyerahan syarat dukungan pasangan calon perseorangan bagi calon kepala daerah yang akan maju secara perseorangan.

Untuk pemilihan kepala daerah tersebut, KPU kabupaten setempat telah mengeluarkan Keputusan Nomor 21 tahun 2015 Tentang Hari, Tanggal dan Waktu Pemungutan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan tahun 2015.

Sesuai keputusan itu, pengumuman peneyerahan syarat dukungan perseorangan dilakukan selama 14 hari yakni mulai 24 Mei hingga 7 Juni 2015. Pengumuman dilakukan KPU Pesisir Selatan melalui media massa, baik cetak maupun elektronik.

Sedangkan pemungutan suara pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2015 akan dilakukan pada Rabu tanggal 9 Desember 2015, pukul 07.00 sampai 13.00 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

BNN Cokok Bandar Narkoba yang Mengendalikan Lewat Lapas

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap dalang peredaran narkoba jenis sabu, yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan di Lapas Karawang, Jumat (22/5)..

“AA ditangkap di Lapas Karawang. Dia pengendali, penyandang dana, dan pemesan barang ke sindikat Iran,” kata Direktur Pemberantasan BNN Brigjen Dedi Fauzi ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (24/5).

AA, kata dia, sebelumnya dipenjara di Lapas Karawang atas kasus sabu. “Dia dulu bandar sabu.”

Pada hari Kamis (21/5), BNN menciduk delapan orang tersangka, yakni JM, DR, AL, HA, AS, MR, AW, dan WR. Kemudian, pada hari Jumat (22/5) dini hari, AA dibekuk di Lapas Karawang.

Sementara itu, total barang bukti yang disita BNN dalam pengungkapan kasus tersebut sebanyak 16.323,7 gram sabu-sabu dan 778 butir inex. Dalam kasus ini, diketahui bahwa peredaran narkoba tersebut dikendalikan oleh seorang napi dari dalam lapas, yakni AA.

Dedi mengatakan bahwa AA mengenal DR karena AA pernah dipenjara di Lapas Bancey, Bandung, Jawa Barat, sebelum dipindah ke Lapas Karawang. “Dulu AA dipenjara di Bancey sebelum dipindah ke Karawang. Jadi, dia kenal DR pas di Bancey.”

Keduanya pun sepakat bekerja sama untuk mengedarkan narkoba. “AA itu bosnya DR.”

Kronologi pengungkapan kasus tersebut, JM menghubungi AA untuk bertransaksi. Tersangka AA pun kemudian menghubungi DR untuk memintanya bertemu JM. “AA ditelepon JM, lalu AA meminta DR ke Atrium untuk bertemu JM.”

Kemudian, DR dan JM pun diringkus petugas ketika tengah bertransaksi sabu-sabu sebanyak 925 gram di Jalan Senen III, Jakarta Pusat. Selain DR dan JM, AL juga turut ditangkap karena ikut hadir dalam transaksi tersebut.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dengan menyambangi tempat tinggal JM yang berada di Apartemen Mitra Oasis Tower A kamar 1704, Jakarta Pusat. Dari hasil penggeledahan di apartemen tersebut petugas menemukan sebanyak 15.380 gram sabu-sabu yang dikemas dalam 17 bungkus.

Berselang beberapa jam setelah penangkapan dan penggeledahan di Jakarta, petugas selanjutnya melakukan penggeledahan di Bandung. Lokasi pertama yang didatangi oleh petugas adalah asrama sipir Lapas Banceuy yang merupakan asrama DR. Dari lokasi penggeledahan petugas menyita 16 gram sabu-sabu dan 778 butir inex yang terdapat di dalam 78 bungkus, bong/alat isap, timbangan, dan plastik klip sebagai bahan pengemas sabu-sabu.

Selanjutnya, petugas BNN menggeledah sebuah kamar indekos 308 di Jalan Ibrahim Adjie No. 416, Bandung. Di lokasi tersebut, petugas mendapatkan barang bukti sebanyak 2,7 gram sabu-sabu dan sebuah rekapan transaksi barang dan uang dari hasil penjualan narkoba. Dalam penggeledahan di kamar indekos tersebut petugas turut mengamankan HA, yang saat itu berada di dalamnya.

Dalam kasus ini, kata Dedi, AA berniat mengedarkan narkoba ke lapas-lapas. Selain itu, beberapa kota yang ditarget sebagai daerah pemasaran sabu-sabu jaringan AA, yakni Jakarta, Karawang, Tangerang, dan Bandung. “Dia mau mengedarkan sabu-sabu ke seluruh lapas. Kota-kota yang ditargetkan adalah Jakarta, Karawang, Tangerang, Bandung,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jelang Ramadhan, Persedian Beras di Sumbar Aman

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) menjamin stok pangan konsumsi masyarakat di daerah itu cukup hingga Hari Raya Idul Fitri tahun 2015.

“Stok beras kita masih banyak, tidak akan mengalami kekurangan hingga akhir bulan Ramadhan mendatang, karena hasil panen raya petani beberapa waktu lalu masih banyak. Bahkan tidak beberapa hari lagi petani akan panen raya lagi,” kata Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit di Painan, Minggu (24/5).

Begitu pula, kata dia, stok beras Pesisir Selatan masih tersedia di gudang Badan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) II Sumbar, Sago Painan. Sementara pemkab juga memiliki persediaan gabah di sepuluh lumbung pangan yang tersebar di 10 dari 15 kecamatan yang ada di kabupaten itu.

Meski demikian, terkait pangan tersebut pemkab setempat perlu mengawasi ketat pergerakan harga, dan akan terus dilakukan agar para pedagang tidak bisa menaikan harga kebutuhan pokok tersebut dengan seenaknya.

Menurut dia, stok beras yang ada saat ini, selain sebagai pertahanan pangan jika terjadinya pelonjakan harga disaat stok di tingkat masyarakat mulai menipis, persediaan juga bermanfaat untuk ketahanan pangan jika terjadi bencana alam.

Untuk menjaga ketahanan pangan agar tetap tersedia dan tidak terjadinya lonjakan harga akibat stok menipis, maka pemkab setempat terus berupaya memperbanyak stok dengan melakukan pembelian gabah dari hasil panen petani melalui lembaga distribusi pangan masyarakat (LDPM) yang tersedia di kecamatan.

Tempat penyimpan stok pangan yang ada diperkirakan mampu menjaga dan mengendalikan ketahanan pangan di kabupaten itu. Dimana, disaat terjadi bencana dan stok minipis maka LDPM akan berfungsi menyalurkan stock yang ada.

“Inilah fungsinya LDPM, disaat terjadi bencana dan stok menipis maka bahan pangan yang tersedia dapat didistribusikan langsung ke masyarakat yang membutuhkan.”

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh kabupaten setempat, Emirda Ziswati mengatakan, saat ini Pesisir Selatan telah memiliki empat unit LDPM yakni dua unit di Kecamatan IV Jurai, dua unit lagi masing-masing di Bayang Utara dan Koto XI Tarusan.

Sesuai tujuan, pemkab setempat mendirikan lembaga itu berfungsi untuk mengantisipasi kekurangan stok pangan, baik saat terjadinya bencana alam maupun memasuki masa-masa pergantian musim.

Data Ketahanan Pangan setempat menunjukan sisa persediaan beras di kabupaten itu masih tersisa sebanyak 40 ribu ton. Produksi setara beras kabupaten itu yakni total luas panen beras 52.610 hektar dengan produksi gabah kering panen 253.730 ton. Sementara kebutuhan beras 170.614 ton, terjual 117.460 ton.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Beras Sintetis Resahkan Masyarakat, Ini Kata Ustadz Arifin

Jakarta, Aktual.co — Masalah yang dihadapi negara saat ini adalah beredarnya beras sintetis yang merupakan makanan pokok di Indonesia. Beredarnya beras sintetis itu membuat berbagai kalangan geram. Pasalnya peredaran beras berbahaya itu sudah meresahkan masyarakat.

Menyoroti hal tersebut, salah satu ulama yaitu Ustadz Arifin Ilham angkat bicara perihal peredaran beras sintetis di berbagai wilayah itu. Ustadz Arifin menilai aneh mengapa makanan pokok yang dikonsumsi oleh warga Indonesia tidak dijaga.

“Beras itu kan makanan pokok, dikuasai saja nggak boleh kok, dikasih harga tinggi pun nggak boleh. Karena itu pelayanan pokok dan kewajiban kita untuk menjaganya,” ujar Ustadz Arifin.

Awalnya Arifin tidak percaya soal peredaran beras sintetis itu, sampai akhirnya dia pun melihat kebenaran dan temuan di media. Dia pun sangat menyayangkan nekadnya orang tersebut, “Tadinya ustad tidak percaya, tetapi setelah tahu, kok ada orang se-nekad itu, ini tuh bukan meracuni, tetapi membunuh.”

Dengan adanya kasus ini, sebagai perwakilan masyarakat ustad Arifin meminta kepada pemerintah  secepatnya selesaikan masalah ini. “Pemerintah harus cepat dan tegas mengungkap siapa dalangnya, agar masalah ini tidak berlarut,siapapun yang bersalah, hendaknya dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia,” kata Ustad Arifin.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain