12 April 2026
Beranda blog Halaman 36040

Pengamat: Penyelesaian Pelanggaran HAM Melalui Mekanisme Rekonsiliasi Keliru

Jakarta, Aktual.co — Langkah pemerintah yang mewacanakan penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu patut diapresiasi. Namun, cara pandang pemerintah yang menggeneralisir kasus akan diselesaikan dengan mekanisme rekonsiliasi adalah kekeliruan. 
Pengamat hukum Setara Institute Hendardi berpendapat, pilihan untuk rekonsiliasi hanya dibenarkan jika secara teknis yudisial bukti-bukti sulit diidentifikasi, dan kesimpulan itu muncul setelah dilakukan penyidikan. (Baca juga: Presiden Akan Minta Maaf Terhadap Enam kasus Pelanggaran HAM Berat Ini)
“Kejakgung belum melakukan apapun tapi sudah memilih jalan rekonsiliasi. Padahal dasar hukum rekonsiliasi itu lemah,” kata Hendardi kepada Aktual.co, Jumat (22/5). (Baca juga: Kejagung Putuskan Tujuh Kasus HAM Berat Diselesaikan Melalui Rekonsiliasi)
Komnas HAM juga, ujar Hendardi, seharusnya membela hasil penyelidikannya dan mendorong proses yudisial. “Jangan terbawa skenario yang mensimplifikasi masalah, malas, dan cenderung tidak berkeadilan.” (Baca juga: Jaksa Agung: Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu dengan Rekonsiliasi)

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Bareskrim: Raden Priyono Tunjuk Langsung PT TPPI

Jakarta, Aktual.co — Mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono, adalah pejabat yang membuat kebijakan untuk menunjuk langsung PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI), sebagai rekanan menjual kondensat bagian negara.
Demikian ditegaskan, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol,  Victor E Simanjuntak, di Bareskrim, Jumat (22/5).
“Yang membuat kebijakan untuk penunjukan langsung itu kan Kepala BP Migas,” ujar dia.
Ia menegaskan kembali, bahwa Raden Priyono yang ketika itu menjabat Kepala BP Migas, pihak yang berwenang untuk membuat kebijakan. Oleh karenanya, akibat kewenangan itunyalah negara dirugikan hingga triliunan rupiah.
“Dia (Raden Priyono) itu pembuat kebijakan,” katanya.
Sebelumnya, usai menjalani pemeriksaan selama 11 jam, Rabu (20/5) malam, Raden Priyono, membantah dirinya melanggar aturan dalam kerjasama penjuakan kondensat dengan TPPI. (Baca: Usai Digarap Bareskrim, Raden Priyono Bantah Langgar Aturan Penjualan Kondensat).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kekerasan Terhadap Rohingya, Piagam ASEAN Perlu Ditinjau

Jakarta, Aktual.co — Komisioner pada Komisi ASEAN untuk Promosi dan Perlindungan Hak Perempuan dan Anak, ahmad Taufan Damanik menyebut isu Rohingya merupakan isu yang serius.
Menurutnya, terkait isu terkini di Myanmar, sebetulnya sudah mengalami perubahan. Seperti, pemilu yang bebas dan pelepasan tahanan politik.
“Tapi belakangan malah memunculkan kasus baru, yaitu pengusiran dan kekerasan terhadap Rohingya,” kata Taufan, di Jakarta, Jumat (22/5).
Hal tersebut berdampak pada pengungsian etnis Rohingya ke negara tetangga, termasuk Indonesia.
Menurutnya, Myanmar perlu diberi tekanan untuk menghentikan segala macam tekanan, pengusiran serta diskriminasi terhadap etnis Rohingya. Pasalnya, tindakan tersebut tak beradab dan memunculkan hambatan bagi ASEAN untuk menjadikan kawasan regional sebagai kawasan aman.
“Di dalam Piagam ASEAN ada ketentuan tidak boleh intervensi antaranggota. Inilah hambatannya. Karena itu ASEAN hanya bisa melobi dan meyakinkan Myanmar untuk mengubah kebijakannya,” ujar dia.
Taufan menambahkan, Piagam ASEAN perlu ditinjau ulang terkait tak membenarkan intervensi antaranggota. Standar hukum internasional bisa diajukan sebagai modal hukum baru di ASEAN untuk saling koreksi.

Artikel ini ditulis oleh:

Pakaian yang Cocok Dipakai Saat Musim Panas Tiba

Jakarta, Aktual.co — Musim panas akan segera tiba. Biasanya, di musim kemarau seperti ini, banyak orang menginginkan pakaian yang dapat memberikan kesejukan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, koleksi Levi’s Coolmax yang terbaru diciptakan khusus untuk dikenakan pada saat musin panas tiba. Dalam koleksi yang dipaparkan sejumlah model kali ini, dimana busana itu sengaja disuguhkan guna memenuhi kebutuhan publik, memasuki musim panas.

Menariknya, koleksi terbaru yang dihadirkan Levi’s dengan beberapa model cantik, pastinya akan membuat tampilan pemakainya semakin terlihat sempurna karena memberikan kenyamanan yang luar biasa, apapun kondisi di luar sana.

“Apalagi, inovasi adalah hal utama yang kami lakukan. Koleksi Levi’s Coolmax baru mendemontrasikan inovasi dengan menerapkan desain dan teknologi yang modern, ” jelas Sumesh Wadhawa, Country Manager Levi’s, ditemui di kawasan Senayan City, Jakarta.

“Koleksi baru yang kami rilis ini terisnpirasi dari gaya ‘hippi’ dan gaya pantai di California tahun 1960-an yang aktif, optimistik dan penuh dengan imajinasi. Sehingga menwarkan gaya yang cerdas namun tetap nyaman, ” sambungnya.

Menurut Sumesh, koleksi terbaru tersebut selain mengusung modern ‘Levis Keep Cool 2015’, ini menjadi bentuk penghargaan bagi mereka yang melihat ‘barries as barries’,  sebuah hambatan sebagai batu loncatan, bagi para pemikir yang inovatif dan kreatif.

“Jadi dengan tema parkour dan free running sehingga merelefeksikan apa yang kita hadapi sehari-hari, untuk menantang zona kenyamanan kita dalam menghadapi hambatan yang ada, ” paparnya.

“Sehingga selalu oiptimis melalui perjalanan panjang yang sulit dan tetap bersemangat melaluinya, ” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kapolri: Yang Bilang Kita Tidak Siap Tangani Petral Siapa?

Jakarta, Aktual.co — Pertamina Energy Trading Limited (Petral) resmi dibubarkan Pemerintah.  Alasannya, Petral diduga menjadi tempat bercokolnya para mafia minyak dan gas (Migas).
Dengan adanya dugaan praktik mafia migas, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan pihaknya siap mengusut jika dugaan tersebut mengarah pada perbuatan pidana.
Bahkan, mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri membeberkan Petral menjadi sarang praktik mafia migas ke Bareskrim Polri, pada Kamis (21/5) kemarin malam.
Badrodin pun membenarkan, pihaknya telah memperoleh beberapa data dari Faisal Basri terkait adanya dugaan praktik mafia migas.
“Yang enggak siap siapa?. Kan baru dikasih datanya,” kata Badrodin usai sholat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, (22/5).
Jenderal bintang empat itu menambahkan, saat ini Bareskrim Polri tengah mempelajari data-data tersebut. Sehingga nantinya dapat diketahui dugaan tindak pidana dalam praktik mafia migas di Petral.
“Tentu tidak langsung kita lakukan penyelidikan, kita pelajari dulu datanya. Terkait apa. Apakah nanti ada dugaan tindak pidana disitu ya dilakukan penyelidikan. Kalau penyelidikan ada tindak pidanya pasti ditingkatkan menjadi penyidikan,” jelas Badrodin.
Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Victor Simanjuntak mengaku tertarik untuk menangani setiap perkara korupsi.
Termasuk dugaan adanya mafia migas di Petral. “Oh setiap korupsi kita tertarik menangani.  Kalau ada yang melaporkan,” kata Victor.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kekerasan Pers Kampus USU, Irvan: Saya Dipukul Bambu dan Rotan

Medan, Aktual.co — Irvan Rumapea, jurnalis harian Orbit yang menjadi korban kekerasan gerombolan security Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) mengaku dipukuli pakai bambu dan rotan.
“Dipukul pakai rotan dan bambu, kita dipijak-pijak,” beber Irvan saat ratusan awak jurnalis di Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Rektor USU, Jumat (24/5).
Menurut Irvan, sebelum dipukul oleh security, dirinya sudah mengaku adalah jurnalis yang sedang bertugas. Irvan juga mengaku, dalam meliput aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung kemarin, Kamis (21/5) di dalam kampus USU itu, dirinya juga memakai tanda pengenal.
“Padahal sudah kita bilang, kita wartawan,” tukasnya. Dirinya pun berharap, agar para pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap dirinya segera ditangkap.
“Saya berharap para pelaku diskriminasi agar terungkap, dan agar kepolisian ditangkap. Sudah dilapor,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain