12 April 2026
Beranda blog Halaman 36043

Teruskan Gaya Hidup Sehat dengan Lakukan Vaksinasi

Jakarta, Aktual.co —Aspek promotif dan preventif pada pelayanan kesehatan lanjut usia (lansia) merupakan upaya penting yang harus dilakukan di Indonesia saat ini dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan lansia di Tanah Air.

Di samping itu, upaya di kedua bidang tersebut sangat signifikan untuk disebarluaskan di tengah masyarakat guna menghemat biaya kesehatan yang timbul akibat berbagai penyakit degeneratif kronik dan infeksi yang paling sering dialami lansia.

Sementara itu, komitmen untuk mengedepankan hal tersebut diserukan hari ini oleh Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Dirjen BUK), Satgas Imunisasi Dewasa dan Perhimpunan
Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) dalam rangka memperingati Hari “Lanjut Usia Nasional 2015” yang diperingati tanggal 29 Mei mendatang,  setiap tahunnya.

Menurut data Badan Pusat Statisik (BPS) tahun 2012 lalu, jumlah penduduk berusia di atas 60 tahun yakni, 7,56 persen dari total populasi (sekitar 18 juta jiwa).

Namun bila dilihat tren dan proyeksinya, Bappenas dan BPS sepakat bahwa jumlah usia lanjut di Indonesia akan terus bertambah.

Jika pada tahun 2010, proporsi usia di atas 65 tahun hanya lima persen dari total penduduk,  maka pada tahun 2035 nanti,  diperkirakan menjadi 10,6 persen.

Bila dikalikan dengan prediksi populasi Indonesia di tahun 2035 sebesar 305,6 juta, maka 20 tahun lagi akan ada sekitar 32,39 juta penduduk usia  di atas 65 tahun.

Dalam sambutannya,  Prof. DR. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, FINASIM, FACP,  Ketua Satgas Imunisasi Dewasa  mengatakan, bahwa sehat di usia lanjut yang menjadi tujuan kita semua memerlukan berbagai upaya.
Salah satunya, adalah upaya pencegahan penyakit menular dengan vaksinasi.

“Kami berharap mereka yang berusia lanjut dapat meneruskan gaya hidup sehat serta melaksanakan vaksinasi. Dewasa ini vaksinasi yang dianjurkan pada orang usia lanjut adalah influenza, pneumonia dan herpes zoster, ” jelasnya, ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (21/5).

“Pada saat ini vaksinasi pada lansia masih dibiayai oleh masyarakat, belum menjadi program pemerintah. Karena itulah gaung vaksinasi dewasa, khususnya vaksinasi untuk usia lanjut, gaungnya belum terlalu kuat,” katanya.  

“Biaya vaksin relatif masih tinggi sehingga dapat menurunkan akses untuk vaksinasi. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya gerakan vaksinasi lansia untuk hidup sehat dan bahagia,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Prof. DR. dr. Samsuridjal Djauzi menjelaskan, bahwa permasalahan kesehatan yang kerap dialami lansia adalah penyakit kronis degeneratif yang “tidak dapat sembuh” dan memerlukan pengobatan berkesimbungan dalam jangka panjang seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes melitus, kanker, penyakit paru obstruktif kronis,
dan demensia.

Khusus di Indonesia, angka penyakit infeksi pada usia lanjut juga masih tinggi, mengingat sistem imunitas manusia memang akan menurun seiring pertambahan usia.

“Penyakit infeksi yang dimaksud, antara lain pneumonia, herpes zoster, tuberkulosis, influenza, infeksi saluran kemih, dan infeksi saluran cerna, ” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ketua Komisi IV Tolak Reformasi DPR

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi IV DPR RI Edhie Prabowo menolak wacana pembangunan gedung dan berbagai fasilitas lainnya atau rencana reformasi DPR RI.
Menurut politisi Fraksi Partai Gerindra ini, pembangunan gedung harus dikaji dari berbagai aspek terlebih dahulu.
“Saya nolak pembangunan gedung dan saya minta kajian secara detail dari dulu terkait gedung,” ujar Edhie di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Jumat (22/5).
Namun, Edhie mengaku kapasitas gedung yang terlalu berlebih perlu juga diperhatikan.
“Memang betul kita butuh ruangan, tapi bagi saya sendiri tidak begitu penting ruang besar dan saya dorong agar ada audit gedung dulu dan duit untuk pembangunan gedung terlalu besar,”
Saya akan kaji dulu pada intinya terkait biaya tersebut. negara butuh uang dalam kondisi sekarang,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dianiaya, Buruh Asal Tiongkok Lapor ke Disnakertrans Pemkab Tangerang

Jakarta, Aktual.co — Pekerja asing asal Tiongkok, Lf (40) melaporkan ke aparat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, lantaran pekerja asing itu dianiaya para buruh PT LSI yang beroperasi di Cikupa.

“Kami meneruskan laporan itu ke petugas Polresta agar dapat diusut tuntas,” kata Kepala Bidang Pengawasan dan Hubungan Industrial Disnakertrans Pemkab Tangerang Marihot Marbun di Tangerang, Jumat (22/5).

Marihot mengatakan pihaknya tidak dapat mengambil kesimpulan atas peristiwa itu tapi menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Pernyataan itu terkait Ucu Sukardi (34) seorang buruh PT LSI yang mengaku korban penganiayaan oleh pekerja asing Lf sehingga melaporkan ke aparat Polresta Tangerang dengan No.TBL/1032/V/2015/Resta Tangerang, Rabu (20/5).

Buruh warga Kampung Mindi RT04/03, Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa dalam laporan ke polisi itu diterima oleh Kepala Unit I SPKT Polresta Tangerang, Toto Riyanto.

Dalam pengakuan korban bahwa kejadian bermula Senin (18/5) pukul 20.00 WIB, korban sedang berganti tugas dengan rekannya Darman (34) yang mendapat jatah istirahat.

Sedangkan korban tidak melihat ada pekerjaan Darman sebelumnya, tapi tiba-tiba saja dimaki dan dipukul berulang kali.

Namun ketika ditanyakan mengapa memukul, tapi pelaku tidak menjawab dan kembali meninju dan akhirnya dilerai oleh rekan lainnya sesama pekerja pabrik.

Akibat penganiayan itu korbAn mengalami luka memar pada pelipis mata sebelah kanan akibat pukulan benda tumpul.

Marihot mengatakan dalam laporan pekerja asing itu, malahan dirinya yang dikeroyok oleh para buruh di dalam pabrik.

Dia mengatakan upaya saling melaporkan antara buruh dan pekerja asing itu merupakan hak mereka dan biarkan saja penegak hukum nantinya yang memproses.

Sementara itu, Waka Polresta Tangerang AKBP Irman Sugema mengatakan saat ini sesuai laporan buruh dalam proses penyelidikan.

“Petugas berupaya untuk memanggil kedua pihak termasuk pelapor dan korban serta beberapa saksi yang mengetahui di lokasi kejadian,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat: Tembak Mati Pelaku, Membuat Warga Trauma

Banda Aceh, Aktual.co — Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada menilai penembakan mati terhadap dua warga yang diduga kelompok Din Minimi atas nama Ibrahim Yusuf  (42) dan Subki (32) dapat menimbulkan efek trauma tehadap masyarakat. Sebaiknya, operasi di Aceh menggunakan operasi pelumpuhan dengan cara mendeteksi gerak dan penangkapan.
“Bukan operasi eksekusi dengan menembak mati. Dengan operasi pelumpuhan maka bisa di peroleh informasi sekaligus ditelusuri anggota dari kelompok Din Minimi,”kata Aryos Nivada secara tertulis, Jumat (22/5).
Disebutkan, ketika aparat keamanan mengedepankan cara-cara yang sadis akan berefek kepada trauma dan mengganggu psikologis masyarakat Aceh. Kondisi tersebut tidak terlalu baik bagi suasana politik dan sosial yang masih belum terlalu jauh meningalkan konflik yang lalu.
Dijelaskan, semestinya Polisi (Polda Aceh) harus memiliki kemampuan khusus dan spesifik serta terukur untuk penangkapan kelompok Din Minimi. Model yang diterapkan tidak boleh sama dengan mekanisme umum yang sudah baku di internal kepolisian. Selain itu fokus pengamanan harus lebih di arahkan ke Wilayah Pase, namun tidak melupakan memberikan pengamanan di wilayah lainnya di Provinsi Aceh.
“Jika model penangannya keamanan tidak disesuaikan dalam konteks lokal Aceh, maka akan selalu situasi di Aceh kurang kondusif. Sebab di sini satu kematian atau tindakan saja bisa ditarik kemana-mana secara politik maupun sosial,” ungkap Penulis buku Wajah Politik dan Keamanan Aceh ini.
Oleh karena itu katanya, Polisi dan bersama TNI harus lebih mengoptimalkan fungsinya dalam memberikan pengamanan untuk masyarakat Aceh. Jangan sampai kondisi ketidakstabilan keamanan mengganggu aktivitas masyarakat mencari nafkah serta berinterkasi satu sama lainnya.
Ia berharap peran media juga jangan mempublikasikan gambar-gambar kematian pelaku hasil operasi atau penangkapan kelompok pengacau keamanan. Sebelum mempublikasi sebaiknya memikirkan dampak buruk traumatik jika warga melihat foto-foto kematian pelaku.
“Walaupun tujuannya untuk shock terapi bagi pelaku lainnya yang masih hidup, tetapi ini bukan langkah yang tetap. Apalagi kalau saudara mereka yang melihat pasti sangat sedih,” tutupnya.
Aryos menambahkan peran partisipasi elemen masyarakat sipil melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja institusi vertikal sangat diperlukan. Dengan terlibatnya masyarakat sipil penyimpangan yang dilakukan institusi vertikal terhadap kinerjanya dapat di minimalisir dan diperbaiki.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Pengakuan Polri soal Faisal Basri Bertandang ke Bareskrim

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri, Kamis (21/5) kemarin, telah bertandang ke Bareskrim. Namun demikian, kedatangan Faisal itu bukan atas panggilan polisi, melaikan atas inisiatif pribadi.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Victor Edison Simanjuntak mengaku, tak mengundang Faisal. “Saya tidak bertanya dan tidak mengundang, hanya beliau (Faisal) percaya pada Polri dan berinisiatif datang,” ujar dia di Bareskrim Polri, Jumat (22/5).
Dia pun membantah, terkait ada nama-nama yang telah disiapkan untuk diperiksa dalam kasus yang saat ini ditangani Polri. “Tidak ada nama-nama, tetapi setiap kasus korupsi kita pasti tertarik untuk menangani,” kata Viktor.
Sebelumnya usai dari Bareskrim, Faisal mengaku telah diundang oleh pihak Kepolisian, untuk menjelaskan persoalan distribusi minyak dan gas di Indonesia yang dikuasai oleh anak perusahaan Pertamina, Petral.
“Kami mengeluarkan rekomendasi soal Petral. Petral ini kan barang panas dari dulu kan. Nah, teman-teman di Bareskrim pengin tahu kasus di Petral. Jadi saya kasih tahulah, saya jelasin saja,” ujar Faisal.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pencucian Uang Nazaruddin, KPK Periksa Dua Notaris

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus telusuri berbagai aset milik mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat, M Nazaruddin (MNZ). Penelusuran itu dilakukan dengan memeriksa dua orang notaris pada Jumat (22/5).
Kedua notaris yang diperiksa ialah Tri A Iman serta Patricia Bunandi Panggabean. Mereka akan diperiksa sehubungan dengan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Nazaruddin.
“Iya betul, keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MNZ,” jelas Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi.
Kendati demikian, ketika ditanya kapan pemeriksaan terhadap Nazaruddin akan dilakukan, Priharsa belum bisa memastikan waktunya. Dia hanya mengatakan, saat ini peyidik KPK masih fokus ke aset-aset milik Nazar.
“Belum bisa dipastikan waktunya. Penyidik sekarang tengah fokus menelusuri aset Nazaruddin,” jelasnya.
Seperti diketahui, pencucian uang yang dilakukan makelar proyek pemerintah itu salah satu dengan membeli saham PT Garuda Indonesia senilai Rp300,8 miliar.
Diduga kuat uang untuk pembelian saham PT Garuda didapat dari hasil korupsi dalam proyek pengadaan fasilitas, riset terpadu dan alih teknologi produksi vaksin flu burung untuk manusia di Kementerian Kesehatan tahun anggaran 2008-2010.
Dalam proyek tersebut, dua perusahaan Nazar, yakni PT Anugrah Nusatara dan PT Exartech Technologi berhasil menang tender yang nilai proyeknya hampir lebih Rp1 triliun.
Peluang perusahaan Nazar untuk mendapatkan proyek tersebut terbuka setelah menggandeng PT Bio Farma. Beberapa petinggi Bio Farma, seperti Direktur Utama Iskandar serta Direktur Produksi Mahendra Suhardono menjadi pihak yang diduga mempunyai kesepakatan dengan Nazaruddin.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain