12 April 2026
Beranda blog Halaman 36044

Disperindag Tangerang Fokus Awasi Peredaran Miras

Jakarta, Aktual.co — Aparat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, tetap fokus mengawasi peredaran minuman keras (miras) termasuk di tempat hiburan malam.

“Kami melakukan koordinasi dengan Satpol PP dalam pengawasan itu,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Pemkab Tangerang Tubagus Bukhori di Tangerang, Jumat (22/5).

Tubagus mengatakan pihaknya sudah mendapatkan penugasan dari Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar terkait pengawasan tersebut.

Pihaknya melakukan pengawasan tersebut juga terhadap pedagang pada kafe dan hiburan yang menjual minuman dengan kadar alkohol melebih lima persen.

Dia mengatakan sesuai edaran bupati bahwa aparat camat dan kepala desa dapat membantu kelancaran tugas pengawasan tersebut.

Penjualan miras biasanya dilakukan oleh pedagang yang berkedok menjual aneka jamu dan kafe serta di tempat karaoke keluarga.

Padahal penjualan miras dengan kandungan alkohol mencapai lima persen itu hanya diperkenankan di hotel berbintang dan super market.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 6 tahun 2015 tentang larangan penjualan minuman keras beralkohol di swalayan mini dan pasar tradisional.

Pihaknya mengharapkan pedagang untuk mematuhi aturan itu dan bila ketahuan dan terjaring operasi direkomendasi kepada instansi terkait mencabut izin usaha.

Padahal sebelumnya, Satpol PP menyita ratusan botol miras berbagai merek dari pedagang di Pasar Sentiong, Kecamatan Balaraja dalam sebuah operasi penertiban.

Operasi penertiban itu melibatkan petugas Disperindag berdasarkan Perda No. 9 tahun 2008 tentang Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol hanya diperkenankan terhadap pedagang yang mengantongi perizinan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ini Pernyataan Sikap HIKMAHBUDHI Soal Imigran Rohingya

Jakarta, Aktual.co — Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) mengeluarkan pernyataan sikap terkait imigran Rohingya asal Myanmar dan Bangladesh yang saat ini berada di tempat pengungsian di wilayah Indonesia.
Mereka meminta PBB melalui UNHCR tidak hanya mengecam, tetapi juga terlibat langsung menangani pengungsi yang sekarang ditampung sementara di Aceh. 
“Begitu pula, UNHCR tidak hanya membebankan masalah ini terus menerus atas tsunami manusia dari Myanmar dan Bangladesh, namun UNHCR harus bisa menyalurkan ke negara yang bersedia menampung Rohingnya dari Myanmar yang tidak diakui kewarganegaraanya,” kata Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI, Suparjo, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/5).
Pemerintah Indonesia harus mendorong ASEAN bersama Bangladesh agar berperan aktif dalam penyelesaian kasus kemanusiaan yang menyangkut Suku Rohingya.  Pemerintah bisa menampung sementara yang sudah mendarat di wilayah Indonesia, tetapi masalah keuangan harus dibicarakan dengan Thailand, Malaysia, Myanmar dan Bangladesh.
“Mendukung pemerintah Bangladesh melalui Dubes Bangladesh yang menyatakan dalam waktu dekat, akan memulangkan warga negaranya ke Bangladesh,” ujarnya.
Dia menambahkan, langkah pemerintah daerah dan penduduk setempat yang telah memberikan pelayanan kepada imigran asal Myanmar dan Bangladesh yang saat ini terdampar di Aceh sudah benar. Pasalnya, para imigran sangat membutuhkan pertolongan dan ini adalah bentuk solidaritas kemanusiaan.
Rasa kemanusiaan memang harus diposisikan lebih tinggi daripada berbagai kepentingan dan prasangka, karena menyangkut nyawa manusia yang sangat mendesak.
Menurutnya, pengungsian imigran yang akhir-akhir ini mendarat di Aceh dari Myanmar dan Bangladesh, merupakan wujud krisis kemanusiaan dari konflik ekonomi, kependudukan, sosial dan budaya. 
“Masyarakat Indonesia perlu memahami ini secara benar dan harus bersatu untuk bahu membahu agar masalah ini segera selesai, sehingga tidak terpancing tindakan yang merugikan kerukunan masyarakat kita sendiri.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wakil Ketua DPR: Sudirman Said Ingin Popularitas Tapi Menjelekan Orang

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dianggap telah melecehkan DPR. Sebab, tak hadiri undangan Komisi VII , padahal sebelum tanda tangan surat undangan, DPR telah memastikan jadwal Sudirman kosong.
“Menteri ESDM tidak datang dipanggil Komisi VII untuk dimintai klarifikasi terkait dengan statementnya yang menyatakan seluruh urusan mafia migas berhenti di Istana,” ujar Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5).
Agus menuturkan, setelah sebeluumnya DPR berencana memanggil pada hari Rabu (20/5) namun ESDM memintaa jadwal pada Kamis (21/5) setelah dilihat agenda kosong maka ditandatanganilah surat undangan. Namun, ketidakhadiran Sudirman menyatakan akibat ada agenda yang sudah terjadwal sebelumnya.
“Sebelumnya tidak hadir. Sekarang sudah diundur waktunya, masih tidak hadir juga,” ujarnya.
Menurutnya, Sudirman harus segera mengklarifikasi pernyataannya kepada Komisi VII DPR RI. Sebab ketika dinyatakan urusan pemberantasan mafia migas pada era presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono selalu terhenti di Istana dapat diartikan DPR ikut bertanggung jawab.
“Fungsi kami kan sebagai penggawas pemerintah, jika urusan mafia migas mandek maka berarti ia tuduh DPR tak menjalankan fungsi pengawasannya,” katanya
Agus menganggap pernyataan tersebut mengarah pada kebohongan sebab tidak didukung bukti-bukti yang kuat.
“Pemberitaan yang dalam tanda kutip bohong ini disebarluaskan begitu saja sehingga klarifikasi harus disampaikan secara transparan,” tuturnya
Agus menyatakan, pemanggilan juga dapat diartikan DPR sedang melaksanakan fungsi pengawasannya terhadap pernyataan Menteri ESDM.
“Jangan sampai karena ingin dapat popularitas jadi menjelekkan orang,” ujarnya.
Sementara itu, Agus menambahkan sudah mengirimkan undangan pemanggilan ke Menteri ESDM untuk hari Senin. Namun, kemudian dijadwalkan pada hari selasa mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Turunkan Angka Penularan Penyakit, Vaksinasi Usia Lanjut Cegah Kematian

Jakarta, Aktual.co —Prof. Dr. dr. Akmal Taher, SpU (K), Dirjen BUK Kemenkes RI  mengungkapkan, Kemenkes mendukung semua upaya pencegahan dan promosi kesehatan terutama untuk mencegah berbagai penyakit infeksi akut dan degeneratif kronik.

Seperti diketahui pada kasus infeksi akut yang sering dialami lansia, vaksinasi merupakan ujung tombak pencegahan. Disamping itu, pencegahan penyakit degeneratif kronik juga penting untuk dilakukan utamanya yaitu, untuk mengurangi beban biaya kesehatan yang sangat tinggi yang ditanggung pemerintah akibat penyakit tersebut, antara lain gagal ginjal, kanker dan lain-lain.

Dalam penjelasannya Prof. Akmal juga mengemukakan, pihaknya menyambut positif “Gerakan Vaksinasi Lansia” untuk hidup sehat dan bahagia yang akan dicanangkan pada 31 Mei mendatang.

Sejalan dengan upaya Kemenkes yang saat ini mengedepankan upaya promotif dan preventif, dimana mendukung dan akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal P2PL dan Komite Penilaian Teknologi Kesehatan Kemenkes untuk mendapat gambaran yang komprehensif menyangkut khasiat, efek samping, analisis finansial sebelum menentukan menjadi program nasional.

Pencegahan penyakit menular pada orang dewasa dapat diturunkan risikonya dengan vaksinasi. Bahkan vaksinasi pada usia lanjut tidak hanya menurunkan angka penularan penyakit, namun juga dapat mencegah kematian.

Infeksi penyakit pada usia lanjut lebih sering terjadi dan perjalanan penyakitnya lebih berat sehingga jika tak ditatalaksana dengan baik dapat menimbulkan kematian. Sebagai contoh setiap tahun sekitar 500.000 orang meninggal karena komplikasi influenza dan sebagian besar yang meninggal adalah orang berusia lanjut.

Di kesempatan yang sama, Prof. Samsuridjal mengungkapkan, bahwa dengan melakukan vaksinasi pada usia lanjut, biaya kesehatan yang dikeluarkan untuk penyakit – penyakit infeksi pada usia lanjut serta penyakit penyertanya, juga dapat diturunkan.

“Yang jelas, kami merasa bergembira karena Kementerian Kesehatan sudah semakin memperkuat upaya penyuluhan dan pencegahan penyakit sehingga suasana untuk melakukan pencegahan penyakit melalui vaksinasi menjadi lebih mudah dikenalkan, ” ungkapnya ditemui di kawasan Cikini Jakarta Pusat.

“Jadi jika kita bercermin pada layanan program vaksinasi nasional yang berhasil memanfaatkan layanan kesehatan primer bahkan Posyandu, maka layanan vaksinasi dewasa juga harus tersebar merata dan mudah dijangkau. Kita berharap layanan kesehatan primer juga menyediakan layanan vaksinasi dewasa termasuk vaksinasi untuk manula, ” imbuhnya.

Sekedar informasi, program BPJS yang mendapat sambutan hangat masyarakat diharapkan dapat menjadi pendukung pembiayaan vaksinasi pada usia lanjut.

Untuk itu, diperlukan kajian ekonomi kesehatan seperti telah dilakukan di negera lain. Jika faktor pembiayaan ini dapat disepakati, maka cakupan layanan vaksinasi dewasa termasuk vaksinasi pada usia lanjut akan dapat ditingkatkan dengan cepat.

“Mudah mudahan kerjasama semua pihak dapat mendukung vaksinasi pada usia lanjut di negeri kita,” kata Prof Akmal menutup pembicaraan.

Artikel ini ditulis oleh:

Bareskrim Libatkan PPATK Telusuri Aliran Dana Judi Online

Jakarta, Aktual.co — Badan Reserse Kriminal Mabes Polri berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keungan, guna menelusuri duit hasil perjudian online yang saat ini kian marak. Polri juga sudah meminta Menkominfo untuk memblokir 360 situs perjudian online.
Direktur Pidsus Brigjen Victor Simandjuntak mengatakan, ratusan situs itu terhubung dengan 160 rekening di beberapa bank di Indonesia. Rekening itu dicurigai tempat menampung dana-dana haram itu.
“Kasus ini memang belum ada tersangkanya. Kita akan panggil pemiliknya. Jika ternyata pemilik rekening itu fiktif maka dana yang ada di dalam rekening itu berdasarkan Peraturan MA, bisa disita untuk negara,” kata dia di Mabes Polri, Jumat (22/5).
Namun demikian, Victor belum mengetahui berapa banyak isi dalam rekening tersebut.
Pendapat sama juga disampaikan, Wakil Direktur Pidsus Kombes Agung Setya. Pihaknya memang memberi perhatian khusus karena internet menjadi sarana tindak pidana.
“Maka kita fokus untuk memberangus situs-situs yang menyediakan ruang bagi aktivitas judi, maka hari ini kita rapat koordinasi dengan menkominfo dan mensos untuk membuka kesadaran bahwa situs judi adalah situs negatif yang harus ditutup,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ratusan Jurnalis Medan Geruduk Rektorat USU

Medan, Aktual.co — Ratusan awak jurnalis di Kota Medan mendatangi kantor Rektor Universitas Sumatera Utara, Jumat (22/5).
Kedatangan ratusan jurnalis itu sebagai respon keras atas tindakan pemukulan yang dialami oleh 2 orang jurnalis harian Orbit yang dilakukan security Universitas Sumatera Utara (USU) saat bertugas meliput aksi unjuk rasa mahasiswa, kemarin Kamis (21/5).
“Ini adalah respon keras atas sikap barbar satpam USU,” tandas salah seorang Jurnalis, Asril.
Sementara itu, jurnalis lainnya, Array mengatakan, tindakan pemukulan yang dilakukan terhadap awak jurnalis merupakan cerminan tidak terdidiknya satpam yang dipekerjakan oleh kampus negeri itu.
“Ini membuktikan bahwa security di USU tidak terdidik, karena bekerja dengan mengandalkan fisik saja dan tak pakai otak. Kami minta security agar berpendidikan, bukan preman,” tegas Array.
Karena tak ditanggapi oleh pihak rektorat USU, aksi itu nyaris ricuh karena sikap security yang tidak kooperatif dan mencoba memprovokasi. Hingga berita diturunkan, aksi tersebut masih berlangsung.
Diberitakan sebelumnya, dua jurnalis Orbit yang tengah meliput aksi demonstrasi mahasiswa di kampus Universitas Sumatera Utara (USU), masing-masing Jamalum Berutu dan Irvan Rumapea mendapat tindakan kekerasan.
Kekerasan itu dilakukan gerombolan satpam yang tengah mengamankan aksi mahasiswa itu. Pemukulan terjadi saat dua wartawan tersebut hendak mengabadikan kericuhan yang terjadi antara mahasiswa dan pihak pengamanan.
“Saya dibanting, kepala saya dipukuli pakai rotan. Helm yang saya pakai pun pecah-pecah,” terang Irvan menunjukkan helmnya yang hancur.
Atas peristiwa itu, keduanya didampingi tim hukum Harian Orbit melaporkannya ke Mapolresta Medan dengan nomor STTLP/1285/K/V/2015/SPKT Resta Medan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain