10 April 2026
Beranda blog Halaman 36057

Kunjungan Jokowi, Delapan Mahasiswa Diamankan Polisi Saat Berunjuk Rasa

Jakarta, Aktual.co — Jelang kunjungan Presiden Jokowi ke Mojokerto, delapan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa diamankan pihak kepolisian.
Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mojokerto melakukan aksinya sambil menghadang truk yang sedang melintas.
Melihat kejadian tersebut, pihak kepolisian yang berjaga langsung menghampiri dan menarik mahasiswa ke tepi jalan.
“Mereka tidak ada izin, kalau ada izin pasti kami kawal. Kalau liar seperti ini siapa yang mau tanggungjawab,” kata Waka Polres Mojokerto Kota, Kompol Husein Abubakar, di lokasi kejadian.
Mahasiswa yang berlarian saat dihampiri polisi, tersudut di sebuah gang sempit. delapan mahasiswa diamankan polisi, sementara lainnya lari menyelamatkan diri masuk ke perkampungan.
Untuk diketahui, Jokowi beserta rombongan mengunjungi PG Gempolkrep Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur, dengan agenda kunker berdialog dengan petani tebu PTPN X dan meresmikan pembukaan giling tebu perdana tahun 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Demo Mahasiswa Desak Jokowi Mundur Nyaris Bentrok Dengan Polisi



Jakarta, Aktual.co —Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Tarik Mandat menggelar aksi didepan Istana Negara, jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis 21 Mei 2015. Aksi yang digelar untuk mendesak presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya.

Aksi demonstrasi Aliansi yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan PP GPII, itu nyaris bentrok dengan aparat kepolisian yang berjaga. Keributan yang hampir pecah, diawali dari sejumlah massa aksi yang membakar baliho bergambar Presiden Joko Widodo, di depan Istana Negara yang kemudian berusaha menghadang aksi petugas kepolisian untuk melakukan pemadaman. Bersitegang antara polisi dan mahasiswa pun tak terhindarkan, keduanya saling dorong dan adu mulut.

 Beruntung, besitegang antara mahasiswa dan polisi itu  tidak berlangsung lama, situasi pun kembali kondusif dan mahasiwa-pun kembali melakukan orasi. 

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Jaksa Buka Rekaman, Sutan: Ngeri-ngeri Sedap Itu

Jakarta, Aktual.co — Politikus Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, mengaku kaget ketika diperdengarkan rekaman percakapan antara dirinya dengan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Waryono Karno.
Dia menilai, seharusnya percakapan itu tidak perlu direkam, karena dirinya dengan Waryono tidak membicarakan sesuatu hal yang mencurigakan.
“Saya kaget direkam-rekam. Padahal rapat itu Kita ketawa-ketawa saja disitu,” ujar Sutan dalam persidangan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (21/5).
Sebelumnya, Kepala Biro Perencanaan Kementerian ESDM, Ego Syahrial mengaku bahwa dirinya yang dengan sengaja merekam pembicaraan antara Sutan dengan Waryono.
Menanggapi hal itu, Sutan mengklaim pertemuan yang digelar di restoran Endogin Hotel Mulia, 23 Mei 2013, hanya sekedar mengeluh soal rapat dengar pendapat antara Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI yang tak kunjung terlaksana.
“Ngeri-ngeri sedap itu. Rapat itu kan rapat penghematan, (anggaran) APBN-Perubahan maksudnya. Pak Ego wajahnya saja baru lihat sekarang,”pungkasnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, dalam sidang lanjutan terdakwa Sutan Bhatoegana, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperdengarkan rekaman percakapan antara Sutan dengan Waryono Karno.
Dalam percakapan itu terdengar, jika Sutan mempersilahkan Waryono untuk berkoordinasi dengan staf pribadinya, Iryanto Muchyi. Koordinasi itu dilakukan agar jalannya rapat penetapan APBN-Perubahan Kementerian ESDM tahun anggaran 2013 bisa berjalan dengan lancar.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Raperda Zonasi, Persoalkan Sampah dan Limbah Teluk Jakarta

Jakarta, Aktual.co —Ada empat masalah yang diidentifikasi di Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K).
Pertama, tentang pencemaran. Dimana wilayah pesisir dinilai tempat akumulasi segala macam limbah dari daratan yang dibawa melalui air. 
Di situ menyoroti sampah yang berserakan di sepanjang pantai dan semakin banyak di dekat pemukiman, khususnya pemukiman yang membelakangi pantai. Pemukiman itu tertulis dikategorikan sebagai pemukiman kumuh yang fasilitas sanitasi dan kebersihan lingkungannya sangat buruk.
Poin pertama itu juga menyebut ancaman dari limbah dan sampah bagi pemanfaatan sumberdaya ikan dan jasa-jasa lingkungan lainnya. 
Disebutkan, limbah dan sampah di wilayah pesisir antara lain disebabkan oleh rendahnya kepedulian industri sepanjang DAS dan pesisir terhadap sistem pengolahan limbah cair; kurang ketatnya pengawasan limbah oleh instansi terkait; dan juga belum jelasnya penerapan sanksi terhadap industri yang melanggar isi dokumen Amdal dan peraturan perundangan yang berlaku (PP 27/99 tentang Amdal dan UU 23/97 tentang pengelolaan lingkungan hidup).
Namun masyarakat di pesisir juga ikut disalahkan dalam poin pertama itu terkait sampah. Masyarakat dianggap rendah kesadarannya untuk mengelola sampah dan menjaga kebersihan. Juga penangkapan ikan dengan potas dan perikanan budidaya yang tidak ramah lingkungan dan buangan minyak kotor dari kapal ikan dan nelayan. (Baca: Raperda Zonasi: Konflik Nelayan, Kerang Hijau dan Pantai Indah Kapuk)

Artikel ini ditulis oleh:

Sidang Lanjutan Sutan Bhatoegana

Mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana mendengarkan saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2015). Jaksa penuntut umum menghadirkan 5 saksi salah satunya yaitu mantan Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno yang merupakan tersangka korupsi di kementerian tersebut. AKTUAL/MUNZIR

Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana, Luhut Panjaitan Ikut Orasi

Jakarta, Aktual.co — Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan menemui pendemo yang berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, pada kamis (21/5) petang.
Luhut yang menaiki mobil demonstran, melalui pengeras suara mengatakan bahwa Presiden Jokowi akan menemui mahasiwa pada hari Senin (25/5) pekan depan.
“Kami sudah berdiskusi dengan teman-teman. Kalian punya pemikiran yang matang, perlu diapresiasi. Presiden mengatakan akan bertemu dengan rekan mahasiswa Senin,” kata Luhut.
Luhut menambahkan bahwa penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa kiranya bisa dilakukan dengan santun.
“Oleh karena itu semua yang kita lakukan dengan spirit, kesantunan sebagai rakyat Indonesia. Hidup mahasiswa,” ujarnya.
Luhut yang tak lama berorasi, ditemani oleh Seskab Andi Widjajanto. Tak beberapa lama setelah berbicara, dirinya kembali masuk ke dalam istana.
Diketahui, ribuan mahasiswa berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, hingga pukul 18.23 Wib. 
Suasana sempat ricuh pada pukul 18.00Wib, ketika massa pendemo yang antara lain berasal dari Mahasiswa IMM, PMII, GPII dan PII, membakar ban dan keranda. Dua mahasiswa diamankan, namun orasi tetap berjalan. 
Mereka menuntut Presiden Joko Widodo- Jusuf Kalla mundur dari jabatannya, karena dianggap gagal menyejahterakan rakyat.
Dari pantauan Aktual.co, gesekan terjadi saat mahasiswa membakar keranda dan ban, namun polisi langsung mencoba memadamkan. 
Dalam orasinya, mahasiswa mengatakan Rezim Joko Widodo-Jusuf Kalla telah gagal.
“Karena menjual Indonesia ke asing. Sehingga harus mundur!” ujar salah seorang mahasiswa.
Selain itu, mereka juga menuntut diturunkannya harga BBM bersubsidi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain