9 April 2026
Beranda blog Halaman 36058

Anggap Picu Kericuhan, IMM Akan Adukan Polisi ke Propam

Jakarta, Aktual.co — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah akan mengadukan personel polisi, yang diduga memukul seorang anggota organisasi tersebut saat aksi di depan Istana Merdeka ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
“Kami akan melaporkannya ke Propam. Kami tidak terima karena polisi selalu memulai kericuhan padahal kami melakukan aksi dengan damai,” kata Ketua Umum IMM Beni Pramula kepada Antara di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5).
Menurut Beni, pihaknya akan menuntut polisi karena melakukan provokasi berupa pemukulan yang akhirnya memancing kericuhan. “Kami memiliki bukti berupa video dan memiliki saksi-saksi,” ujar Beni.
Ada pun kericuhan terjadi setelah mahasiswa dari IMM dan GPII membakar keranda mayat, yang mereka anggap sebagai simbolisasi buruknya pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Bentrok singkat sempat terjadi dan polisi menangkap seseorang dari kerumunan massa. Namun, akhirnya orang tersebut dilepas setelah dilakukan mediasi antara IMM dengan pihak kepolisian.
“Yang ditangkap anggota lembaga usaha milik IMM bernama Samsul. Tapi kami tidak tahu alasan polisi menangkapnya.”
IMM menganggap pihak kepolisian yang memulai provokasi dan memicu kericuhan. Sebelumnya pada Rabu (20/5), massa IMM dan aliansi mahasiswa lain juga terlibat keributan dengan polisi.
Kericuhan itu terjadi saat rombongan yang terdiri atas IMM, Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) serta Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka berada di depan gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara.
Para pegiat yang awalnya tenang berubah menjadi “liar” dan melempari polisi yang berjaga dengan batu. Kejadian ini berlangsung selama kurang lebih 10 menit dan berhenti setelah polisi mundur ke dalam kawasan gedung MA.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Wali Kota Bekasi: Perketat Pengawasan Peredaran Beras Plastik

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menginstruksikan seluruh instansi terkait memperketat pengawasan terhadap peredaran beras plastik di tengah masyarakat.

“Kami mengirimkan surat laporan kepada Gubernur Jawa Barat terkait dengan temuan beras plastik di Bekasi,” katanya di Bekasi, Kamis (21/5).

Menurut dia, pemberitahuan tersebut diharapkan dapat mengingatkan pemerintah provinsi untuk lebih teliti dan mengintensifkan pengawasan terhadap perdagangan beras.

Surat pemberitahuan juga disampaikan Pemkot Bekasi kapada Kementerian Perdagangan serta instansi terkait lainnya.

“Kami juga laporkan temuan ini kepada kepolisian serta TNI,” katanya.

Menurut Rahmat, beras mengandung plastik itu sangat berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi secara berkelanjutan.

“Dampak panjangnya bisa menimbulkan penyakit kanker dan merusak janin, karena ada kandungan bahan pembuatan industri kramik, kabel dan pipa plastik,” katanya.

Dikatakan Rahmat, kandungan kimia di dalam beras plastik itu dapat mengakibatkan janin ibu hamil tidak tumbuh secara sempurna.

“Menurut keterangan ahli, kandungan Polyvinyl tersebut bisa membuat janin bayi tumbuh secara tidak sempurna,” katanya.

Rahmat mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan investigas dan memeriksa kemanan beras yang kini diperdagangkan di seluruh toko mau pun kios yang tersebar di 12 kecamatan Kota Bekasi.

“Saya sudah perintahkan audit seluruh pedagang beras di Bekasi. Sampai saat ini belum ada beras serupa yang kembali kita temukan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Soal Beras Sintetis, Disperindag Bogor: Warga Tak Perlu Panik

Jakarta, Aktual.co — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor menghimbau masyarakat tidak perlu panik dan resah dengan isu peredaran beras sintetis yang kini merebak.

“Kami sudah melakukan investigasi tertutup di sejumlah pasar, hasil investigasi secara kasat mata tidak ditemukan adanya beras sintetis beredar di Bogor,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Bogor, Mangahit Sinaga di Bogor, Kamis (21/5).

Investigasi secara tertutup sudah dimulai sejak Minggu kemarin di tujuh pasar tradisional yang ada di Kota Bogor. Dalam investigasi tersebut pihaknya mengambil sampel-sampel sejumlah beras yang beredar di pasar untuk diuji di laboratorium Dinas Pertanian.

“Kami juga melakukan pengujian dengan metode sederhana menggunakan air. Beras sampel direndam di dalam air untuk memastikan kalau beras tenggelam berarti beras murni, tapi kalau mengambang bisa dicurigai,” katanya.

Menurut Sinaga, beras sintetis yang mengandung bahan plastik sangat mudah dikenali, beberapa ciri-cirinya seperti beras tersebut mengambang di air, tidak tenggelam, air tajin atau bekas cucian beras berwarna bening, berbeda dengan beras murni yang berwarna keruh putih susu, harga jual beras setara dengan dengan beras Ramos Rp8.000 per liter.

“Pengujian juga bisa dilakukan dengan menggunakan ayam, kasih saja berasnya kepada ayam. Kalau dimakan berarti beras murni, kalau beras sintetis ayam tidak akan mau makan,” katanya.

Sinaga menjelaskan, menurut informasi beras sintetis ini diproduksi oleh pabrikan di China yang sudah beredar di Provinsi Guangji. Selain itu beras tersebut juga dikabarkan sudah beredar di India dan Vietnam, termasuk Indonesia (Bekasi).

“Beras ini terbuat dari bahan baku ubi, kentang dan resi plastik, ditambah aroma,” katanya.

Dari hasil investigasi yang sudah dilakukan, lanjut Sinaga, tidak ditemukan peredaran beras sintetis tersebut. Begitu juga belum ada laporan masyarakat terkait penemuan beras tersebut.

Sinaga mengatakan, hasil investigasi dari Diperindag tersebut telah dilaporkan kepada Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, bahwa secara kasat mata tidak ditemukan adanya beras sintetis beredar di Bogor. Hasil laporan ini ditindaklanjuti oleh wali kota dengan melakukan sindak ke sejumlah pasar.

“Wali Kota sudah memastikan sendiri di lapangan dan melakukan uji tes keaslian beras. Hasilnya tidak ditemukan,” katanya.

Menurut Sinaga pintu masuk beras di Kota Bogor hanya ada dua yakni Pasar Bogor dan Pasar Anyar. Dari kedua pasar tersebut beras disebar ke pasar-pasar kelas tiga, dan kelas pengecer. Setiap pekannya beras yang masuk ke Kota Bogor sebanyak 75 ton per minggu.

“Kami memastikan tidak ada peredaran beras sintetis di Kota Bogor. Pengawasan terus kita lakukan, mengawasi beras yang masuk ke pasar-pasar induk beras,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Demo Mahasiswa di Istana Diwarnai Bakar Keranda dan Ban

Jakarta, Aktual.co —Ribuan mahasiswa masih bertahan di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, melakukan aksi unjuk rasa hingga sore pukul 18.23 Wib. Meski pihak kepolisian sudah memberi ultimatum unjuk rasa harus bubar pukul 18.00Wib.
Suasana sempat kembali ricuh pukul 18.00Wib tadi ketika massa pendemo yang antara lain berasal dari Mahasiswa IMM, PMII, GPII dan PII membakar ban dan keranda. Dua mahasiswa diamankan. Namun orasi tetap berjalan. 
Mereka menuntut Presiden Joko Widodo- Jusuf Kalla mundur dari jabatannya, karena dianggap gagal.
Dari pantau Aktual.co, gesekan terjadi saat mahasiswa membakar keranda dan ban, namun polisi langsung mencoba memadamkan. Saat itulah terjadi gesekan.
Dalam orasinya, mahasiswa mengatakan Rezim Joko Widodo-Jusuf Kalla telah gagal. “Karena menjual Indonesia ke asing. Sehingga harus mundur!” ujar salah seorang mahasiswa.
Selain itu, mereka juga menuntut diturunkannya harga BBM bersubsidi.
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ini menyatakan akan melakukan aksi menginap di depan Istana Negara Jakarta apabila mahasiswa tidak diberi kesempatan bertemu Presiden Jokowi.
Mereka datang dari arah Jalan Thamrin, sekitar pukul 12.00Wib siang tadi. Sejumlah bendera di kibarkan para demonstran. Akibat unjuk rasa, arus lalu padat. 
Polisi masih tampak berjaga-jaga dari Sabhara dan Brimob. Tampak water cannon dua unit berjaga dan juga barracuda tiga unit.

Artikel ini ditulis oleh:

Polres Bogor Ciduk Delapan Pelaku Pencurian Motor

Jakarta, Aktual.co — Polres Bogor dan jajaran operasi jaringan Lodaya 2015 berhasil mengamankan delapan pelaku pencurian kendaran bermotor yang menggunakan senjata api di wilayah hukum Polres Bogor, Jawa Barat.

“Berdasarkan penyidikan dan pengembangan di lapangan, Satuan Reskrim Polres Bogor telah mengamankan delapan orang tersangka pencurian kendaran bermotor di wilayah hukum Polres Bogor, Sumedang, dan Garut,” Kata Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto di Mapolres Bogor, Cibinong, Kamis (21/5).

Ia mengatakan dari hasil pemeriksaan, tersangka atas nama RS (37) mengaku telah melakukan sembilan kali kejahatan pencurian kendaraan bermotor.

“Enam kali di Kabupaten Bogor dan tiga kali di Kota Bogor,” katanya.

Tersangka diamankan beserta barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah tanpa plat nomor.

Dikatanya, Unit Reskrim Polsek Klapanunggal Polres Bogor, menangkap Indra (22), pelaku spesialis curanmor yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) di tempat persembunyiaanya di Jonggol.

Bersama pelaku yang merupakan warga Kampung Kadupandak, Balekambang, Kecamatan Jonggol itu diamankan pula barang bukti satu motor Honda Beat dan satu motor Honda Vario Techno.

Polsek Leuwiliang menangkap dua orang pelaku atas nama Indra dan Permana dan mengamankan barang bukti satu motor Suzuki Satria dan dua buah kunci T. Pelaku mengakui telah melakukan kejahatan sebanyak 24 kali. 10 kali di wilayah hukum Polres Bogor dan 14 kali di wilayah hukum Polresta Kota Bogor.

Polres Bogor tidak puas dengan hanya menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukumnya. Berdasarkan penyelidikan dan pengembangan di lapangan, anggota Buser Polres Bogor menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor di tempat persembunyiannya di Sumedang atas nama Abdul Azis alias Ojos.

“Pelaku mengaku telah melakukan kejahatan sebanyak 13 kali di wilayah hukum Polres Bogor,” katanya.

Barang bukti yang diamanan dari Ojos berupa tiga sepeda motor, satu kunci T, satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver, lima buah amunisi dan enam buah anak kunci T.

Sedangkan, Unit Reskrim Polsek Gunung Putri menangkap dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor di Hotel Mekarsari Cileungsi dan di dalam perumahan Metland Cileungsi atas nama Agus Antoni dan Hasan Basri.

“Pelaku mengaku sudah melakukan enam kali kejahatan di wilayah hukum Polres Bogor,” katanya.

Barang bukti berupa dua sepeda motor, tiga pucuk senjata api rakitan jenis revolver, 13 buah amunisi, tiga buah kunci T, dan tujuh buah mata kunci T.

Tim Buser Polres Bogor juga mengamankan satu orang perempuan atas nama Mardiana Eny Dewi Astuti dan Galih di Desa Cipondoh, Kecamatan Leielus, Kabupaten Garut.

“Tersangka ditangkap karena perkara membantu melakukan pencurian dan atau pertolongan jahat dan atau sebagai mata pencaharian,” katanya.

Tersangka diamankan dengan barang bukti satu mobil Avanza warna silver dan blok mesin motor.

Berdasarkan infomasi masyarakat, kata dia, Unit Reskrim Polsek Cileungsi telah mengamankan satu pelaku penadah barang-barang curian atau kendaran curian dan pemalsuan surat atas nama tersangka Parno.

“Pelaku sering menerima hasil curian dan perubahan serta pengedar STNK palsu, kemudian motor yang sudah lengkap suratnya dijual kepada pemesan atau pembeli,” katanya.

Barang bukti untuk sementara diamankan satu sepeda motor, satu buah stempel Polda Metro Jaya, satu buah stempel Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, 39 lembar STNk yang sudah diubah, satu buah BPKB sepeda motor dan dua buah BPKB mobil.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Efek Negatif dari Sedot Lemak

Jakarta, Aktual.co — Wanita biasanya lebih memperhatikan tubuh dibandingkan seorang pria, bila sedikit saja ada bagian tubuh yang dirasanya mengurangi keindahan tubuhnya, maka turunlah kepercayaan dirinya.

Banyak kasus dimana beberapa orang mengambil jalan pintas dengan melakukan sedot lemak. Jika ditelusuri kembali, sebenarnya tujuan dari sedot lemak itu sendiri bukanlah alat untuk menurunkan berat badan, melainkan untuk mengurangi lemak di bawah lapisan kulit sehingga dapat membuat lekukan tubuh terlihat ideal.

Tujuan dari sedot lemak (liposuction) yaitu, membentuk tubuh bukan untuk menurunkan berat badan. Membentuk tubuh secara liposuction yakni, dengan mengurangi lemak di lapisan paling dalam di bawah kulit sehingga mempertegas lekuk anatomis yang berkurang akibat tumpukan lemak,

Cairan dan lemak yang telah tersedot memang sedikit membuat badan menjadi turun,tetapi itu bukanlah yang utama dari proses liposuction. Salah jika Sedot lemak dikatakan sebagai salah satu treatment tercepat untuk menurunkan berat badan seseorang, memang akibat dari cairan dan lemak yang dikeluarkan itu dapat menurunkan berat badan, tetapi bukan bertujuan untuk menurunkan berat badan semata.

Menurut beberapa pakar, hasil liposuction tidak permanen, karenanya harus dijaga dengan olahraga atau pengaturan diet makanan, karena apabila tidak dijaga maka jaringan lemak akan kembali seperti semula bahkan berlebih

Liposuction atau lebih dikenal dengan sedot lemak memiliki dampak (komplikasi) seperti perdarahan, infeksi, ketidakteraturan permukaan kulit, ada bagian kulit yang mati sampai kematian akibat emboli maupun kondisi pemberat operasi.

Namun, hal ini dapat dicegah apabila pasien ditangani oleh dokter yang berkompeten dalam hal ini dokter bedah plastik, dengan menuruti anjuran dan prosedur yang dilakukan sebelum dan sesudah operasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain