9 April 2026
Beranda blog Halaman 36061

Ribuan Mahasiswa Geruduk Istana, Tuntut Jokowi-JK Mundur

Jakarta, Aktual.co —Sekitar seribu pengunjuk rasa dari BEM se-Indonesia (BEM SI), ISTN, IMM dan KBM UIN,menyemut di depan Istana Negara di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (22/5). 
Dalam orasinya, mahasiswa mengatakan Rezim Joko Widodo-Jusuf Kalla telah gagal. “Karena menjual Indonesia ke asing. Sehingga harus mundur!” ujar salah seorang mahasiswa.
Selain itu, mereka juga menuntut diturunkannya harga BBM bersubsidi.
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ini menyatakan akan melakukan aksi menginap di depan Istana Negara Jakarta apabila mahasiswa tidak diberi kesempatan bertemu Presiden Jokowi.
Mereka datang dari arah Jalan Thamrin, sekitar pukul 12.00Wib siang tadi. Sejumlah bendera di kibarkan para demonstran. Akibat unjuk rasa, arus lalu padat. 
Dari pantauan Aktual.co, tampak mahasiswa mulai tarik menarik kawat berduri dengan petugas kepolisian yang sudah berjaga sejak pagi. 
Polisi masih tampak berjaga-jaga dari Sabhara dan Brimob. Tampak water cannon dua unit berjaga dan juga barracuda tiga unit.

Artikel ini ditulis oleh:

Faisal Basri: Kilang Tidak Terkait dengan Kemandirian Energi

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Tim Reformasi dan Tata Kelola Migas (RTKM), Faisal Basri menilai bahwa sangat beresiko dalam membangun kilang baru dalam peningkatan kapasistas kilang lama. Hal itu terkait dengan persoalan ketahanan energi cadangan minyak nasional tersebut.

Faisal pun lebih menyarankan nasional mengimpor langsung dengan membangun storage atau tangki cadangan BBM yang banyak.

“Kalau bangun kilang sekarang berbahaya. Karena Pertamina bilang, akan bangun kilang stand alone (sendiri) yang marginnya kecil. Kilang itu harus terintegrasi dengan industri petrokimia. Ada olefin, ada aromatik, kemudian ada macam-macam turunannya yang menghasilkan produk petrokimia yang ke industri plastik sampai parasetamol,” ucap Faisal, di Komplek Parlemen, ditulis Kamis (21/5).

“Jadi kalau stand alone, lupakan deh. Cuma buang-buang uang,” tambah dia.

Disisi lain, kata Faisal, pembangunan kilang memang menguntungkan bagi Pertamina, namun tetap harus berintegritas dengan industri petrokimia. Sebab, jika pembangunan kilang secara sendiri, tidak sedikit kocek yang dikeluarkan. Bayangkan, mantan Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen itu bahwa proyek pembangunan kilang minyak baru di Bontang, Kalimantan Timur saja memakan biaya hingga Rp 108 triliun.

“Dikaitkan dengan kedaulatan atau kemandirian minyak juga tidak terkait dengan kilang. Kita punya kilang, lalu satu kilang kita mati, kalau tidak punya storage, tidak punya cadangan kita lebih bahaya tidak punya storage daripada tidak punya kilang. Kalau kita punya storage, kita bisa beli banyak-banyak pada saat harga murah. Waktu harga mahal kita nggak beli dulu,” tukas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Din: PBB Harus Desak Myanmar Beri Kewarganegaraan Etnis Rohingya

Jakarta, Aktual.co — Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, yang menjadi akar permasalahan dari konflik Rohingya adalah masalah kewarganegaraan mereka.
“Selama etnis Rohingya ini tidak mendapat status kewarganegaraan ini menurut saya akar masalah, maka tidak akan selesai,” kata Din saat memberi pengantar pada diskusi publik “Nestapa Kemanusiaan, Save Rohingya” di Jakarta, Kamis (21/5).
Kasus etnis Rohingya ini membawa nestapa bukan hanya karena keterlantaran mereka, tapi juga banyak penindasan yang mereka dapat ketika transit di Thailand.
Nestapa juga lebih daripada itu, mereka tidak punya kewarganegaraan karena tidak ada negara yang mau mengakui mereka, baik Myanmar dan lainnya.
Menurut Din, secara historis, etnis Rohingya sudah ada di Myanmar sejak lama.
“Saya sarankan harus ada langkah internasional terutama PBB, OKI dan ASEAN untuk mendesak dan meyakinkan Myanmar untuk memberi kewarganegaraan etnis Rohingya ini,” ucapnya.
Pemerintah Indonesia juga harus didesak untuk menerima dan menyantuni mereka yang terdampar di wilayah Indonesia, katanya.
“Ada usulan Indonesia meminjamkan pulau untuk menempatkan mereka seperti saat Indonesia menampung pengungsi Vietnam di Pulau Galang,” ujar Din.
Masyarakat madani juga diminta untuk mengambil langkah-langkah melakukan apa yang bisa dibantu dan segera datang ke Aceh.

Artikel ini ditulis oleh:

Pedagang Beras Gresik Resah Adanya Isu Beras Plastik

Gresik, Aktual.co — Adanya isu beras plastik atau sintetis yang masuk ke Indonesia meresahkan sejumlah pedagang beras di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, bahkan Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim sampai mendatangi sejumlah pasar di wilayah itu.

“Saya siang ini mendatangi sejumlah agen dan pedagang beras di Pasar Gresik bersama Kapolres Gresik, AKBP Ady Wibowo, tujuannya untuk mengecek kebenaran isu beras plastik,” ucap Qosim yang ditemui usai mengecek sejumlah pedagang beras di Gresik, Kamis (21/5).

Dikatakannya, berdasarkan hasil pengecekan, keberadaan beras plastik tidak ada di Gresik, dan meminta agar para pedagang serta agen tidak terlalu meresahkan adanya isu beras plastik yang masuk ke wilayah itu.

“Tidak perlu resah dan pembeli pun tidak perlu mengkhawatirkan adanya beras plastik yang masuk ke Gresik, sebab sudah kami periksa ke sejumlah agen dan pasar, ternyata itu hanya isu,” ucapnya.

Qosim meminta, sebagai antisipasinya supaya para pedagang atau agen beras melakukan pengecekkan setiap beras yang masuk ke Gresik, dengan mencelupkan ke air serta membakar sebagian biji beras.

“Kalau ketika dimasukkan air beras tersebut mengambang, maka positif beras itu terbuat dari plastik, dan apabila dibakar terus terbakar layaknya plastik, perlu dicurigai darimana asal beras tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo meminta pedagang dan para agen beras untuk melaporkan apabila ditemui beras yang mencurigakan, sehingga bisa segera diambil tindakan, agar tidak tersebar ke masyarakat.

“Kami imbau pedagang atau agen untuk melaporkan saja apabila ada yang menemukan beras plastik di Gresik, agar bisa segera diambil tindakan dan menangkap penjualnya, sehingga tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, salah satu agen beras di wilayah Pasar Kota Gresik, Dewi Iriani mengaku resah adanya isu dan berita beras plastik yang masuk ke Indonesia, bahkan pihaknya juga belum mengetahui model beras yang dimaksud.

“Saya sempat resah, tapi tidak tahu modelnya seperti apa, sebab isu itu membuat kami para agen was-was ditinggal banyak pembeli, karena jika ada akan sangat membahayakan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Dewi mengaku akan selektif menerima beras dari distributor, dan akan memulai pemeriksaan secara mandiri setiap beras yang masuk dan akan dijual ke warga Gresik.

Pedagang lain di Pasar Gresik, Rahmad mengaku sempat mendengar adanya beras plastik yang masuk ke Indonesia, namun belum pernah melihat bentuknya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

BEM SI Demo Ancam Menginap di Depan Istana

Jakarta, Aktual.co — Sekitar 3.000 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) menggeruduk Istana Negara dengan cara long march.

Menurut Koordinator Pusat BEM SI Ahmad Khairudin Syam bahwa para mahasiswa berencana untuk menginap apabila tidak dapat bertemu dengan Jokowi.

“Yang penting Pak Jokowi keluar, kalau tidak bisa Praktikno tidak apa, tapi dia ke Malang, tinggal Luhut Binsar kemungkinan yang bisa kami temui,” katanya, Kamis (21/5).

Dikatakan Ahmad dalam demo hari ini, tuntutannya yakni soal BBM dan blok Mahakam serta Freeport.

“Target kami masih sama, yaitu  tuntutan terhadap BBM dan Blok Mahakam serta Freeport,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ketua MUI: Penggunaan Langgam dalam Baca Ayat Al Quran Dibolehkan

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ma’ruf Amin, menuturkan, bahwa penggunaan langgam-langgam apapun dalam membaca ayat suci Al Quran tidak bermasalah.

Meskipun dirinya mengakui perbedaan pendapat selalu ada. “Yang jelas dari MUI, kami tidak membuat pernyataan apa-apa. Tapi secara pribadi, saya melihat sepanjang bacaannya itu benar, menurut saya pribadi tidak ada masalah kalau hanya soal lagu saja,” ujar KH. Ma’ruf Amin, ditemui di kantornya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/05).

“Bacaan Al Quran yang benar itu berarti tajwidnya benar, makhrajnya benar. Kalau ada tajwid yang salah, maka kesalahannya bukan pada langgamnya, tapi pada bacaannya,” sambung kiyai Ma’ruf.

Menurut Kiyai Ma’ruf, muncul langgam-langgam yang lain, asalkan syarat-syaratnya tetap terpenuhi.

Untuk diketahui, pro kontra penggunaan langgam Jawa dalam membaca Al Quran muncul sejak Peringatan Isra’ Mi’raj di Istana Negara, Jumat (15/5) lalu.

Spontan banyak umat Islam ketika mendengarnya langsung mengkritik penggunaan langgam Jawa tersebut, walaupun sebagian yang lain memperbolehkan selama tidak melanggar kaidah tajwid-nya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain