9 April 2026
Beranda blog Halaman 36065

Balegda DKI Gandeng Masyarakat Bahas Penolakan RZWP3K

Jakarta, Aktual.co — Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta rencananya akan melibatkan elemen dan organisasi masyarakat tertentu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait adanya penolakan Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Wakil ketua Balegda Merry Hotma mengatakan sejumlah elemen masyarakat juga diharapkan hadir dapam paripurna pandangan umum sejumlah fraksi tentang RZWP3K yang akan digelar pada hari Senin mendatang yang kemudian dilanjutkan dengan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).

“Insya Allah hari Senin kita rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi dan setelah itu kita gelar Rapat Dengar Pendapat dari  elemen masyarakat disitu kita mau dengar langsung suara mereka,” kata Merry Hotma kepada aktua.co Kamis (21/5)

Politisi PDI. Perjuangan ini berharap sejumlah elemen masyarakat yang menolak dibahasnya raperda RZWP3K bisa hadir di RDPU dan menyampaikan pendapatnya. “Kami berharap mereka bisa hadir nanti di RDPU, kita dengarkan pendapatnya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya sejumlah pemerhati ibu kota dan beberapa organisasi mayarakat mendesak DPRD membahas RZWP3K yang dianggap sebagai pintu masuk mega proyek reklamasi teluk Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pembubaran Petral Sia-sia jika Harga BBM Tak Turun

Wakil Ketua komisi VII DPR Mulyadi (kanan) bersama Anggota komisi VII DPR Kurtubi menjadi pembicara dalam diskusi dialektika demokrasi membahas tentang Pertamina Energy Trading Limited (Petral) itu bertajuk “Pembubaran Petral, Benahi Sektor Migas?” di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/5). Komisi VII DPR RI menyatakan, langkah pemerintah membubarkan anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Energy Trading Limited (Petral) sia-sia jika tidak dibarengi turunnya harga BBM. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Bulog : Beras Sintetik Belum Beredar di Medan

Medan, Aktual.co — Humas Bulog Divisi Regional (Divre) Sumut Rudi mengatakan beras sintetik belum beredar di wilayah Kota Medan dan Sumatera Utara.
“Kalau di Medan, belum beredar, belum ditemukan. Karena tiga hari lalu, kita sudah inspeksi bersama disperindag ke pasar-pasar dan belum ditemukan,” ujar Rudi kepada Aktual.co di Medan, Kamis (21/5).
Meski belum ditemukan, Rudi menghimbau agar masyarakat selalu berhati-hati terhadap beras plastik yang mungkin saja sudah beredar di pasaran. Masyarakat dihimbau untuk memperhatikan ciri-ciri beras palsu itu.
“Kalau yang disebut-sebut kan, dia berwarna bening, kalau direndam air mengapung karena kadar tepungnya rendah,” terangnya.
Rudi menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait akan terus meningkatkan pengawasan untuk mencegah peredaran beras berbahaya itu.
“Ya, peningkatan pengawasan, pencegahan agar tidak masuk ke Medan dan Sumut,” pungkasnya. (Laporan: Damai)

Artikel ini ditulis oleh:

Tarik Ulur Iuaran Dana Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Dari kiri ke kanan, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Abdul Sadat , Dewan Jaminan Sosial Nasional DJSN Taufik hidayat, Anggota Komisi IX DPR RI Irgan Chairul Mahfiz, Kepala Divisi SDM BPJS ketenagakerjaan Abdul Latif Algaf, Direktur Komunal, Pengamat Jaminan Sosial Hery Susanto menjadi pembicara pada acara diskusi di Press Rom DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2015). Diskusi tersebut membahas jaminan sosial bagi tenaga kerja dengan mengangkat tema “Tarik Ulur Iuran Dana Pensiun BPJS Ketenagakerjaan”. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Ketua MUI: Solusi Masalah Bisa Dilakukan Ulama

Jakarta, Aktual.co —Di acara ‘Ijtima ‘Ulama Komisi Fatwa MUI ke V tahun 2015’, dimana Komisi Fatwa MUI itu merupakan pertemuan para ahli fatwa se-Indonesia kelima untuk membahas tiga topik bahasan.

Yakni, pertama, masalah strategis kebangsaan (Massail Asasiyah Wathaniyah). Kedua, masalah fikih (keagamaan) kontemporer (Massail Fiqhiyyaj Mu’Ashirah). Ketiga, masalah hukum dan perundang-undangan (Masail Qanuniyah).

“Fatwa itu harus diminta, tujuannya adalah untuk me-terapi keadaan. Mensolusi problem yang ada yang bisa dilakukan seorang Ulama. ” kata Ketua MUI Pusat, sekaligus anggota Watimpres, K.H M. Ma’ruf Amin kepada Aktual.co, ditemui di kantor MUI, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/5).

“Jadi Majelis Ulama tidak boleh berhenti membikin fatwa. Oleh karena itu fatwa ini tidak ada lembaganya. Tetapi adanya komisi fatwa yang ada di MUI Indonesia. Fatwa itu di MUI ada 2 :(Komisi Fatwa) kalau yang di ekonomi ada di Dewan Syariah Nasional, ” katanya lagi.

Namun, ketika dirinya kembali dihujani pertanyaan oleh rekan media. Seberapa pentingnya fatwa? Dia menjawab singkat.

“Fatwa itu sangat penting. Fatwa itu bisa menjadi pedoman arah dan fatwa itu menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya peraturan dan perundang-undangan, ” pungkas KH. Ma’ruf.

Artikel ini ditulis oleh:

Saling Tembak dengan TNI, Tiga Anggota Kelompok Bersenjata Tewas

Banda Aceh, Aktual.co —  Anggota TNI terlibat kontak senjata dengan kelompok bersenjata di Desa Gitong, Kecamatan Grong-Grong, Pidie, Rabu (20/5) malam. 
Dalam penyisiran yang dilakukan aparat keamanan, ditemukan tiga anggota kelompok bersenjata dalam keadaan tewas. Mereka adalah Ibrahim Yusuf (42) warga Desa Ceurih Blang Mee Kecamatan Delima Pidie, Subki (32) warga Dusun Pulo, Aceh Utara dan terakhir yang ditemukan Yusliadi (37) warga Aceh Timur. Aparat juga menemukan barang bukti sepucuk senjata api jenis AK. 
Polisi menyatakan ketiganya tergabung dalam kelompok Din Minimi. Kapolres Pidie, AKBP Muhajir dihubungi per telepon, Kamis (21/5), menyebutkan awalnya anggota Kodim 0102 Pidie menerima laporan ada dua pria membawa senjata api, serta mengenakan baju loreng dan hitam di kawasan Grong-Grong. Informasi itu lalu ditindaklanjuti bersama anggota polisi dan mengepung kawasan itu.
Ketika aparat keamanan tiba dan mengendap, kelompok bersenjata mengetahui kehadiran aparat sehingga saling tembak tak bisa dihindarkan. Jenazah anggota kelompok bersenjata itu kini dibawa ke RSU Tgk Chik Di Tiro, Pidie.
“Pagi ini, kita terus menyisir lokasi kejadian,” ujarnya. 
Diperkirakan kelompok bersenjata itu berjumlah empat orang, dan yang telah ditemukan dalam keadaan tewas sebanyak tiga orang. “Pengejaran terus kita lakukan,” pungkasnya. 
Untuk diketahui, Din Minimi merupakan orang yang paling dicari aparat keamanan di Aceh saat ini. Dia diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan menggunakan senjata api di Aceh Timur, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain