6 April 2026
Beranda blog Halaman 36081

BI: Pertumbuhan Ekonomi 2016 Tak Lebih Dari 6 Persen

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016 hanya mencapai 5,8-6,2 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi yang dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sebesar 6,4-6,6 persen.

“Kami realistis melihat kondisi perekonomian global terakhir. Kami melihat kondisi terakhir, karena global tidak sebaik yang kami harapkan,” ujar Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro di DPR RI, Rabu (20/5).

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo mengatakan kondisi perekonomian pada 2016 akan lebih baik dari saat ini. Namun menurutnya, perbaikan yang ada hanya mampu mencapai pertumbuhan ekonomi di tengah 5 dan 6 persen.

“Jadi kami bisa mengatakan pemerintah sekarang akan mengajukan untuk 2016 di range 5,8-6,2 persen, mungkin kami masih belum sampai melewati dari 6 persen,” jelas Agus di gedung BI Jakarta.

Lebih lanjut dikatakan Agus, alasan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2016 tak mampu melewati angka 6 persen karena di tahun ini peran belanja pemerintah dan investasi akan cukup besar. Namun, dia juga mengharapkan kondisi ekonomi global bisa lebih baik untuk memperbaiki pasar ekspor Indonesia.

“Tapi secara umum saya belum bisa menyampaikan secara lengkap, yang ada itu adalah harga komoditi yang memang di tahun 2015 ini jadi terkoreksi, yang tadinya kita perkirakan hanya menurun kira-kira 5 persen di tahun 2015 terakhir ternyata turun  sampai lebih dari 11 persen,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Okupansi di Bawah 60 persen, PHRI Kota Malang Tolak Berdirinya Hotel Baru

Malang, Aktual.co —  Rencana penambahan hotel baru di Kota Malang, menuai protes dari Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Malang. Pasalnya, saat ini tingkat okupansi hotel di wilayahnya jauh di bawah angka 60 persen.

Meski menjadi tujuan wisatawan, namun selama ini Kota Malang, hanya sebatas tempat transit, dimana untuk angka penginapan masih jauh di bawah harapan.

“Itu belum lagi kita bicara larangan PNS rapat di hotel,” ujar Ketua PHRI Kota Malang, Herman Maryono, Rabu (20/5) di Malang, Jawa Timur.

Disaat yang sama, Walikota Malang, Moch Anton, saat ini tengah menggodok dua izin hotel baru yang akan dibangun. Ia berpandangan, saat ini okupansi hotel melonjak 80 persen setiap bulannya.

“Okupansi di Kota Malang ini cukup tinggi sampai 70 persen hingga 80 persen,” tutur Anton.

Pembukaan jalan tol Malang – Pandaan dan pengembangan Bandara Abdurahman Saleh pada tahun mendatang, dikatakan Anton, bakal mampu menarik wisatawan lebih banyak, sehingga ketersediaan kamar hotel masih kurang.

“Ini kita juga menangkap peluang, daripada mereka investasi di luar Kota Malang, lebih baik mereka investasi disini, itu juga positif bagi peningkatan PAD kita,” sanggah Anton.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Demo Harkitnas, Mahasiswa Semarang Sesalkan Konflik Polri-KPK

Semarang, Aktual.co — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional melakukan aksi turun jalan di jalan Pahlawan Semarang, Rabu (20/5). 
Mahasiswa kecewa atas konflik berkepanjangan lembaga penegak hukum antara KPK dan Polri yang tak kunjung berakhir.
Mahasiswa menilai, konflik kedua lembaga yang saling menetapkan status tersangka dua pimpinan KPK (Bambang Widjojanto dan Kompol Novel Baswedan) tak jauh beda dengan kasus yang pernah terjadi antara Bibit Samad Riyanto dan Komjen Susno Djuaji. 
Sebaliknya, KPK menetapkan tersangka Komjen Budi Gunawan.  
“Kasus itu tak jauh beda dengan kasus ‘cicak vs buaya’ saat itu. Dengan begitu yang dirugikan lagi adalah masyarakat,” ujar Korlap, As’at.
Menurut dia, penetapan tersangka para petinggi Polri dan KPK akan berakhir seperti kasus sebelumnya. Pasalnya, motif penetapan para tersangka hanya saling serang menyerang.
Mestinya, kata dia, masih banyak kasus tindak pidana korupsi lain yang harus ditangani, seperti kasus pembangunan Wisma Atlet Hambalang dan dana talangan (ball out) Bank Century.
“Tak perlu kedua institusi itu mengusut dosa-dosa lama, bukan malah fokus pada permasalahan penegakkan hukum ke depan, beber dia.
Aksi mahasiswa diwarnai pemblokiran jalan dengan membakar ban mobil. Massa pun berusaha memasuki pintu gerbang Gubernuran Jawa Tengah. Petugas menjaga ketat massa yang memaksa masuk pintu gerbang.

Artikel ini ditulis oleh:

Soal Beras Plastik, Wagub Djarot: Itu Kurang Ajar, Bisa Bunuh Orang

Jakarta, Aktual.co — Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful mengaku kesal dengan beredarnya isu beras berbahan plastik ditengah-tengah masyarakat. Tak hanya itu Djarot juga meminta kepada warga untuk melapor apabila menemukan beras berbahan dasar plastik. “Hingga kini belum ditemukan di Jakarta, namun saya minta masyarakat segera laporkan ke saya jika menemukan beras itu,” katanya, Rabu (20/5).
Djarot juga kesal apabila ada oknum yang mencari keuntungan dengan memakai cara kotor. Mengingat orang yang mengonsumsi beras plastik bisa teracuni dan membahayakan nyawa mereka.
“Itu kurang ajar, bisa bunuh orang itu !,” kata Djarot.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

HMI Sumut: Pemerintah Tak Mampu Penuhi Keinginan Rakyat

Medan, Aktual.co — Meski diguyur hujan deras, tak menyurutkan keinginan puluhan aktivis HMI Sumut untuk menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), di bundaran Majesty/Sib Medan, Rabu (20/5).
Pimpinan aksi, Syafii Tambusai, dalam pernyataan sikapnya mengatakan bahwa saat ini rakyat sangat menginginkan adanya perubahan. Sayangnya, pemerintah dinilai tak mampu memenuhinya.
“Rakyat banyak ingin perubahan yang cepat dan terasa, namun pemerintah ternyata tidak mampu memenuhinya. Rakyat kecil malah harus menghadapi kesulitan ekonomi karena harga-harga bahan pokok naik, akibat kenaikan harga BBM,” ujar Syafii.
Menurutnya, keresahan dan kemarahan rakyat banyak adalah ekses yang wajar akibat menurunnya kemampuan ekonomi dan harapan hidup. Walaupun tuntutan perubahan kepemimpinan negara secara non demokrasi akan membawa resiko serius.
“Namun bukan berarti pemerintah bisa mengabaikan begitu saja aspirasi dan kegelisahan rakyat setiap hari,” tandasnya.
Sementara itu, ketua Badko HMI Sumut Anggia P Ramadhan mengatakan, pihaknya dengan tegas meminta presiden menjaga stabilitas politik dan tidak membiarkan penumpang gelap di dalam pemerintahan yang membawa agenda berbeda, bahkan melangkahi hak presidensial.
“Kedua, presiden agar menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah harus ekstra hati-hati saat menaikkan harga Bahan Bakar Minyak, Tarif Dasar Listrik dan Gas. Ketiga, kebutuhan pokok ini mempengaruhi kehidupan rakyat banyak secara langsung. Karena itu setiap kenaikan harga, harus menyesuaikan dengan daya tahan dan psikologi masyarakat,”
“Dengan jumlah pemuda usia 16-30 tahun sekitar 64 jiwa, mereka lah tulang punggung dalam pemanfaatan bonus demografi. Presiden harus memimpin langsung koordinasi strategis lintas kelembagaan/kementrian dalam pengarusutamaan pembangunan pemuda, dengan membuat kebijakan yang terencana, menyeluruh dan berkelanjutan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wagub Djarot Meradang Soal Peredaran Beras Plastik

Jakarta, Aktual.co — Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat langsung naik pitam saat mendengar beredarnya beras plastik yang meresahkan dan membahayakan warga khususnya di Jakarta. Tak tanggung-tanggung, Djarot mengancam akan menghukum langsung pelaku penjual beras plastik tersebut. 
“Kurang ajar itu. Bunuh orang itu. Itu bisa bunuh orang,” tegasnya di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu (20/5).
Mantan Wali Kota Blitar bahkan akan turun langsung menindak penjual dan pengedar beras plastik jika beredar di Jakarta. Djarot meminta semua pihak melaporkan jika memang ada temuan tersebut.
“Kalau ada ketemu itu lapor ya. Di mana tempatnya? Konsumen di mana? Sampai sekarang belum ada laporan (di Jakarta),” tutupnya.
Berita tentang peredaran beras plastik pertama kali muncul dari Bekasi, Jawa Barat. Dimana salah seorang warga Bekasi, Dewi Setiani merasa resah dengan beras yang dia beli Minggu (17/5) kemarin. Sebab, jenis beras yang dibeli berbeda dengan beras biasanya. Mulai dari bentuk, hingga rasa, beras ini lebih terasa seperti plastik.
Awalnya, Dewi membeli persediaan beras di Pasar Mutiara Gading Timur, Bekasi untuk diolah menjadi nasi uduk. Menurut pedagang, beras ini berasal dari Karawang dengan merek Straramos.
Ketika Dewi mengolah beras itu menjadi nasi uduk untuk dijual. Bahkan saat dia memasak untuk kedua kalinya untuk memastikan, hasilnya pun tetap aneh dan tidak nampak seperti beras pada umumnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain