Enam Perusahaan Korsel Jajaki Peluang Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa
Jakarta, Aktual.co — Sebanyak enam perusahaan asal Korea Selatan tengah menjajaki peluang investasi di bidang kelistrikan, khususnya pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBM) yang tersebar di 20 lokasi di wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.
“Satu perusahaan konsorsium yang terdiri atas empat perusahaan Korea menyampaikan bahwa pihaknya secara serius tengah membidik 20 lokasi di bidang pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBM) yang masing-masing berkapasitas 10 MW,” kata Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Himawan Hariyoga di Manado, Rabu (20/5).
Dalam acara Gelar Potensi Investasi Daerah (GPID) dan Regional Investment Forum (RIF) di Manado, Sulawesi Utara, Himawan menuturkan investasi yang dikucurkan dalam proyek PLTBM itu diperkirakan mencapai 200-300 juta dolar AS.
Lebih lanjut, ia menjelaskan ada dua pengusaha Korea lainnya yang juga menyampaikan minat investasi di sektor kelistrikan.
“Sebagian besar investor Korea memang tertarik dengan sektor kelistrikan dari energi baru dan terbarukan. Ini cukup menggembirakan mengingat sektor ini masuk dalam bidang usaha prioritas yang gencar di dorong pemerintah untuk mewujudkan program 35.000 MW dalam lima tahun,” katanya.
Selain di sektor kelistrikan, Himawan mengatakan ada satu perusahaan Jerman yang tengah menjajaki potensi kerja sama “joint venture” dengan PT PAL di bidang galangan kapal.
Perusahaan Jerman itu bergerak di bidang usaha industri pendukung kepelabuhanan (materials handling and handling system).
“Dari Taiwan juga ada yang melakukan penjajakan investasi dengan daerah setempat, termasuk di dalamnya sektor kemaritiman dan pariwisata,” katanya.
Kegiatan GPID dan RIF yang diselenggarakan BKPM bersama Badan Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) daerah di Manado pada 20-21 Mei 2015 fokus pada pengembangan investasi di sektor kemaritiman dan pariwisata khususnya di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara yang memiliki potensi tersebut.
Selain melakukan kegiatan promosi investasi daerah, kegiatan tersebut juga memfasilitasi para calon investor dan investor yang hadir untuk melakukan “one-on-one meeting” dengan para pemangku kepentingan di daerah baik kalangan pemerintah maupun dunia usaha.
Artikel ini ditulis oleh:
















