4 April 2026
Beranda blog Halaman 36092

Pasca Putusan PTUN, Golkar Sumut Buka Kembali Penjaringan Balon Kepala Daerah

Medan, Aktual.co — Pasca keluarnya Keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang membatalkan Surat Keputusan (SK) Menkumham terkait Kepengurusan Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Ancol, DPD Golkar Sumut kembali membuka penjaringan bakal calon (balon) kepala daerah (Kdh).
“Penjaringan bakal calon (balon) pada pemilihan kepala daerah (pilkada) dilanjutkan hingga pertengahan Juni 2015,” ujar Ketua DPD I Golkar Sumut Ajib Shah, di Kantor DPD Golkar Sumut, Medan, Selasa (19/5).
Ajib mengaku bahwa sebelumnya memang ada keraguan, baik di tingkat DPD II dan para bakal calon untuk mendaftar. Namun, pasca putusan PTUN, keraguan itu akhirnya terjawab.
“Kini terjawab dengan adanya Keputusan PTUN ini, sudah jelas statusnya. Silahkan buka kembali pendaftaran dan kasih kesempatan bagi semua pihak,” tukasnya.
Pada kesempatan itu, Ajib mengapresiasi netralitas pemerintah dalam menghadapi polemik Golkar yang berkepanjangan. Menurutnya, keputusan PTUN Jakarta itu sangat dinantikan masyarakat yang ingin mengetahui kepastian hukum keabsahan Golkar. 
“Saya berterima kasih kepada pemerintah yang tidak mengintervensi hukum. Ini kegembiraan rakyat,” tukasnya.
Sementara itu, terkait persiapan menghadapi Pilkada di 23 kabupaten/kota di Sumut, pihaknya telah membentuk tim penjaringan. Begitupun, keputusan bakal calon yang diusung merupakan hak penuh DPD Golkar kabupaten kota.
Mekanisme yang akan berjalan, sambungnya, dimana DPD tingkat II akan memutuskan 3 hingga 5 nama balon melalui pleno yang melibatkan pengurus kecamatan. Hasilnya, kemudian diserahkan kepada DPD I untuk proses penjaringan di tingkat Provinsi untuk selanjutnya pada pertengahan Juni 2015 untuk proses selanjutnya di DPP.
“Kewenangan mutlak di tangan DPD II, karena pengurus di kabupaten kota yang menjadi mata, telinga dan mulut dalam menentukan balon kandidat. Sedangkan DPD I hanya konsultasi, bukan intervensi,” jelas Ajib.
Turut mendampingi sejumlah ketua DPD II, diantaranya Ketua DPD Golkar Medan Syaf Lubis, Ketua DPD Labuhan Batu Selatan Rahmadi serta Ketua DPD Sibolga Sahlul Umur Situmeang. Ajib mengajak kader yang mendukung kubu Agung Laksono untuk bersama-sama menghadapi Pilkada yang akan berlangsung di 23 kabupaten kota se-Sumut.

Artikel ini ditulis oleh:

Heboh! Beras Palsu dari Plastik Beredar di Bekasi

Jakarta, Aktual.co — Apa jadinya jika bahan makanan pokok manusia seperti beras kini disusupi kandungan zat berbahaya yang mematikan? Dan begitulah yang terjadi, kini publik tengah dihebohkan dengan beredarnya beras palsu yang terbuat dari kandungan resin beracun yang terdapat pada plastik.  Dari penelusuran Aktual.co di laman Strait Times, peredaran beras plastik itu sudah tersebar hingga negara-negara Asia seperti India, Indonesia hingga Vietnam. Dari sejumlah video yang tersebar di sosial media memperlihatkan pembuatan beras plastik tersebut. Beras plastik diduga terbuat dari kentang, ubi jalar, dengan resin sintetik yang kemudian dibentuk menyerupai bulir-bulir bakal nasi. Wujudnya tetap keras meski telah dimasak. Beras palsu itu disebut-sebut umum dijual di pasar China, terutama di Taiyuan Provinsi Shaanxi.
Syahdan, baru-baru ini warga Bekasi dihebohkan dengan penemuan beras palsu yang terbuat dari plastik di bilangan Pasar Mutiara Gading Timur, Kecamatan Mustika Jaya. Hal tersebut berawal dari cerita seorang pedagang makanan di Bekasi, Dewi Septiani yang mengaku mendapatkan beras plastik yang bentuknya sangat mirip dengan beras asli.
“Ketika saya memasak untuk membuat bubur dan nasi uduk, kok beda ya? Tidak seperti beras sebelumnya.Padahal saya beli dengan harga Rp.8000 di tempat langganan saya,” ujar Dewi berkicau dalam akun Instagramnya.
Dalam hal ini, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa mengonsumsi beras palsu tersebut bisa berakibat mematikan atau merusak sistem pencernaan. Mengonsumsi nasi dari beras plastik sebanyak tiga mangkuk kecil itu bahkan setara dengan memakan satu tas plastik.   “Beberapa zat, seperti resin pada plastik tidak boleh dimakan, apalagi dalam jangka panjang. Sebab bisa menimbulkan implikasi negatif pada sistem pencernaan,” kata Kepala ahli gizi National Heart Institute (IJN), Mary Easaw-John.
Menindaklanjuti penemuan beras palsu ini, Polsek Bantar Gebang pada Selasa (19/5) kemarin segera bertindak mengambil sampel beras 1 karung untuk diteliti di laboratorium, polisi juga meminta keterangan para penjual dan pegawai kios beras. 
“Informasinya (beras plastik), kami langsung mendatangi lokasi dan mengamankan satu setengah karung dari toko beras tersebut, selanjutnya kita ke laboratorium dulu untuk pengecekan secara bukti nyata,” kata Kapolsek Bantar Gebang Kompol Gatot Suyanto kepada wartawan, ditulis Rabu (20/5).
Selain mengamankan beras palsu tersebut, polisi juga mengamankan pemilik toko dan karyawannya. Kapolsek mengimbau masyarakat agar waspada terhadap peredaran beras oplosan yang diduga terbuat dari plastik ini.
“Ada kemungkinan tidak hanya satu toko beras yang diduga menjual beras plastik ini. Ada toko lainnya dan kami masih menelusuri penyuplai beras tersebut,” ujar Gatot.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Langkah Bareskrim Memeriksa Tersangka Korupsi Kondensat

Jakarta, Aktual.co — Badan Reserse Kriminal Mabes Polri sudah melakukan pemeriksaan terhadap 28 saksi dalam kasus korupsi kondensat, yang telah melibatkan Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi dan PT TPPI.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Viktor Edi Simanjuntak mengaku, akan melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka korupsi kondensat. Baca juga: Ini ‘Dosa’ Sri Mulyani di Kasus Penjualan Kondensat TPPI
“Soal pemeriksaan tersangka itu nanti setelah pemeriksaan saksi selesai. Jika konstruksi pidananya lengkap baru kita melangkah ke tersangka,” kata Victor Simandjutak di Mabes Polri, Rabu (20/5).
Tak berhenti disitu, sambung dia, pihaknya juga akan mencari tahu keterlibatan Menteri Keuangan era itu, yakni Sri Mulyani dalam kasus tersebut. Baca juga: Korupsi Kondensat, Polri Sudah Periksa 28 Saksi
“Kalau nanti memang sangat penting dan kita harus mencari dalangnya dari ini semua serta pastinya mereka yang ikut didalamnya juga harus dipanggil.” Baca juga: Penyelesaian Hutang TPPI Atau Bagi-bagi Uang?

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Demo Peringati Harkitnas, Jalan di Jakarta Sepi Kendaraan

Jakarta, Aktual.co — Jelang aksi mahasiswa memperingati Hari kebangkitan Nasional (Harkitnas), arus lalu lintas di depan Istana Negara atau sepanjang Jalan Merdeka Utara masih lengang.

Pantauan di lokasi, Rabu (20/5), jalan di depan istana yang bakal dijadikan salah satu ‘target’ aksi massa masih aman untuk dilintasi kendaraan umum, maupun pribadi.

Sementara petugas Kepolisian dan TNI sudah berjaga-jaga di depan Istana dan Monas sisi utara dilengkapi dengan kendaraan taktis seperti Barracuda, Water Cannon, dan kendaraan militer pendukung lainnya.

Sekitar 2000 massa hari ini akan turun ke jalan untuk memperingati hari kebangkitan nasional. Titik unjuk rasa dikabarkan akan dipenuhi massa di depan Istana Negara, Bundaran Hotel Indonesia, dan Tugu Proklamasi.

Kapolda Metro Jaya Unggung Cahyono menyebutkan, untuk mengawal jalannya unjuk rasa kepolisian telah menyiapkan 7.610 personel. Pasukan terdiri atas Satgasda Polda Metro Jaya 3.250 personel, Satgares 2.200 personel, Kodam Jaya 300 personel, Pemprov DKI Jakarta 230 personel, dan Polri 1.500 personel.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Inilah Rekayasa Lalu Lintas Peringati Harkitnas

Jakarta, Aktual.co — Inilah beberapa titik lalu lintas yang di rekayasa oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk mencegah terjadinya kepadatan akibat unjuk rasa memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

1. Bundaran HI (Jalan MH Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman)
a. Arah Jalan Jenderal Sudirman: Kendaraan diarahkan melalui Jalan Teluk Betung-Jalan Kebon Kacang/Dukuh Atas-Jalan Kendal.
b. Arah Bundaran Air Mancur: Kendaraan diarahkan melalui Jalan Wahid Hasyim-Jalan Agus Salim/Jalan Sabang-Jalan Sultan Sahrir.

2. Istana Negara (Jalan Medan Merdeka Utara).
a. Jalan MH. Thamrin menuju Harmoni: Kendaraan dialihkan melalui Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Abdul Muis-Jalan Majapahit-Jalan Gajah Mada
Kendaraan diarahkan melalui Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Veteran.
b. Dari arah Harmoni: Kendaraan diarahkan menuju Jalan Juanda-Jalan Pos-Jalan Gedung Kesenian-Jalan Lapangan Banteng Utara-Jalan Lapangan Banteng Barat-Jalan Pejambon-Jalan Ridwan Rais.
c. Kendaraan diarahkan menuju Jalan Suryopranoto -Jalan Balikpapan-Jalan Cideng Timur.
d. Kendaraan diarahkan melalui Jalan Majapahit-Jalan Abdul Muis-Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Kebon sirih.
e. Dari arah Stasiun Kota ke Harmoni: Kendaraan diarahkan menuju lampu lalu lintas Olimo-Mangga Besar-Gunung Sahari-Jalan Sukarjo Wiryopranoto-Pecenongan dan Jalan Samanhudi. Kendaraan diarahkan melalui Jalan Zaenul Arifin.

3. Gedung DPR/MPR (Jalan Gatot Subroto arah Slipi)
a. Dari arah Semanggi: Kendaraan dari arah Semanggi diarahkan melalui Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Gelora-Jalan Palmerah Utara.
b. Dari arah Jalan Sisingamangaraja/Jalan Jenderal Sudirman: Kendaraan dari arah Jalan Sisingamangaraja diarahkan melalui Jalan Asia Afrika-Jalan Pintu 1 Senayan-Jalan Gelora 1-Palmerah Utara.
c. Dari arah Jalan S. Parman: Kendaraan diarahkan melalui Jalan Pejompongan-Jalan Penjernihan-Jalan Gelora 1.

4. Kemenakertrans (Jalan Gatot Subroto arah ke Pancoran)
Semanggi menuju Pancoran: Kendaraan di lampu lalu lintas Kuningan diarahkan belok kanan melalui Jalan Rasuna Said-Jalan Kapten Tendean-flyover Tegal Parang. Kendaraan di lampu lalu lintas Kuningan dibelokkan ke kiri ke arah Jalan Rasuna Said-Casablanca-Jalan Latuharhari.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamanan Demo Harkitnas Ketat

Beberapa anggota Polisi berjaga di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), Bunderan HI, Rabu (20/5/2015). Pengamanan dilakukan mengantisipasi isu demo besar-besaran memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Polri menurunkan 7.610 personil anggotanya untuk mengamann aksi. AKTUAL/MUNZIR

Berita Lain