4 April 2026
Beranda blog Halaman 36093

Dituding Menteri ESDM, Syarief Hasan: Demokrat Sangat Tidak ‘Happy’

Jakarta, Aktual.co — Partai Demokrat memprotes keras tuduhan Menteri ESDM Sudirman Said terkait pemberantasan mafia migas pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Politisi Partai Demokrat Syarief Hasan mengaku tidak senang dengan tudingan mafia berhenti di meja SBY yang kala itu menjabat sebagai presiden (Baca: Dituding Tak Berantas Mafia Migas, SBY Minta Sudirman Said Klarifikasi).
“Demokrat sangat tidak ‘happy’,” ujar Syarief Hasan, di Jakarta, Rabu (20/5).
Syarief membantah bahwa saat menjabat sebagai presiden, SBY menghalangi pembubaran Petral. Selama sepuluh tahun surat usulan pembubaran Petral tidak pernah mendarat di meja SBY.
“Dia memberikan info tidak betul,” katanya.
Anggota Komisi I DPR itu meminta agar Menteri ESDM tidak membuat berita sensasional hanya untuk menarik perhatian, demi menunjukan bahwa dirinya bekerja dengan baik.
Menurutnya, ucapan Sudirman telah mendeskreditkan SBY. “Itu tidak baik bagi menteri sekelas Sudirman Said,” tuturnya
Terkait pernyataan itu, Syarief meminta agar Sudirman segera memberi klarifikasi dan meminta maaf kepada SBY secara terbuka. Sebab, hal tersebut telah mencoreng nama SBY (Baca: Ini Jawaban Sudirman Said Merespon Pernyataan SBY).
.

Artikel ini ditulis oleh:

Psikolog: Beberapa Faktor Pemicu Orang Tua Telantarkan Anak

Jakarta, Aktual.co — Psikolog dari Klinik Terpadu Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Pela 9 Jane Cindy mengatakan terdapat beberapa faktor yang bisa memicu orang tua tega menelantarkan anak-anaknya.

“Untuk mengetahui secara pasti penyebabnya, diperlukan pemeriksaan psikologis lebih lanjut kepada orang tua. Namun, faktor penyalahgunaan obat atau pengalaman di masa lalu bisa menjadi faktor pemicu,” kata Jane Cindy dihubungi di Jakarta, Rabu (20/5).

Menanggapi kasus penelantaran lima anak yang dilakukan orang tuanya di Cibubur, Cindy menduga bisa saja disebabkan karena penggunaan obat-obatan. Apalagi, petugas gabungan saat menggerebek rumah tersebut menemukan narkoba.

Menurut Cindy, dengan adanya temuan narkoba, bisa diduga penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau “substance abuse” menjadi faktor pemicu orang tua tega menelantarkan anak-anaknya.

“Mungkin juga di masa kecilnya, orang tua merupakan korban penelantaran anak atau ‘child abuse’. Pengalaman di masa lalu itu juga bisa menjadi pemicu,” tuturnya.

Cindy mengatakan penelantaran orang tua bisa membuat seseorang secara tidak sadar mengulangi perlakuan yang mereka terima di masa kecil tersebut kepada anak-anaknya.

“Anak bisa mengalami trauma ketika ditelantarkan orang tuanya karena merasa ditolak sehingga menarik diri dari lingkungan sosial, menutup diri, tidak mampu menaruh kepercayaan terhadap orang lain dan akhirnya kemampuan bersosialisasinya tidak berkembang dengan baik,” katanya.

Sebelumnya, petugas gabungan Polda Metro Jaya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Sosial menggerebek sebuah rumah di kawasan Cibubur Jakarta Timur, Kamis (14/5).

Petugas mengamankan Utomo Permono dan Nurindria Sari terkait dugaan penelantaran terhadap lima anaknya. Dalam penggerebekan tersebut, petugas gabungan menyelamatkan kelima anak pasangan tersebut dan menemukan 0,85 gram sabu-sabu.

Polisi telah menetapkan pasangan tersebut sebagai tersangka atas dugaan kepemilikan sabu-sabu berdasarkan Pasal 112 dan 114 Subsider Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Belasan Tahun Reformasi, AEPI: Bangsa Ini Semakin Tak Ada Jalan Keluarnya

Jakarta, Aktual.co — Selama 17 Tahun Indonesia menjalankan reformasi, tidak ada satu pun perubahan yang membawa kepada cita-cita diimpikan. 
Melainkan, hanya terjadi kekacauan yang semakin lama semakin menambah beban persoalan bangsa dan seolah tidak ada jalan keluarnya.
Demikian disampaikan peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng dalam acara diskusi,  di Jakarta, Selasa (19/5).
“Kekacauan politik, rusaknya sistem hukum dan ambruknya ekonomi yang semakin dalam terjadi selama 17 tahun reformasi,” ungkap dia.
Masih kata dia, saat ini penguasa hanya membuat berbagai undang-undang dan kebijakan untuk memperebutkan jabatan, dengan tujuan agar dapat memperkaya diri, keluarga, kelompok dan modal asing yang menjadi tuannya.
Kebijakan kenaikan suku bunga bank, kebijakan harga energi, tarif dasar listrik, tarif kereta api dan lain-lain, mencekik rakyat melalui UU dan peraturan penguasa.
“Melalui UU dan peraturan pula, pemerintah memberi keleluasaan kepada modal asing untuk mengeruk kekayaan negara. Pemerintah menjadi pelaku utama berbagai pelanggaran UU,” ujarnya.
Daeng menilai ketidakpastian  kebijakan pemerintah yang berubah dalam hitungan jam dan hari, menambah permasalahan sistem ketatanegaraan Indonesia saat ini.
“Rakyat kini tidak lagi percaya pada penguasa dan seluruh UU serta peraturan yang menopangnya.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Lagi, Perampokan Renggut Nyawa Korban di Jakbar

Jakarta, Aktual.co — Aksi perampokan yang menyebabkan jatuhnya korban hingga tewas kembali terjadi. Kali ini aksi perampokan terjadi di Komplek KFT, Cengkareng, Jakarta Barat yang membuat Saprianto (49) tewas meregang nyawa setelah dilukai oleh perampok.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Tosriadi Jamal mengatakan peristiwa terjadi shubuh tadi.

“Korban mengalami luka di bagian kepala akibat senjata tajam,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (20/5).

Dikatakan Jamal para pelaku menghabisi nyawa korbannya lantaran pelaku ingin menguasai harta dan berharga milik korban.

“Uang senilai R17 juta dan dua unit handphone milik korban hilang,” tuturnya.

Lebih lanjut Jamal menambahkan kalau hingga saat ini pihaknya tengah memburu para pelaku perampokan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban.

“Masih melakukan pemeriksaan terlebih dahulu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Soal Tudingan Menteri ESDM, EWI Nilai SBY Terlalu “Lebay”

Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean mengatakan agar mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak perlu menanggapi lebay pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said.
Hal itu menyusul pernyataan Menteri ESDM bahwa pemberantasan mafia migas dan pembubaran Petral selalu berhenti di meja kerja SBY ketika menjabat sebagai presiden.
“Tidak perlu ditanggapi oleh Mantan Presiden SBY secara berlebihan. Mulai dari kicauan di Twitter, Facebook dan media lain yang justru semakin menguatkan bahwa apa yang disampaikan oleh Sudirman Said benar sehingga SBY begitu ketakutan dan berjuang mati-matian untuk membersihkan namanya,” kata Ferdinand dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (20/5).
“SBY terlalu lebay menanggapi apa yang disampaikan oleh Sudirman Said,” tambah dia.
Menurut dia, yang dimaksud kantor presiden itu belum tentu presiden, bisa saja usulan pembubaran Petral berhenti di staf presiden, karena pada masa SBY menteri BUMN kala itu Dahlan Iskan sudah pernah bicara keras untuk membubarkan Petral meski ide itu tiba-tiba lenyap dan batal.
“SBY justru harus introspeksi diri dalam hal ini, karena tidak mungkin SBY tidak tahu akan praktek mafia di Petral. SBY tidak perlu berlindung dibalik kalimat tidak pernah ada usulan yang sampai dimeja presiden, padahal SBY harusnya sudah tau tentang itu karena media sudah memberitakan dan Dahlan Iskan selaku menteri sudah bicara. Jangan pura-pura tidak tau lah SBY,” tandas salah satu kordinator Relawan Jokowi-JK itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

BMKG: Jabodetabek Pagi Cerah Berawan

Jakarta, Aktual.co —Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memprakirakan pagi ini, Rabu (20/5) wilayah Jabodetabek cerah berawan.
Siang hari, wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Bekasi diperkirakan berawan. 
Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan mengguyur Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Depok. Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan mengguyur Bogor dan Tangerang.
Malam hari, seluruh wilayah Jabodetabek diperkirakan berawan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain