4 April 2026
Beranda blog Halaman 36094

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, BNI Sumbang 70 Persen dari Total Nilai Proyek

Jakarta, Aktual.co — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) turut berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung bersama dengan dua bank BUMN lainnya.
“BNI menyumbang pembiayaan sebesar 70 persen dari total nilai proyek,” kata Corporate Secretary BNI Tribuana Tunggadewi di Jakarta, Rabu (20/5), usai penandatanganan nota kesepahaman pembiayaan bersama proyek pelabuhan Kuala Tanjung, di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Ia menerangkan penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama BNI Achmad Baiquni bersama dua perwakilan dari bank BUMN lainnya serta perwakilan dari pemegang saham PT PMT, disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Menurut dia, besaran biaya proyek pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, mencapai Rp 3,176 triliun. “BNI akan ‘mensupport’ lebih dari separo,” katanya.
Pembiayaan itu, kata dia, dilakukan untuk pembangunan pelabuhan “multipurpose” di Kuala Tanjung yang konstruksinya dimulai pada Mei 2015. “Ditargetkan konstruksi akan selesai dalam waktu dua tahun,” katanya.
Bantuan pembiayaan pembangunan pelabuhan akan disalurkan oleh BNI melalui pelaksana Proyek Pelabuhan Kuala Tanjung, yaitu PT Prima Multi Terminal (PMT) yang merupakan “joint venture” antara PT Pelindo I (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Tunggadewi mengungkapkan tujuan penandatanganan MoU untuk menciptakan sinergi usaha dengan prinsip yang saling menguntungkan antara pihak perbankan dengan perusahaan infrastruktur.
Kerja sama yang dilakukan oleh tiga bank milik negara itu, juga menunjukkan hubungan baik yang terus ditunjukan oleh bank-bank BUMN. “Ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan BNI terhadap sektor kemaritiman yang merupakan sektor strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” kata dia.
Ia menganalisa sektor maritim menjadi fokus dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kala sehingga sejalan dengan program BNI selama ini. Hal itu dibuktikan, hingga Desember 2014, BNI telah membiayai sektor kemaritiman senilai Rp 8,7 triliun baik dari skala mikro hingga skala korporasi.
“Ke depan, BNI akan terus meningkatkan dukungan terhadap pertumbuhan di sektor kemaritiman dengan menyediakan layanan perbankan yang terbaik bagi para pelaku usaha dan ‘stakeholder’,” katanya.
Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan bagian dari Project Integrai Sei Mangkei yang bertujuan meningkatkan pelayanan ekspor curah (CPO) dan peti kemas di Sumatera Utara dan daerah sekitarnya.
Dengan target kedalaman laut LWS -14 m, wilayah itu akan dapat dilabuhi oleh kapal berukuran besar, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik serta perekonomian di Sumatera Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

IHSG Dibuka Naik 25 Poin ke Level 5.293,43

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini bergerak di zona hijau. Pada pra pembukaan perdagangan saham Rabu (20/5/2015), IHSG menguat 18,83 poin (0,36 persen) ke level 5.288,21. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG masih menguat 25 poin (0,47 persen) ke level 5.293,43. Indeks saham LQ45 menguat 0,58 persen ke level 921,31. 
Pada pembukaan perdagangan pagi ini seluruh saham acuan bergerak di zona positif, sebanyak 96 saham menghijau, 30 saham melemah dan 64 saham lainnya stagnan. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.296,64 dan terendah 5.285,09, dan diperkirakan akan bergerak di kisaran di 5.250 hingga 5.300.
Asjaya Indosurya Securities dalam risetnya mengemukakan  IHSG berhasil melanjutkan pergerakan naiknya, seiring dengan rilis data ekonomi BI Rate yang belum berubah.
“Pola uptrend jangka pendek semakin terbentuk dengan jelas,” ujar Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya, Rabu (20/5).
Ia menjelaskan, support berada pada level 5.199, dengan target resistance level pada 5.285 yang perlu ditembus untuk makin memperkokoh pola uptrend. Akumulasi terlihat terus berlanjut dalam pergerakan IHSG.
“Hari ini potensi kenaikan akan kembali terlihat di IHSG,” ucapnya.
Dalam risetnya, William mengungkapkan sejumlah saham yang menjadi bursa pada perdagangan hari ini adalah JSMR, BBNI, WIKA, BWPT, BBTN, PTPP, dan AKRA.

Artikel ini ditulis oleh:

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp13.176

Jakarta, Aktual.co — Laju nilai mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini dibuka di teritori negatif. Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index pada pagi ini, Rabu (20/5), mata uang Garuda dibuka melemah 0,6% ke level Rp13.176 dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan Selasa (19/5) kemarin, yakni di level Rp13.098.
Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya mengemukakan laju nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Rabu (20/5) berpotensi tertekan hingga akhir perdagangan.
“Rupiah berpeluang tertekan hari ini dengan dollar index yang semakin kuat,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta.
Rangga mengatakan indeks dolar menguat tajam menjelang rilis notulensi FOMC meeting dini hari tadi. Penguatan dolar terutama dipicu oleh membaiknya angka building permits serta housing starts AS.
Membaiknya neraca perdagangan Zona Euro gagal, membawa sentimen penguatan ke euro, setelah angka inflasi belum berhasil beranjak dari 0% YoY. Pengumuman ECB untuk memperbesar jumlah pembelian obligasi 2 bulan ke depan juga berhasil menekan euro.
Pada perdagangan kemarin, tambahnya, rupiah melemah semenjak pembukaan bersama dengan mata uang lain di Asia. Namun berhasil menguat di penghujung hari, setelah BI Rate diumumkan tetap.
BI tidak memangkas BI rate tetapi meluncurkan kebijakan makroprudensial, untuk mendorong pertumbuhan pinjaman yang lebih cepat. “Pernyataan BI menunjukkan kekecewaan terhadap pertumbuhan di kuartal I/2015, dan seakan menyalahkan rendahnya serapan anggaran infrastruktur pemerintah,” kata Rangga.

Artikel ini ditulis oleh:

Dolar Semakin Liar, BI Rate Tak Mampu Angkat Rupiah

Jakarta, Aktual.co — Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya mengemukakan laju nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Rabu (20/5) berpotensi tertekan hingga akhir perdagangan.
“Rupiah berpeluang tertekan hari ini dengan dollar index yang semakin kuat,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta.
Rangga mengatakan indeks dolar menguat tajam menjelang rilis notulensi FOMC meeting dini hari tadi. Penguatan dolar terutama dipicu oleh membaiknya angka building permits serta housing starts AS.
Membaiknya neraca perdagangan Zona Euro gagal, membawa sentimen penguatan ke euro, setelah angka inflasi belum berhasil beranjak dari 0% YoY. Pengumuman ECB untuk memperbesar jumlah pembelian obligasi 2 bulan ke depan juga berhasil menekan euro.
Pada perdagangan kemarin, tambahnya, rupiah melemah semenjak pembukaan bersama dengan mata uang lain di Asia. Namun berhasil menguat di penghujung hari, setelah BI Rate diumumkan tetap.
BI tidak memangkas BI rate tetapi meluncurkan kebijakan makroprudensial, untuk mendorong pertumbuhan pinjaman yang lebih cepat. “Pernyataan BI menunjukkan kekecewaan terhadap pertumbuhan di kuartal I/2015, dan seakan menyalahkan rendahnya serapan anggaran infrastruktur pemerintah,” kata Rangga.

Artikel ini ditulis oleh:

BI Rate Tetap, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan hari ini, Rabu (20/5), Asjaya Indosurya Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak di kisaran 5.199 – 5.285.
Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan IHSG berhasil melanjutkan pergerakan naiknya, seiring dengan rilis data ekonomi BI Rate yang belum berubah.
“Pola uptrend jangka pendek semakin terbentuk dengan jelas,” kata William dalam risetnya, Jakarta, Rabu (20/5).
Ia menjelaskan, support berada pada level 5.199, dengan target resistance level pada 5.285 yang perlu ditembus untuk makin memperkokoh pola uptrend. Akumulasi terlihat terus berlanjut dalam pergerakan IHSG.
“Hari ini potensi kenaikan akan kembali terlihat di IHSG,” ucapnya.
Dalam risetnya, William mengungkapkan sejumlah saham yang menjadi bursa pada perdagangan hari ini adalah JSMR, BBNI, WIKA, BWPT, BBTN, PTPP, dan AKRA.

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Minyak Dunia Turun Dipicu Kenaikan Dolar AS

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak dunia turun pada Selasa (19/5) waktu setempat atau Rabu (20/5) pagi WIB, karena kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global bangkit kembali digabung dengan kenaikan tajam dolar AS.
Melansir laman AFP, Rabu (20/5), patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun 2,25 dolar AS menjadi berakhir pada 57,99 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent North Sea untuk Juli, acuan kontrak berjangka Eropa, ditutup pada 64,02 dolar AS per barel di perdagangan London, turun 2,25 dolar AS dari penyelesaian Senin.
Dolar naik tajam terhadap euro untuk hari kedua berturut-turut setelah seorang pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan bank akan meningkatkan program stimulus pembelian asetnya pada Mei dan Juni untuk mengimbangi perkiraan pelambatan pasar di bulan-bulan mendatang.
Dolar juga menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa karena data ekonomi yang keluar dari negara itu positif. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang lainnya, naik 1,12 persen menjadi 95,274 pada akhir perdagangan.
Sebuah laporan yang kuat pada pembangunan perumahan AS juga memberi dukungan terhadap greenback, membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih mahal dan kurang menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
Penurunan harga minyak mentah “juga mengingatkan tingkat kelebihan pasokan pasar saat ini, dengan kelebihan pasokan/permintaan global kuartal kedua diperkirakan di 2,0 juta barel per hari atau lebih,” kata Tim Evans dari Citi Futures.
Para pedagang tampak muncul untuk tumbuh lebih pesimis menjelang laporan mingguan persediaan minyak AS yang akan dirilis pada Rabu.
Departemen Energi AS (DoE) diperkirakan melaporkan persediaan minyak mentah AS turun dua juta barel dalam pekan yang berakhir 15 Mei, menurut Bloomberg News. Tetapi stok tetap di dekat tingkat rekor tertinggi.
Gene McGillian dari Tradition Energy mencatat bahwa persediaan AS telah jatuh dua minggu sebelumnya namun “tingkat produksi, yang saya katakan adalah lebih penting, telah turun sedikit tetapi masih di atas 9,3 juta barel per hari di AS.” Kelebihan pasokan telah menyeret pasar minyak mentah turun. Pertumbuhan pasokan global kemungkinan akan melebihi permintaan sekitar 1,3 juta barel per hari tahun ini, Badan Informasi Energi AS (EIA).
Total produksi minyak mentah AS rata-rata diperkirakan 9,3 juta barel per hari pada Maret. EIA memproyeksikan jumlah rata-rata produksi minyak mentah AS 9,2 juta barel per hari pada 2015 dan 2016.
Arab Saudi, produsen minyak mentah utama, mengatakan mengekspor 7,898 juta barel minyak mentah per hari pada Maret, tingkat tertinggi sejak November 2015.
Analis Commerzbank juga mengatakan bahwa pasar sedang didiskon gejolak di Irak, Suriah dan Yaman karena ancaman geopolitik terhadap pasar minyak.
“Ketakutan bahwa pertempuran di Irak dan Yaman bisa menghambat pasokan minyak jelas telah memberikan cara untuk penilaian yang lebih bijaksana, selama dua belas bulan terakhir telah menunjukkan bahwa kekhawatiran tersebut dibesar-besarkan,” kata mereka dalam catatan penelitian.
“Dalam kenyataannya, pasokan minyak dari kawasan itu terus meningkat.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain