4 April 2026
Beranda blog Halaman 36097

Demi Kumpul Bersama Keluarga pada Ramadan, Zaskia Tolak ‘Job’ Sinetron

Jakarta, Aktual.co — Bulan suci Ramadan sebentar lagi tiba.  Tepatnya jatuh di pertengahan bulan Juni 2015 mendatang. Banyak artis ibu kota baik papan atas maupun pemain baru mendapati banyak job untuk mengisi tayangan Ramadan selama satu bulan penuh.

Namun, berbeda dengan keluarga bahagia Hanung Bramantyo bersama Zaskia Adya Mecca ini yang menginginkan keutuhan rumah tangganya selama menjalankan ibadah Puasa selama satu bulan penuh.

“Sudah enam tahun aku sama mas Hanung sibuk syuting saat Lebaran. Kali ini mas Hanung lambaikan tangan ke kamera untuk stop aktivitas di bulan Ramadan. Dia ingin kita semua kumpul saat Ramadan, bisa buka dan sahur bareng,” ujar Zaskia, di Jakarta, pada Selasa (19/5)

Nampaknya, Zaskia mensyukuri adanya bisnis fesyen yang digelutinya saat ini, sehingga ia tetap memiliki kesibukan saat Ramadan.

“Alhamdulillah ya punya bisnis baru di bidang fashion. Apalagi di bulan Ramadan kalau rejeki nggak kemana, apalagi sebentar lagi Lebaran, ibarat padi, ya panen,” candanya.

Untuk diketahui, Zaskia sudah melakukan off syuting terhadap beberapa sinetron Ramadan, dimana ia berencana menjadi model pameran tahunan. Ia mengatakan bahwa saat ini, dirinya ingin fokus di bisnis butiknya dan keluarga.

“Memang lagi fokus ke butik dan keluargaku, jadi selama Lebaran paling aku off syuting dulu palingan nerima beberapa yang reguler saja,” paparnya lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Polrestabes Makassar Kerahkan Dua Ribu Lebih Personel Amankan Aksi Harkitnas

Jakarta, Aktual.co — Polrestabes kota Makassar, Sulawesi Selatan, akan mengerahkan 2.611 personel untuk mengawal demonstran yang akan menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Rabu (20/5).

Personel yang diterjunkan untuk mengamankan aksi demo ini, akan ditempatkan di lokasi titik yang diperkirakan menjadi konsentrasi massa aksi.

Kepala Bagian Operasional Polrestabes Makassar, AKBP Abdul Azis, mengatakan 2000 lebih personel yang akan diterjunkan besok untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa, merupakan gabungan personel dari kesatuan brimob, sabhara, polantas, intelejen, polwan dan TNI.

“Untuk aksi besok, kami akan menjalankan protap. Kami berharap unjuk rasa tetap berjalan baik dan tidak anarkis,” katanya di Makassar, Selasa (19/5).

Abdul Azis menuturkan, personel tersebut ditempatkan di titik yang sering kali dan menjadi konsentrasi massa aksi diantaranya kantor Gubernur Sulsel, kantor DPRD Sulsel, Flyover Jalan Urip Sumohardjo, Pertigaan Jalan Pettarani-Alauddin, dan beberapa kampus.

“Kita juga siagakan personel di batas kota Makassar-Maros dan Makassar-Gowa untuk mengantisipasi mobilisasi massa dari luar kota Makassar,” tuturnya.

Selain menurunkan personel, Polrestabes Makassar juga akan menyiagakan empat unit water canon, baracuda, empat unit mobil pemadam kebakaran dan ambulans.

Artikel ini ditulis oleh:

Iran Kepincut Bangun Pabrik Aspal di Batam

Jakarta, Aktual.co —   Investor bidang minyak dan gas asal Iran berniat mengembangkan pabrik pengolahan aspal di Kabil, Batam yang berpotensi menjadi penghubung (hub) Asia bagi jalur pelayaran dunia dan pasokan aspal di Selat Malaka.

“Investor Iran setidaknya membutuhkan luas lahan sekitar 40 hektare sampai 80 hektare untuk pabrik. Jika pembangunan pabrik itu terwujud, proyek itu ditaksir akan membuat Batam menjadi hub bagi negara-negara pembeli aspal dari Iran,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono di Batam, Selasa (19/5).

Andi mengatakan, mengantarkan langsung investor Iran yang mau membangun pabrik aspal untuk melihat lahan di Kawasan Kabil yang rencananya akan dibangun pabrik penglohan.

“Perusahaan tersebut memang bergerak dalam minyak dan gas. Namun untuk di Batam mereka akan mengembangkan aspal sebagai varian dari usaha tersebut,” kata dia.

Di Batam sendiri, selama ini mendapat pasokan aspal yang dibeli dari Singapura yang juga mendapat pasokan dari Iran, sama seperti Tiongkok yang juga menyerap pasokan aspal dari negara tersebut.

“Singapura dan Tiongkok juga membeli dari Iran. Jadi kalau dibangun di Batam, jalur distribusi untuk Kepri dan negara-negara lain akan lebih mudah,” kata Andi.

Untuk mendukung hal tersebut, Iran juga berniat membangun tangki pemanas aspal atau Asphalt Oriented Refinery Plant sendiri di atas lahan tersebut setelah tangki milik Pertamina tidak bisa dipakai untuk menjaga suhu panas aspal di 180 derajat celsius.

“Saat ini tengah tahap negosiasi dengan Pertamina mengenai lahan yang hendak disewa. Mereka juga akan bangun tangki sendiri jika ini terwujud,” ujar dia.

Dengan rencana investasi Iran tersebut, kata Andi, menunjukkan bahwa Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam masih menjadi salah satu yang menarik bagi investor.

“Lahan untuk menyerap investasi di Batam masih memungkinkan untuk menyerap banyak investasi baru. Hanya saja perlu tambahan-tambahan insentif agar semakin banyak investasi masuk,” kata Andi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hampir Satu Juta Anak di Nepal Tak Bisa Sekolah Pasca Gempa

Jakarta, Aktual.co — Hampir satu juta anak di Nepal tak bisa kembali ke sekolah setelah gempa bumi memporak-porandakan negeri itu pada April.

Kondisi itu menyoroti perlunya untuk menangani pendidikan secara darurat, kata seorang juru bicara PBB di Markas Besar PBB, New York, Senin (18/5) waktu setempat.

“Di Nepal, hampir satu juta anak tak bisa kembali ke sekolah dan seruan darurat bagi pendidikan hanya baru menerima 1,3 persen dana yang diperlukan, sehinga anak-anak menghadapi resiko penyelundupan, kerja paksa dan pelecehan,” kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq dalam taklimat harian, dikutip dari Xinhua, Selasa (19/5).

Utusan Sekretaris Jenderal PBB bagi Pendidikan Global Gordon Brown mengatakan peristiwa tragis di Nepal menggambarkan betapa mendesaknya keperluan untuk menangani pendidikan dan juga keperluan bagi dana kemanusiaan global untuk membiayai kegiatan yang relatif bagi bantuan mendesak, kata Haq.

Menurut satu laporan dari Kementerian Pendidikan Nepal, 12.550 ruang kelas dan 1.016 sistem pemasok air ke daerah sekolah hancur total. Lebih dari 4.070 ruang kelas mengalami keretakan besar dan sebanyak 6.889 ruang kelas lagi mengalami kerusakan kecil.

Pemerintah Nepal telah menunda tanggal pembukaan kembali sekolahnya pada 29 Mei, 15 hari lebih lama daripada tanggal sebelumnya tapi semua sekolah tersebut tampaknya tak bisa melaksanakan perintah karena bangunannya porak-poranda dan kekurangan ruang terbuka bagi instalasi sementara.

Wakil Dana Anak PBB (UNICEF) untuk Nepal Tomoo Hozumi mengatakan pada awal Mei bahwa sekolah mesti dibuka kembali tepat pada waktunya untuk memperkecil gangguan terhadap pendidikan dan resiko kekeasan serta penyelundupan.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Bantu Timnas Sepakbola Indonesia U-23?

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga, mengaku akan membantu penyelenggaraan pertandingan uji coba timnas sepakbola Indonesia U-23, yang akan beruji coba dengan Timnas Malaysia U-23, pada Kamis (21/5) di Bandung, Jawa Barat.

“Kami sudah minta Deputi IV Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga Kemenpora, Djoko Pekik Irianto agar membantu timnas untuk try out melawan Malaysia,” kata Deputi V Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto di gedung Kemenpora, Jakarta, Selasa (19/5).

Untuk diketahui, Kemenpora belum mampu untuk menyelesaikan permasalahan dalam olahraga di Indonesia. Seperti peralatan latihan untuk para atlet yang akan mengikuti SEA Games Singapura 2015, yang hingga saat ini belum bisa diberikan, padahal SEA Games sudah tinggal hitungan hari.

Beberapa cabang olahraga mengaku mengeluh dengan keterlambatan pengadaan peralatan tersebut. Dan jika Kemenpora akan membantu timnas sepakbola Indonesia U-23 untuk melakukan uji tanding, maka hal itu akan menjadi diskriminasi bagi cabang olahraga lainnya.

Ujicoba menghadapi Malaysia akan menjadi ujicoba terkahir timnas U-23 sebelum akhirnya mereka bertolak ke Singapura pada 27 Mei 2015. Di SEA Games, Indonesia tergabung dalam Grup A bersama dengan Myanmar, Filipina, Kamboja, dan tuan rumah Singapura.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Teliti Para Calon Anggota Pansel Pimpinan KPK

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang meneliti rekam jejak para calon Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait banyaknya desakan dari berbagai pihak mengenai nama-nama yang akan masuk ataupun tidak.
“Iya dong (dipertimbangkan), semuanya kami laporkan ke Presiden,” ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/5).
Ia memastikan, Presiden juga sudah mendapat informasi terkait adanya desakan dari berbagai kalangan yang meminta supaya tidak melibatkan Prof Romli Atmasasmita, dan ahli hukum Margarito Kamis dalam Pansel tersebut dengan berbagai alasan.
Namun, kata dia, Presiden belum memutuskan apakah akan memasukan dua nama tersebut atau tidak dalam Pansel karena sedang melakukan proses tracking untuk mengetahui rekam jejak masing-masing calon.
Pratikno mengatakan proses pembentukan Pansel masih dalam tahap finalisasi.
Ia berharap dalam pekan ini, sudah terbentuk Pansel tersebut dengan komposisi tujuh atau sembilan orang pengurus.
“Banyak masukan mengenai track record dari masing-masing calon. Akan dipelajari satu-satu,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain