3 April 2026
Beranda blog Halaman 36103

Istana Pastikan Anggota Pansel KPK Bebas Kepentingan

Jakarta, Aktual.co — Pihak Istana memastikan bahwa nama-nama anggota panitia seleksi (pansel) KPK yang terpilih bebas dari kepentingan.
Nama-nama pansel tersebut akan segera diumumkan oleh Presiden Jokowi dalam waktu dekat ini (Baca: Aktivis Anti Korupsi Minta Jokowi Selektif Pilih Pansel KPK).
“Ada yang minta ada psikolog di pansel untuk tahu kejiwaan, terima kasih atas masukannya. Orang yang berpengalaman dari head hunter juga penting itu. Semuanya kami laporkan ke presiden,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di Jakarta, Selasa (19/5).
Menurutnya, nama-nama pansel dipastikan berdasarkan  pertimbangan dari masyarakat dan akan ditelusuri track recordnya.

Artikel ini ditulis oleh:

BI: Kebijakan LTV Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi 0,1 Persen

Jakarta, Aktual.co — Rencana Bank Indonesia (BI) yang akan mengkaji ulang kebijakan rasio pinjaman kredit terhadap nilai aset atau Loan to Value (LTV) terhadap Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kendaraan bermotor akan memiliki dampak yang cukup baik bagi pertumbuhan  ekonomi Indonesia. Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan dengan melonggarkan kebijakan LTV, maka pertumbhan ekonomi tahun ini akan meningkat 0,05 persen, dan pada tahun depan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 0,1 persen.

“Tapi tu ceteris paribus, belum ditambah lagi persepsi bisnis membaik, persepsi bankir mulai geiat, sehingga kami balance antara moneter yang belum bisa bergerak setiap titik, tapi kami merelaksasi kebijakan makroprudensial,” ujar Perry di kantor BI Jakarta, Selasa (19/5).

Lebih lanjut dikatakan dia, pelonggaran kebijakan LTV tersebut merupakan kebijakan yang bersifat agresif dan akomodatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. “Tapi kalau kita bicara growth itu akan ada supply dan demand, dari supplynya kredit kita dorong dari perbankan, demand nya ini lah stimulus fiskal, ini akan mendorong permintaan ekonomi.”

Sementara itu, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan pelonggaran LTV nantinya mendorong pembiayaan kredit untuk properti dan kendaraan bermotor. Menurutnya, dengan pelonggaran LTV bisa dilakukan pembiayaan secara lebih aktif dan tidak mengorbankan kualitas.

“Secara umum kalau kredit mengucur baik akan membuat pertumbuhan ekonomi lebih baik. tapi tak langsung berhubungan ke CAD (Current Account Deficit), dampaknya ke pertumbuhan ekonomi akan cukup memadai. Jadi karena properti dan motor mobil punya kontribusi baik ke ekonomi.” pungkasnya.

Untuk diketahui, BI akan mengkaji ulang kebijakan LTV untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dan kendaraan bermotor dengan merelaksasi pembayaran uang muka (down payment). Tujuannya, untuk lebih meningkatkan aspek kehati-hatian bank dalam penyaluran kredit properti. Hal ini mempertimbangkan bahwa pertumbuhan kredit pemilikan properti (KPP) masih tinggi terutama di tipe-tipe tertentu.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tim Transisi Belum Miliki Kesekretariatan

Jakarta, Aktual.co — Tim Transisi yang dibentuk oleh Menpora Imam Nahrawi yang bertugas untuk mengambilalih kepengurusan PSSI yang dibekukannya, belum memiliki kantor kesekretariatan, meski Surat Keputusan (SK) sudah diterbitkan.

Menpora yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa itu, belum bisa menjawab lokasi kesekretariatan tim bentukannya itu.

“Terkait hal teknis sempat ada pertanyaan sekretariat di mana, kemudian tim pendukunganya seperti apa? nanti tim transisi yang akan menjelaskan semua,” kata Menpora di kantornya, Jakarta, Selasa (19/5).

Tim Transisi dibentuk oleh Menpora, untuk menjalankan kompetisi menggantikan kompetisi Indonesia Super League (ISL), karena tak direkomendasi oleh Menpora untuk digulirkan akibat dibekukannya PSSI.

“Saya sudah suruh mereka untuk menyiapkan juru bicara,” ucapnya.

Namun untuk diketahui, siapa klub-klub yang akan mengikuti kompetisi di bawah pengelolaan Tim Transisi, hingga saat ini belum diketahui.

Awalnya, Menpora ingin PT Liga Indonesia (PT LI) selaku operator kompetisi ISL, bergabung dengan tim tersebut. Namun, PT LI dan klub peserta ISL tak menginginkan hal itu, jika tak melibatkan PSSI.

Artikel ini ditulis oleh:

Psikolog: Menyendiri Jadikan Anda Lebih Kreatif

Jakarta, Aktual.co — Waktu sendirian tentu saja berbeda dari kesepian, yang membawa beberapa risiko kesehatan, termasuk peningkatan risiko penyakit jantung dan depresi. Tapi, disisi lain ‘me time’ adalah ide yang cukup mengagumkan bagi sebagian yang lain.

Sendirian akan membuat Anda lebih kreatif.
“Puluhan tahun penelitian telah secara konsisten menunjukkan bahwa kelompok  brain storming memikirkan ide-ide jauh lebih sedikit daripada orang-orang yang bekerja sendiri,” ujar Keith Sawyer,  Psikolog dari Washington University.

Kesendirian mungkin juga membuat  bekerja lebih ekstra.
Mungkin Anda ingat, proyek kelompok di sekolah? Ada yang disebut dengan konsep “kemalasan sosial” atau asumsi bahwa sedikit usaha harus diberikan karena lebih dari satu orang yang terlibat.

Mengambil tugas sendiri mungkin cara terbaik untuk menyelesaikannya dengan cepat serta efisien. Jika Anda seorang introvert, waktu sendirian adalah kunci untuk kebahagiaan.

Bukan rahasia umum, bahwa ‘introvert’ berinteraksi secara berbeda dengan dunianya dan salah satu hal yang paling penting untuk ‘introvert’ adalah mengambil waktu sendiri.

Mengambil kegiatan sendiri juga dapat membantu kita bertemu orang baru. Sementara itu, menghabiskan waktu sendiri juga bisa membantu menghilangkan depresi, terutama pada remaja. Serta bisa melakukan apa yang sebenarnya Anda ingin lakukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Palyja Terapkan Teknologi Pengolahan Air Dari Kanal Banjir Barat

Jakarta, Aktual.co — Operator penyediaan dan pelayanan air bersih untuk wilayah barat DKI Jakarta PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) menerapkan teknologi baru Moving Bed Bio-film Reactor (MBBR) dengan memanfaatkan sumber air Kanal Banjir Barat (KBB).

“Teknologi pengolahan air MBBR tersebut merupakan yang pertama diterapkan untuk sektor air minum di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Ini salah satu upaya peningkatan pelayanan kami kepada masyarakat,” kata Presiden Direktur Palyja Jacques Manem di Jakarta, Selasa (19/5).

Pada prosesnya, menurut dia, teknologi MBBR menggunakan medium-medium kecil yang dinamakan METEOR untuk melakukan pra-pengolahan air baku yang diambil dari KBB yang baku mutunya sangat buruk karena telah tercemar oleh limbah domestik maupun industri.

“Proses ini akan menguraikan kadar polutan dalam air, seperti amoniak sehingga layak menjadi air baku untuk selanjutnya diolah menjadi air minum. Dengan teknologi ini, KBB berkontribusi memasok air sebesar 550 liter per detik untuk konsumsi sekitar 200.000 orang,” ujar Jacques.

Dia menuturkan teknologi tersebut bertujuan meningkatkan pasokan air kepada sebanyak 150.000 masyarakat di bagian barat Jakarta, sekaligus merupakan langkah awal kami untuk mencapai 95 persen cakupan pelayanan di tahun 2020 mendatang.

“Tahun ini, kami memang berupaya keras untuk menambah pasokan air baku dari sumber air yang tersedia namun sangat tercemar di Jakarta. Dengan begitu, kebutuhan warga akan air bersih dapat kami penuhi,” tutur Jacques.

Selain penerapan teknologi MBBR, dia mengungkapkan Palyja juga memiliki sejumlah rencana dalam rangka peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat, diantaranya pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pesanggrahan yang dapat menambah 1200 lps air baku.

Kemudian, bekerja sama dengan PAM Jaya, PALYJA berencana mengambil air baku dari IPA di Bekasi yang diharapkan dapat memberi tambahan sebesar 3000 lps. Lalu, PALYJA juga berencana membangun proyek booster pump Fatmawati dan Harmoni, serta memperkuat jaringan di kawasan TB Simatupang, Gedong Pajang, Muara Baru dan transmisi Pluit Line.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

DBS: Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Meningkat

Jakarta, Aktual.co —  Tim ekonom DBS Bank menilai dengan rencana akselerasi pemerintah dalam merealisasikan proyek-proyek infrastruktur, defisit transaksi berjalan akan meningkat hingga ke level yang stagnan dengan beberapa tahun terakhir.

Laporan tim ekonom DBS Bank untuk Asia Tenggara dan India periode Mei yang diperoleh di Jakarta, Selasa (19/5), menyebutkan defisit neraca transaksi berjalan diprediksikan masih bertahan di kisaran tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto pada akhir 2015 atau sekitar 26 miliar dolar AS.

“Defisit transaksi berjalan yang tampaknya akan stabil adalah di angka sekitar 2 persen dari PDB, namun kami memiliki ekspektasi bahwa di akhir tahun angka ini akan mendekati 3 persen dari PDB,” ujar tim DBS yang berbasis di Singapura.

DBS mengapresiasi kinerja transaksi berjalan yang memberikan sinyal positif pada triwulan I 2015 dengan penurunan defisit 0,8 persen dibanding triwulan IV 2014 atau menjadi 3,8 miliar dolar AS dari 5,7 miliar dolar AS.

Namun DBS menilai agresivitas dalam memacu pertumbuhan di tiga triwulan mendatang akan mendorong penarikan pembiayaan asing.

Lazimnya, dengan akselerasi pemerintah untuk memacu pembangunan infrastruktur, transaksi impor barang modal dan bahan baku/penolong akan meningkat.

Sementara, DBS juga menyoroti pembiayaan asing atau utang luar negeri yang diperkirakan juga akan meningkat pada beberapa triwulan mendatang untuk memenuhi kebutuhan pembangunan oleh swasta dan pemerintah.

Pada akhir triwulan I 2015, utang luar negeri tumbuh sebesar 7.6 persen atau sebesar 298,1 miliar dolar AS. Jumlah tersebut menunjukkan pelambatan jika dibanding periode sama di 2014 yang pertumbuhannya mencapai 10,2 persen.

“Kekhawatiran terkait pembiayaan asing sudah menurun, namun tidak benar-benar hilang,” demikian laporan DBS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain