3 April 2026
Beranda blog Halaman 36104

Ahok Takut Tegur Galian Pipa Milik BUMN

Jakarta, Aktual.co — Penggalian pipa secara sembarangan yang banyak dilakukan oleh sejumlah perusahaan milik negara banyak membuat beberapa titik jalan di Jakarta mengalami kerusakan dan dalam proses pengerjaannya kerap membuat kemacetan.

Menanggapi hal tersebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku, tidak berani menegur perusahaan negara yang melakukan penggalian tersebut.
 
“Sanksinya nggak jelas juga karena mereka berkuasa juga. Sama kaya Pertamina, PLN, Telkom. Kamu berani ngga potong kabelnya PLN? Nongol dan ditanam di dalam gotnya kita. Nah kita ditekan gitu,” katanya, Selasa (19/5).

Dikatakan Ahok sapaan Basuki kalau hasil dari penggalian tersebut banyak membuat beberapa saluran tersumbat. Ahok juga mengaku dari pada berurusan dengan PLN, Telkom ataupun Pertamina, dirinya lebih memilih menginstruksikan Dinas Kebersihan membersihkan saluran air yang dipenuhi sampah.

“Nanti kita mau kasih nomor undian saja lah biar orang bersihin sampah yang depan gotnya sampai bersih, asal dapat 6 kali bisa lapor dan dapat undian di HUT Jakarta sama di tahun baru,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

BI: Pertumbuhan Ekonomi Tidak Secepat Perkiraan

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tidak secepat perkiraan semula. Hal ini seiring pemulihan ekonomi global yang berjalan masih tidak seimbang dan perkiraan pertumbuhan ekonomi AS dan Tiongkok yang lebih rendah dari perkiraan semula.

Gubernur BI, Agus Martowrdojo mengatakan perkiraan ekonomi AS tersebut didorong oleh melambatnya kegiatan produksi, terutama akibat menurunnya permintaan eksternal sejalan dengan penguatan dolar AS terhadap mata uang dunia. Perkembangan ini, kata dia, telah mendorong berlanjutnya ketidakppastian waktu dan besarnya kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) di AS dan tekanan pembalikan modal portfolio dari emerging markets.

“Perlambatan ekonomi juga dialami Tiongkok yang ditandai oleh terus melemahnya sektor perumahan dan sektor produksi manufaktur, walaupun berbagai kebijakan pelonggaran telah dilakukan untuk menahan perlambatan ekonomi. Sebaliknya, perekonomian Eropa diperkirakan terus membaik ditopang pelonggaran kondisi moneter dan keuangan serta dampak penurunan harga minyak,” ujar Agus di kantor BI Jakarta, Selasa (19/5).

Lebih lanjut dikatakan Agus, perekonomian dunia yang melambat berdampak pada harga komoditas internasional yang masih terus menurun, meskipun harga minyak dunia mulai kembali mengalami kenaikan. Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2015 melambat, namun diperkirakan akan membaik pada triwulan-triwulan mendatang.

“Belum terealisirnya belanja pada beberapa kementerian dan lembaga yang baru serta masih terbatasnya belanja modal terkait dengan implementasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah mengakibatkan lemahnya kinerja konsumsi pemerintah dan investasi bangunan,” pungkasnya.

Agus juga mengatakan secara spasial, perlambatan ekonomi pada triwulan I 2015 terjadi hampir merata di seluruh wilayah Indonesia, baik di wilayah Jawa dan Jakarta, yang mengandalkan sektor manufaktur, maupun wilayah Sumatera dan Kalimantan, daerah penghasil komoditas sumber daya alam.

“BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan membaik terutama pada semester II-2015, didukung oleh meningkatnya konsumsi dan investasi sejalan dengan meningkatnya realisasi pengeluaran fiskal oleh pemerintah serta meningkatnya penyaluran kredit oleh perbankan,” pungkasnya.

Untuk diektahui, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2015 tercatat sebesar 4,7 persen, melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Said Aqil: Janji Pemimpin Tidak Ditepati, Rakyat Wajib Taat atau Tidak?

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siraj MA mengatakan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 yang digelar di Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus 2015 mendatang, akan membahas berbagai permasalahan terkini.
Diantaranya, menyangkut ekologi atau hubungan antar manusia serta dengan lingkungan, siyasah atau politik terkini, biomedis khususnya kesehatan lingkungan, serta menyangkut kepemimpinan nasional.
“Janji pemimpin pemerintahan yang tidak ditepati, apakah rakyat wajib mentaati atau tidak, itu bagaimana? Kemudian bagaimana kudeta terhadap terhadap pemimpin dan masih banyak yang lainnya,” tegas Kyai Said didampingi Rois Syuriah, Ahmad Ishomuddin, di Jakarta, Selasa (19/5).
Dalam diskusi tentang ‘NU dan Indonesia: Tantangan ke Depan Perkembangan Umat dan Bangsa’ di salah satu hotel di Jakarta, Kyai Said menyatakan bahwa berbagai permasalahan yang berkaitan erat dengan kepentingan rakyat mendesak untuk dibahas. 
“Ini menyangkut seluruh rakyat Indonesia mendesak dilakukan. Ini bukan masalah kecil yang perlu dibahas ulama se-Indonesia,” katanya.
Kategorisasi pembahasannya melalui Lajnah Bahtsul Masail dalam beberapa poin. Dari permasalahan yang kasuistik hingga permasalahan tematik hingga menyangkut aturannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Menpora Terbitkan SK Tim Transisi

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk Tim Transisi, yang dibentuknya untuk mengambilalih kepengurusan PSSI yang dibekukannya.

“Saya sampaikan bahwa saya sudah tanda tangan SK Tim Transisi, sehingga fix, mulai hari ini sudah bisa bekerja,” kata Menpora di kantornya, Jakarta, Selasa (19/5).

Dalam SK tersebut, jelas politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu, hanya berisi 13 anggota dari 17 anggota yang direncanakan.

“Ya, kalau yang sudah nyata-nyata mundur dengan surat, itu tidak kami cantumkan,” katanya.

Seperti diketahui, sebanyak empat orang anggota tersebut yang sempat ditunjuk oleh Menpora, mengundurkan diri dengan berbagai macam alasan masing-masing.

Empat orang yang mengudurkan diri adalah, Velix Wanggai, Farid Husain, Darmin Nasution, Ridwan Kamil, dan FX Hadi Rudyatmo.

Artikel ini ditulis oleh:

Ajukan Banding, Menkumham Disebut Memiliki Agenda Politik

Jakarta, Aktual.co — Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia Said Salahudin mengatakan bila kepentingan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly akan tampak jelas bila mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara tentang sengketa Partai Golkar.
“Banding itu pada hakikatnya dilakukan oleh pihak yang kalah karena merasa kepentingannya dirugikan oleh putusan pengadilan. Dalam hal ini, kerugian apa yang diperoleh Menkumham?” kata Said Salahudin, di Jakarta, Selasa (19/5).
Said menilai permasalahan kepengurusan Partai Golkar merupakan kepentingan politik dua pihak yang bersengketa, yaitu kepengurusan hasil Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie dan hasil Munas Ancol pimpinan Agung Laksono, bukan kepentingan pemerintah.
Karena itu, bila Menkumham benar-benar mengajukan banding, maka akan semakin menegaskan adanya agenda politik dari Yasonna dan pihak-pihak di belakangnya untuk mengintervensi Partai Golkar.
“Karena itu, saya mengingatkan kepada Presiden Joko Widodo selaku pemegang kekuasaan pemerintahan di bidang hukum yang kekuasaannya dijalankan Menkumham, untuk memerintahkan Yasonna tidak melakukan banding,” tuturnya.
Tak hanya itu, dirinya juga mendesak Jokowi untuk memberhentikan Yasonna dari jabatan Menkumham. Hal itu perlu dilakukan karena setiap kebijakan menteri dipertanggungjawabkan kepada presiden.

Artikel ini ditulis oleh:

Iran Serukan Dialog Mengenai Krisis Yaman di Negara Netral

Jakarta, Aktual.co — Ali Akbar Velayati, Penasehat Pemimpin Spiritual Iran, menyerukan di Beirut, Lebanon, untuk diselenggarakannya dialog mengenai krisis Yaman di satu negara netral.

Velayati mengadakan pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Lebanon, Tammam Sallam dan Ketua Parlemen Nabih Berri. Mereka membahas krisis di Yaman dan menyerukan dialog di satu negara netral.

“Arab Saudi adalah salah satu pihak yang terlibat dalam konflik itu, jadi negara tersebut tak boleh menjadi tuan rumah dialog antara semua pihak,” kata Velayati seperti dilaporkan Xinhua, Selasa (19/5).

Ia menyatakan PBB dapat menangani dialog tersebut, tapi berkeras lokasinya adalah aspek penting yang harus dipertimbangkan. Ia juga menyeru Arab Saudi agar menghentikan “serangan brutalnya terhadap warga sipil yang tak berdosa di Yaman”.

Velayati berada di Beirut untuk kunjungan satu-hari bagi pembicaraan dengan para pejabat Lebanon.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain