3 April 2026
Beranda blog Halaman 36118

Pakar: Terlihat KPK Tak Profesional Usut Kasus Komjen BG

Jakarta, Aktual.co — Kasus dugaan korupsi yang dituduhkan kepada Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan, sudah dilakukan gelar perkara oleh Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Gelar Perkara itu dilakukan pada bulan April lalu.
Pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Chairul Huda berpendapat, bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi terlihat sangat tidak profesional menetapkan Komjen Budi sebagai tersangka. Baca juga: Victor: Penyidik Anggap Kasus Dugaan Korupsi BG Tak Laik
“Karena tidak ada dasar sama sekali dalam penetapan tersangka itu. Baru setelah penetapan tersangka ada pemeriksaan beberapa orang saksi dari pihak bank. Itupun hanya berisi konfirmasi adanya transaksi. Juga penyitaan terhadap slip bank. Sama sekali tidak ada pemeriksaan terhadap pentransfer atau untuk apa transfer itu dilakukan,” kata Chairul ketika berbincang dengan Aktual.co, Selasa (19/5).
Doktor hukum pidana termuda itu pun membeberkan isi dari gelar perkara itu. Dalam gelar itu juga, sambung dia, dipertimbangkan pendapat jaksa peneliti dari Kejagung yang melakukan analisis sangat dalam (15 halaman lebih), yang memiliki kesimpulan bahwa berkas penyidikan itu sama sekali tidak cukup untuk menentukan adanya tindak pidana dan penetapan BG sebagai tersangka.
“Jadi menurut saya memang sangat tidak laik kasus itu dibuka kembali penyidikannya,” kata Chairul. Baca juga: Polri Akui Sudah Gelar Perkara Dugaan Korupsi Komjen BG

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

DPR Sebut Aksi 20 Mei Sebagai Bentuk Koreksi Terhadap Pemerintah

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyebut mahasiswa memang seharusnya mengoreksi pemerintah melalui aksi yang rencananya dilakukan pada 20 Mei, atau yang disebut ‘Mei Menggugat’.
Fadli mengaku mengapresiasi aksi yang dilakukan  mahasiswa di depan Istana Negara untuk mengkaji dan mengoreksi pemerintahan Jokowi-JK.
“Saya kira mahasiswa memang harus melakukan kajian dan analisa untuk mengoreksi pemerintah. Dan saya sangat apresiasi aksi besok,” ujar Fadli di DPR, Jakarta, Selasa (19/5).
Namun, Fadli meminta mahasiswa untuk tetap konsisten menyuarakan aspirasi rakyat dengan tidak membawa agenda lain untuk aksi tersebut.
“Jangan mau didomplengi kepentingan lain. Harus menyuarakan dengan dasar yang kuat dan dengan intelektual yang kuat,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Rumah Baru di Tiongkok Turun Hingga 6,1 Persen

Jakarta, Aktual.co — Harga rumah baru di Tiongkok selama delapan bulan berturut-turut hingga April 2015 mengalami penurunan. Hal tersebut menunjukkan sektor properti menjadi hambatan terbesar bagi ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Harga rata-rata rumah baru di 70 kota besar di Tiongkok turun hingga 6,1 persen dari tahun lalu. Ini menandai salah satu risiko terbesar bagi pertumbuhan ekonomi raksasa Asia, yang berada di jalur paling lambat dalam seperempat abad tahun ini.

Harga rumah di Beijing mengalami kenaikan untuk selama dua bulan berturut-turut hingga April. Sementara itu, harga rumah baru di Shanghai naik untuk pertama kalinya dalam satu tahun terakhir.

Sepert dilansir BBCBusiness, Selasa (19/5), namun secara keseluruhan harga di sebagian besar kota-kota kecil mencapai 60 persen dari penjualan nasional.

Para analis mengatakan, bahwa data terakhir akan terus menambah tekanan pada para pembuat kebijakan untuk memudahkan dan memperkenalkan langkah-langkah stimulus untuk meningkatkan perekonomian.

Pihak berwenang telah mereda dimana peraturan pajak dan persyaratan down-payment pada bulan Maret dan awal bulan ini, suku bunga Bank Sentral juga dipangkas untuk ketiga kalinya sejak November untuk mengambil pinjaman.

Namun demikian, pertumbuhan investasi real estate bergeser ke tingkat terendah sejak 2009 di kuartal pertama tahun ini. Pertumbuhan jatuh ke 8,5 persen pada bulan Januari sampai dengan Maret.

Untuk diketahui, menurut Nationals Biro Statistik, turun dari 10,4 persen dalam dua bulan pertama tahun ini. Sektor properti menyumbang sekitar 20 persen dari ekonomi Tiongkok.

Artikel ini ditulis oleh:

Sambut Hari Kota Jakarta, PHL DKI Dibekali Smartphone

Jakarta, Aktual.co — Asisten Sekretariat Daerah (Setda) DKI, Bidang Pemerintahan, Bambang Sugiyono menegaskan perekrutan 18.000 Pekerja Harian Lepas (PHL) bakal selesai Juni mendatang. Hal itu dimaksudkan untuk menyambut hari jadi kota Jakarta.

“Juni nanti menjelang ulang tahun Jakarta, itu kan seluruh PHL keluar melaksanakan tugasnya sehingga di Jakarta ini semua pakai seragam orange,” kata Bambang kepada wartawan, Selasa (19/5).

Setiap kelurahan di Jakarta, kata Bambang, nantinya bakal disiapkan 40-70 orang dikali 247‎ kelurahan. Sementara anggaran yang disiapkan ditiap kelurahan, berkisar Rp 2,1-3 Miliar/Kelurahan tergantung kebutuhan ditiap kelurahan.

Uang tersebut dikelola langsung oleh Lurah dan diawasi Camat maupun Walikota untuk proses akuntabilitas pengelolaan anggaran.

Sementara sistem kerjanya, tiap PHL nantinya bakal disiapkan peralatan-peralatan termasuk bahan bangunan semen. Kemudian lurah juga menyiapkan mobil pick up untuk membawa barang-barang tersebut.

“Jadi sistemnya zonasi. Dia itu persis kalau diibaratkan itu gampangnya kayak pembantu rumah tangga. Pembantu rumah tangga kan serabutan, ada sampah di jalan, dia yang urus,” ungkap Bambang.

Dikatakan Bambang para PHL ini juga bakal dibekali smartphone guna terintregrasi dengan Jakarta Smart City. “Contoh kalau misalnya di kebon sirih ada dua orang, Ahmad sama Bedu, nama itu akan kita masukan ke smart city. Supaya gini, warga juga bisa kontak melalui Qlue apabila kebon sirih kotor atau melaporkan kalau si Bedu dan si Ahmad itu gak ada‎. Itu mempengaruhi hasilnya setiap bulan. Kan nanti dievaluasi, gaji mereka nanti dipotong,” bebernya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Belajar Bisnis di 7-Eleven

Direktur Komersial PT Modern Sevel Indonesia Ivan Budiman (kiri) menjelaskan ruang penyimpanan produk kepada Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) Prof Roesdiman Soegiarso (kanan) dan para Mahasiswa Untar di Outlet 7-Eleven Matraman, Jakarta, Selasa (19/5). PT Modern Sevel Indonesia memberikan kesempatan bagi para mahasiswa Untar melakukan praktek kerja untuk menimba ilmu dan pengalaman, juga akan memberikan bantuan finansial berupa beasiswa bagi para mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi tetapi memiliki prestasi akademik yang cemerlang. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

BKPM Targetkan Investasi Hijau Skotlandia USD100 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berupaya menggaet investor-investor asal Skotlandia untuk menggarap proyek investasi hijau di Indonesia yang ditargetkan bisa mencapai USD100 miliar pada tahun 2019. BKPM membidik Skotlandia mengingat negara di Britania Raya itu memiliki komitmen terdepan dalam pengembangan energi terbarukan di Eropa.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga berharap para investor Skotlandia tertarik untuk menanamkan modalnya di sektor investasi hijau di Indonesia.

“Kami telah menjelaskan kebijakan terbaru investasi dan peluang investasi bidang energi baru dan terbarukan Indonesia kepada para pengusaha energi Inggris yang menaruh minat terhadap Indonesia. Tentunya BKPM dan kantor perwakilan London sebagai kepanjangan tangan kami di Inggris akan memandu para calon investor tersebut dengan sebaik-baiknya,” ujar Hilmawan di Jakarta, Selasa (19/5).

Sebelumnya, pemerintah melalui Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2015 telah menambahkan beberapa bidang usaha ke dalam daftar penerima tax allowance. Antara lain pengusahaan tenaga panas bumi, transportasi perkotaan, dan pembangkit listrik ramah lingkungan.

Selain itu, termasuk pula industri pemurnian dan pengolahan gas alam, industri kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian (fragrance), industri lampu tabung gas (LED), pengadaan gas alam dan buatan, penampungan penjernihan dan penampungan air bersih, serta kawasan pariwisata.

BKPM optimistis dapat menggaet minat investor Skotlandia setelah berhasil mendapatkan komitmen penanaman modal sebesar USD4,01 miliar untuk investasi hijau dalam lawatannya ke Skotlandia pada awal Mei. Beberapa perusahaan bahkan telah meminta bantuan untuk mencari mitra potensial di Indonesia.

“Minat investasi tersebut pada sektor solar energy di atas 10 megawatt dan off-shore tidal energy. Beberapa perusahaan juga telah meminta bantuan kami untuk mencarikan mitra potensial di Indonesia,” katanya.

Senada dengan Himawan, Senior Manager Renewable Energy and Low Carbon Technologies Scottish Development International (SDI), Ewen Cameron juga berharap investasi energi terbarukan dari Skotlandia banyak mengalir ke Indonesia. Sebagai lembaga yang mengatur investasi Skotlandia di dalam dan luar negeri, SDI bahkan berharap bisa mengunjungi Indonesia beberapa bulan mendatang.

“Skotlandia adalah pemimpin terdepan bidang pengembangan energi terbarukan di Inggris termasuk Eropa, maka dari itu kami yakin banyak peluang kerjasama yang dapat dilakukan perusahaan-perusahaan Skotlandia dan Inggris dengan Indonesia. SDI akan ke Jakarta bersama dengan beberapa perusahaan Inggris pada tanggal 24 November 2015 mendatang untuk menjajaki investasi energi, minyak dan gas dengan Kementerian dan Lembaga terkait,” ujar Ewen.

Sebagai informasi, realisasi investasi hijau sejak 2010 hingga 2014 mencapai USD41 miliar atau setara dengan Rp486 triliun, yang terdiri dari penanaman modal asing (PMA) USD26,8 miliar dan investasi dalam negeri (PMDN) sebesar Rp139,1 triliun. Dengan total investasi sebesar Rp1.600 triliun pada periode tersebut, investasi hijau berkontribusi 30,3 persen.

Sedangkan pada tahun 2019 BKPM menargetkan penanaman modal asing (PMA) investasi hijau sebesar USD56 miliar dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp448 triliun, di mana gabungan keduanya berjumlah USD100 miliar. BKPM juga menargetkan pertumbuhan investasi hijau sebesar 20 persen setiap tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain