3 April 2026
Beranda blog Halaman 36119

Sambut Hari Kota Jakarta, PHL DKI Dibekali Smartphone

Jakarta, Aktual.co — Asisten Sekretariat Daerah (Setda) DKI, Bidang Pemerintahan, Bambang Sugiyono menegaskan perekrutan 18.000 Pekerja Harian Lepas (PHL) bakal selesai Juni mendatang. Hal itu dimaksudkan untuk menyambut hari jadi kota Jakarta.

“Juni nanti menjelang ulang tahun Jakarta, itu kan seluruh PHL keluar melaksanakan tugasnya sehingga di Jakarta ini semua pakai seragam orange,” kata Bambang kepada wartawan, Selasa (19/5).

Setiap kelurahan di Jakarta, kata Bambang, nantinya bakal disiapkan 40-70 orang dikali 247‎ kelurahan. Sementara anggaran yang disiapkan ditiap kelurahan, berkisar Rp 2,1-3 Miliar/Kelurahan tergantung kebutuhan ditiap kelurahan.

Uang tersebut dikelola langsung oleh Lurah dan diawasi Camat maupun Walikota untuk proses akuntabilitas pengelolaan anggaran.

Sementara sistem kerjanya, tiap PHL nantinya bakal disiapkan peralatan-peralatan termasuk bahan bangunan semen. Kemudian lurah juga menyiapkan mobil pick up untuk membawa barang-barang tersebut.

“Jadi sistemnya zonasi. Dia itu persis kalau diibaratkan itu gampangnya kayak pembantu rumah tangga. Pembantu rumah tangga kan serabutan, ada sampah di jalan, dia yang urus,” ungkap Bambang.

Dikatakan Bambang para PHL ini juga bakal dibekali smartphone guna terintregrasi dengan Jakarta Smart City. “Contoh kalau misalnya di kebon sirih ada dua orang, Ahmad sama Bedu, nama itu akan kita masukan ke smart city. Supaya gini, warga juga bisa kontak melalui Qlue apabila kebon sirih kotor atau melaporkan kalau si Bedu dan si Ahmad itu gak ada‎. Itu mempengaruhi hasilnya setiap bulan. Kan nanti dievaluasi, gaji mereka nanti dipotong,” bebernya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Belajar Bisnis di 7-Eleven

Direktur Komersial PT Modern Sevel Indonesia Ivan Budiman (kiri) menjelaskan ruang penyimpanan produk kepada Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) Prof Roesdiman Soegiarso (kanan) dan para Mahasiswa Untar di Outlet 7-Eleven Matraman, Jakarta, Selasa (19/5). PT Modern Sevel Indonesia memberikan kesempatan bagi para mahasiswa Untar melakukan praktek kerja untuk menimba ilmu dan pengalaman, juga akan memberikan bantuan finansial berupa beasiswa bagi para mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi tetapi memiliki prestasi akademik yang cemerlang. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

BKPM Targetkan Investasi Hijau Skotlandia USD100 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berupaya menggaet investor-investor asal Skotlandia untuk menggarap proyek investasi hijau di Indonesia yang ditargetkan bisa mencapai USD100 miliar pada tahun 2019. BKPM membidik Skotlandia mengingat negara di Britania Raya itu memiliki komitmen terdepan dalam pengembangan energi terbarukan di Eropa.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga berharap para investor Skotlandia tertarik untuk menanamkan modalnya di sektor investasi hijau di Indonesia.

“Kami telah menjelaskan kebijakan terbaru investasi dan peluang investasi bidang energi baru dan terbarukan Indonesia kepada para pengusaha energi Inggris yang menaruh minat terhadap Indonesia. Tentunya BKPM dan kantor perwakilan London sebagai kepanjangan tangan kami di Inggris akan memandu para calon investor tersebut dengan sebaik-baiknya,” ujar Hilmawan di Jakarta, Selasa (19/5).

Sebelumnya, pemerintah melalui Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2015 telah menambahkan beberapa bidang usaha ke dalam daftar penerima tax allowance. Antara lain pengusahaan tenaga panas bumi, transportasi perkotaan, dan pembangkit listrik ramah lingkungan.

Selain itu, termasuk pula industri pemurnian dan pengolahan gas alam, industri kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian (fragrance), industri lampu tabung gas (LED), pengadaan gas alam dan buatan, penampungan penjernihan dan penampungan air bersih, serta kawasan pariwisata.

BKPM optimistis dapat menggaet minat investor Skotlandia setelah berhasil mendapatkan komitmen penanaman modal sebesar USD4,01 miliar untuk investasi hijau dalam lawatannya ke Skotlandia pada awal Mei. Beberapa perusahaan bahkan telah meminta bantuan untuk mencari mitra potensial di Indonesia.

“Minat investasi tersebut pada sektor solar energy di atas 10 megawatt dan off-shore tidal energy. Beberapa perusahaan juga telah meminta bantuan kami untuk mencarikan mitra potensial di Indonesia,” katanya.

Senada dengan Himawan, Senior Manager Renewable Energy and Low Carbon Technologies Scottish Development International (SDI), Ewen Cameron juga berharap investasi energi terbarukan dari Skotlandia banyak mengalir ke Indonesia. Sebagai lembaga yang mengatur investasi Skotlandia di dalam dan luar negeri, SDI bahkan berharap bisa mengunjungi Indonesia beberapa bulan mendatang.

“Skotlandia adalah pemimpin terdepan bidang pengembangan energi terbarukan di Inggris termasuk Eropa, maka dari itu kami yakin banyak peluang kerjasama yang dapat dilakukan perusahaan-perusahaan Skotlandia dan Inggris dengan Indonesia. SDI akan ke Jakarta bersama dengan beberapa perusahaan Inggris pada tanggal 24 November 2015 mendatang untuk menjajaki investasi energi, minyak dan gas dengan Kementerian dan Lembaga terkait,” ujar Ewen.

Sebagai informasi, realisasi investasi hijau sejak 2010 hingga 2014 mencapai USD41 miliar atau setara dengan Rp486 triliun, yang terdiri dari penanaman modal asing (PMA) USD26,8 miliar dan investasi dalam negeri (PMDN) sebesar Rp139,1 triliun. Dengan total investasi sebesar Rp1.600 triliun pada periode tersebut, investasi hijau berkontribusi 30,3 persen.

Sedangkan pada tahun 2019 BKPM menargetkan penanaman modal asing (PMA) investasi hijau sebesar USD56 miliar dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp448 triliun, di mana gabungan keduanya berjumlah USD100 miliar. BKPM juga menargetkan pertumbuhan investasi hijau sebesar 20 persen setiap tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DPR: Sudirman Said Jangan Asbun Tuding SBY Lindungi Mafia Migas

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi VI DPR RI Sartono Hutomo angkat bicara terkait tudingan miring Menteri ESDM Sudirman Said kepada Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait mafia migas dan pembubaran Petral. Secara tegas Sartono meminta Sudirman Said untuk tidak Asbun alias Asal Bunyi mengenai pernyataannya yang dianggap memfitnah SBY.

“Perlu dicerna dan dicermati mengenai Pak Sudirman Said sebagai pejabat negara untuk memberikan pernyataan agar tidak mengarah fitnah. Karena apa yang disampaikan Pak Sudirman Said soal mafia migas berhenti di meja SBY saat menjadi Presiden sudah mengarah ke fitnah, lantaran tidak di dasari fakta dan data,” tegas Sartono Hutomo di Jakarta, Selasa (19/5).

Untuk itu, Sartono mendesak agar Sudirman Said segera memberikan klarifikasi atas pernyataan yang telah dilontarkan dan dianggap menyudutkan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

“Tolong Pak Sudirman untuk meminta maaf dan mengklarifikasi atas pernyataan, sesuai yang diharapkan Pak SBY,” ujarnya.

Ia juga berharap para Menteri Kabinet Kerja untuk menjaga hubungan baik antara Presiden Jokowi dan SBY.

“Jangan sampai gara-gara pernyataan Pak Sudirman Said, hubungan yang sudah terjalin baik menjadi tidak harmonis,” tukasnya.

“Karena ini sudah terjadi pemerintah Jokowi asal bunyi dalam memberikan pernyataan seperti sebelumnya soal utang IMF. Jadi perlu diluruskan agar tidak menjadi kebingungan masyarakat,” tutup dia.

Seperti diketahui, sebelumnya dalam satu diskusi terbuka di kawasan Cikini, Jakarta, pada akhir pekan lalu, Sudirman Said mengakui adanya upaya kuat dari lingkungan di luar Pertamina yang berupaya menggagalkan upaya pembubaran Petral sejak lama.

Dikatakannya, di masa pemerintahan Presiden SBY, kerap kali upaya pembenahan mafia migas ini hanya berhenti di meja kerja presiden.

“Itulah sebabnya ketika saya diundang oleh Presiden sehari sebelum ditunjuk sebagai Menteri. Beliau bertanya banyak hal termasuk soal mafia. Saya jawab, pak sebetulnya dahulu banyak kegiatan inisiatif baik dari Pertamina namun selesai di sini. Di mana? Di kantor presiden, karena presiden tidak mendukung,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kerjasama DPD dengan KPK

Ketua DPD Irman Gusman (kiri) bersalaman dengan Plt Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki (kanan) usai penandatanganan nota kesepahaman antar kedua lembaga tersebut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (19/5). Nota kesepahaman atau Memorandum of understanding tersebut berisi mengenai kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Ini Komentar Marsha Timothy Usai Menyabet ‘IMA Movie Award 2015’

Jakarta, Aktual.co — Di ajang bergengsi ‘IMA Movie Award 2015’,  aktris Marsha Timothy meraih dua piala bergengsi saat dirinya memerankan Likas dalam film berjudul ‘3 Nafas Likas’.  Istri Vino G Bastian itu meraih predikat sebagai Pemeran Wanita Terbaik dan Pemeran Wanita Favorit, sama dengan  yang didapat oleh aktor Chicco Jericho.
 
Marsha Timothy menuturkan, bahwa kedua piala ini merupakan piala pertamanya  di bidang akting.

“Enggak menyangka dan bersykur, bisa menang dua kategori yaitu terbaik dan favorit. Mungkin piala ini pengaruhnya, membuat saya bersemangat lagi untuk berkarya. Ini piala pertama saya sepanjang saya berakting,” kata Marsha Timothy, ditemui di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Senin (18/5) malam.
 
Marsha mengatakan, meskipun kedua piala berhasil diraihnya. Ia pun tak ingin kebahagiaannya itu membuatnya terlena. Justru, kata ia, piala tersebut merupakan  bonus dari kerja keras yang ia tempuh selama menggeluti dunia film.

“Yang jelas, masih banyak banget sih tantangan dan karakter yang belum dicoba. Piala ini saya dedikasikan untuk anak saya. Karena  dia, sumber kekuatan dan sumber inspirasi untuk saya. Semoga piala ini kembali memotivasi saya untuk berkarya ke depannya, ” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain