3 April 2026
Beranda blog Halaman 36120

DPR: Sudirman Said Jangan Asbun Tuding SBY Lindungi Mafia Migas

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi VI DPR RI Sartono Hutomo angkat bicara terkait tudingan miring Menteri ESDM Sudirman Said kepada Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait mafia migas dan pembubaran Petral. Secara tegas Sartono meminta Sudirman Said untuk tidak Asbun alias Asal Bunyi mengenai pernyataannya yang dianggap memfitnah SBY.

“Perlu dicerna dan dicermati mengenai Pak Sudirman Said sebagai pejabat negara untuk memberikan pernyataan agar tidak mengarah fitnah. Karena apa yang disampaikan Pak Sudirman Said soal mafia migas berhenti di meja SBY saat menjadi Presiden sudah mengarah ke fitnah, lantaran tidak di dasari fakta dan data,” tegas Sartono Hutomo di Jakarta, Selasa (19/5).

Untuk itu, Sartono mendesak agar Sudirman Said segera memberikan klarifikasi atas pernyataan yang telah dilontarkan dan dianggap menyudutkan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

“Tolong Pak Sudirman untuk meminta maaf dan mengklarifikasi atas pernyataan, sesuai yang diharapkan Pak SBY,” ujarnya.

Ia juga berharap para Menteri Kabinet Kerja untuk menjaga hubungan baik antara Presiden Jokowi dan SBY.

“Jangan sampai gara-gara pernyataan Pak Sudirman Said, hubungan yang sudah terjalin baik menjadi tidak harmonis,” tukasnya.

“Karena ini sudah terjadi pemerintah Jokowi asal bunyi dalam memberikan pernyataan seperti sebelumnya soal utang IMF. Jadi perlu diluruskan agar tidak menjadi kebingungan masyarakat,” tutup dia.

Seperti diketahui, sebelumnya dalam satu diskusi terbuka di kawasan Cikini, Jakarta, pada akhir pekan lalu, Sudirman Said mengakui adanya upaya kuat dari lingkungan di luar Pertamina yang berupaya menggagalkan upaya pembubaran Petral sejak lama.

Dikatakannya, di masa pemerintahan Presiden SBY, kerap kali upaya pembenahan mafia migas ini hanya berhenti di meja kerja presiden.

“Itulah sebabnya ketika saya diundang oleh Presiden sehari sebelum ditunjuk sebagai Menteri. Beliau bertanya banyak hal termasuk soal mafia. Saya jawab, pak sebetulnya dahulu banyak kegiatan inisiatif baik dari Pertamina namun selesai di sini. Di mana? Di kantor presiden, karena presiden tidak mendukung,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kerjasama DPD dengan KPK

Ketua DPD Irman Gusman (kiri) bersalaman dengan Plt Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki (kanan) usai penandatanganan nota kesepahaman antar kedua lembaga tersebut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (19/5). Nota kesepahaman atau Memorandum of understanding tersebut berisi mengenai kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Ini Komentar Marsha Timothy Usai Menyabet ‘IMA Movie Award 2015’

Jakarta, Aktual.co — Di ajang bergengsi ‘IMA Movie Award 2015’,  aktris Marsha Timothy meraih dua piala bergengsi saat dirinya memerankan Likas dalam film berjudul ‘3 Nafas Likas’.  Istri Vino G Bastian itu meraih predikat sebagai Pemeran Wanita Terbaik dan Pemeran Wanita Favorit, sama dengan  yang didapat oleh aktor Chicco Jericho.
 
Marsha Timothy menuturkan, bahwa kedua piala ini merupakan piala pertamanya  di bidang akting.

“Enggak menyangka dan bersykur, bisa menang dua kategori yaitu terbaik dan favorit. Mungkin piala ini pengaruhnya, membuat saya bersemangat lagi untuk berkarya. Ini piala pertama saya sepanjang saya berakting,” kata Marsha Timothy, ditemui di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Senin (18/5) malam.
 
Marsha mengatakan, meskipun kedua piala berhasil diraihnya. Ia pun tak ingin kebahagiaannya itu membuatnya terlena. Justru, kata ia, piala tersebut merupakan  bonus dari kerja keras yang ia tempuh selama menggeluti dunia film.

“Yang jelas, masih banyak banget sih tantangan dan karakter yang belum dicoba. Piala ini saya dedikasikan untuk anak saya. Karena  dia, sumber kekuatan dan sumber inspirasi untuk saya. Semoga piala ini kembali memotivasi saya untuk berkarya ke depannya, ” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pakar Sebut Kasus Korupsi Komjen BG Memang Tak Bisa Dibuka Kembali

Jakarta, Aktual.co — Badan Reserse Kriminal Mabes Polri sudah melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi, yang telah disematkan Komisi Pemberantasan Korupsi kepada Komisari Jenderal Polisi Budi Gunawan. Gelar Perkara itu dilakukan pada bulan April lalu. 
Adanya gelar perkara kasus Komjen Budi Gunawan itu pun diamini oleh pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Chairul Huda, ketika berbincang dengan Aktual.co, Selasa (19/5).
Dia mengatakan, gelar perkara kasus dugaan korupsi Komjen Budi itu dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Victor Edison Simanjuntak, dan menyimpulkan kasus tersebut tak bisa dibuka kembali. (Baca juga: Polri Akui Sudah Gelar Perkara Dugaan Korupsi Komjen BG)
“Kesimpulan saya penyelidikan yang dulu pernah dilakukan Bareskrim tidak bisa dibuka kembali, karena berkas yang diserahkan ke KPK hanya berkenaan dengan hasil penyidikan KPK yang sudah dinyatakan tidak sah oleh praperadilan. Tidak ada hasil penyelidikan KPK yang diserahkan atau barangkali bisa dijadikan dasar membuka penyidikan kembali kasus pak BG,” kata Chairul. 
Dalam gelar perkara kasus dugaan korupsi Komjen Budi juga, sambung Chairul, dihadiri oleh sejumlah pakar yakni  Teuku Nasrullah dan Yenti Garnasih. “Selain saya yang hadir sebagai pakar adalah Yenty Ganarsih dan hadir pula pak Nasrullah SH MH,” kata dia lagi. (Baca juga: Ini Pengakuan Polri Soal Gelar Perkara Kasus BG)

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Raih ‘IMA 2015’, Laura Basuki Harap Film Indonesia Maju & Dicintai

Jakarta, Aktual.co — Masuk dalam nominasi sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik untuk film berjudul ‘Haji Backpacker’, artis Laura Basuki tahun ini sukses meraih gelar di ajang ‘IMA Movie Award 2015’. Ia mengaku, tidak menyangka berhasil mendapatkan penghargaan tersebut.

“Aku santai aja, karena datang memang memenuhi undangan. Tujuanku main film bukan untuk piala, tetapi untuk menikmatinya. Kemudian, piala sebagai apresiasi aja. Piala nggak bisa dijadikan landasan untuk karier, ” ucap Laura Basuki, ditemui di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (18/5) malam.

“Yang pasti senang yah, karena sebelumnya ini pertama kali sebagai pemeran wanita pendukung. Semua saingannya sangat bagus. Aku mungkin cuma beruntung saja sih. Semua nominasinya hebat, ” sambungnya.

Namun demikian, usai menyabet Piala IMA Movie Award kali ini, bintang film ‘Haji Backpacker’ itu coba memberikan dedikasi penghargaan yang didapatnya untuk para tim film tersebut.

“Yang jelas, setiap kali dapat piala aku dedikasikan untuk cast dan crew. Semoga film indonesia terus maju dan dicintai oleh masyarakat, ” tuntas Laura.

Artikel ini ditulis oleh:

Ramadhan Pohan: Main Fitnah, Sudirman Said Layak Direshuffle

Medan, Aktual.co — Politisi Partai Demokrat merespon tudingan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyebut bahwa upaya pembenahan mafia migas kerap berhenti di meja SBY saat menjabat sebagai presiden.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Aktual.co, Selasa (19/5), Ramadhan Pohan menyebut bahwa tudingan Menteri Sudirman itu tergolong serius.
“Apalagi tusukan itu digaungkan di media massa. Artinya Menteri Said sengaja ingin tudingannya itu jadi keyakinan publik.  Seolah pada era SBY soal pembubaran Petral dan pemberantasan mafia tertahan di meja Presiden SBY,” kata Ramadhan.
Menurutnya, Presiden Jokowi tak boleh mendiamkan fitnah yang dilayangkan menteri Sudirman serta layak untuk di-reshuffle.
“Dia presiden. Jika pembantunya berbuat kesalahan fatal, ya Pak Jokowi jangan anteng saja. Menurut saya, pak Jokowi, tolong disiplinkan menteri Anda. Menteri Sudirman layak di-reshuffle secepatnya. Menteri kok main fitnah, menuduh mantan presiden pula. Sekarang bola juga ada di Pak Jokowi.  Jika Presiden Jokowi adem-ayem saja, berarti ada apa-apanya!” tandasnya.
Ramadhan mengakui bahwa SBY cukup merespon Pemerintahan Jokowi. Begitu juga kader-kader Demokrat, baik di parlemen dan fungsionaris partai.
“Kerap diinstruksi kawal dan dukung kebijakan Pro Rakyat pemerintah Jokowi. Rakyat, publik luas menjadi penilai sah atas semua relasi ini. Pak SBY memang tidak berkuasa lagi, tapi bukan berarti boleh difitnah dan dituduh ‘semau gue’. Janganlah air susu dibalas air tuba,” tukasnya.
Menurutnya lagi, terkait tudingan itu, SBY sudah mengeluarkan pernyataan klarifikasi dan bantahan. Tak hanya SBY, sebanyak lima mantan menteri era SBY dan Seskab era SBY, turut menjelaskan bahwa tak ada surat apapun ke SBY terkait Petral saat menjadi presiden (Baca: Dituding Tak Berantas Mafia Migas, SBY Minta Sudirman Said Klarifikasi).
.”Jadi, kini giliran Menteri Said klarifikasi tuduhannya kepada SBY. Di negeri ini tak ada yang kebal hukum. Tak ada pula yang boleh sengawurnya mencemarkan nama baik siapapun. Ini sangat serius.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain