5 April 2026
Beranda blog Halaman 36142

DBS Nilai Penurunan BI Rate Tidak Dorong Konsumsi

Jakarta, Aktual.co — Tim riset DBS Bank menilai, konsumsi domestik tidak akan terdorong signifikan, meskipun penurunan suku bunga acuan dilakukan Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur pekan ini.

Hasil kajian DBS menyebutkan konsumsi domestik lebih banyak terpengaruh oleh anjloknya ekspor komoditi. Sehingga, insentif dari kebijakan moneter, dan juga melemahnya nilai tukar rupiah, belum akan memacu industri untuk untuk lebih agresif.

“Menurunkan ‘BI rate’ tidak akan memberikan dampak besar untuk mendorong permintaan domestik dalam kondisi ini, selama pendapatan ekspor masih lemah dan pertumbuhan investasi kurang bersemangat,” kata tim Ekonom DBS di Jakarta, Senin (18/5).

Kinerja ekspor Indonesia pada April 2015 menunjukan sinyal keberlanjutan lesunya permintaan ekspor. Nilai eskpor pada April 2015 sebesar 13,08 miliar dolar AS atau turun 8,46 persen dibanding April 2014.

Tim Ekonom DBS memperediksikan BI akan mempertahankan suku bunga acuan 7,5 persen pada RDG 19 Mei 2015 esok.

Ketetapan suku bunga itu diambil di tengah kontraksi pertumbuhan ekonomi yang berada di level 4,71 persen, dan permintaan tentang penurunan “BI Rate” yang kerap mengemuka.

“Mempertahankan tingkat suku bunga merupakan sinyal penting,” ujar dia.

DBS menilai, pemicu akselrasi pertumbuhan ekonomi akan bertumpu pada realisasi belanja pemerintah, yang akan turut meningkatkan kepercayaan investor.

Sementara itu, DBS memperkirakan BI akan mengeluarkan kebijakan untuk menopang pertumbuhan dengan beberapa kebijakan relaksasi makroprudensial.

Kebijakan tersebut, antara lain seperti peningkatan tingkat rasio pinjaman terhadap simpanan (loan-to-deposit ratio/ LDR) dan relaksasi batas kredit terhadap nilai aset (loan-to-value/ LTV), dan juga peningkatan pertumbuhan kredit kepada UKM.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tak Tiru Luar Negeri, Mantan Wapres Ini Sebut Sistem Pemerintahan Ideal

Jakarta, Aktual.co — Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno menyebut bahwa sistem pemerintahan di Indonesia bukanlah sistem presidensial maupun parlementer.
Menurutnya, sistem pemerintahan yang tepat di Indonesia adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat. Hal ini mengingat pernyataan Bung Karno kala itu yang menyebut agar tidak mengambil sistem seperti yang ada di negara luar.
“Karena waktu negara ini akan membentuk suatu sistem pemerintahan negara, waktu itu Bung Karno mengingatkan jangan mengambil yang ada di luar, Presidensial seperti di AS, atau parlementer seperti Eropa, Inggris,” kata Try Sutrisno, di Jakarta, Minggu (17/5).
Para pendiri bangsa menegaskan untuk menggunakan sistem pemerintahan khas Indonesia, dan tak meniru yang digunakan oleh negara luar.
“Kalau konsisten, sistem dikaji, menjadi sistem MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat),” kata dia.
Dirinya menyayangkan telah terjadi perubahan yang kurang sesuai setelah masa reformasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Menaker Hanif Belum Tentukan Formula Kenaikan Upah Buruh

Jakarta, Aktual.co — Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan pihaknya belum menemukan formula yang tepat bagi upah buruh di Indonesia. Menurutnya, kenaikan upah buruh tersebut harus dilakukan setiap tahun.

“Ini harus dikembangkan terus, tapi formulanya harus ketemu dulu. Formulanya yang belum ketemu apakah melulu hanya pertimbangkan inflasi saja, apa produktivitas kerja dan lain-lain, ada banyak variabel yang belum diputuskan,” ujar Hanif di Kemenko Perekonomian Jakarta, Senin (18/5).

Lebih lanjut dikatakan dia, saat ini pihaknya masih menggodok formula yang tepat bagi upah buruh. Tak hanya dinilai dari pertumbuhan ekonomi, namun juga memperhatikan faktor inflasi.

“Dan berbagai faktor lainnya, intinya upah harus naik. Kenaikannya terkait besaran kenaikan, nah besaran kenaikan itu kepastian yang kami berikan kepada dunia usaha,” jelasnya.

Namun saat ditanyakan kepastian waktu pembahasan formula tersebut selesai, Hanif tidak memberikan jawaban yang jelas. “Saya ngga bisa pastikan kapannya, kalau pengusaha dan buruhnya sepakat bisa lebih cepat.”

Sebelumnya, Anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryanto Adikoesoemo mengatakan bahwa pihaknya dan kementerian terkait sedang ‘menggodok’ formula yang tepat untuk penetapan upah minimum di Indonesia. Menurutnya, jika upah minimum bisa terselesaikan dengan baik, ke depannya industri padat karya dapat menyerap banyak tenaga kerja dengan jumlah yang lebih banyak.

“Formula kenaikan berdasarkan survei, hanya satu kali untuk lima tahun, jadi kenaikan satu tahun bisa ditetapkan dengan formula yg tetap. Formulanya itu inflasi plus pertumbuhan alfa kali pertumbuhan ekonomi, berikutnya yang plus ini tentatif per perusahaan, tapi ini masih kita godok,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menteri Khofifah: Distribusi Beras Akan Tepat Waktu

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Sosial memprediksi untuk stok beras bagi rakyat miskin (raskin) aman hingga bulan September mendatang. Hal tersebut dikarenakan Badan Urusan Logistik (Bulog) hingga saat ini terus melakukan pembelian padi kepada masyarakat.

Demikian disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam Rapat Kerja Raskin di Jakarta, Senin (18/5). 

“Stok raskin aman saat memasuki ramdhan dan idul fitri hingga September. Sehingga, warga miskin dipastikan bisa menerima tepat waktu dan setiap bulan,” katanya.
 
Khofifah menambahkan bahwa pihaknya meminta kepada para bupati dan walikota untuk segera mengirim Surat Perintah Alokasi (SPA) kepada divisi regional (divre) dan sub divre Bulog agar beras segera bisa didistribusikan.

“Pengiriman SPA sesegera mungkin agar raskin bisa didistriubiskna secara tepat waktu. Tapi jika tidak ada SPA, divre dan sub divre Bulog tidak bisa mengeluarkan beras dari gudang beras, ” tambahnya.

Dengan pendistribusian tepat waktu, sambung Khofifah maka warga penerima manfaat saat memasuki bulan ramadhan bisa khusuk dan tenang menjalankan ibadah.

 “Pendistribusian raskin ditargetkan bisa selesai dengan baik pada Juni dan Juli mendatang, ” harapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pertamina Bakal Akuisisi Kilang di Luar Negeri

Jakarta, Aktual.co —  Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) Rachmad Hardadi mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah berupaya mengakuisisi fasilitas pengelolaan minyak di luar negeri sebagai upaya memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) domestik yang terus mengalami peningkatan. Namun dirinya masih enggan menyebutkan di negara manakah kilang itu berada.

“Akusisi kilang luar negeri saat ini sedang negosiasi, dua hari lagi akan selesai,” kata Rachmad di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Senin (18/5).

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan Pertamina juga mengincar kilang di negara lain yang terbilang ekonomis dengan kapasitas 220 ribu barel per hari (bph).

“Didoakan pertamina menang. Di dalam kenyatannya produknya akan dijual disitu. Intinya kami masuk mengakuisisi,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Wacana Revisi UU Pilkada Dipertimbangkan Presiden

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPR RI, Setya Novanto mengatakan bahwa hasil dari pertemuan rapat konsultasi dengan Presiden Jokowi, setidaknya ada tiga hal yang dibicarakan.
Hal pertama soal legislasi, dimana banyak yang belum selesai lantaran hingga kini menteri belum menyerahkan hasil kajian akademik.
“Kalau revisi UU pilkada kita sudah bicarakan dengan presiden soal tiga hal, soal legislasi banyak yang belum selesai. Itu karena bukan dari DPR tetapi dari pemerintah juga. Banyak yang belum selesaikan kajian umumnya, seperti umumnya Menteri Hukum dan HAM soal KUHP,” kata Novanto, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (18/5).
Kendati demikian, ketika ditanyakan ikhwal hasil pertemuan rapat konsultasi dengan presiden apakah menyetujui wacana revisi UU Pilkada, Wakil Ketua Umum Golkar versi Munas Bali itu mengaku masih menunggu sikap presiden yang masih meminta pertimbangan.
“Kami masih menunggu sikap presiden yang sedang meminta pertimbangan,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain