6 April 2026
Beranda blog Halaman 36151

Puskepi Sayangkan Pemerintah Intervensi Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria Menyayangkan intervensi Pemerintah terhadap PT Pertamina dalam pembatalan kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Menurutnya, Pemerintah seharusnya tidak ikut campur tangan dalam penentuan harga Pertamax, Pertamax Plus dan Pertamina Dex karena penentuan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi tersebut merupakan hak korporasi.

“Artinya tidak masalah bagi Pertamina menaikan harga. Jadi apa salahnya jika Pertamina mengkoreksi harga Pertamax dan menaikannya,” kata Sofyano kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/5).

Lagipula, sambung dia, jika Pertamina menaikan harga Pertamax kemudian membuat masyarakat beralih ke Premium, maka hal itu tidak akan merugikan negara lantaran premium saat ini sudah tidak lagi di subsidi.

“Jika Pertamina menaikan harga jual Pertamax,  berapapun harganya dan menyebabkan masyarakat yang gunakan Pertamax lari gunakan Premium, apakah ini merugikan Pemerintah atau negara?” ungkapknya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Komunikasi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan bahwa pihak pemerintah tidak ikut campur atas harga BBM non subsidi jenis Pertamax yang tak jadi naik kemarin. Menurutnya, pemerintah hanya menjalankan tugas untuk menjaga harga BBM sesuai dengan daya beli masyarakat.

“Pemerintah tidak melakukan intervensi, tetapi untuk menjaga keseimbangan,” kata Dadan kepada wartawan.

Dadan menjelaskan, saat ini pemerintah dan Pertamina sedang terus mengkaji pola penetapan harga guna mencegah terjadinya guncangan daya beli masyarakat.

“Pola ini dalam waktu dekat akan diumumkan, sehingga berikutnya Pertamina dapat mengumumkan penyesuaian harga dengan pola yang sudah di-adjust,” ungkap Dadan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Paripurna DPR Hanya Dihadiri Separuh Anggotanya

Anggota dewan diantara bangku-bangku kosong saat mengikuti rapat paripurna pembukaan masa sidang ke IV tahun 2014-2015 di gedung Paripurna DPR, Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/5). Rapat tersebut dihadiri 276 anggota alias separuh anggota DPR tak hadir dalam rapat paripurna. ANTARA FOTO/Reno Esnir

Reshuffle Kabinet, PDIP Tunggu Sinyal Jokowi

Medan, Aktual.co — Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengaku bahwa pihaknya masih menunggu sinyal dari Presiden Joko Widodo terkait rencana reshuffle kabinet.
“Kita tunggu sinyal dari presiden, kita bukan pihak yang mendorong-dorong adanya pergantian menteri, kita pihak yang mendorong agar pemerintah ini bekerja sebaik-baiknya untuk rakyat,” kata Hasto, usai membuka fit and properties balon kepala daerah dari 23 kabupaten kota se-Sumut, di Medan, Senin (18/5).
Menurut Hasto, pihaknya akan memberikan masukan terkait reshuffle,  jika memang Jokowi yang memintanya.
“Sekiranya presiden meminta kami akan memberikan masukan, karena ini sepenuhnya hak pregroratif presiden,” ucapnya.
Soal kemungkinan PDI Perjuangan akan memberikan rekomendasi siapa saja menteri yang layak diganti, Hasto tak menampiknya.
“Secara politik memang dimungkinkan, tapi sekali lagi kan tergantung presiden, sehingga dalam saat seperti ini PDI Perjuangan tidak berkeinginan agar resuffle ini akan justru menjadi isu politik yang akan mengurangi konsentrasi kerja pemerintah,” ujar Hasto.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejagung Janji Tuntaskan Kasus Rekening Gendut Kepala Daerah

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) berjanji akan menuntaskan kasus rekening gendut sejumlah kepala daerah, mulai dari tingkat bupati hingga gubernur.
“Penanganan kasus rekening gendut terus berjalan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kuspenkum) Kejagung Tony Tribagus Spontana di Jakarta, Senin (18/5).
Sebelumnya, Kejagung menerima nama 10 kepala daerah yang diduga memiliki rekening gendut dari Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK). (Baca juga: Ini 8 Kepala Daerah Pemilik Rekening Gendut)
Kejagung menyebutkan empat nama dari 10 kepala daerah itu, yakni Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam dan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh, mantan Bupati Pulang Pisau Achmad Amur serta mantan Bupati Klungkung, Bali I Wayan Chandra.
Tony menyebutkan dari ke-10 kepala daerah itu, diantaranya sudah ditangani seperti Gubernur Sultra sudah masuk tahap penyelidikan. “Kemudian mantan Bupati Pulang Pisau, mantan Bupati Klungkung dan Bengkalis,” katanya.
Dia juga berjanji akan melakukan pemeriksaan apakah kasus Wakil Bupati Cirebon dan Bupati Sarmi, Papua merupakan bagian dari 10 kepala daerah yang memiliki rekening gendut. “Nanti kalau keduanya bagian dari laporan PPATK maka akan dikenakan TPPU juga.”
Saat ini, kata dia, untuk kasus Nur Alam penyelidikannya tinggal menunggu keterangan saksi kunci warga negara Hongkong, yang memiliki alamat fiktif perusahaan tambang yang memasok dana melalui rekening orang nomor satu di Provinsi Sultra itu. (Baca juga: Kejagung Pastikan Telusuri Rekening Gendut Bupati Bengkalis Riau)
Nanti kalau sudah ada keterangan dari saksi kunci itu, dia menyatakan segera kasus tersebut dinaikkan atau ditingkatkan ke tahap penyidikan. “Tidak ada politik-politikan dalam penanganan dugaan rekening gendut itu, kita akan tetap bekerja secara profesional.”
Perusahaan tambang yang dimaksud itu Ritchcorp Internasional Limited dan diketahui sudah tidak beroperasi lagi setelah tim Kejagung mendatangi alamat perusahaan, yang bermarkas di Hongkong itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Skandal World Expo Milan, Artha Graha Tegaskan Hanya Bantu Penyelenggaraan

Jakarta, Aktual.co — Artha Graha Peduli menegaskan pihaknya hanya membantu menyelesaikan penyelenggaraan keikutsertaan Indonesia dalam World Expo Milan 2015, menyusul kabar yayasan tersebut mengambil alih tugas Koperasi Pelestari Budaya Nusantara (KPBN).
Menurut siaran pers dari AGP yang diterima di Jakarta, Senin (18/5), atas permintaan almarhum Didi Petet dan sepengetahuan perwakilan Kementerian Perdagangan, yayasan tersebut sama sekali bukan mengambil alih tugas KPBN, tetapi hanya membantu menyelesaikan kegiatan di Indonesia Paviliun yang bersifat darurat.
Tujuannya adalah agar kelangsungan pameran Indonesia dalam World Expo Milan 2015 dapat tetap berjalan dengan lancar seiring kesiapan Tim KPBN pimpinan Didi Petet dan realisasi komitmen dari sponsor lain yang belum selesai.
AGP menyatakan kerja sama yang dilakukan murni sebagai bagian dari kegiatan yang dikoordinasikan oleh KPBN.
Tugas yang dilakukan AGP itu bersifat sementara sampai KPBN bisa mandiri dan memiliki tim lengkap serta membantu program-program yang mengalami keterlambatan dan memfasilitasi hal-hal yang masih belum selesai.
AGP menegaskan keberadaan pihaknya di World Expo Milano 2015 untuk mendukung penuh kegiatan KPBN dan bukan mengambil alih. Yayasan tersebut juga menegaskan pihaknya merupakan bagian dari tim yang akan membantu operasional KPBN.
Sebelumnya, keikutsertaan Indonesia dalam World Expo Milan memang tidak didukung dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meski tidak memberikan dukungan dana, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman memberikan dukungan berupa imbauan partisipasi dalam kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih enam bulan itu. Dukungan lainnya, datang dari sejumlah pihak swasta nasional seperti Indofood, AKR, Medco, Djarum, Astra dan Sinar Mas.
Pemerintah pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono awalnya memang memutuskan untuk tidak ikut serta dalam perhelatan tersebut lantaran anggaran yang dikeluarkan begitu besar. Dalam kegiatan serupa di Shanghai pada 2010, pemerintah bahkan menggelontorkan dana APBN hingga Rp300 miliar.
Karena itu, Didi Petet atas nama KPBN mengajukan diri untuk mengambilalih penyelenggaraan dan pendanaan dengan menghimpun dana dukungan swasta.

Artikel ini ditulis oleh:

Pansel KY Baru Terima 15 Pendaftar

Jakarta, Aktual.co — Panitia Seleksi Calon Anggota Komisi Yudisial telah menerima 15 berkas pendaftaran calon pengawas eksternal hakim periode 2015-2020.
“Sampai akhir minggu lalu, sudah ada 15 orang yang mendaftar untuk ikut seleksi pemilihan anggota KY,” kata Anggota Pansel Asep Rahmat Fajar, di Jakarta, Senin (18/5).
Asep mengatakan, Pansel mengimbau putra putri terbaik bangsa yang sudah memenuhi syarat untuk segera mendaftar, masa pendaftaran sendiri dibuka sampai 21 Mei 2015.
Walaupun masih minim pendaftaran, kata Asep, Pansel masih cukup optimistis bahwa di empat hari terakhir ke depan, akan ada peningkatan jumlah peserta secara signifikan.
“Semoga empat unsur yang disyaratkan dalam undang-undang dapat terwakili oleh komposisi peserta seleksi nanti,” ucap mantan Juru Bicara KY ini, berharap.
Asep menjelaskan, bahwa sebagai salah satu lembaga negara yang merupakan buah langsung dari reformasi, Komisi Yudisial dengan wewenang yang dimilikinya mempunyai peran yang besar dalam ikut serta membenahi dunia hukum Indonesia.
“Oleh karena itu dalam proses seleksi nanti harapannya akan diperoleh figur-figur yang berintegritas, kompeten dan mempunyai leadership yang tinggi, baik itu yang berasal dari unsur mantan hakim, akademisi hukum, praktisi hukum dan masyarakat,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain