17 April 2026
Beranda blog Halaman 36223

Telaga Warna Tulungagung Mengandung Arsenik

Jakarta, Aktual.co — Ahli geologi Dinas PU ESDM Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, memperingatkan wisatawan yang berkunjung ke telaga warna Desa Panggunguni, Kecamatan Pucanglaban untuk tidak berenang apalagi mengonsumsi air telaga tersebut karena diduga mengandung arsenik.
“Lokasi bekas tambang di kawasan tersebut tak hanya mengandung tembaga, tetapi juga hasil tambang lain seperti emas, timbal serta arsenik,” kata Tenaga Ahli Geologi Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (PUESDM) Tulungagung, Sofyan Hadi di Tulungagung, Minggu (17/5).
Zat kimia yang disebut terakhir, dalam dunia keilmuan dikenal sebagai bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik yakni kuning, hitam, dan abu-abu.
Menurut Sofyan Hadi, Arsenik biasanya digunakan sebagai pestisida, herbisida dan insektisida. Dalam tabel unsur kimia, lanjut dia, arsenik memiliki lambang As dengan nomor atom 33. Oleh karena mengandung zat kimia berbahaya itulah, PU ESDM mengimbau agar masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke telaga warna agar berhati-hati.
“Arsenik ini beracun. Makanya, penambang sering kena penyakit seperti gatal. Jika sampai air telaga ini mengenai kulit, biasanya dampak klinis yang dirasakan adalah gatal-gatal atau bahkan lecet,” urainya.
Berdasar data Dinas PU-ESDM, lokasi tambang di Bukit Puthuk Krebet, Desa Panggunguni, Kecamatan Pucanglaban itu merupakan lahan perorangan yang dikelola bekerja sama dengan swasta (CV).
Ia mengungkapkan, izin tambang sejauh ini masih aktif namun kegiatan penambangan tembaga ataupun emas sementara berhenti sejak medio 2013 karena perubahan regulasi bahan pertambangan yang dibuat pemerintah.
Masalahnya, sejak areal pertambangan ini ditinggal oleh investor, empat titik galian yang memiliki luasan dan kedalaman berbeda berubah menjadi telaga dengan warna berbeda-beda, sehingga menarik perhatian warga dari berbagai daerah.
Timbulnya efek warna berbeda pada keempat telaga itu, menurut keterangan tokoh warga sekaligus salah satu pemilik lahan pertambangan di Desa Panggunguni, Karyono, disebabkan struktur batuan di dasar telaga yang juga berbeda warna.
Dua telaga memiliki efek warna hijau tua, satu telaga berwarna coklat tua kehitaman, dan satu lainnya berwarna biru.
“Makanya banyak yang berburu batu akik di sana. Selain berburu juga menikmati pemandangan karena air di bekas tambang bisa berubah warna. Ini yang justru bisa berisiko karena masyarakat yang tidak mengerti bisa jadi korban,” kata Sofyan.
Sebenarnya, lanjut dia, perubahan warna di lokasi tambang atau biasa dikenal dengan Telaga Tiga Warna atau Telaga Pirus Lazuli (nama sesuai jenis batuan yang menjadi bahan batu akik) karena mengandung asam. Hijau, disebabkan proses korosi tembaga atau mineral (cu) bernama “crisocola”.
Sementara air berubah hitam atau pekat karena pengaruh unsur logam, besi dan timbal. Kondisi air masih bisa berubah ubah bergantung proses korosi dan tingkat keasaman air. “Sebenarnya bisa untuk wisata tapi harus dipasang pagar dan papan imbauan karena air menganduk arsenik,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Penghuni Lapas Jambi Dikabarkan Mesum di Dalam Sel

Jakarta, Aktual.co — Sepasang Narapidana (Napi) penghuni Lapas Klas II A Jambi dikabarkan, pada Sabtu (16/5) tertangkap mesum di salah satu ruangan di dalam Lapas tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun di Jambi, Minggu, kedua napi tersebut adalah berinisial WA dan seorang wanita yang juga penghuni Lapas berinisial A.
“Keduanya ditangkap dari salah satu ruangan di Lapas, kejadiannya sore,” kata salah satu sumber di Lapas yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Sementara itu terpisah, Kalapas Klas IIA Jambi, Suyatna saat dihubungi ini mengaku belum mengetahui kejadian itu. Sebab, kata dia, dirinya saat ini tengah mengambil cuti dan berada di luar kota.
“Saya belum dapat laporan karena sekarang lagi cuti,” kata Suyatna, saat dihubungi melalui telepon genggamnya.
Sementara itu, KPLP Lapas Klas IIA Jambi Effendi saat dihubungi menyebutkan, sebelumnya memang ada laporan bahwa pihak Lapas mencurigai sepasang napi yang akan berbuat mesum di dalam Lapas.
“Laporan ada yang dicurigai. Hanya dicurigai,” katanya menjelaskan.

Artikel ini ditulis oleh:

Kiai Said: Saya Siap Pimpin NU Lagi!

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj menyatakan kesiapannya untuk memimpin kembali organisasi keagamaan ternama di Tanah Air itu.
“Kalau masih dipercaya, saya siap,” katanya usai pembukaan Pra-Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Zona Sumatera di Pesantrean Al-Kautsar Medan, Minggu (17/5).
Menurut Said Aqil, periode kepemimpinan telah banyak menghasilkan program yang memajukan NU sebagai salah satu organisasi keagamaan di Indonesia.
Ia mencontohkan keberhasilan NU dalam mendirikan 25 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dalam lima tahun masa kepemimpinannya.
Padahal dalam Muktamar NU ke-32 yang dilaksanakan di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2010, pihaknya hanya menargetkan pendirian lima UNU.
Kepengurusan yang dipimpinnya juga telah mendirikan 96 Sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tersebar di berbagai daerah.
Lain lagi dengan pemberian beasiswa bagi kader NU untuk melanjutkan pendidikan ke AS (lima orang), Australia (10 orang), dan Maroko (45 orang).
Pihaknya memperkirakan berbagai keberhasilan dalam lima tahun tersebut dapat menjadi tawaran bagi kalangan nahdliyin untuk memilihnya kembali dalam Muktamar di Jombang pada Agustus 2015.
“Lebih lagi (dari cukup),” katanya sambil tertawa.

Artikel ini ditulis oleh:

PBNU Akui Beberapa Menteri Kinerjanya Masih Lemah

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengakui adanya beberapa menteri dalam Kabinet Kerja yang memiliki kinerja cukup lemah, sehingga tidak mampu memberikan hasil signifikan.
“Ada beberapa menteri yang lemah, terutama tim ekonomi,” katanya, usai pembukaan Pra-Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) zona Sumatera di Pesantren Al-Kautsar Medan, Minggu (17/5).
Pendapat itu disampaikan Said Aqil Siradj terkait munculnya wacana “reshufle” atau perombakan kabinet terhadap menteri yang membantu tugas Presiden Joko Widodo.
Menurut dia, cukup banyak indikator yang menunjukkan lemahnya kinerja tim ekonomi dalam Kabinet Kerja, seperti nilai tukuar rupiah yang merosot hingga tembus Rp13 ribu per dolar AS.
Demikian juga dengan terus menurunnya daya beli, dan bertahan mahalnya harga berbagai bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat.
“NU sudah sering menyampaikan rekomendasi (tentang kebijakan ekonomi itu),” ucapnya.
Beberapa rekomendasi dari NU tersebut telah dijalankan pemerintah sepeti penghapusan “broker-broker raksasa” dalam berbagai kebijakan ekonomi nasional.
“Sekarang sudah dimulai. Seperti Petral di Singapura yang dibubarkan. Gus Dur dulu sempat mau membubarkan, tetapi belum dalam kondisi kuat,” ungkapnya.
Mengenai ‘reshufle’, pihaknya menyerahkan kewenangan penuh kepada Presiden Joko Widodo yang memiliki hak prerogatif, termasuk jika mengganti kader NU yang ada dalam kabinet.
“Itu hak Presiden, terserah presiden, tidak ada upaya kita (untuk melobi),” ujar Said Aqil.

Artikel ini ditulis oleh:

Rumor Tahanan Pembunuhan Kabur, Ribuan Warga Rusak Mapolres

Jakarta, Aktual.co — Markas Polres Sumbawa Barat diserbu ribuan warga Kabupaten Sumbawa Barat pada, Sabtu (16/5) malam. Akibatnya, sejumlah ruangan di Mapolres tersebut rusak.
Ruangan yang rusak yakni ruang penjagaan yang terdapat di halaman depan sebelah kiri akibat lemparan batu dari warga. Informasinya, massa secara spontan datang ke Mapolres Sumbawa Barat pada pukul 21.00 Wita.
Kedatangan ribuan warga ini akibat rumor ada tahanan bernama Ersan Munab (53)  bapak yang diduga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan anak yang terjadi dua hari lalu  kabur.
Info kaburnya Ersan ini langsung menyebar luas ditengah masyarakat Kota Taliwang baik melalui jejaring social maupun info dari mulut ke mulut, emosi warga pun tak bisa dibendung.
Bukan hanya itu, massa sebagian besar warga Kota Taliwang ini juga mengamuk di Pos Polisi satuan Lantas yang berada di tengah Kota Taliwang, dilokasi ini warga membakar Pos polisi tersebut dan melemparinya dengan batu.
Amuk massa ini baru bisa diantisipasi setelah polisi melemparkan gas air mata, dan massa baru bubar hingga dini hari tadi.
Kejadian ini dipicu oleh kabar yang menyebutkan, Ersan Munab (53)  bapak yang diduga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan anak yang terjadi dua hari lalu  kabur dari tahanan Mapolres KSB. Info kaburnya sosok yang diketahui kelahiran Jambi, 6 Maret 1963 ini langsung menyebar luas ditengah masyarakat Kota Taliwang baik melalui jejaring social maupun info dari mulut ke mulut, emosi warga pun tak bisa dibendung.
Junaidi Kasum, tokoh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat mengatakan warga mengaku kecewa dengan aparat kepolisian setempat, ia menyayangkan tahanan itu bisa kabur.Sementara menurutnya secara psikologis amukkan massa itu memang tidak bisa dibendung.
“Saya mewakili keluarga besar korban dan masyarakat KSB sangat kecewa dengan tindakan aparat dalam menangani kasus ini, menurut logika hukum tidak bisa segampang itu tahanan bisa kabur seanaknya, kemana aparat yang bertugas menjaga, agar kejadian ini tidak berkembang luas kami minta polisi terutama Polda NTB untuk segera turun tangan,”  ungkap JK sapaan akrab tokoh muda KSB ini.
Polres Sumbawa Barat hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait kronologis kaburnya Ersan Munab.

Artikel ini ditulis oleh:

Pilkada Trenggalek Terancam Batal

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur bersikeras menolak memenuhi permintaan KPU setempat yang menghendaki klausul dana hibah untuk penyelenggaraan pemilu kepala daerah (pilkada) setempat sebesar Rp16,511 miliar, sebagaimana tercantum dalam APBD 2015.
“Masalahnya masih ada kekurangpahaman terkait berapa nilai dana hibah yang boleh disalurkan daerah untuk penyelenggaraan pilkada serentak tersebut, sehingga terjadi perbedaan persepsi antara pemkab dengan KPU,” ungkap Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Trenggalek, Said Maksum di Trenggalek, Minggu (17/5).
Ia mengakui, dalam dokumen APBD Trenggalek 2015 sudah dialokasikan anggaran untuk dana hibah penyelenggaraan pilkada sebesar Rp16,511 miliar.
Namun, asumsi anggaran itu untuk dua putaran penyelenggaraan pilkada, apabila pasangan calon bupati/wakil bupati lebih dari dua dan masing-masing tidak mendapat suara mayoritas.
Rincian alokasi anggaran hibah itu, lanjut Said, sebesar Rp11,293,5 miliar untuk penyelenggaraan pilkada putaran pertama.
Sementara sisanya sebesar Rp5,217 miliar diproyeksikan untuk putaran kedua.
“Masalahnya aturan yang ada saat ini kan tidak menyebut putaran satu dan putaran dua, sehingga kami mengasumsikan kebutuhan anggarannya adalah sesuai plafon penyelenggaraan pilkada putaran pertama,” jelasnya.
Said menambahkan, aturan pencairan dana hibah harus sesuai prosedur pengajuan dan pencairan anggaran.
Jika aturannya tidak spesifik menyebut alokasi dana hibah untuk dua putaran, maka dasar pencairan anggaran yang bisa mereka setujui adalah asumsi penyelenggaraan pilkada satu putaran, yakni sebesar Rp11,293,5 miliar.
“Kami tidak bisa sembarangan dalam mengalokasikan anggaran, karena ini adalah dana hibah, semuanya harus jelas. Makanya kami serahkan yang Rp11,2 miliar itu,” kata Said Maksum.
Kendati begitu, Said menjamin pemerintah daerah akan tetap memberikan tambahan dana apabila KPU mengalami kekurangan dalam pelaksanaan pemilihan bupati.
Proses penambahan anggaran itu, kata dia, bahkan bisa dilakukan mendahuli Perubahan APBD 2015 atau perubahan anggaran keuangan (PAK) yang biasanya mulai dibahas pada pertengahan tahun anggaran berjalan.
Menurut dia, keputusan tersebut telah memalui kajian yang panjang dan sudah dikonsultasikan dengan Kementerian Dalam Negeri.
“Kami siap memberikan tambahan itu, ketika hibah Rp11,2 miliar itu sudah kami sampaikan, KPU bisa mengajukan lagi tambahan untuk beberapa kegiatan yang belum dianggarkan sebelumnya,” tutur Said Maksum.
Akibat belum ada kesepakatan terkait anggaran tersebut, naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) untuk pembiayaan penyelenggaraan pilkada Trenggalek sampai saat ini belum ditandatangai.
Kondisi “deadlock” ini memantik spekulasi penyelenggaraan Pilkada Trenggalek bakal ditunda.
Dalam pernyataan sebelumnya, Ketua KPU Trenggalek Suripto mengisyaratkan pengunduran pesta demokrasi pemilihan pasangan bupati/wakil bupati yang sedianya digelar serentak pada 9 Desember 2015 sangat mungkin.
Apabila hingga batas akhir pembentukan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) 18 Mei, kepastian anggaran hibah daerah atau NPHD belum ditandatangani (disetujui).
“Sesuai dengan amanat pasal 2 peraturan KPU nomor 2/2015 tentang tahapan program dan jadwal pemilihan kepala daerah, apabila ketersediaan anggaran itu tidak ada sampai proses pembentukan PPK/PPS, maka KPU diberi kewenangan untuk menunda pelaksanaan pilkada,” tukas Suripto.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain