19 April 2026
Beranda blog Halaman 36225

Pelatihan Keahlian Bisa Tingkatkan Posisi Tawar TKI

Jakarta, Aktual.co —Pemberian pelatihan Bahasa Inggris, komputer, kerajinan tangan hingga kewirausahaan untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia dapat meningkatkan posisi tawar mereka di tempat bekerja sekaligus bekal ketika kembali ke Tanah Air.
“Kegiatan ini (pelatihan) untuk para TKI di Malaysia sangat positif. Kami mendukung penuh pelatihan seperti ini ” kata Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono di KBRI Kuala Lumpur, Minggu (17/5).
Hermono berharap melalui pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) terhadap TKI itu sehingga dapat bersaing dengan sesama pekerja yang ada di negara ini.
Bahkan, lanjut dia, sekembalinya para TKI tersebut ke Tanah Air maka tentulah ilmu pengetahuan ataupun keterampilan yang mereka peroleh dari pelatihan tersebut bisa dipergunakan di dalam negeri.
Jadi, lanjut dia, para TKI ketika balik ke Indonesia sudah ada bekal apa yang akan dilakukannya di Tanah Air.
Kepada TKI yang mengikuti pelatihan seperti ini diharapkan juga dapat melaporkan dirinya ketika ingin kembali ke Tanah Air agar pihak KBRI bisa memberikan surat pengantar kepada kepala daerah tempat para TKI itu berasal ataupun kepada pihak perbankan.
Surat pengantar itu agar mereka para TKI diberikan pelatihan lanjutan serta dimudahkan akses untuk mengembangkan kewirausahaan seperti pemberian modal kerja hingga pemasarannya.
“Upaya pemberdayaan TKI tersebut sedang dibangun dengan sejumlah instansi,” kataya.
Sementara itu, pelatihan untuk TKI dari kelompok Edukasi Untuk Bangsa (EUB) ini telah dimulai sejak April 2011 dan sudah memasuki angkatan ke-8 dengan jumlah peserta sekitar 200 orang per angkatan. Waktu pelatihan yaitu selama dua jam untuk sekali pertemuan dan setiap angkatannya diberikan pelatihan sebanyak 16 kali pertemuan.
Pada angkatan 8 ini, EUB menyelenggarakan empat program pelatihan utama yaitu bahasa Inggris, Komputer, Kerajinan Tangan dan pelatihan kewirausahaan dan perbankan.
Koordinator program kewirausahaan EUB, Sugiri Wijayanto mengatakan materi pelatihan kewirausahaan ini adalah untuk pertama kalinya.
“Dalam angkatan ke-8 ini, ada penambahan materi baru dalam EUB yaitu kewirausahaan dan perbankan yang akan disampaikan oleh sejumlah tutor yang berpengalaman disejumlah bidang usaha baik yang di dalam negeri maupun di Malaysia,” ucapnya.
Dijelaskannya, program pelatihan kewirausahaan ini didukung oleh para pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Trade Association (ITA), KBRI Kuala Lumpur, BNI 46, Telkom Indonesia di Malaysia (Telin) termasuk individu dari pihak Malaysia yang sangat peduli untuk lebih merapatkan hubungan dua negara serumpun ini. 

Artikel ini ditulis oleh:

Jual Ijazah, Izin 18 Perguruan Tinggi di Jabodetabek Terancam Dicabut

Jakarta, Aktual.co —Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Dikti) Mohamad Nasir bakal segera mencabut izin kurang lebih 18 Perguruan Tinggi.
Pasalnya, Nasir menerima pengaduan dari masyarakat kalau perguruan tinggi tersebut diduga melakukan jual beli ijazah dan keluarkan ijazah palsu.
“Saya segera mencabut izin dan menutup perguruan tinggi (PT) yang melakukan transaksi jual-beli ijazah dan mengeluarkan ijazah palsu,” kata Menristek Dikti Mohamad Nasir kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/5).
Dibeberkan dia, perguruan tinggi tersebut tersebar di wilayah Jabodetabek dan Kupang, Nusa Tenggara Timur. Salah satunya berada di Bekasi, Jawa Barat. 
Yakni dengan memberi ijazah sarjana satu (S1) kepada lulusannya tanpa mengikuti proses perkuliahan yang lazim dilakukan oleh sebuah perguruan tinggi. bahkan dari laporan masyarakat, disebut kalau si mahasiswa hanya perlu setahun hingga dua tahun kuliah saja untuk dapat ijazah S1. Syaratnya, memberi sejumlah uang ke pihak perguruan tinggi gadungan tersebut.
Selain itu, ada juga perguruan tinggi di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi (Jabodetabek) yang mengeluarkan ijazah palsu untuk lulusan sarjana S1. 
“Ijazah palsu adalah ijazah yang diberikan kepada para lulusannya tanpa perlu mengikuti proses perkuliahan yang lazim,” ujar Menteri Nasir.
Namun, Nasir tidak menyebut nama perguruan tinggi yang dimaksud, lantaran masih dilakukan investigasi tim dari Kemenristek Dikti.
Sementara di Kupang, berdasarkan pengaduan, ijazah sarjana S1 para lulusan sebuah universitas tidak diakui. Hal ini terjadi karena ijazah sarjana S1 tersebut ditandatangani oleh rektor yang gelar doktornya dinilai tidak sah.
Rektor salah satu universitas di Kupang mengaku memperoleh gelar doktor (S3) dari Berkeley University di Jakarta, yang merupakan cabang dari Amerika Serikat (AS). Sementara yang di AS dikenal dengan nama University of California, Berkeley. Setelah diteliti, universitas tersebut (Berkeley University cabang Jakarta) pun ternyata tidak pernah ada di Jakarta.
“Jangankan gelar doktor yang tidak sah, bila ada guru besar yang melakukan plagiasi, maka gelar guru besarnya langsung saya cabut,” kata Menteri Nasir.
Sikap tegas ini, menurut Menteri Nasir, diterapkannya dalam rangka merealisasikan program peningkatan kualitas dosen.

Artikel ini ditulis oleh:

Anggaran Pilkada di NTB Banyak yang Belum Sesuai

Jakarta, Aktual.co —Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang bakal digelar Desember nanti, di Nusa Tenggara Barat masih terkendala minimnya biaya.
Kepala Biro Pemerintahan Setda Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Dirjaharta mengatakan, hingga saat ini anggaran di tujuh kabupaten/kota belum semuanya terpenuhi sesuai usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Kata dia, dari tujuh kabupaten/kota, yang dana untuk pilkada masih minim di antaranya Sumbawa. Dari permintaan KPU sebesar Rp19,414 miliar lebih, yang dialokasikan di APBD baru sebesar Rp 4,7 miliar lebih. Begitu juga Sumbawa Barat, yang diusulkan Rp13,934 miliar lebih, baru ada Rp7 miliar.
Lalu di Lombok Utara dari Rp 18 miliar, yang baru dialokasikan sebesar Rp8 miliar. Begitu juga di Bima Rp 23 miliar lebih baru Rp18 miliar yang diangggarkan. Kota Mataram Rp 21 miliar hanya Rp11 miliar yang dianggarkan, Dompu Rp15 miliar hanya Rp9 miliar. 
Alhasil, baru Lombok Tengah saja yang sudah menganggarkan sesuai permintaan KPU sebesar Rp 24,931 miliar.
“Jadi belum semua kabupaten/kota menyiapkan anggaran untuk biaya pilkada. Padahal penyiapan anggaran pilkada wajib sifatnya,” ucap dia, Minggu (17/5).
Namun, dikatakan Dirjaharta, pemerintah masing-masing daerah sudah menginformasikan akan menyiapkan kekurangan anggaran itu dalam APBD perubahan 2015.
“Kami juga akan mengundang seluruh kepala daerah yang wilayahnya akan melaksanakan pilkada untuk membahas persoalan ini di Mataram. Mengingat pembahasan ini penting diharapkan semuanya bisa hadir,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Xanana Akui Keberanian Habibie Beri Opsi Referendum ke Timor Leste

Jakarta, Aktual.co —Keputusan Presiden ke-3 RI BJ Habibie memberi opsi referendum, diakui  Xanana Gusmao telah merubah nasibnya dan juga rakyat Timor Leste secara keseluruhan.
Kata Xanana, tanpa opsi referendum guna menentukan nasib bangsanya, mungkin rakyat Timor Leste tidak akan merdeka. Dan dirinya tidak menjadi presiden pertama Timor Leste.
Karena itu, saat berbicara dalam acara ‘Supermentor 6: Leader’, Xanana secara khusus mengapresiasi BJ Habibie dengan keputusannya saat itu.
“Tanpa keberanian Pak Habibie, mungkin sekarang ini saya hanya jadi penjual es di Tebet,” seloroh Xanana, dalam acara yang juga dihadiri oleh BJ Habibie tersebut, di Jakarta Pusat, Minggu, (17/5).
Keberanian seperti yang dipertunjukkan Habibie saat memberi opsi referendum itulah, ujar Xanana yang patut dicontoh generasi muda jika ingin jadi pemimpin.
Dengan modal keberanian dan kerja keras, ujar dia, generasi muda di Timor Leste dan bangsa manapun bisa maju. “Harus ada keyakinan, kemauan, kerja keras dan pengorbanan yang akhirnya akan membuat semua mimpi kita menjadi nyata,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rahasia Xanana Dicintai Rakyat Saat Gerilya dan ‘Menyesal’ Lahir

Jakarta, Aktual.co —Presiden Timor Leste pertama periode 2002-2007 Xanana Gusmao dikenal sebagai pemimpin gerilyawan Timor Leste saat melakukan perlawanan dengan militer Indonesia.
Saat melaksanakan taktik gerilya melakukan perlawanan dengan militer Indonesia, pasukan Xanana terbilang pasukan yang sangat militan, fanatik dan bahkan bersedia mati demi pemimpin mereka. Apa kuncinya?
Saat jadi salah satu pembicara di acara ‘Supermentor 6 : Leader’ Minggu (17/5) malam, Xanana membeberkan ‘rahasianya’ di depan Try Sutrisno dan Susilo Bambang Yudhoyono yang bisa dibilang merupakan mantan ‘seterunya’ saat pertempuran dulu. “Saya anggap dalam perjuangan itu kita lebih memberi diri sendiri pada orang lain. Yang penting mereka tau apa yang menjadi tujuan kita,” ujar dia.
Sebelumnya dia juga mengatakan, satu hal penting yang sangat ditekankan untuk menjadi pemimpin besar, menurutnya adalah sikap tanggung jawab. “Saya kira tanggung jawab, disiplin kerja, memberi contoh yang baik, konsisten dalam pikiran dan perbuatan dan jangan memikirkan diri sebagai orang lain,” ujar dia.
Sedangkan setelah mendapat posisi di pemerintahan pasca kemerdakaan Timor Leste, pria yang belum lama meletakkan jabatannya sebagai perdana menteri ini mengatakan perlunya sikap rendah hati dalam menjalankan roda kepemimpinan. Pemimpin, kata dia, harus memikirkan kepentingan umum ketimbang tersekat dalam kepentingan kelompok dan golongan.
“Saya berasal dari desa, jadi pemimpin juga harus berpikir berasal dari mana. Jangan pikir karena sudah dapat posisi lupa. Beri contoh yang baik, memikirkan kepentingan umum. Ini yang membuat kita dapat dipercaya,” ujar dia.
Entah tak mau dianggap terlalu serius atau ini bagian dari cara dia agar tetap rendah hati, usai beberkan rahasianya saat gerilya, Xanana malah berseloroh kalau dirinya menyesal lahir 69 tahun lalu. Alasan dia, “Kalau lahir 24 tahun lalu, saya pasti bermain bola dengan Christian Ronaldo dan lain-lain,” ujar dia yang langsung disambut riuh tepuk tangan para peserta.

Artikel ini ditulis oleh:

Tips Memimpin ‘Ala’ Xanana: Tanggung Jawab dan Rendah Hati

Jakarta, Aktual.co —Presiden Timor Leste pertama periode 2002-2007 Xanana Gusmao menjadi salah satu pembicara dalam acara ‘Empat Pemimpin Bangsa Berbagi Cerita mengenai Ilmu Kepemimpinan, Resep Sukses, Etos Kerja, dan Prinsip Hidup’.
Banyak hal yang diungkapkan Xanana soal kepemimpinan. Satu hal penting yang sangat ditekankan untuk menjadi pemimpin besar, menurutnya adalah sikap tanggung jawab.
“Saya kira tanggung jawab, disiplin kerja, memberi contoh yang baik, konsisten dalam pikiran dan perbuatan dan jangan memikirkan diri sebagai orang lain,” ujar dia, dalam acara yang digelar di XXI Ballroom, Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Minggu (17/5) malam.
Selain itu, pria yang belum lama meletakkan jabatannya sebagai perdana menteri ini juga menekankan sikap rendah hati dalam menjalankan roda kepemimpinan. Pemimpin, kata dia, harus memikirkan kepentingan umum ketimbang tersekat dalam kepentingan kelompok dan golongan.
“Saya berasal dari desa, jadi pemimpin juga harus berpikir berasal dari mana. Jangan pikir karena sudah dapat posisi lupa. Beri contoh yang baik, memikirkan kepentingan umum. Ini yang membuat kita dapat dipercaya,” tegas Xanana.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain