19 April 2026
Beranda blog Halaman 36287

Nelayan Minta Jokowi Bisa Sejahterakan Sesuai Janjinya

Jakarta, Aktual.co — Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah atau disingkat “Jasmerah” adalah semboyan yang diucapkan oleh Bung Karno, sebagai pidato yang terakhir saat memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1966. 
Sejarah nenek moyang telah merilis sejak dulu kala tentang tiga Soko Guru Bangsa, yakni Kaum Buruh, Kaum Tani dan Kaum Nelayan. Dari ketiga soko guru bangsa ini, yang masih jauh dari cita-cita kemerdekaan adalah Kaum Nelayan. Tingkat kesejahteraan yang rendah pada sebagian besar kaum nelayan tercermin dari rendahnya pendapatan dan lemahnya “posisi tawar” pada hampir setiap transaksi kehidupan ekonominya, belum lagi tingginya risiko yang harus ditanggung serta  mahalnya investasi yang harus dikeluarkan, menyebabkan sebagian besar kaum nelayan sulit untuk maju. Ini makna Jasmerah yang hakiki jika kita tidak ingin melupakan sejarah tentang penduduk di jaman nenek moyang yang dalam perkembangannya terciptanya lagu ‘Nenek Moyangku Orang Pelaut’ itu. 
Untuk memutus mata rantai kemiskinan kaum nelayan, sejak awal 1970-an, Pemerintah Orde Baru meluncurkan program motorisasi nelayan. Melalui motorisasi ini kredit mesin kapal nelayan disediakan sehingga penggunaan layar semakin ditinggalkan. Kredit disediakan oleh tengkulak yang menyediakan dana operasi kapal. Produksi ikan tangkap kemudian tumbuh dengan meyakinkan selama bertahun-tahun kemudian, sehingga suatu ketika banyak kawasan perikanan mengalami situasi tangkap-lebih (overfished). Namun demikian, nilai tambah sektor perikanan tidak dinikmati nelayan. Nilai tambah itu hanya dinikmati tengkulak dan pedagang. Nilai tukar nelayan merangkak lambat sekali. Kawasan pesisir konsisten menjadi kantong-kantong kemiskinan hingga hari ini melewati dekade pertama abad 21. Ini menjadi paradoks dan memprihatinkan.
Tampaknya blusukan menjadi ciri para anggota Kabinet Kerja, termasuk menteri yang berada di bawah koordinasi Menko Kemaritiman. Namun, sesungguhnya blusukan akan lebih efektif jika dibarengi dengan pemahaman komprehensif tentang peta kependudukan nelayan Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk memperoleh gambaran secara jelas kondisi dan karakteristik penduduk nelayan yang menjadi subyek dan obyek kebijakan. Tanpa memahami situasi makro kependudukan, pemahaman masalah menjadi parsial dan efektivitas kebijakan kurang optimal. Meskipun sektor kemaritiman berdimensi luas, mencakup perikanan, energi, pertambangan, pariwisata, transportasi, dan sebagainya, subsektor perikanan tampaknya perlu menjadi salah satu fokus kebijakan kemaritiman pemerintahan Jokowi-JK. Gambaran umum mengenai kehidupan nelayan yang notabene tinggal di kawasan pesisir menjadi informasi dasar dalam menyusun perencanaan sektor kemaritiman ke depan. Ini makna jika nelayan merupakan ‘Garda Terdepan’ dalam konteks pembangunan kelautan. Berdasarkan data Survei Sosial dan Ekonomi Nasional 2013 (Badan Pusat Statistik), lanjutnya, diketahui bahwa hanya 2,2% rumah tangga di Indonesia yang memiliki kepala rumah tangga berprofesi sebagai nelayan. Jumlahnya sekitar 1,4 juta kepala rumah tangga nelayan. Maknanya, ada sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang kehidupannya bergantung kepada kepala rumah tangga yang berprofesi sebagai nelayan. Sementara secara keseluruhan jumlah nelayan di Indonesia diperkirakan sebanyak 2,17 juta. Ada sekitar 700 ribu lebih nelayan yang berstatus bukan sebagai kepala rumah tangga. Sebagian besar nelayan tinggal tersebar di 3.216 desa, yang terkategori sebagai desa nelayan. Dan secara geografis, nelayan ada di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini tidak mengherankan mengingat dua per tiga wilayah Indonesia adalah lautan serta memiliki potensi perikanan sangat besar. Disinilah makna nelayan yang sejatinya menjadi ‘SDM Potensial’ dalam poros maritim Indonesia. Jumlah nelayan paling banyak di Indonesia ialah Jawa Timur, mencapai lebih dari 334.000 nelayan. Diikuti Jawa Tengah, lebih dari 203.000 nelayan. Menyusul Jawa Barat, sekitar 183.000 nelayan. “Ironisnya, walaupun seafood menjadi makanan yang mahal, tingkat kesejahteraan nelayan umumnya lebih rendah dibandingkan dengan kaum buruh dan kaum tani. Rata-rata pengeluaran nelayan hanya sekitar Rp. 561.000 per bulan, lebih rendah dibandingkan dengan kaum tani dengan pengeluaran sebesar Rp. 744.000 per bulan. Tingkat upah nelayan juga hanya sekitar Rp. 1,1 juta per bulan, sedikit di bawah kaum buruh yang memiliki upah Rp. 1,2 juta per bulan” terangnya. Para nelayan, memang kurang beruntung ditinjau dari aspek pendidikan, dengan hampir 70% nelayan berpendidikan SD ke bawah dan hanya sekitar 1,3% yang berpendidikan tinggi. Pemerintah juga perlu memperhatikan aspek kesehatan para nelayan yang menunjukkan sekitar 25% nelayan mengalami gangguan kesehatan. Sebagian dari mereka menyatakan bahwa gangguan kesehatan tersebut mengganggu aktivitas mereka mencari nafkah, sehingga berdampak pada ekonomi rumah tangganya. Hanya 54% nelayan yang memiliki jaminan kesehatan, sehingga menjadi problem para nelayan. Dari data dan fakta ini, Relawan GANTI Pantura yang bermarkas di kampung nelayan Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang meraih kemenangan 73,61% di Kecamatan Gebang dan 61,27% di Kabupaten Cirebon dalam Pilpres 2014 untuk Jokowi-JK. Dalam momen Temu Akbar Komunitas Juang Relawan Jokowi hanya bisa menyampaikan aspirasi, yaitu memohon berdayakan nasib kaum nelayan agar terentas dari garis kemiskinan dan bisa layak dan sejahtera. Oleh: Ketua Relawan Gerakan Nelayan Tani Indonesia Pantai Utara Jawa (Relawan GANTI Pantura), H. Dade Mustofa Effendi.

Artikel ini ditulis oleh:

Sekjen PBSI: Perlu Strategi Hadapi Taiwan

Jakarta, Aktual.co — Sekjen PP PBSI, Anton Subowo mengatakan tim Indonesia harus mencari strategi yang tepat untuk menghadapi Taiwan saat bertemu dalam pertandingan perempat final Piala Sudirman pada Jumat (15/5).

Strategi itu termasuk penentuan peluang pemain yang akan diturunkan, agar dimungkinkan tidak salah dalam mengantisipasi lawan.

“Mana pemain yang cocok diturunkan, dan pemilihan peluang pemain yang diharapkan bisa menang,” kata Sekjen PBSI itu ketika meninjau latihan para pemain timnas Piala Sudirman di gedung bulu tangkis Lee Yong Bo di Dongguan, Kamis (14/5).

Ketika ditanya tentang hasil undian penentuan tim perempat final Piala Sudirman yang dilakukan Rabu (13/5), Anton mengatakan peluang lolos ke semifinal itu ada.

“Hasil undian saya lihat positif, semua tim ada kurang dan lebihnya,” katanya.

Disinggung tentang Tiongkok yang bakal menjadi sandungan jika Indonesia lolos dari perempat final, dia mengakui, Tiongkok memang kuat dan tidak dapat dihindari.

“Jika sampai di semifinal pasti berat ketemu Tiongkok, tapi bagaimanapun bakal ketemu mereka, itu tidak bisa dihindari jika masuk final,” tambahnya.

Anton mengatakan dengan tim muda yang diturunkan pada ajang Piala Sudirman ini, dirinya mengakui bahwa para pemain muda akan mengalami masalah tekanan mental.

“Tim muda sudah kami siapkan untuk ini, tapi tim ini yang berat ada di masalah mental, tapi ini bagian dari pembinaan,’ katanya.

Sementara itu manajer tim Piala Sudirman Indonesia Rexy Mainaky tidak berbicara banyak ketika disinggung tentang strategi yang akan diterapkan untuk menghadapi Taiwan.

“Yang jelas tunggal putra dan putri mereka bagus,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rupiah Diharapkan Menguat Seiring Lemahnya Dolar AS

Jakarta, Aktual.co — Laju rupiah mampu kembali bergerak positif seiring dengan harapan akan penguatannya. Masih berlanjutnya pelemahan dolar Amerika Serikat memberikan keuntungan bagi rupiah untuk dapat bergerak menguat.

“Apalagi laju dolar AS juga terimbangi dengan penguatan Yen setelah dirilis data-data Jepang yang cukup positif, sehingga dapat menutup sentimen dari berbaliknya Yuan,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada, Jumat (15/5).

Reza memprediksikan, hari ini laju rupiah di atas target level resisten 13.198, yakni Rp13.198-13.177 (kurs tengah BI). Menurutnya, laju rupiah masih diharapkan untuk dapat kembali menguat seiring masih melemahnya laju dolar AS.

“Diharapkan sentimen yang ada cukup positif membawa rupiah tetap di zona hijau. Namun, tetap cermati sentimen-sentimen yang ada,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berikut Daftar Pemain Indonesia vs Taiwan

Jakarta, Aktual.co — Tim Indonesia akan bertanding melawan Taiwan dalam babak perempat final kejuaraan beregu Piala Sudirman 2015, yang akan diselenggarakan di Dongguan, Tiongkok, Jumat (15/5).

Pada pertandingan kali ini, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, kembali dipercaya untuk merebut kemenangan bagi Tim Merah Putih.

Pasangan ganda unggulan Indonesia itu, ketika melawan Denmark dalam pertandingan babak penyisihan grup C1, Rabu (13/5) tidak diturunkan. Hal ini karena penampilan yang kurang memuaskan ketika mereka dikalahkan oleh pasangan Inggris.

Selain itu, pemain tunggal putra, Jonatan Christie yang juga tidak diturunkan pada pertandingan melawan Denmark akibat dikalahkan oleh pemain Inggris pada waktu sebelumnya, kini dipercaya untuk menambah kemenangan Indonesia.

Untuk di nomor tunggal putri, tim pelatih PBSI masih mempercayai oleh Bellaetrix Manuputty dibandingkan dengan Lindaweni Fanetry.

Dan untuk ganda putra, Indonesia masih mempercayai Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan untuk melakukan pertandingan perdana.

Pertandingan babak perempat final itu akan berlangsung pada pukul 13:00 waktu setempat.

Ganda Putra: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin
Tunggal putri: Bellaetrix Manuputty vs Tai Tzu Ying
Tunggal putra: Jonatan Christie vs Hsu Jen Hao
Ganda Putri: Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii vs Hsieh Pei Chen/Wu Ti Jung
Ganda Campuran: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir vs Chen Hsiao Huan/Wang Chi-Lin.

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Minyak Turun Tertekan Kekhawatiran Kelebihan Pasokan

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak dunia berakhir turun pada Jumat pagi (15/5), karena kekhawatiran pasar telah meningkat terlalu banyak mengingat persediaan yang tinggi.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni, turun 62 sen menjadi ditutup pada 59,88 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni kehilangan 22 sen menjadi menetap di 66,59 dolar AS per barel di perdagangan London.

Data menunjukkan persediaan minyak mentah AS sedikit lebih rendah, di tengah pengurangan industri pengeboran yang telah membantu mendorong harga minyak naik sekitar 40 persen sejak komoditas itu merosot di bawah 45 dolar AS per barel pada pertengahan Maret.

Tetapi persediaan AS itu masih tinggi, dengan produksi minyak di atas 9,3 juta barel per hari, merupakan tingkat tertinggi sejak tahun 1970-an, kata para analis.

“Pasar pada dasarnya mulai melambat,” kata Gene McGillian, broker dan analis di Tradition Energy, Jumat.

“Jika kita tidak melihat kenaikan yang lebih baik dalam permintaan, atau tanda-tanda bahwa tingkat produksi sebenarnya mulai turun, pasar akan mundur kembali.” Tim Evans, analis di Citi Futures, mengutip data yang menunjukkan kenaikan 800.000 barel per hari dalam produksi dari negara-negara OPEC sebagai penghambat.

Kenaikan harga minyak sejak pertengahan Maret adalah “sebuah koreksi naik dalam harga bukan awal dari pasar yang bergairah berkelanjutan,” kata Evans.

Kemunduran pada Kamis terjadi meski dolar menurun. Sebuah greenback yang lebih rendah biasanya mendorong harga minyak lebih tinggi karena membuat minyak dalam denominasi dolar lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.

“Kinerja harga minyak baru-baru ini telah relatif lemah mengingat penurunan dalam dolar, dan dalam pandangan kami ini memperingatkan bahwa pasar melambat,” kata Evans.

Artikel ini ditulis oleh:

Kalahkan Malaysia 1-3, Korsel ke Semifinal Piala Sudirman

Jakarta, Aktual.co — Korea Selatan melangkah ke semifinal Piala Sudirman 2015 setelah pada partai perempat final menang 3-1 atas Malaysia di Dongguan, Kamis malam (14/5).

Ganda putri Korsel Chang Ye Na/Jung Kyung Eun memastikan Korsel lolos ke semifinal pada pertandingan partai keempat melalui perpanjangan game dengan kemenangan 21-23, 21-16, 21-11 atas pasangan Malaysia Vivian Kah Mun Hoo/Woon Khe Wei.

Korsel mencuri angka pertama lewat kemenangan di ganda putra Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong yang menang dari pasangan malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong.

Setelah itu tunggal putri Korsel Sung Ji Hyun tanpa kesulitan menggulung tunggal Malaysia Tee Jing Yi dengan game langsung 21-17, 21-12.

Namun pada partai ketiga Malaysia memperkecil ketertinggalan dengan menurunkan pemain andalan tunggal putra Le chong Wei yang mengalahkan tunggal putra Korsel Son Wan Ho dengan 21-17, 21-12 dalam waktu pertandingan 42 menit.

“saya tahu saya tidak main 100 persen, tapi saya fokus bermain,” kata Lee Chong Wei seusai bertanding.

“Saya main semangat dan percaya diri,” tambahnya.

Dengan hasil kemenangan itu maka Korsel yang berada di paruh undian bawah, akan mendampingi tuan rumah Tiongkok yang menempati posisi paruh undian atas, bertengger di semi final.

Korsel masih menunggu siapa lawan di semi final besok Jumat, antara pemenang Jepang melawan Denmark yang dalam undian menempati posisi paruh undian bawah.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain