19 April 2026
Beranda blog Halaman 36288

Pagi ini, Jabodetabek Cerah Berawan

Jakarta, Aktual.co —Jakarta, Aktual.co —Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan pagi ini, Senin (15/5), Jabodetabek bakal merata cerah berawan.
Siang harinya, wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Depok, Bekasi dan Bogor diperkirakan berawan. Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan mengguyur Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Tangerang.
Malam hari, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan mengguyur Depok dan Bogor. Sedangkan wilayah Jabodetabek lainnya diperkirakan berawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Emas Naik karena Dolar Lemah

Jakarta, Aktual.co — Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Jumat (15/5), karena dolar AS yang lebih lemah memberikan dukungan terhadap logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni naik tujuh dolar AS atau 0,57 persen, menjadi menetap di 1.225,20 dolar AS per ounce.

Emas terangkat naik karena dolar AS turun 0,08 persen menjadi 93,54 pada pukul 18.02 GMT.

Emas mendapat dukungan tambahan ketika laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (14/5) menunjukkan Indeks Harga Produsen sedikit berubah, memberikan investor alasan untuk percaya bahwa Federal Reserve AS tidak akan mulai khawatir tentang mulai menaikkan suku bunga.

Laporan menunjukkan harga untuk total permintaan akhir jatuh sebesar 0,4 persen pada April, yang analis katakan pada posisi akhir rendah dari ekspektasi.

Sebuah laporan lebih baik dari perkiraan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis mencegah emas dari kenaikan lebih jauh karena laporan menunjukkan klaim pengangguran awal turun 1.000 selama pekan yang berakhir 9 Mei menjadi 264.000.

Perak untuk pengiriman Juli naik 24,4 sen atau 1,42 persen, menjadi ditutup pada 17,465 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli menambahkan 11,6 dolar AS atau 1,01 persen, menjadi ditutup pada 1.162,40 dolar AS per ounce.

Artikel ini ditulis oleh:

Ratusan Orang Keracunan di Sampang, Konsumsi Nasi Perayaan Isra Miraj

Jakarta, Aktual.co —Ratusan orang keracunan massal usai konsumsi nasi ‘berkat’ yang dibagikan di acara Isra’ Miraj di Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (14/5). 
Hingga malam tadi, jumlah korban yang dirawat tercatat mencapai 181 orang. Sebanyak166 orang dirawat di Puskesmas Tambelangan, sedangkan sebanyak 15 orang lainnya dirujuk ke RSUD Sampang.
“Jumlah korban keracunan ini berdasarkan jumlah korban yang dirujuk ke puskesmas dan RSUD Sampang hingga pukul 23.45 WIB, saat ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Firman Pria Abadi, Kamis (14/5).
Rata-rata korban mengalami mual dan muntah-muntah tiga jam kemudian, setelah memakan nasi berkat itu. Mulai dari balita, anak-anak, remaja, pemuda, orang dewasa dan orang tua ikut jadi korban.
Delapan dokter diturunkan untuk menangani para korban di Puskesmas Tambelangan. Tenaga perawat bantuan dari puskesmas terdekat.
Tim dokter juga telah mengambil sampel muntahan korban untuk dilakukan uji laboratorium. Dinas Kesehatan juga juga telah menginstruksikan tim untuk melakukan penyelidikan epidemiologi.
Diketahui, acara Isra’ Mikraj yang digelar salah seorang warga Desa Billah, Kecamatan Tambelangan, Sampang, itu mengundang sekitar 400 orang, dan berdasarkan informasi petugas kepolisian Polres Sampang, rata-rata warga yang makan makanan yang dibawa pulang pada acara itu semuanya mengalami pusing, mual dan muntah-muntah, tapi tidak semuanya parah.

Artikel ini ditulis oleh:

Ribuan TKI Dideportasi Malaysia, Hampir Setengahnya Warga Kalbar

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Malaysia sudah mendeportasi 2.500 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari tahun 2014 sampai Mei 2015.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Barat M Ridwan mengatakan deportasi yang dilakukan melalui Entikong itu, hampir setengahnya, yakni 1.100 orang lebih merupakan TKI asal Kalimantan Barat.
Lemahnya proses pembekalan yang diberikan PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) maupun pihak lain yang menyalurkan  para TKI, ditudingnya jadi penyebab tingginya angka deportasi.
Ridwan sendiri mengaku kesulitan lakukan pengawasan. Lantaran banyak juga calon TKI yang gunakan jasa calo dan PJTKI tidak resmi. Bahkan ada yang nekat berangkat sendiri lewat ‘jalan tikus’ di perbatasan Kalbar. 
“Itu tentu menjadi suatu masalah, karena kita sendiri kesulitan untuk melakukan pemantauan. Tapi, Kalau melalui jalur resmi, kita bisa monitor,” ujar dia. Tercatat di 2014, ada sekitar 2.449 TKI yang dideportasi. Sekitar 900 orang warga Kalbar. 
Dinsosnakertrans Kalbar dalam waktu dekat juga akan membentuk Layanan Terpadu Satu Pintu TKI, untuk mencegah pengiriman TKI secara illegal yang banyak dilakukan oleh calo dan PJTKI yang tidak memiliki izin lengkap. “Kita akan segera membentuk LTSP untuk TKI yang nantinya akan diperkuat dengan peraturan gubernur Kalbar,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Raperda Zonasi Rawan Masalah, Pengamat: Bisa Ganggu Pertahanan Negara

Jakarta, Aktual.co —Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) yang diajukan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) rawan masalah.
Pendapat itu disampaikan pengamat politik Ibukota dari Budgetting Metropolis Watch (BMW), Amir Hamzah. Oleh karena itu, ujar dia, DPRD dan Pemprov DKI jangan mengabaikan berbagai aspek yang terkait dengan raperda itu.
Seperti pengelolaan laut yang diatur dengan Undang-Undang Kelautan dan Perikanan, UU Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, maupun UU 34 tahun 2004 tentang TNI. 
“Harus diperhatikan, jangan main-main membahas Raperda ini agar jangan sampai berbenturan dengan kewenangan lain,” ujar dia, kepada Aktual.co, Kamis (14/5).
Amir mencontohkan, misal ada kawasan pesisir atau laut yang dimanfaatkan unit-unit TNI yang kemudian peruntukkannya untuk hal lain. Menurut dia tentunya ini akan menjadi masalah. “Jangan sampai Raperda ini merampas kepentingan TNI, kepentingan pertahanan negara,” ucap dia.
Dia pun kembali menyarankan anggota DPRD DKI jangan hanya melihat untung rugi saja dengan meloloskan raperda ini. “Juga harus benar-benar diperhatikan. Belum lagi penduduk di sana nantinya, mereka kan juga bangsa Indonesia juga,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD DKI Diterpa Isu Suap Raperda Zonasi, Pengamat: Jangan Heran

Jakarta, Aktual.co —Pengamat Ibukota Amir Hamzah heran dengan pernyataan Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda)  DKI M Taufik yang mengatakan Rancangan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) tak ada kaitan dengan Peraturan Daerah nomor 8 tahun 1995 tentang reklamasi dan rencana tata ruang Pantura.
Padahal, kata Amir, Raperda Zonasi itulah yang nantinya bakal menentukan lokasi untuk proyek reklamasi pulau di Teluk Jakarta.
Ditambah lagi, ujar dia, saat ini meskipun Raperda Zonasi dan Reklamasi juga belum dibahas DPRD, tapi Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) malah sudah keluarkan izin. “Nah ini persoalannya, kan aneh,” ucap dia, kepada Aktual.co, Kamis (14/5).
Amir juga heran Taufik yang seperti bersikap mendorong agar DPRD DKI bisa segera membahas Raperda Zonasi itu. “Jadi jangan heran kalau ada orang bilang Balegda sudah dapat kucuran dana dari pengembang tertentu untuk menggolkan Raperda ini (Zonasi),” ucap dia.
DPRD DKI seminggu ini memang tengah diterpa isu suap terkait pembahasan Raperda Zonasi. 
Namun saat dikonfirmasi mengenai kabar itu, Wakil Ketua Balegda Merry Hotma memilih bungkam. Politisi PDI-Perjuangan itu malah menyarankan wartawan menanyakan langsung persoalan itu kepada Ketua Balegda M Taufik. 
“Anda tolong koordinasi dengan Bang Haji Taufik ya sebagai Ketua Baleg. Aku lagi sibuk banget karena suamiku baru saja operasi jantung. Terimakasih,” kata Merry, melalui pesan singkat kepada wartawan.
Taufik sendiri saat ini belum bisa dimintai keterangan, lantaran tengah beribadah umroh ke Tanah Suci. 
Isu suap itu awalnya mencuat dari pernyataan mantan Sekretaris DPD Partai Demokrat Irfan Gani. “Kabar yang saya terima para pimpinan dewan sudah menerima uang suap untuk meloloskan Raperda zonanisasi menjadi peraturan daerah (perda). Karena perda ini menjadi pintu masuk untuk meloloskan mega proyek  reklamasi,” kata Irfan, beberapa waktu lalu.
Suap itu, kata dia, diterima para pimpinan dewan dari salah satu perusahaan yang mengerjakan megaproyek reklamasi di pantai utara Jakarta.  Meskipun Irfan tidak spesifik menyebut nama perusahaan yang dimaksudnya.
Namun politisi Demokrat ini yakin uang suap itu dikucurkan untuk meloloskan Raperda Zonasi di tingkat pimpinan dewan. Setelah ada kucuran dana itu, Irfan memastikan pengesahan Raperda Zonasi bakal mulus-mulus saja atau tidak bakal alot. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain