19 April 2026
Beranda blog Halaman 36291

Warga Lereng Merapi Panen Perdana Biji Kopi

Jakarta, Aktual.co —  Petani kopi di lereng Gunung Merapi, Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai memanen biji kopi dari perkebunan setelah melakukan penanaman kembali pada 2012.

“Ini panen perdana dari penanaman kopi pada 2012, setelah pada 2010 seluruh kebun kopi hangus diterjang awan panas erupsi Merapi,” kata salah satu petani kopi lereng Merapi Sumijo (40), Kamis (14/5).

Menurut dia, ditargetkan untuk awal panenan ini bisa mendapatkan lima ton biji kopi.

Ia mengatakan panen kopi yang pertama ini tidak ingin terlalu muluk mengharapkannya karena tanaman juga ada yang terserang hama.

“Pada panen perdana ini target hanya lima ton karena memang belum optimal,” kata pemilik Kedai Kopi di Tugu Ambruk, Petung, Kepuharjo tersebut.

Sumijo mengatakan dengan panenan ini, bisa mulai bertahap, lereng Merapi kembali dikenal juga dengan penghasil kopi baik jenis robusta maupun arabika dengan kualitas baik.

“Upaya masyarakat setempat untuk mengembalikan pamor atas kopi yang dihasilkan usai bencana erupsi Merapi 2010 terus dilakukan. Salah satunya dengan menanam bibit-bibit baru,” katanya.

Ia mengatakan pada 2012 ditanam di lahan seluas 50 hektare. Pada 2013 bertambah 60 hektare, dan pada awal 2015 seluas 30 hektare.

“Setiap satu hektare berisi sekitar seribu tanaman kopi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hina Dunia, Belum Tentu Hina di Mata Allah SWT

Jakarta, Aktual.co — Pada jaman Rasullullah SAW, ada sebuah kisah nyata, seorang pemuda yang bernama Uwais Al-Qarni, yang hidup dengan ibunya di tempat terpencil dan cukup asing, jauh dari keramaian kota. Telah memberikan kita sebuah inspiratif arti kehidupan dan juga kiatnya tetap bertawakal kepada Allah SWT dan juga Rasulnya.

Ibunya yang sudah tua, mengalami penyakit lumpuh total. Dan pemuda ini setiap harinya harus mengurusi ibunya. Ia memberinya makan, memandikannya, serta membersihkan kotoran ibunya. Semua dilakukannya dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Pemuda ini sangat sayang pada ibu kandungnya tersebut.

Pemuda ini pun harus bekerja keras guna memenuhi kebutuhan dirinya juga ibunya yang sedang sakit. Namun, tidak ada satupun pekerja yang mau memakainya karena, pemuda itu terjangkit penyakit kusta yang mematikan dan menular pada kedua telapak tangannya. Sampai akhirnya ada yang mau menerimanya meski hanya sebagai buruh pengantar susu.

Hari kian berganti, pemuda yang sangat taat mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW ini ternyata memiliki sebuah angan-angan agar dipertemukan dengan Rasulullah SAW. Selama ini, Ia tak melakukannya karena ia terfikirkan oleh kondisi sang ibu yang cukup memperhatinkan. Sampai suatu hari, rasa ingin bertemu Rasulullah SAW tak terbendung lagi. ia pun bergegas meninggalkan sang ibu dan berjalan menuju tempat Rasulullah SAW. Ia terus berjalan sejauh 80km. namun sepanjang perjalanan, ia selalu teringat oleh sang ibu yang sendirian di rumah. ia tak bisa membuang rasa khawatir dalam benaknya. Semakin dekat ia akan bertemu dengan Rasulullah, semakin berlinang pula air mata pemuda tersebut teringat ibunya.

Ketika pemuda tersebut hendak sampai di kota dimana Rasulullah tinggal, Pemuda itu pun langsung memutar arah dan berlari sekencang-kencangnya menuju Ibunya. Ia merasa berdosa telah meninggalkan sang ibu yang terbaring sakit sendirian dirumahnya. Setelah kurang lebih 3 jam berlari, ia pun tiba di rumahnya dan mendapati sang bunda telah menghembuskan nafas terakhir untuk selama-lamanya. Pemuda itu pun menangis terisak dihantui rasa bersalah.

Setelah itu, pemuda itupun bergegas pergi ke kota untuk meminta pertolongan kepada warga akan kematian ibunya dan berharap warga mau membantu untuk menguburkan jasad ibunya.

Namun, ia tak menduga bahwa tak satupun warga yang mau membantu menguburkan jasad ibu pemuda tersebut karena keluarga mereka terjangkit penyakit kusta. Pemuda itu pun sangat sedih. Ia pun bergegas memandikan, mengafankan, dan mengubur jenazah ibunya seorang diri.

Di sisi lain, Nabi Muhammad SAW pernah berpesan kepada para sahabatnya. “mintalah ilmu dan nasihat kehidupan dari salah seorang pemuda di negeri sebrang yang bernama “Uwais Al – Qarni”, kalian akan menemuinya kelak. Lihatlah tanda di kedua tangannya ada bekas penyakit kusta,” ujar Rasullullah.

Karena Rasulullah dan pemuda itu belum pernah bertemu, lantas membuat para sahabat Nabi menjadi terheran dan penasaran.  Mereka pun beramai-ramai mencari siapa pemuda tersebut. Sampai suatu hari mereka menemukan pemuda yang telah dimaksud oleh Rasulullah SAW.

Sontak, pemuda itu pun terkejut dan heran sembari menahan air matanya. Ia mengatakan, bagaimana bisa aku memberikan ilmu dan nasihat kepada kalian, sementara kalian adalah sahabat Rasul, setiap hari bertemu denganNya. Sementara aku ini hanyalah orang miskin, tak punya apa apa dan aku hanya punya ibu yang kini telah pergi meninggalkanku. Memang aku ingin sekali bertemu langsung dengan Baginda Rasul, tapi mimpiku untuk menemuiNya tak pernah bisa terwujud, karena aku harus mengurusi ibuku setiap harinya. Walaupun aku tahu bahwa aku mungkin tak bisa bertemu dengan Baginda Rasul, tapi aku selalu setia mencoba untuk mengikuti apapun perintah dan ajaranNya tentang islam yang hanya kudengar secara tidak langsung dari orang orang. Karena tak seorang pun mau mengajari pemuda miskin dan berpenyakit seperti aku ini. Itulah yang diungkapkan pemuda itu kepada para sahabat.

Tak lama berselang di pertemuan tersebut, pemuda itu pun menghembuskan nafas terakhirnya karena penyakit yang di deritanya. Namun yang mengherankan adalah, kematian dari pemuda tersebut mengundang Tanya terhadap warga sekitar, apa yang memadati rumah Uwais? Mengapa disana begitu ramai? Konon punya cerita, Uwais telah di kelilingi oleh malaikat-malaikat yang diutus oleh Allah SWT. Karena beliau memiliki hati yang sangat mulia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Demokrat Kritik Jokowi Terkait Belum Adanya Even Internasional di Bali

Denpasar, Aktual.co —  Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta membandingkan komitmen Presiden era Joko Widodo (Jokowi) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Mudarta, komitmen Presiden Jokowi terhadap pembangunan ekonomi Bali berbeda jauh kala SBY masih menjabat sebagai Presiden.

SBY memiliki komitmen nyata atas pembangunan ekonomi Bali. Buktinya adalah even berskala internasional seringkali digelar di Bali. Tak terhitung jumlahnya.

“Di era Jokowi belum ada even skala internasional yang digelar di Bali,” kritik Mudarta saat menemani Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu berlibur di Bali (14/5).

Hari ini, SBY menyempatkan diri berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh Krishna. SBY juga menikmati sunset di Pantai Pandawa.

“Filosofi Pantai Pandawa itu dari Panca Pandawa, spiritnya adalah pemimpin itu yang bijak, santun, mensejahterakan masyarakat. Wise-lah,” katanya menjelaskan.

Usai menikmati keindahan matahari tenggelam, SBY dan rombongan menyempatkan diri santap malam di Jimbaran.

“Ini juga bentuk komitmen beliau terhadap ekonomi kerakyatan. Beliau berupaya dan berkomitmen menghidupkan ekonomi Bali di tengah lesunya perekonomian nasional dan Bali,” papar Mudarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

PSM Pertahankan Tim Hadapi Piala Liga 26 Mei

Makasar, Aktual.co — Direktur Klub PSM Makassar, Sumirlan mengatakan laga piala liga yang akan dilaksanakan 26 Mei mendatang oleh manajemen PSM Makassar tetap mempertahankan pemain yang tergabung dalam skuad ‘Juku Eja’.

“Laga tersebut menjadi laga pra-musim bagi kontestan, sebelum QNB League kembali digulirkan pada September mendatang,” ujar Sumirlan di Makassar, Kamis (14/5).

Untuk itu, lanjut Sumirlan, skuad PSM yang memperkuat kompetisi QNB League musim 2015 bakal dinegosiasi ulang selama turnamen berjalan hingga September mendatang.

“Besok kita lakukan pertemuan untuk membahas masa depan mereka,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut akan dibahas kontrak pemain dan pelatih.

“Kita juga akan bicarakan soal kontraknya,” ucapnya.

Langkah untuk menggulirkan Piala Liga, setelah seluruh klub dan PT Liga Indonesia melakukan rapat pada Rabu (13/5) kemarin. Pasalnya, selama empat bulan pemain tidak menjalani kompetisi. Sehingga PT liga selaku operator berencana menggulirkan turnamen agar klub memiliki aktivitas.

“Daripada tidak ada kegiatan,” tutur dia.

saat ini skuad Juku Eja dihuni 25 pemain, diantarannya dua pemain import yakni Nemanja Vucicevic asal Serbia dan Boman Irie Aime asal Pantai Gading.

“Tetap kita pertahankan untuk ikut turnamen Piala Liga,” tambahnya.

Sementara 23 pemain lokal yang ada di tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur tersebut juga sudah melakukan penandatanganan kontrak. Untuk membela tim tertua di Indonesia dalam kompetisi QNB League, sebelum dihentikan oleh PSSI pada 2 Mei lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Terapkan Tarif Rupiah/Kilometer, Pengamat: Pemprov Harus Penuhi Syarat Ini

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Transportasi Universitas Gajah Mada (UGM), Danang Parikesit berharap agar Pemprov DKI Jakarta mempersiapkan faktor pendukung sebelum melaksanakan sistem rupiah per kilometer yang diberlakukan pada angkutan umum.

Danang menilai Pemprov DKI harus memperkuat manajemen PT Transportasi Jakarta. Sebab, kontrak kerjasama antara operator dengan pemerintah itu harus diwakili oleh PT Transportasi Jakarta.

“Kedua, Standar Pelayanan maksimum (SPM) angkutan umum harus dipersipakan lantaran saat ini operasionalnya belum cukup tepat dan harus diatur ulang,” kata Danang ketika dihubungi wartawan, Kamis (14/5).

Ketiga sambung Danang, pemprov harus mengambil semua trayek angkutan umum yang ada. Hal itu guna menghindari adanya kecemburuan pihak lain terutama yang tidak tergabung dengan pengelolaan PT Transjakarta.

Terakhir, Pemprov DKI harus mengikuti kementrian perhubungan yang mengatur integrasi transportasi antara bus, rel dan sebagainya. Dimana, Peraturan Presiden yang mengatur hal tersebut akan dikeluarkan pada bulan depan.

“Pemprov DKI harus sudah memperhitungkan resiko pendapatanya yang dialihkan untuk sistem tersebut. Apabila semua angkutan umum diterapkan sistem tersebut, diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp5-8 Triliun. Kalau semua sudah siap, saya optimis 2016 sudah bisa jalan, minimal pilot projectnya,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berikut Kronologi Kericuhan LP Kerobokan

Denpasar, Aktual.co — Satu narapidana di Lapas Kelas IIA Kerobokan Denpasar harus meregang nyawa akibat kericuhan akibat saling ejek di lapas terbesar di Bali itu.

Kalapas Kelas IIA Kerobokan Denpasar, Sudjonggo menuturkan, sesungguhnya Herman dan Andre bukan merupakan target yang hendak dicari oleh napi berinisial S yang sering diejek oleh rekan lainnya berinisial G.

Herman dan Andre justru hendak melerai agar keributan tak terjadi antara S dan G. Rupanya, S yang sudah memendam amarah sedemikian lama tak kuasa menahan emosi. Dengan sebatang besi tajam yang telah dipersiapkannya ia hendak menuntaskan dendamnya kepada G.

“H (Herman) dan A (Andre) justru hendak melerai. Kala itu keduanya tengah membersihkan kamar,” papar Sudjonggo, Kamis (14/5).

Apa lacur, api dendam sudah membara di dada. Saat dilerai justru S menyerang Herman dan Andre. Keduanya kena tusukan besi tajam yang terhunus dari tangan S. Satu tusukan tepat mengenai jantung Herman. Sementara Andre mengalami luka tusukan di perut. Sasaran utama S yakni G, justru dalam keadaan baik-baik saja.

Herman tewas dalam perjalanan menuju RSUP Sanglah Denpasar. Sementara Andre selamat dengan luka serius dan tengah menjalani perawatan intensif.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain