13 April 2026
Beranda blog Halaman 36319

WFP: Afrika Bagian Selatan Terancam Kekurangan Pangan

Jakarta, Aktual.co — Afrika bagian selatan terancam mengalami kekurangan pangan selama beberapa bulan mendatang, karena terjadinya kekeringan parah di kawasan penghasil jagung Afrika Selatan, tempat kurangnya hujan telah menyebabkan tingkat kegagalan panen lebih dari 50 persen, kata Program Pangan Dunia (WFP).

Di Afrika Selatan, WFP mengatakan produksi jagung diperkirakan telah turun sepertiga dibandingkan dengan tahun lalu, sehingga hasil panen diperkirakan hanya 9.665 juta ton, yang terburuk dalam delapan tahun terakhir.

Selain Afrika Selatan, yang memproduksi lebih dari 40 persen dari kebutuhan jagung regional, kekeringan juga cenderung memberikan dampak pada hasil panen di selatan Angola, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Lesotho, Malawi dan Madagaskar, kata badan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu dalam sebuah laporan.

Masalah itu terjadi di daerah kawasan terkurung daratan dan miskin Malawi diperparah dengan hujan lebat dan banjir di awal Januari yang menghancurkan tanaman dan jalan, tambahnya.

Kerusuhan anti asing yang terjadi bulan lalu di Afrika Selatan, tempat setidaknya tujuh orang tewas dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi, juga dapat mengakibatkan penurunan arus pengiriman uang dari ekonomi yang paling maju di Afrika itu, yang menambah masalah negara-negara terdekat, yang kata WFP.

“Hujan yang dialami pada akhir Maret dan awal April memberi beberapa bantuan kepada petani ternak namun terlambat untuk makanan pokok dan tanaman,” menurut penilaian April oleh Kelompok Kerja Keamanan Pangan dan Nutrisi, dikutip dari Reuters, Rabu (13/5).

“Yang menjadi keprihatinan besar adalah Zimbabwe, yang terancam mengalami defisit makanan besar karena gagal panen meluas,” tambahnya.

Negara-negara di kawasan itu kemungkinan besar harus melengkapi produksi dalam negeri mereka dengan peningkatan impor, yang akan meningkatkan biaya untuk pangan, kata WFP.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Mengaku Miliki Fakta Baru Terkait Dugaan Korupsi PT TPPI

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Bareskrim Polri belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan kepala BP Migas (kini SKK Migas), Raden Priyono terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan pokok perkara korupsi penjualan Kondensat milik negara yang melibatkan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI).

“Belum, kita masih periksa saksi-saksi,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan khusus Bareskrim Polri, Brigjen Victor Edi Simanjuntak, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/5) malam.

Dia menuturkan, penyidik hari ini hanya menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat saksi dari SKK Migas dan PT TPPI. Namun, dua saksi dari kedua belah pihak mangkir dari pemanggilan penyidik. “Jadi yang hadir cuma dua,” ujar Victor.

Namun, lanjut dia, penyidik menemukan fakta baru di balik dugaan korupsi penjualan kondensat setelah periksa dua saksi yang hadir.

“Menurut keterangan saksi tahun 2008 TPPI sudah mulai mengajukan penjualan kondensat ke BP Migas (sekarang SKK Migas), namun dari BP Migas tidak menanggapi karena TPPI tidak punya uang,” beber Victor.

Tapi yang jadi pertanyaan penyidik adalah, meski sudah ditolak, entah kenapa TPPI mulai menjual kondensat bagian negara pada Maret 2009.

Meski mulai menjual kondensat bagian negara, namun hasil penjualan rupanya tidak masuk ke BP Migas yang memberi piutang.

“Dari pihak keuangan TPPI tahun 2009 TPPI menunggak USD 194 juta. Tahun 2010 tunggakan TPPI mencapai USD 208 juta, namun dibayarkan baru USD 40 juta,” beber Victor.

Dalam kasus ini, Bareskrim sudah menetapkan tiga tersangka, yaitu DH, HW, dan RP. Perhitungan sementara, kerugian negara akibat korupsi tersebut mencapai Rp2 triliun.

Disinggung mengenai adanya campur tangan pihak Kementerian ESDM terkait penjualan kondensat bagian negara meski sebelumnya TPPI pernah ditolak BP Migas, Victor mengaku, penyidik masih menelusuri hal tersebut. “Masih ditelusuri ke arah sana,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ancelotti Bantah Pernyataan Agen Bale

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti melancarkan serangan terhadap agen Gareth Bale, yang mengklaim bahwa penampilan buruk pemain Wales itu pada musim ini disebabkan rekan-rekan setimnya tidak mengoperkan bola kepada kliennya.

Jonathan Barnett, yang turut andil dalam membuat Bale memecahkan rekor transfer dunia saat direkrut Real pada September 2013, merespon kritik keras terhadap penampilan kliennya saat Real kalah 1-2 dari Juventus di semifinal pertama Liga Champions pekan lalu dengan berkata, “Real harus bekerja dengan Gareth dan mengoperkan lebih banyak bola kepadanya.” Bagaimanapun, Ancelotti merespon dengan marah komentar-komentar itu, sambil membela penampilan Bale musim ini meski sang pemain hanya menyumbang tiga gol sejak Januari.

“Saya pikir Bale menjalani musim yang bagus. Musim lalu ia mencetak gol pada momen-momen penting, di final-final, dan itu dapat terjadi dengan sejumlah keberuntungan yang ia miliki untuk kembali melakukan hal yang sama,” kata Ancelotti, dikutip dari AFP, Selasa (12/5), menjelang pertandingan kedua melawan sang juara Italia.

“Kami gembira dengan musim Bale. Terdapat banyak orang di dunia ini yang memiliki kesukaan untuk berbicara, dan beberapa kali mereka terlalu banyak melakukannya.” “Agen Bale tidak pernah hadir pada salah satu sesi-sesi latihan kami, ia tidak tahu atmosfer kami dan ia berbicara dari luar. Bale tidak pernah memiliki masalah dengan rekan-rekan setimnya, ataupun mereka dengan dia. Bale menyukai rekan-rekan setimnya dan mereka menyukainya. Akan lebih baik bagi dia untuk tidak mengatakan apapun,” tegas Ancelotti.

Bintang Piala Dunia James Rodriguez membantah bahwa Bale diperlakukan berbeda oleh rekan-rekan setimnya di Real, dan meminta timnya bersatu saat mereka mengincar tampil di final Liga Champions untuk musim kedua secara beruntun.

“Gareth merupakan pemain yang bagus, kami semua ingin bermain dengan dia, bukan hanya dia, (juga) dengan Cristiano (Ronaldo), Chicarito, dan banyak lagi,” kata pemain Kolombia ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertamina Kirim 50.000 Tabung Elpiji ke Tarakan

Jakarta, Aktual.co — Pertamina Unit Pemasaran (Marketing Operation Region/MOR) VI Kalimantan segera mengirimkan 50.000 tabung elpiji ukuran 3 kilogram ke Tarakan, Kalimantan Utara, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

“Kami kirim dari Balikpapan pada Kamis (14/5) besok,” kata Kepala Humas Pertamina MOR VI Kalimantan, Andar Titi Lestari, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (12/5).

Pasokan tersebut diantar oleh transporter PT Patra Trading. Dengan perjalanan selama tiga hari dari Balikpapan, dijadwalkan 50.000 tabung elpiji itu sudah sampai di Tarakan pada Minggu (17/5).

Pasokan sebanyak 50.000 tabung tersebut untuk menjaga ketersediaan stok elpiji 3 kg di Kalimantan Utara, terutama di sekitar perbatasan seperti Nunukan dan Sebatik.

Humas MOR VI juga menambahkan bahwa pengiriman ini memang terkait erat dengan musibah yang dialami LCT Daniel 8019, kapal pengangkut 37.360 tabung elpiji 3 kg yang terbalik di perairan Sungai Somber, Balikpapan, pada Jumat (8/5).

Akibat kejadian itu, pasokan elpiji subsidi untuk Tarakan dan sekitarnya tersendat. Meskipun Tarakan masih memiliki persediaan 6.000 tabung sebagai stok cadangan, Pertamina bereaksi dan mengantisipasi kelangkaan dengan mengirim 10.000 tabung pada Minggu (10/5) dan dijadwalkan tiba di Tarakan pada Rabu (13/5).

Puluhan ribu elpiji 3 kg diangkut menggunakan kapal LCT (landing craft tank), yakni kapal berlunas datar yang memiliki ramdoor atau pintu di haluannya.

Ramdoor itu bisa menjadi jembatan penghubung, sehingga truk dapat langsung masuk ke lambung kapal untuk memuat atau membongkar muatan.

Di lambung kapal, tabung-tabung itu disusun dalam rak-rak besar yang dibuat dari scaffolding atau perancah khusus.

“Menggunakan LCT itu efektif dan efisien. Tabung elpiji bisa segera didistribusikan kepada masyarakat begitu turun dari kapal,” jelas Lestari.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rambe: Soal Reshuffle, Komisi II Masih Evaluasi Kinerja Menteri

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi II DPR RI Rambe Kamarulzaman mengaku masih melihat kinerja menteri disamping adanya wacana perombakan kabinet kerja Jokowi-JK. 
Menurutnya, kementrian di mitra kerja cukup menunjukkan performa yang baik meski ada beberapa catatan yang harua dibenahi.
“Masih kita evaluasi hasil kerjanya,” ujar Rambe di DPR, Jakarta, Selasa (12/5).
Namun, ia menyarankan agar mitranya khusunya kementrian bisa melaksanakan tupoksi tanpa adanya pencitraan.
“Yang kita sarankan jangan perlu ada pencitraan tapi ini sudah masuk tujuh bulan jadi apa yang dirapat kerja awal itu laksanakan. Ada yang baik tapi tetaplah dibenahi,” katanya.
Meski begitu, Rambe menilai Komisi II DPR masih bersinergi dengan pemerintah.
“Masih cocok kita dengan pemerintah. Dengan kemendagri, Mensesneg kita ingatkan terus tapi kurangilah kesalahan presiden di kantor presiden sana,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi: Pak SBY Tolong Pak Ruhut Kasih Penghargaan

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penghargaan pada Ruhut Sitompul. Permintaan ini disampaikan Jokowi saat membuka Kongres PD ke-IV di Hotel Shangri-La, Surabaya, Selasa (12/5).
“Pak SBY tolong,  Pak Ruhut diberikan penghargaan. Telepon saya tiga kali. Pertama waktu saya di Papua. Telephone lagi di Merauke. Terus telepon lagi waktu saya di Papua Nugini. SMS sekali,” ujar Jokowi yang langsung disambut dengan tawa peserta.
Jokowi bahkan membacakan pesan singkat Ruhut yang akhirnya meluluhkan Jokowi untuk hadir membuka kongres.”Kira-kira SMS nya begini. Walaupun tidak sama persis. Mohn mmaf Bapak Presiden aku sebagai pendukung setiamu meminta hadir di Kongres Partai Demokrat. Saya saya buka aja,” tegasnya.
Seperti diketahui Jokowi memang memutuskan hadir mendadak. Pasalnya Jokowi sedang disibukkan dengan agenda kenegaraan di Papua Nugini.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain