12 April 2026
Beranda blog Halaman 36325

Komisi II Jabarkan Ketiga Fokus Revisi UU Pilkada yang Harus Disegerakan

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi II DPR RI Rambey Kamarulzaman menjabarkan tiga fokus perubahan pembahasan revisi UU Pilkada dan UU Parpol selain poin keikutsertaan partai politik berkonflik. 
Kemudian, ketiga fokus tersebut perlu disegerakan.
Pertama, masalah dilarangnya kepala daerah untuk menyalonkan kembali di posisi yang  sama setelah 10 tahun menjabat di posisi tersebut.
“Tapi misalkan sudah jadi kepalaa daerah, ya secara etika tahun berikutnya jangan turun jabatan menjadi wakil kepala daerah, beri kesempatan pada yang lain,” ujar Rambe di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5).
Kedua, dalam asas penyelenggara pemilu ditetapkan tak boleh bagi kepala daerah mengganti staf dan memutasi mereka sebelum 6 bulan berakhir masa jabatan. Dalam hal ini DPR mengusulkan revisi masa 6 bulan diganti pada saat  mendaftar sebagai peserta pilkada.
“Ini dimaksudkan agar tak ada tekanan dari para calon incumbent kepada para staf untuk memilihnya kembali,” katanya.
Ketiga, masalah anggaran pilkada serentak yang membludak hingga tiga kali lipat dibandingkan pilkada sebelumnya. Dalam hal ini diperukan peraturan menteri dalam negeri (permendagri) yang mengatur pengeluaran apa saja dalam pilkada yang diperbolehkan. Pasalnya, walaupun anggaran pilkada serentak dibuat besar oleh daerah, namun belum jelas pos anggaran mana yang akan diambil untuk dana peruntukkan.
“Anggaran Pilkada sebelumnya hanya Rp13 miliar kini menjadi Rp33 miliar tapi uangnya belum tahu dari mana, sehingga sebaiknya dalam Permendagri diutarakan Mendagri punya kewenangan memotong anggaran,” ungkapnya.
Terakhir, revisi kedua UU ini harus dapat mengantisipasi peran partai politik yang berselisih.

Artikel ini ditulis oleh:

Inaca Minta Birokrasi Insentif Komponen Pesawat Dipermudah

Jakarta, Aktual.co — Asosiasi Maskapai Penerbangan Sipil Indonesia (Inaca) meminta birokrasi dalam pengajuan insentif fiskal untuk komponen atau bahan baku komponen berupa Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) sebesar Rp400 miliar dipermudah.
Ketua Umum Inaca M Arif Wibowo di sela-sela Konferensi Internasional MRO Penerbangan Indonesia (AMROI) di Jakarta, Selasa, mengatakan selama ini untuk pengajuan insentif tersebut birokrasinya berbelit-belit. “Jadi, ada masalah birokrasi di sini, kita minta dipermudah, karena ini juga tidak merugikan negara,” katanya.
Arif mengatakan proses tersebut biasanya memakan waktu satu tahun, sementara pemesanan komponen dan suku cadang terus berlangsung, dimulai dari menyusun daftar suku cadang yang akan dipesan, kemudian melaporkan ke Kementerian Perhubungan untuk dicek satu per satu, dari Kemenhub mengajukan usulan ke Kementerian Perindustrian, kemudian ke Kementerian Keuangan.
“Zaman sekarang zaman elektronik, birokrasi seperti itu dihindarkan,” katanya.
Menurut Arif, kemudahan birokrasi itu sangat membantu di tengah insentif fiskal yang dinilai belum mencukupi jika dibandingkan dengan biaya perawatan yang mencapai 10-15 persen dari total biaya operasional sebesar Rp100 triliun.
“Margin kita tiga persen, kalau untuk sekarang ini kan industri penerbangan lagi enggak untung,” katanya.
Artinya, lanjut dia, minimal biaya perawatan Rp15 triliun, sementara penggantian suku cadang memakan biaya 10-40 persen dari biaya operasional.
Untuk itu, dia juga terus meminta pemerintah untuk membebaskan bea masuk suku cadang pesawat, yang saat ini baru empat komponen yang dibebaskan dari 27 komponen.
“Anggota Inaca mengharapkan ‘mandatory to be free’ (dibebaskan), tapi bukan berarti kita tidak mendukung pendapatan negara terkait untuk perputaran ekonomi di sektor udara,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum Asosiasi Perawatan Pesawat Indonesia (Iamsa) yang meminta pemerintah mempermudah proses birokrasi masuknya suku cadang agar tidak terlalu membebani maskapai.
“MRO itu kita ‘charge’ (kenakan biaya kepada) maskapai, pajak-pajak itu semua maskapai yang bayar, yang kita harapkan proses administrasinya menjadi lebih ringan, mempercepat proses masuknya barang, itu poin yang penting,” katanya.
Dia menjelaskan keterlambatan proses tersebut yang menyebabkan tertundanya proses penyelesaian pekerjaan perawatan pesawat.
“Birokrasi ini yang membuat MRO bisa berdampak pada penyelesaian pekerjaan, pekerjaan kita terlambat kalau suku cadang terlambat masuknya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

10 Tahun Pimpin Demokrat, SBY Disebut Bentuk Kader Bonsai

Medan, Aktual.co — Panasnya suhu politik menjelang dan saat pelaksanaan Kongres Demokrat di Surabaya sedikit mereda. Pasalnya, SBY akan maju sebagai calon tunggal Ketua Umum tanpa pesaing.
Menanggapi itu, pengamat politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Rudianto Nurdin mengaku tak heran. Selama berdirinya Demokrat, SBY sebagai pendiri hanya membentuk kader-kader bonsai.
“Memang 10 tahun SBY berhasil membonsai tokoh-tokoh politik di Demokrat sehingga tidak sebesar dia, ini mirip dengan pola Mega di PDI Perjuangan,” ujar Rudianto kepada Aktual.co di Medan, Selasa (12/5).
Menurut Rudianto, di Demokrat sebenarnya banyak tokoh yang bisa diandalkan. Tapi, pola yang dibangun oleh SBY menyebabkan peran-peran kader itu tidak muncul dan terlihat.
“Sehingga selalu, apapun masalahnya muaranya ke SBY. Ini membuat kader-kader menjadi kerdil, seolah opini publik positif selalu mengarah ke SBY dan kader lain tidak kedengaran sepak terjangnya,” katanya.
Melemahnya kekuatan politik Demokrat disebabkan bangunan yang tidak berlandaskan ideologi. Demokrat dibangun hanya dengan kekuatan ketokohan.
“Saya kira disitu kelemahan partai yang tidak dibangun berdasarkan ideologi yang kuat, hanya didasarkan ketokohan. SBY disitu kegagalannya, tidak berhasil selama 10 tahun menjadikan kendaraan politik ini terkader hingga ke bawah, wajar setelah tidak berkuasa, kesulitan mencari kader dilapangan,” tukasnya.
Kondisi Demokrat itu mungkin saja sebagai alasan kuat bagi SBY sendiri untuk kembali memimpin Demokrat. 

Artikel ini ditulis oleh:

Mandiri Salurkan Kredit ke Pelindo IV Rp3 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Bank Mandiri menyalurkan kredit investasi kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV senilai Rp3 triliun untuk mendukung pembangunan Makassar New Port serta pengembangan peralatan, fasilitas pelabuhan dan modernisasi peralatan bongkar muat di berbagai wilayah kerjanya.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan pembiayaan berjangka waktu 7,5 tahun itu dimaksudkan untuk mempercepat pengadaan infrastruktur nasional serta untuk mendukung program Tol Laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

“Kami bergembira karena melalui sinergi antar BUMN ini, Bank Mandiri dapat sekali lagi membuktikan komitmennya dalam memperkuat daya dukung infrastruktur kemaritiman nasional, termasuk sektor kepelabuhanan,” ujar Royke saat penandatanganan kerja sama dengan Direktur Utama Pelindo IV Mulyono di Jakarta, Selasa (12/5).

Hingga saat ini, Bank Mandiri telah mengucurkan pembiayaan kepada sektor kemaritiman sebesar Rp17,1 triliun, setara dengan 19,02 persen dari total pembiayaan perbankan nasional.

Pembangunan Makassar New Port sendiri merupakan langkah aktif Pelindo IV untuk memenuhi kebutuhan pelabuhan peti kemas Makassar dan menjadi penyambung (konektivitas) antar pulau serta mendukung sistem logistik nasional khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Dalam pembangunannya, Pelindo IV yang tengah mengusung tagline menjadi Lokomotif Indonesia Timur mengembangkan konsep port create the trade atau mengikuti supply approach strategy.

Berdasarkan strategi tersebut, Makassar New Port nantinya akan terintegrasi dengan rencana proyek jalur kereta untuk barang di Sulawesi Selatan, sehingga mempermudah distribusi barang angkutan.

Diharapkan, pembangunan pelabuhan akan memancing pertumbuhan arus kapal yang didukung oleh pertumbuhan industri di Kawasan Timur Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

3 Hari Razia, BNNP Sulsel Jaring 54 Pengguna Narkoba

Makasar, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, dalam kurun waktu 3 hari belakangan, menggelar razia. Hasilnya, 54 orang, terdiri dari 20 wanita dan 34 pria, positif menggunakan narkoba.   
“Sebagian besar yang kami jaring adalah pecandu berat dan lainnya hanya sekedar coba-coba,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel, Sudarianto Selle, ketika berbincang dengan Aktual.co, Selasa, (12/5)
Ia mengatakan, petugas BNNP Sulsel akan terus gencar melakukan razia di beberapa titik Tempat Hiburan Malam (THM) yang ada di kota Makassar. THM yang telah disisir diantaranya Liquid, Studio 33, Botol Music, dan Zona Cafe.
“Semua pengunjung THM tersebut langsung dilakukan tes urine. Yang positif menggunakan narkoba langsung kita amankan,” ungkapnya.
Rencananya, menurut Sudarianto, para pengunjung yang terjaring razia akan dimasukkan di panti rehabilitasi yang telah ditunjuk oleh BNNP Sulsel.
Razia yang rutin digelar oleh BNNP Sulsel adalah bagian dari upaya untuk mencapai target 100 ribu pecandu narkoba secara nasional yang akah direhabilitasi tahun ini.
“Sulsel sendiri mendapat jatah 3.200 pecandu untuk direhabilitasi,” ucap Sudarianto.
Olehnya, lanjut Sudarianto, pihaknya mengimbau kepada para pecandu dan atau masyarakat yang mengetahui untuk segera melaporkan ke BNNP Sulsel untuk direhabilitasi.
“Langkah ini kita ambil untuk memisahkan antara pecandu dan pengedar narkoba di Lembaga Pemasyarakatan,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Harga Cabai Melambung, Bulog Sumut Gelar Operasi Pasar

Medan, Aktual.co — Bulog Sumatera Utara (Sumut) hari ini melakukan Operasi Pasar di 3 pasar tradisional di Kota Medan Karena harga cabai melambung tinggi.

“Operasi pasar di pasar pringgan, pasar Brayan dan Pasar Marelan,” ujar Humas Bulog Sumut Rudy kepada Aktual.co, Selasa (12/5).

Dikatakannya, jumlah cabai merah yang disalurkan dalam Operasi Pasar tersebut sebanyak 1 ton dengan harga penjualan Rp25 ribu.

“Di pasar Pringgan 350 Kg, sekejap (sebentar) saja habis. Di Marelan dan Brayan juga segitu, ya sekitar 1 ton,” ujarnya.

Menurutnya, Operasi Pasar dilakukan karena melihat perkembangan harga cabai yang tidak stabil. Harga cabai saat ini berada di kisaran Rp38 hingga Rp40 ribu.

“Kita melihat perkembangan, tidak juga menekan para pedagang, tapi kita akan memperhatikan harga, jangan sampai melambung,” ucapnya.

Operasi pasar yang dilakukan hari ini adalah Operasi Pasar yang kedua dalam bulan Mei 2015. Operasi Pasar pertama dilakukan 4 Mei lalu.

“Tanggal 4 Mei sudah dilakukan di beberapa pasar, paska operasi, harga mulai turun. Dan mulai kembali menanjak sejak tanggal 8 hingga 11 Mei, makanya kita gelar operasi pasar. Makanya tanggal 12 kita Operasi Pasar lagi agar harga bisa kembali stabil,” tukasnya.

Menurut Rudy, selain menggelar Operasi Pasar, pihaknya juga mendatangi SKPD-SKPD. Itu dilakukan untuk menekan harga cabai yang tidak stabil setiap hari.

“Selain itu juga mobile ke SKPD-SKPD, artinya dengan masuk ke konsumen-konsumen harga juga bisa ditekan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain