12 April 2026
Beranda blog Halaman 36327

Diam-diam Waseso Sambangi Balaikota, Urusan UPS dan Pinjam Gedung

Jakarta, Aktual.co —Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen Budi Waseso siang tadi ternyata diam-diam kembali sambangi Balai Kota DKI. 
Kedatangan Komjen Buwas, begitu dia biasa dipanggil, luput dari pengawasan awak media yang mangkal di Balai Kota. Dikabarkan dia tiba pukul 14.00 WIB dan meninggalkan Balai Kota tak lama kemudian. Dia lolos dari wartawan kali ini.
Saat dikonfirmasi, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membenarkan kedatangan Buwas. Kata Ahok, kedatangan Buwas salah satunya terkait penyidikan kasus UPS. “Dia datang untuk lengkapi data (kasus UPS). Saya minta enggak usah Pak Buwas, enggak apa-apa suruh anak buahnya datang ke saya. Saya bisa jelasin,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (12/5) petang.
Namun Ahok tidak merinci data apa yang diinginkan penyidik Bareskrim.
Ternyata kedatangan Buwas tak cuma itu. Kata Ahok, Buwas juga datang untuk menyampaikan rencana Bareskrim Mabes Polri meminjam gedung milik Pemprov DKI . Alasannya, gedung Bareskrim tengah direnovasi, sehingga mereka meminjam gedung Pemprov DKI untuk sementara waktu untuk bekerja.
“‎Beliau (Waseso) mau pinjam gedung. kan gedung Bareskrim mau dibongkar mau dibangun baru senilai Rp 800 miliar, untuk setahun pembangunan. jadi kan Bareskrim kan mesti kerja, ya dia cari pinjam gedung kita,” ungkap Ahok.
Rencananya gedung yang dipinjamkan adalah bekas kantor Wali Kota Jakarta Selatan, di Kebayoran Baru. Awalnya gedung itu akan dipinjam Menteri Luar Negeri‎ untuk Sekretariat Asean 2018. “Ternyata gedung yang di Jaksel kita pikir boleh, kita kasih Menlu enggak bisa, lalu kita pindahin ke PU,”‎ ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Menghadiri Pembukaan Kongres Partai Demokrat

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan Kongres Ke IV Partai Demokrat yang digelar di Hotel Shangri-La, Surabaya, Selasa (12/5).
Jokowi tiba di lokasi pukul 19.35 WIB bersama dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edy.
Jokowi memasuki ruangan acara bersama dengan Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono. Saat memasuki ruangan tampak pula mantan Wakil Presiden Boediono dan Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono.
Pantauan Aktual di lokasi, tampak hadir pula Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPD Irman Gusman. Sementara itu dari pimpinan partai politik hadir Ketua Umum DPP Hanura Wiranto.
Kemudian, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Ketua Umum PKPI Sutiyoso, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy serta Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. 
Seperti diberitakan sebelumnya Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri tidak hadir dan hanya mengutus Wasekjen Erico Sotarduga.
Pembukaan acara Kongres diawali dengan doa yang dipimpin oleh SBY. Saat hendak memimpin mengheningkan cipta SBY terlebih dahulu meminta izin kepada Jokowi.
“Bapak Presiden saya mohon izin untuk memimpin mengheningkan cipta,” ujar SBY yang dibalas Jokowi dengan anggukan.
Laporan: Wahyuroma

Artikel ini ditulis oleh:

Mural Mengenang Tragedi Mei 98

Seorang warga melintas mural bertulisakan 17 tahun reformasi di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta, Selasa (12/5/2015). Mural tersebut dibuat untuk mengenang tragedi 12 Mei 1998 dimana terjadi penembakan empat mahasiswa Trisakti, penculikan dan pelanggaran HAM. Pemerintah tidak mempunyai niat untuk menyelesaikan tragedi tersebut. AKTUAL/MUNZIR

Ditanya Prostitusi Online, Melly Goeslow: Jangan Saling Jelekkan Korps

Jakarta, Aktual.co — Prostitusi online di kalangan masyarakat kelas menengah ke atas yang melibatkan artis berinisial ‘AA’, berdampak negatif terhadap profesi selebriti yang telah menorehkan karya di dunia entertainment.

Terkait kasus di atas, Musisi Melly Goeslow tak mau untuk mengomentarinya.

“Kalau bisa jangan saling menjelekkan sesama korps. Nanti jatuhnya malah fitnah, ” ucapnya, ditemui di acara program baru TransTV, di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (12/5).

Menyikapi berita ‘heboh’ prostitusi online, walaupun saat ini kejadian tersebut baru menyebutkan sebatas profesi, istri Anto Hoed ini berharap, berita negatif itu tidak meresahkan rekan artis yang lain.

“Soalnya aku nggak ngikutin. Udah gitu sama yang tertangkap aku ini memang nggak kenal. Makanya aku nggak mau komentar lebih jauh, ” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri ESDM Ingin Gabung OPEC, Menko Maritim: Bisa Ekspor Ga?

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan untuk bisa kembali bergabung dengan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Hal itu bertujuan agar Indonesia bisa mengikuti perkembangan pasar lantaran selama ini Indonesia sangat ketinggalan terkait informasi harga minyak dan gas dunia.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan bahwa Indonesia masih perlu bekerja keras untuk kembali menjadi anggota OPEC karena apa yang menjadi tujuan OPEC masih bertolak belakang dengan apa yang terjadi di Indonesia sekarang.

“OPEC itu kan negara ekspor, kita bisa ekspor ga kira-kira? Kalau ada organisasi eksporting gas mungkin iya. Saya belum bisa membayangkan,”‎ kata Indroyono di kantornya, Jakarta, Selasa (12/5).

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini hanya mampu memproduksi minyak sekitar 700 ribu barel per hari. Namun kebutuhan konsumsi Indonesia mencapai 1,3 juta barel per hari.

Menurutnya justru Indonesia saat ini lebih baik berkonsentrasi dalam meningkatkan penggunaan sumber energi baru terbarukan dan diversifikasi energi ketimbang memikirkan untuk kembali bergabung dengan OPEC.

“Kita itu sangat potensi ke energi baru terbarukan seperti angin, air, solar cell, panas bumi, itu diantaranya yang harus kita kembangkan,” tutupnya.‎

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Komisi II: Pemerintah Harus Beri Kepastian Soal Wacana Revisi UU Pilkada

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan lamban menyikapi polemik Pilkada serentak terkait rekomendasi Panja Komisi II yang tidak diakomodir KPU.
Pasalnya, akibat kondisi itu membuat permasalahan ini terombang-ambing tanpa ada kepastian.
“Menurut saya yang penting sekarang ada kepastian saja, jangan terombang ambing seperti sekarang. Pemerintah harus tegas mau revisi atau tidak,” ucap Lukman, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (12/5).
Politikus PKB itu menyakinki bahwa pelaksanaan Pilkada tidak akan mundur dari jadwal yang ditentukan, meski ada polemik wacana revisi UU Pilkada.
“Kemarin dalam rapat konsultasi itu kita sepakat bahwa Pilkada 9 Desember tidak mundur. Ini menyangkut kepentingan bangsa, semua pihak Mendagri, KPU, DPR, Komisi II harus punya persepsi yang sama soal 9 Dessember,”
“Karena memang ada anggota itu yang kemudian untuk meminta penundaan pelaksanaan pilkada, ada yang tidak puas seperti itu. Tetapi itu person to person, tetapi secara umum spiritnya 9 Desember tidak boleh dipindah.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain