12 April 2026
Beranda blog Halaman 36328

Soal Situs Pornografi, Menkominfo: Diblokir Seratus Muncul Seribu Situs

Jakarta, Aktual.co — Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa pihaknya telah memblokir lebih dari 800.000 situs terkait pornografi, tetapi masih terus muncul situs pornografi lainnya.
Sudah lebih dari 800.000 situs pornografi ditutup,” kata Rudiantara di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (12/5). Namun, ujar dia, permasalahannya adalah bak pribahasa “mati satu tumbuh seribu” situs terkait pornografi yang diblokir ternyata selanjutnya akan muncul lagi situs pornografi lainnya.
Ia mencontohkan bila sekarang diblokir 100 situs maka besok dapat tumbuh 200 situs baru, begitu pula bila saat ini diblokir 500 situs maka bisa muncul 1.000 situs baru.
Menkominfo menyatakan masyarakat kini telah dapat mengadukan mengenai situs-situs yang dianggap meresahkan seperti yang mengandung materi pornografi tersebut. “Secara keseluruhan yang paling banyak diblok adalah situs pornografi,” katanya.
Sebelumnya, Menkominfo juga menyatakan maraknya praktik prostitusi secara online diduga kuat menggunakan media sosial sebagai sarana transaksi terselubung. “Kalau yang situs porno sifatnya ada situs kemudian diblokir, tetapi orang masih bisa akses. Kalau prostitusi online itu kebanyakan di twitter dan ada juga facebook, dan BBM,” katanya di Makassar, Minggu (3/5).
Menurut dia, bila situs mudah ditemukan dalam jaringan dunia maya sehingga dapat diblokir keaktifannya di dunia internet. Namun media sosial kemungkinan agak sulit menemukannya.
Sementara itu, Asisten Deputi Kelembagaan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Haliq Siddiq mengatakan Indonesia merupakan negara ketiga terbanyak yang mengakses situs porno.
“Data ini merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Google sebagai situs penyedia data dan pencari ini, ternyata Indonesia berada di peringkat ketiga yang paling banyak mengakses situs porno dan diperingkat pertama adalah India,” katanya di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (12/4).
Menurutnya, hasil survei yang dilakukan oleh Google ini sangat mengkhawatirkan pihaknya karena, salah satu penyebaran HIV/AIDS melalui hubungan seksual. Dengan banyaknya pengakses situs porno di Indonesia, tidak menutup kemungkinan maraknya seks bebas yang berpotensi penularan HIV melului hubungan seksual.

Artikel ini ditulis oleh:

Partai Dikuasai Elit, Demokrasi Diyakini Berakhir Dengan Kegagalan

Medan, Aktual.co — Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) Dadang Darmawan mengatakan bahwa partai politik di Indonesia hari ini hanya digandrungi oleh elit politik saja. 
Oleh karena itu, demokrasi di Indonesia akan berakhir dengan kegagalan.
“Karena parpol adalah prasyarat Demokrasi, maka masa depan Demokrasi dengan elit partai hari ini, Demokrasi akan berakhir dengan kegagalan. Kita akan gagal mengusung Demokrasi dengan format partai politik yang dikuasai oleh para elit partai,” ujar Dadang kepada Aktual.co di Medan, Selasa (12/5).
Menurutnya, kepemilikan parpol oleh elit politik menyebabkan tidak adanya upaya yang lebih partisipatif yang dibangun oleh pemilik partai.
“Maka masa depan demokrasi adalah masa depan elit politik, demokrasi bukan untuk masyarakat tapi untuk elit politik saja,” tandasnya.
Analisis itu berangkat dari realitas politik sejumlah parpol yang baru saja menghelat pesta Demokrasi dengan menggelar Kongres atau sejenisnya.
Sebut saja sejumlah partai lain yang kembali dipimpin oleh para pendiri atau pemiliknya, seperti Gerindra, Hanura bahkan PDI Perjuangan.
“Dalam konteks realitas politik kita tidak terbantahkan, itu bagian dari apa yang kita alami saat ini dimana sesungguhnya Demokrasi hanya milik elit politik,” ujarnya.
Dikatakan Dadang, bagi para elit politik, Demokrasi hanya dijadikan ornamen semata, bukan sesuatu yang substansial untuk di usung. Dan bagi pemilik partai itu adalah hal biasa. 
Secara praktik, kepemilikan parpol menyebabkan Demokrasi di Indonesia tidak tumbuh secara alamiah. Parpol dibentuk dan dikuasai oleh orang per orang, bukan lagi milik publik atau konstituen.
“Maka wajar saja kongres Demokrat tidak ada yang berani melawan SBY, karena mereka tahu icon partai ini adalah SBY, pendiri adalah SBY, dan dialah sebetulnya pengendali Demokrat itu sendiri. Dan saya kira, SBY sedang mempertegas positioning dia seperti halnya Prabowo, Wiranto, ada kesan seperti itu. Kalau tidak, dia (SBY) akan kehilangan power politik dalam realitas politik hari ini,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Segera Ambil Langkah Hukum Putusan Praperadilan Walkot Makassar

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak terima dengan putusan hakim praperadilan yang memutuskan menganulir penetapan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, sebagai tersangka tindak pidana korupsi kerja sama rehabiliasi kelola dan transfer, untuk instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun anggaran 2006-2012. Oleh karenanya, KPK akan mengambil langkah hukum atas putusan tersebut.
Demikian disampaikan Wakil ketua KPK, Johan Budi, ketika jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/5).
“Kami akan mengambil langkah langkah hukum terkait putusan hakim tersebut,” kata Johan.
Pada salah satu amar putusan, hakim menilai KPK tidak bisa menunjukan alat bukti dalam penetapan Ilham sebagai tersangka. Hakim tunggal Yuningtyas Upiek Kartikawati, menyatakan KPK hanya memiliki alat bukti berupa foto copy.
Menanggapi hal tersebut, Johan membantahnya. Ia beralasan, KPK tidak menunjukan alat bukti lantaran, sepahaman mereka praperadilan tidak membicarakan materi.(Baca:Hakim Anggap KPK Tak Miliki Bukti Tetapkan Walkot Makassar Tersangka)
“Kami waktu itu memang tidak menunjukkan bukti-bukti secara materil, karena kami anggap praperadilan itu tidak bicara substansi materi tapi prosedur,” kata dia.
Meski demikian, Johan menyatakan pihaknya tetap menghormati putusan hakim tersebut. 
Sebelumnya, Hakim praperadilan memutuskan menerima gugatan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin. (Baca:Hakim Kabulkan Gugatan Praperadilan Wali Kota Makassar).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Wacana Revisi UU Pilkada Dilatarbelakangi Kepentingan

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politic Communication (Polcomm) Institute Heri Budianto menilai wacana revisi Undang-undang Pilkada dilatarbelakangi kepentingan.
“Kalau di publik yang berkembang itu ada motivasi dari partai yang berkonflik. Kemudian DPR mengakomodir parpol yang berkonflik,” ujar Heri di DPR, Jakarta, Selasa (12/5).
Komisi II mengusulkan tiga opsi dalam mengatasi sengketa parpol yang ikut pilkada, yakni inkrah, islah dan pengadilan. Dari ketiga usulan Komisi II DPR, usulan yang ketiga itulah yang mencuat.
“Kalau inkrah ada yang takut kalah, kalau islah nggak islah-islah, nah yang hasil putusan PTUN dianggap menguntungkan satu parpol,” katanya.
Biasanya inisiatif revisi datang dari pemerintah. Namun, DPR yang isinya adalah orang politik yang dianggap proaktif.
“Ini aroma politik yang tercium publik ketimbang anggaran dan pertahanan. Kekhwatiran kita jangan sampai revisi dipakai parpol yang berkonflik untuk kepentingn mereka,” ungkapnya
Heri juga mencurigai alasan DPR mengapa bersemangat selesaikan revisi undang-undang pilkada ini.
“Bagaiamana dengan revisi undang-undang yang lain? Ini kan berarti ada kepentingan,” katanya
Dirinya menilai kondisi politik negara sedang kacau, dimana Presiden tersandera dalam situasi politiknya.
“Pemerintah menciptakan instabilitas dan DPR memanas-manasi,” katanya.
Seperti diberitakan, Panja Komisi II merekomendasikan tiga hal saat rapat konsultasi penyusunan 10 Peraturan KPU (PKPU) Pilkada serentak, pekan lalu. Pertama, bila terjadi perselisihan kepengurusan parpol melalui peradilan, parpol yang dapat mengajukan pasangan calon pilkada gubernur, bupati dan walikota, adalah kepengurusan parpol yang memiliki putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
Lalu, kalau belum ada putusan pengadilan tetap, KPU dalam memutuskan calon pilkada gubernur, bupati dan walikota, adalah kepengurusan yang telah menjalankan islah sebelum pendaftaran pasangan calon. Terakhir, kalau pertama dan kedua tidak terwujud, maka KPU dalam memutuskan calon pilkada gubernur, bupati dan walikota, adalah kepengurusan partai politik yang ditetapkan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah ada sebelum pendaftaran pasangan calon.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Pertalite Hanya Akal-Akalan Pertamina Tutupi Kerugian

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Anggaran Uchok Sky Khadafi mengatakan bahwa rencana PT Pertamina (Persero) meluncurkan BBM baru Pertalite RON 90 hanyalah akal-akalan perseroan untuk menutup kerugiannya.
“Isu Pertalite seperti tes ombak. Pertamina sekarang mengalami rugi sekitar USD212 juta atau Rp2,75 triliun,” kata Uchok kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/5).
Ia menegaskan agar Pertamina memaparkan konsep rinci terkait peluncuran Pertalite tersebut.
“Juga harus ada strategi jika kebijakan Pertalite dilemparkan ke publik. Bagaimana formulanya, bagaimana prosesblending-nya di kilang atau di tanki bahan bakar minyak Unit Pemasaran yang mana?” Jelasnya.
Selain itu, sambungnya, Pertamina juga hsrus menyertakan kajian mendalam bagaimana menjamin presentase kandungan Aromatic dan Benzene agar memenuhi batas aman lingkungan. “Yang penting berapa harga dan bagaimana prakiraan reaksi rakyat,” tutupnya.
Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Safrudin mengungkapkan bahwa tidak ada upaya lebih yang signifikan yang harus dilakukan Pertamina untuk memproduksi BBM jenis Pertalite RON 90. Bahkan dari segi biaya produksi pun dinilai tidak berbeda jauh dengan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi Premium RON 88.
“Pertalite RON 90, fakta tak ada penambahan usaha berarti untuk mengubah kualitas BBM,” katanya.
Ia menjelaskan, baik RON 88 dan RON 90 bukanlah produk yang ramah lingkungan dan tidak akan mendukung program Pemerintah terkait perbaikan lingkungan. Justru upaya tersebut dinilai sebagai langkah Perseroan untuk menutupi kerugian pada periode Januari dan Februari 2015 yang mencapai USD212 juta atau setara dengan Rp2,7 triliun.
Pasalnya, Pertalite dijual dengan harga yang lebih tinggi dari Premium, padahal dilihat dari segi kualitas atau kadar oktan hingga biaya produksi jelas menunjukan tidak ada upaya signifikan yang dilakukan Pertamina.
“Kalau Pertamina merugi di sektor tertentu, jangan dibebankan ke rakyat, ini tidak fair. Bisa saja (untuk tutupi kerugian), tapi sangat tidak fair kalau kesalahan manajemen yang menyebabkan kerugian lalu dibebankan ke masyarakat,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Hanya Kecam Pemasaran Pluit City, Pemprov DKI Dianggap Diskriminatif

Jakarta, Aktual.co —Sikap Pemprov DKI yang hanya mengecam penjualan hunian di Pluit City, dinilai merupakan bentuk ketidakberdayaan dalam menghadapi pengembang.
Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), Mohammad Syaiful Jihad, berpendapat dengan sikap yang seperti itu Pemprov DKI seperti diskriminatif.
“Keberpihakan yang diskriminatif. Jika berhadapan dengan rakyat kecil (Pemprov DKI bersikap) tanpa ampun. Tapi begitu berhadapan dengan pengembang malah tidak berdaya,” Kata Syaiful, Senin (11/5).
Kata dia, sikap Pemprov DKI yang seperti tidak serius menghentikan pemasaran Pluit City pun menimbulkan tanya di publik.
“Karena hingga kini tidak ada tindakan konkrit dari Pemprov untuk menghentikan pemasaran Pluit City. Apakah mereka terlibat kongkalikong dengan pengembang?” tanya Syaiful.
Lantaran hingga kini tidak ada tindakan konkrit dari Pemprov DKI, Syaiful pun memandang pernyataan keras Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah untuk memanggil pihak PT Muara Wisesa Samudera (MWS) selaku pengembang pun dianggap hanya pencitraan saja. “Sekedar jaga muka saja, tidak punya wibawa,” ucap dia.
Diberitakan sebelumnya, Sekda DKI Saefullah mengatakan, meski merupakan pengembang yang memperoleh izin reklamasi Pulau G, namun PT MWS tak berhak menjual unit bangunan di atasnya, yakni Pluit City.
Sebab mereka baru mengantongi izin reklamasi saja. Sedangkan syarat penjualan pembangunan, sebagaimana tertuang dalam Pergub No. 88/2008, belum terpenuhi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain