12 April 2026
Beranda blog Halaman 36330

Dittipikor Mabes Polri Tetapkan Gubernur Bengkulu Sebagai Tersangka Korupsi

Jakarta, Aktual.co — Badan Reserse dan Kriminal Polri resmi menetapkan Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah sebagai  tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembayaran honor tim pembina RSU M Yunus sebesar Rp5 miliar. 
“Sudah, tersangkanya Gubernur Bengkulu aktif (Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah),” kata Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Pol Muhammad Iqram, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/5).
Dia mengatakan, dalam waktu dekat  Bareskrim akan melakukan konfrensi pers untuk pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, penyidik akan melakukan panggilan terhadap orang nomor satu di Bengkulu ini dalam waktu dekat. 
“Dalam waktu dekat kita akan panggil. Soal penetapan tersangka nanti kita akan konfrensi pers,” kata dia.
Atas perbuatannya, Junaidi disangkakan pasal 2 dan 3 uu nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Untuk diketahui, Junaidi ini sempat diperiksa Polda setempat untuk kasus tersebut. Materi pemeriksaannya terkait dengan pembayaran honor tim pembina RSU M Yunus sebesar Rp5 miliar. Junaidi dianggap menyalahi aturan dan menyebab kerugian negara sekitar Rp5 miliar. 
Kapolda Bengkulu sebelumnya juga memaparkan, pemeriksaan Junaidi merupakan pengembangan dari penyidikan dan tambahan fakta di persidangan yang menyebutkan adanya tindak pidana korupsi akibat SK Gubernur Nomor Z.17.XXXVII Tahun 2011 tentang pembina manajemen RSU M Yunus.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

KPK Bisa Masuk Ikut Usut Korupsi Penjualan Kondensat

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pihaknya bisa ikut mengusut kasus dugaan korupsi dalam pembelian kondesat bagian negara, SKK Migas melalui PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI).
Pengusutan kasus itu, dengan menjalin kerjasam dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.
“Sebagai fungsi ‘trigger’ bisa saja dilakukan (kerja sama),” ujar Wakil Ketua KPK, Johan Budi, ketika berbincang dengan Aktual.co, Selasa (12/5).
Hal senada juga diungkapkan oleh pimpinan KPK lainnya, Indriyanto Seno Adji. Dia mengatakan, penanganan kasus ini akan dilakukan dengan koordinasi secara terintegrasi antara KPK dan Polri.
Lebih jauh disampaikan Indriyanto, jikalau kerjasama itu terealisasi, kemungkinan besar kedua belah pihak tidak akan mempublikasikannya terlebih dahulu.
“Hal-hal yang konfidensial tidak untuk publikasi karena dikuatirkan akan mengganggu proses penyidikan, misalnya saksi atau tersangka akan berupaya menghilangkan atau menyembunyikan atau dengan cara lain yang mempengaruhi eksistensi alat bukti,” katanya.
Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Budi Waseso (Buwas) mengakui, kasus dugaan korupsi dan pencucian uang yang melibatkan PT TPPI dengan BP Migas yang diduga merugikan negara lebih dari Rp2 triliun itu juga masuk ke ranah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Untuk itu, Buwas melanjutkan, penanganan kasus yang kini dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dirtipidsus) Bareskrim itu akan dikoordinasikan dengan KPK.
“Tetapi kalau sudah ditangani KPK dan masuk penyidikan, ya akan kami serahkan. Kami berkoordinasi, tanya apa yang jadi hambatan (di KPK), [mengapa kasusnya] enggak berlanjut. Untuk jadi pembelajaran,” terang Buwas.
Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi PT TPPI ini sebelumnya pernah dilaporkan ke KPK. Namun, entah kenapa justru pihak Bareskrim Mabes Polri yang lebih dulu mengusut kasus itu.
Dalam kasus tersebut, pihak kepolisian sudah mengantongi tiga nama tersangka, yakni DH, HW dan RP.(Baca: Ini Dosa SKK Migas di Penjualan Kondensat Lewat TPPI Versi BPK)

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

JMN Bantah Cabut Gugatan di PTUN, Tunggu Disahkan KemenkumHAM

Jakarta, Aktual.co —Direktur eksekutif Jakarta Monitoring Network (JMN) Masnur Marzuki membantah pihaknya mencabut gugatan terhadap izin reklamasi Pulau G yang dikeluarkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Kata dia, pihaknya hanya meminta agar sidang gugatan yang sudah berlangsung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta ditunda, bukan mencabut gugatan.
Alasannya, JMN perlu waktu untuk melengkapi syarat formil agar gugatan bisa dikabulkan PTUN.
“Bukan cabut gugatan, kita memohon penundaan persidangan untuk melengkapi syarat formil,” kata Masnur saat dihubungi aktual.co Selasa (12/5).
Diakui Masnur, pihaknya khawatir gugatan mereka bakal ditolak PTUN lantaran belum mengantongi salah satu syarat dari legalitas. Yakni pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum dan HAM) untuk organisasi mereka.
Persyaratan itu, tutur dia, masuk dalam Undang-Undang Ormas di Pasal 12. Di Ayat 1, disebutkan setiap ormas diwajibkan memiliki legalitas. Seperti akte domisili, akte notaris, NPWP, Program Kerja Organisasi dan surat keterangan tidak bersengketa.
Nah, persyaratan di Ayat 2 lah yang mereka belum urus. Yakni pengesahan sebagai ormas atau LSM dari kemenkumHAM. “Ketika ditanya itu, JMN belum urus, maka JMN mau melanjutkan untuk ditundanya persidangan,” ujar dia.
Dalam urusan gugat menggugat, kata dia, ada tiga kemungkinan. Pertama, gugatan dikabulkan. Kedua gugatan ditolak, dan yang ketiga gugatan  tidak dapat diterima. “Karena terganjal persoalan ‘legal standing’,” ujar dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Tangkap Mahasiswa yang Menabrak Warung Pecel di Bogor

Jakarta, Aktual.co — Polres Bogor Kota menangkap pengemudi mobil mewah yang lari usai menabrak sejumlah warung dan pengendara sepeda motor, sehingga mengakibatkan satu orang tewas dan seorang lainnya mengalami luka berat.
“Pelaku tabrak lari sudah diamakan dan dibawa ke kantor polisi tadi malam usai kejadian, pelaku berhasil ditangkap oleh warga,” kata Kasubag Humas Polres Bogor Kota AKP Diana di Bogor, Selasa (12/5).
Berdasarkan laporan kepolisian, pengendara mobil Fortuner warna putih dengan plat nomor kendaraan F 1507 EB, dikendarai oleh Ranto Ramanda Sinambela 19 tahun, beralamat Kampung Pancasan Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor.
“Pelaku berstatus mahasiswa,” kata Diana.
Korban meninggal dunia dalam peristiwa tabrak lari tersebut bernama Ng Tjin Tjau 63 tahun, warga Jalan Bawal Nomor 2 Rokan Hilir Riau. Sedangkan korban Anto 30 tahun, alamat Bojong Neros Kelurahan Paledang Kota Bogor mengalami luka berat.
Peristiwa kecelakaan terjadi Senin (11/5) malam, sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, sebuah mobil Toyota Fortuner melaju kencang dari arah Jalan Dadali, ketika berbelok ke kiri arah Jambu Dua, kendaraan mengalami hilang kendali lalu menabrak sebuah warung pecel lele hingga rusak.
Usai menabrak warung pecel lele, mobil mencoba kabur dan menabrak warung nasi goreng yang berada tidak jauh dari lokasi yang terletak di depan pertigaan Teplan.
Meski telah menabrak dua warung dan dua orang, pengemudi tetap menginjak gas mobil dan melarikan diri dari lokasi kejadian. Pelaku tabrak lari itu mengemudikan kendaraannya ke arah Jambu Dua menuju Jalan Soleh Iskandar. Warga yang melihat kejadian langsung mengejar pelaku yang mencoba melarikan diri.
Beruntung pelaku dapat diamankan oleh warga, karena ketakutan dihakimi massa, pengemudi yang masih berstatus mahasiswa tersebut tidak berani keluar dari dalam mobilnya.
Hingga memicu kemarahan warga yang meminta pelaku keluar dari mobilnya, karena tidak digubris oleh pelaku, warga menjadi kesal dan langsung merusak mobil dengan memecahkan kaca jendela.
“Pelaku sudah kita amankan, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Unit Laka Polres Bogor untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Diana.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

SBY Kuat Terpilih Kembali, Kongres Demokrat Cuma Rutinitas

Jakarta, Aktual.co — Jelang Kongres Partai Demokrat peluang Ketua Umum incumben Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk menang dalam perebutan posisi Ketua Umum Partai Demokrat (PD) semakin besar.
Hal itu dilatarbelakangi minimnya tokoh di Demokrat yang memiliki pengaruh besar seperti SBY.
“Untuk di PD, SBY sing ada lawan. Kalaupun ada yang levelnya hampir mendekati SBY yah Ibu Ani sendiri,” kata Peneliti Senior Founding Fathers House (FFH) Dian Permata, di Jakarta, Selasa (12/5).
Karena itu, lanjut Dian, jika memang SBY benar akan maju menjadi ketum Demokrat maka kongres hanya sekadar rutinitas ritual politik lima tahunan partai berlambang Mercy itu. Sehingga, Kongres tak ubahnya seperti legalitas formal saja bagi SBY.  Beda halnya apabila SBY tidak maju dalam kongres tersebut.
“Wacana bakal adanya kongres tandingan apabila SBY ngotot maju di kongres PD kecil kemungkinan terjadi. Karena polarisasi di partai berlambang bintang mercy itu hanya terlihat faksi Anas, faksi SBY, dan faksi deklarator PD. “Jadi sebenarnya Marzukie bisa dikatagorikan buah rezim klan SBY,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Alasan ISC-Pertamina Tak Masuk Akal, Migas Watch Tuding Daniel Berbohong

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) dalam hal ini Integrated Supply Chain (ISC) telah mengklarifikasi isu kecurangan pihaknya dalam tender LPG yang telah dimenangkan oleh Total Trading Asia Pte Ltd.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam tender LPG yang terdiri atas Butane dan Propane untuk loading bulan April 2015 dengan spot total 44 ribu Metric Ton (MT) tersebut ISC menunjuk Total sebagai pemenang yang jelas melakukan pricing untuk Maret 2015 sehingga jelas melenceng dari TOR yang ditetapkan pada April 2015.

ISC berdalih bahwa pihaknya tidak dapat memprediksi berapakah harga CP Aramco di bulan tertentu dalam hal ini bulan April 2015. Sehingga ketika ada penawaran yang lebih murah meski dengan pricing Maret maka itu yang dipertimbangkan.

Menanggapi hal itu, Pengamat energi dari Migas Watch Widodo Edi Setyanto menuding bahwa alasan tersebut hanyalah ‘akan-akalan’ untuk mengelabui publik.

“Bohong itu, harga apapun bergantung pada situasi dunia, pada kondisi global. Apalagi ini kan komoditas. Artinya bisa teramal semua. Saya rasa itu hanya akal-akalannya Daniel Purba (Vice President ISC) saja,” kata Widodo saat berbincang dengan Aktual di Jakarta, Selasa (12/5).

Seharusnya, sambung dia, perusahaan migas sekaliber Pertamina tentu punya tim ahli trading yang bisa memprediksi pergerakan harga migas sesuai dengan kondisi global yang tengah berkembang.

“Pasti dalam satu perusahaan itu ada ahli trading. Untuk itu kan bisa dilihat dari ekonomi dunia atau harga minyak dunia, politik dunia, pasar keuangan, bagaimana pertumbuhan ekonomi di negara-negara minyak terbanyak di dunia. Juga dengan masalah konflik di Timur Tengah yang sedang terjadi. Itu semua bisa diprediksi kan,” ungkapnya.

Ia menyayangkan pernyataan Daniel Purba yang menyebut bahwa pihaknya tidak bisa mengetahui harga minyak 1-2 bulan ke depan.

“Suruh mundur saja itu Daniel Purba, kalau membaca kondisi global saja tidak bisa,” tukas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain