9 April 2026
Beranda blog Halaman 36341

Tantowi Minta Konflik PSSI-Kemenpora Segera Diselesaikan

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR RI, Tantowi Yahya meminta permasalahan antara Kemenpora dengan PSSI segera dituntaskan, karena hal tersebut tidak hanya menyangkut sepak bola saja, namun juga terkait dengan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kemenpora dan PSSI harus duduk bersama dan mencari solusi. Hanya itu yang bisa dilakukan, karena bila konflik semakin tajam, sepak bola yang akan mati, bukan Kemenpora dan PSSI,” kata Tantowi dalam siaran pers yang diterima media di Jakarta, Senin (11/5).

Permasalahan persepakbolaan nasional memang cukup meruncing. Apalagi pemerintah melalui Kemenpora membentuk Tim Transisi yang salah satu tugasnya mengambil alih hak dan wewenang PSSI. Pembentukan tim ini juga banyak disorot oleh pemerhati persepakbolaan nasional.

Tim Transisi bentukan pemerintah itu beranggotakan 17 personel. Hanya saja tiga orang di antaranya mengundurkan diri meski belum sempat bertugas.

Pembentukan Tim Transisi, bagi PSSI jelas sangat merugikan. Apalagi tim tersebut tidak diakui oleh FIFA selaku federasi sepak bola dunia. Dengan demikian, Indonesia terancam sanksi jika permasalahan ini tidak bisa dituntaskan hingga batas waktu 29 Mei.

Padahal, dua tim Indonesia yaitu Persipura dan Persib Bandung lagi berjuang di AFC Cup. Prestasi kedua tim hingga saat ini masih membanggakan. Jika sanksi turun, maka perjuangan tim-tim terbaik Indonesia itu akan terhenti.

“Apa yang akan terjadi bila Persipura dan Persib yang tengah on fire di AFC Cup harus terhenti langkahnya, bukan karena kalah bertanding, tetapi dilarang FIFA. Masyarakat Papua dan Jawa Barat tentu akan marah kepada Kemenpora,” kata Tantowi Yahya menambahkan.

Pria yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR menegaskan, bagi masyarakat Papua, Persipura bukan hanya klub biasa. Namun, tim yang berjuluk Mutiara Hitam itu sudah menjadi ikon kultural daerah. Apalagi prestasinya juga pantas untuk dibanggakan.

“Papua ya Persipura, Persipura ya Papua. Bahkan saking bangganya rakyat Papua terhadap Persipura, tahun 1970-an group band Black Brothers membuat lagu berjudul Persipura” kata pria yang juga Ketua Umum Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) ini.

Jika sanksi benar-benar turun, maka tidak hanya Persipura dan Persib yang dirugikan, namun timnas Indonesia yang akan turun di SEA Games 2015 di Singapuran kemungkinan besar juga akan kena dampak. Selain itu, timnas dari semua level juga tidak bisa turun dikancah internasional.

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi menegaskan jika pembentukan Tim Transisi salah satu tugasnya akan memperbaiki persepakbolaan nasional. Selain itu memastikan persiapan timnas untuk menghadapi kejuaraan internasional.

Bahkan, Kemenpora juga akan mengirimkan wakilnya ke FIFA guna menjelaskan secara langsung alasan pembentukan Tim Transisi.

Artikel ini ditulis oleh:

Terlibat Narkoba, 43 Oknum Polisi Dipecat

Jakarta, Aktual.co — Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman mengatakan 43 anggota polisi di Jambi yang dipecat dari kesatuannya karena terbukti terlibat narkoba.
“Dari 3,5 juta jiwa jumlah penduduk Provinsi Jambi ada sebanyak 62 ribu orang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan di antaranya 43 orang anggota kepolisian Polda Jambi dan jajaran yang sudah dipecat,” kata Bambang Sudarisman, Senin (11/5).
Sesuai dengan maklumat sebanyak 43 anggota polisi akan dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), dan surat PTDH ditandatangi diatas materai dengan perjanjian tidak akan menuntut ke pihak manapun.
Kapolda Jambi Bambang Sudarisman, mengatakan kasus narkoba itu sangat menghawatirkan sehingga Jambi sudah darurat narkoba.
Untuk itu Polda Jambi tidak akan pandang bulu dalam menegakan hukum. Kemudian kepada seluruh masyarakat Provinsi Jambi di meminta agar menjauhi barang harap tersebut, terutama memberikan pengertian terhadap generasi muda.
“Tolong jaga anak-anak kita dari bahaya narkoba itu dan selalu berikan informasi kepada pihak kepolisian jika melihat tindak pidana penyalahgunaan narkoba,” kata Bambang Sudarisman.
Saat ini peran seluruh masyarakat diharapkan bisa memerangi narkoba.
Salah satu bentuk upaya memerangi dan mencegah peredaran narkoba di Kota Jambi, kini khusus di Kota terlihat setiap sudut lorong terpajang spanduk penolakan dan pemberantasan peredaran narkoba diwilayahnya.
“Dengan adanya kesepahaman dan tekad dalam memberantas narkoba dilingkungannya diharapkan dapat mengurangi jumlah korban narkoba di Jambi,” kata Kapolda Bambang Sudarisman.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kadin: Isu Perombakan Kabinet Pengaruhi Investor

Jakarta, Aktual.co —   Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Natsir Mansyur mengatakan, isu perombakan kabinet dapat mempengaruhi citra Indonesia di kalangan investor sehingga perlu dipertimbangkan dengan seksama agar tidak mengganggu minat investasi yang tinggi.

“Tidak perlu ada ‘reshuffle’ (perombakan) kabinet, karena kalau ada ‘reshuffle’ di semester pertama para menteri yang baru harus melakukan penyesuaian lagi. Yang penting, hal yang menghambat perlu dibenahi,” kata Natsir Mansyur dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (11/5).

Menurut dia, hal terpenting yang perlu dilakukan saat ini adalah merapihkan berbagai regulasi terkait investasi guna mempercepat pergerakan ekonomi nasional.

Ia berpendapat, masih banyak peraturan yang menghambat dan tidak sejalan dengan dunia usaha mulai dari Undang-Undang (UU), Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri (Permen) sampai Keputusan Presiden (Keppres) yang masih membuat investor terkendala.

Di tempat terpisah, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengkaji ulang perjanjian bilateral investasi (Bilateral Investment Treaty/BIT) dengan beberapa negara lain untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan dalam bidang investasi.

“Ini perlu di-‘review’ (kaji ulang) karena tidak cocok lagi, karena BIT banyak ditandatangani pada 1960-1970,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mitra Kukar: Klub jadi Bumper Konflik PSSI-Kemenpora

Jakarta, Aktual.co — Direktur Operasional Mitra Kukar, Suwanto, menilai klub yang menjadi kontestan kompetisi Liga Indonesia harus menjadi bumper atas terjadinya konflik sepak bola nasional yang melibatkan PSSI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga.

“Kami harus berhadapan dengan pemain dan pelatih dengan tuntutan penuh nilai kontrak, sementara di sisi lain kami juga terus didorong sebagai objek perseteruan di tingkat atas,” ungkap Suwanto saat dihubungi, Senin (11/5), menanggapi konflik PSSI dengan Menpora yang tak kunjung tuntas.

Selain kontrak pemain, lanjut Suwanto, persoalan lain seperti kewajiban klub dengan pihak sponsor juga harus diselesaikan akibat kompetisi yang terputus di tengah jalan.

“Untungnya pihak sponsor kami mau mengerti dengan situasi dan kondisi tim, sehingga tidak menimbulkan persoalan baru,” jelasnya.

Ia mengatakan selama masa persiapan tim hingga pelaksanaan kompetisi yang baru melakoni dua pertandingan, manajemen Mitra Kukar telah mengeluarkan biaya lebih kurang Rp8 miliar.

Selama kurun waktu tersebut, pemasukan tim hanya dari pihak sponsor, karena dalam dua laga awal, tim Mitra Kukar melakoni laga tandang, sehingga belum ada pemasukan dari tiket penonton.

Saat ini, menurut Suwanto, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan klub-klub kontestas Liga Indonesia, PSSI dan Menpora untuk memantau perkembangan situasi sepak bola nasional.

Ia mengatakan, kondisi sepak bola yang tidak menentu ini membuat posisi klub makin terhimpit dengan persoalan internal tim, khususnya penyelesaian kontrak pemain, karena pemain masih menuntut hak pembayaran utuh selama satu musim kompetisi.

“Jujur, kami ikut prihatin dengan nasib para pemain bola saat ini, tapi kondisi klub juga tidak bisa dipaksakan untuk membayar kontrak mereka secara utuh,” tegas Suwanto.

Seperti diketahui, Menpora Imam Nahrawi mengeluarkan keputusan pembekuan kepengurusan PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti hasil Kongres Luar Biasa di Surabaya pada pertengahan April 2015.

Menyusul pembekuan tersebut, rapat Komite Eksekutif PSSI pada awal Mei 2015 memutuskan untuk mengakhiri kompetisi Liga Indonesia dan semua level di bawahnya dengan asalan “force majeure”.

Artikel ini ditulis oleh:

PNM Terima Kucuran PMN Rp1 Triliun

Jakarta, Aktual.co — PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menerima kucuran penambahan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) 2015 senilai Rp1 triliun untuk mendorong dan mengaktifkan pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK).

“PNM mendapatkan penambahan PMN tersebut untuk membantu permodalan UMK di daerah yang diselaraskan dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi,” kata Direktur Utama PT PNM (Persero) Parman Nataatmadja, di Boyolali, Senin (11/5).

Parman Nataatmadja mengatakan aktifitas pembiayaan dan pemberdayaan yang disertai dengan pelatihan bagi pelaku UMK akan tetap menjadi prioritas perusahaan.

“Ini merupakan kesempatan bersejarah bagi UMK nasabah binaan PNM, mereka dapat bertemu langsung dengan Menteri BUMN,” kata Parman Nataatmadja.

Pihaknya menilai iklim ekonomi 2015 secara optimistis masih dapat dilalui bahkan dapat lebih baik ketimbang tahun sebelumnya, khususnya peluang di sektor pembiayaan UMK.

“Kami mematok target pertumbuhan penyaluran pembiayaan lebih dari 20 persen dengan asumsi belum adanya tambahan PMN dari Pemerintah itu,” katanya.

Menurut Parman Nataatmadja, tambahan modal tahun ini, senilai Rp1 triliun tersebut akan digunakan dan dileverage oleh perusahaan untuk memperluas jaringan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). Dengan menambah jaringan menjadi sebanyak 1.200 unit LAaMM, dan melayani serta mendukung UMK sebanyak 4.500 kecamatan yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

“Target peningkatan UMK yang dilayani oleh PNM akan mencapai hingga 1.005.000 nasabah penerima manfaat yang akan menyerap 1,8 juta tenaga kerja di sektor UMK,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Persis Dibubarkan, Wali Kota Kecewa

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo menyatakan kecewa dan tidak menyangka klub Persis Solo dibubarkan oleh pihak manajemen PT Persis Solo Saestu (PSS).

“Kami merasa kecewa mendengar keputusan itu (pembubaran klub), karena Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah membentuk tim transisi untuk menggulirkan kembali kompetisi,” kata Hadi Rudyatmo yang juga selaku pelindung Persis di Solo, Jawa Tengah, Senin (11/5).

Bahkan, Rudyatmo juga menyakinkan bahwa dengan dibentuknya tim transisi tersebut maka kompetisi bisa kembali digulirkan, sehingga persepakbolaan nasional akan bisa bangkit.

Menurut Rudyatmo, tim transisi yang dibentuk untuk mengganti sementara induk organisasi sepak bola Indonesia PSSI menjalankan kompetisi belum bekerja, namun Persis justru sudah dibubarkan.

“Ini akan mengecewakan pencinta sepak bola di Kota Solo khususnya, dan nasional pada umumnya,” katanya.

Rudyatmo yang juga salah satu anggota tim transisi PSSI tersebut menjelaskan, pihaknya memang tidak mengetahui, jika Persis sudah dibubarkan karena manajemen tidak melakukan komunikasi soal itu.

Rudyatmo mengatakan pihaknya sudah banyak memberikan masukan kepada manajemen Persis, antara lain agar lebih sabar menunggu kinerja tim transisi yang dibentuk oleh Kemenpora.

Pihak manajemen Persis bisa meliburkan semua pemain dan pelatih sambil menunggu pengumuman digelarnya kompetisi kembali.

“Persis daripada dibubarkan lebih baik pemain diliburkan. Pemain diajak komunikasi soal gaji. Mereka bisa dibayar beberapa persen saja dari gajinya selama diliburkan,” kata Rudyatmo.

Rudyatmo menilai pihak manajemen terlalu tergesa-gesa mengambil keputusan dan seharusnya bisa dibicarakan dengan baik-baik selama masa liburan sambil menunggu kerja tim transisi. “Kami akan komunikasikan dengan pengurus Persis agar masyarakat pencinta bola di Solo tidak kecewa dan resah dengan keputusan pembubaran itu,” katanya.

Manajemen PT Persis Solo Saestu (PSS) sebelumnya menyatakan secara resmi membubarkan timnya yang telah siap berkompetisi di Divisi Utama 2015 karena dampak pembekuan PSSI oleh Kemenpora, Minggu (10/5).

Menurut Chief Eksekutif Officer (CEO) PT Persis Solo Saestu, Paulus Haryoto, semua jajaran Direksi PT Persis Solo Saestu mengumpulkan seluruh pengurus dan pemain tim berkostum merah tersebut mengadakan rapat secara tertutup di Balai Persis Solo.

Pihak menajemen mengambil jalan terbaik dengan membubarkan tim Persis Solo karena belum ada kejelasan digelarnya kompetisi sepak bola di Tanah Air.

Menurut Paulus Haryoto, dampak dihentikannya kompetisi membuat Persis Solo kesulitan untuk mencukupi kebutuhan operasional klub terutama gaji untuk pemain per bulan.

Paulus Haryoto menjelaskan, pembubarkan Persis tersebut merupakan “force majeure” atau kejadian atau keadaan yang terjadi di luar kemampuan dari para pihak yang bersangkutan. Sehingga, semua pihak harus bisa menerima.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain