9 April 2026
Beranda blog Halaman 36342

Menpora Janji Beri Perhatian Lebih Pada Olahraga Nasional?

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, berjanji akan memberi perhatian lebih terhadap pembangunan di sektor keolahragaan, baik di daerah maupun nasional.

“Kali ini saya hanya bisa memberi janji. Tetapi yakinlah, Insya Allah janji yang saya ucapkan ini akan diridhoi oleh Allah SWT,” kata Menpora saat berada di Polman, Sulbar, Senin (11/5).

Imam yang juga politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa ini menyampaikan, sarana dan prasarana olahraga tentu menjadi penentu bangkitnya olahraga di daerah, sehingga ia berjanji akan memberi perhatian untuk pembangunan dunia olahraga, baik dari sisi pembinaan atlet maupun dukungan sarana dan prasarana.

“Saat ini kita sedang berkonsentrasi menyiapkan atlet untuk berlaga di SEA Games XXVIII di Negara Singapura termasuk mempersiapkan atlet untuk mengikuti Olimpiade Brazil 2016 serta Asian Games di Indonesia,” papar Menpora.

Sebelumnya, ketua Kontingen (Chef de Mession) SEA Games 2015, Taufik Hidayat, meminta kepada pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, untuk bisa meningkatkan fasilitas latihan disetiap cabang olahraga.

Hal ini diungkapkan mantan pebulutangkis nasional itu, karena melihat fasilitas latihan atlet disetiap cabor yang sangat memprihatinkan.

Dengan fasilitas yang memprihatinkan itu, kata Taufik, pemerintah terus meminta kepada atlet Indonesia untuk bisa berprestasi.

“Kalau dilihat sih fasilitas (olahraga) di Indonesia, dari dulu prihatin lah. Berharap pemerintah bisa membangun fasilitas lebih baik lah, lebih mumpuni,” kata Taufik Hidayat di Jakarta, Kamis (30/4).

Mantan atlet bulu tangkis nasional tersebut mengatakan, banyak atlet di beberapa cabang olahraga yang menginginkan peningkatan fasilitas olahraga.

“Atlet selalu bilang ke manajer, sudah capek meminta (peningkatan fasilitas). Sebenarnya bukan tugas saya, tapi mudah-mudahn bisa memfasilitasi, bisa membantu menanyakan, meski pemerintah selalu jawabannya ada, ntar, nanti, minggu depan, bulan depan. Biar terus tanyakan sampai bosan,” tukas Taufik.

Berdasarkan pengalamannya saat di pelatnas bulu tangkis, Taufik mengatakan atlet akan merasa kurang nyaman berlatih dengan kondisi fasilitas olahraga yang kurang memadai.

Ia juga mengatakan peningkatan fasilitas olahraga juga bisa meningkatkan kualitas para atlet.

“Banyak potensi kalau dilihat bisa dimanfaatin, kalau fasilitasnya dirawat, bisa lebih bagus lagi,” ucap peraih emas di Olimpiade Athena 2004 tersebut.

Ia juga menjelaskan fasilitas olahraga menjadi kunci penting untuk beberapa cabang olahraga.

“Peralatan itu kan sangat penting untuk beberapa cabang olahraga. Hal-hal yang penting, harusnya dari PB (pengurus besar), dari pemerintah memperhatikan. Cuma pemerintahnya mau apa nggak, ini kan tanggung jawab pemerintah,” ujar Taufik.

Artikel ini ditulis oleh:

Takut Vonis Mati, Terpidana Narkoba WN Rusia Ogah Banding

Denpasar, Aktual.co — Magnaeva Alexandra (27) Warga negara Rusia, divonis 16 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pada persidangan yang digelar Senin (11/5).

Pidana penjara itu dijatuhkan atas perbuatannya menyelundupkan sabu-sabu seberat 2,1 kilogram ke Bali pada tahun 2014.

Mengetahui belasan tahun hidupnya dihabiskan di balik jeruji besi, Magnaeva tak kuasa menahan tangis. Kendati begitu, Magnaeva enggan mengajukan banding atas vonis yang telah dijatuhkan Ketua Mejelis Hakim I Wayan Sukanila. Magnaeva menerima vonis tersebut.

Kuasa hukum terpidana, Heru Purwanto mengamini jika kliennya tak mengajukan banding atas vonis tersebut. “Dia sudah menerima hasil putusan hakim. Dia takut kalau mengajukan banding nantinya hukumannya justru akan bertambah lebih berat seperti hukuman mati,” kata Heru.

Selain dijatuhi pidana penjara, Magnaeva juga divonis denda Rp10 miliar subsider tiga bulan kurungan.

Magnaeva Alexandra diamankan saat baru saja turun di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Minggu 7 Desember 2014 sekitar pukul 18.00 WITA. Gerak-geriknya mencurigakan. Dalam pemeriksaan X-ray terbukti ia membawa barang haram.

“Tersangka menggunakan pesawat Hongkong Airlens HX 707,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Budi Harjanto, di Kantor Bea Cukai kala itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Targetkan Indonesia Masuk 10 Besar AG 2018

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga menargetkan tuan rumah Indonesia mampu masuk dalam 10 besar dalam kejuaraan Asian Games 2018.

“Dengan meraih 10 sampai 18 emas, diharapkan Indonesia mampu meraih peringkat 10 besar. Targetnya peringkat 5 sampai 10,” kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Djoko Pekik Irianto dalam Focus Group Discussion “Strategi Indonesia Menuju 10 Besar Asian Games” di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (11/5).

Menurut Djoko, pihaknya sudah menetapkan skala prioritas untuk meraih 10 besar Asian Games 2018 mendatang.

“Misalnya, menetapkan cabang olahraga terutama non-Olympic dan menyiapkan nomor atau kelas cabang olahraga unggulan yang berpotensi meraih emas,” kata Djoko.

Sebelumnya, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo mengharapkan setiap cabang olahraga dapat mempersiapkan dan mengajukan nomor-nomor pertandingan yang nantinya diharapkan bisa mendapatkan medali dalam Asian Games 2018.

“Dengan potensi atlet yang ada, kami harus betul-betul membicarakan dan juga harus jeli melihat nomor-nomor mana yang nantinya bisa dipertandingkan di Asian Games agar atlet kita mendapatkan medali,” kata Rita setelah meninjau persiapan pelatnas SEA Games Panahan di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Selasa (28/4).

Selain itu, kata Rita, pihaknya juga akan mengamati lawan-lawan Indonesia dalam SEA Games 2015 sebagai bagian dari persiapan Asian Games 2018.

“Jadi, jangan berhenti sampai SEA Games saja karena menurut saya komposisi atlet-atletnya tidak akan banyak berubah untuk Asian Games nanti,” kata Rita.

Sesuai dengan rencana Asian Games 2018 akan dilakukan dua tempat yaitu Palembang, Sumatera Selatan dan DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kedua tempat tersebut bahkan sudah mulai bersiap untuk menghadapi kejuaraan yang akan diikuti oleh semua negara di Asia itu.

Selain menyiapkan lokasi pertandingan, Indonesia sebagai tuan rumah juga harus bergerak cepat dalam menyiapkan atlet-atlet terbaik agar mampu bersaing dengan negara-negara peserta.

Artikel ini ditulis oleh:

Rekrutmen Pengawas Pilkada Jamin Tak Ada Prioritas Wajah Lama

Semarang, Aktual.co — Panitia Pengawas Pemilu Pilkada Kota Pekalongan menjamin rekrutmen pengawas Pilkada serentak di 18 wilayah Kabupaten/ Kota se-Jateng tidak akan memprioritaskan wajah lama. Pendaftaran pengawas pemilu mulai akan diumumkan sejak tanggal 11-16 Mei 2015.
Hal itu ditegaskan Sekertaris Pokja Rekrutmen Pengawas, MSH Habib kepada Aktual.co, di kantor sekretariat sementara Badiklat Kota Pekalongan, Senin  (11/5).
“Tidak ada prioritas bagi Panwascam yang berpengalaman di bidang pemilu atau pun wajah lama. Kenyataannya Panwaslu tingkat Kota yang wajah baru dua dan wajah lama hanya satu,” ujar dia.
Meski begitu, pihaknya tidak menutup kemungkinan memperhatikan calon pengawas yang sudah berpengalaman di bidang pemilu. Selama ketentuan syarat bisa terpenuhi, maka semakin banyak pendaftar merupakan bentuk apresiasi.
“Kita yang dibutuhkan berintegritas, sesuai persyaratan dan ketentuan. Kalau misalkan wajah lama yang memiliki catatan bagi pengawas, bisa menggeser yang baru, dan baru bisa menjadi pengawas. Semua itu diatur dalam ketentuan,” ujar dia.
Sementara, jumlah kebutuhan yang diajukan pengawas di kota Pekalongan mencapai570 Tempat Pemungutan Suara. Jadwal seleksi penerimaan berkas pendaftaran mulai dibuka tanggal 16-22 Mei 2015.
“Jumlah tersebut yang nantinya akan diajukan sebagai pengawas di tingkat TPS. Mereka akan bertugas selama 9 bulan sejak dilantik mulai depan,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Akan Kerjasama dengan “Stakeholder” Sukseskan AG 2018

Jakarta, Aktual.co — Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Djoko Pekik Irianto mengatakan pihaknya akan melakukan program sinergi dengan semua pemangku kepentingan (stakeholder) dalam rangka menyukseskan langkah Indonesia meraih peringkat 10 besar Asian Games 2018.

“Sinergi tersebut dapat dilakukan antara pemerintah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Program Indonesia Emas (Prima), Pengurus Bedar (PB), dan cabang olahraga,” kata Djoko dalam “Focus Group Discussion” bertema “Strategi Indonesia Menuju 10 Besar Asian Games” di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (11/5).

Ia menyatakan, pihaknya sudah menyusun instrumen tentang sinergi tersebut yang nanti harus divalidasi bersama PB cabang-cabang olahraga.

“Karena program-program yang kami harapkan dari ‘Focus Group Discussion’ hari ini bagaimana nanti akan ketemu nomor-nomor dari cabang tertentu yang akan berpotensi meraih emas dalam Asian Games 2018,” kata Djoko.

Dalam menghadapi Asian Games 2018, Djoko mengatakan pihaknya menargetkan Indonesia meraih 10 sampai 18 emas dalam ajang Asian Games 2018 yang rencananya akan digelar di Palembang dan DKI Jakarta.

“Dengan meraih 10 sampai 18 emas, diharapkan Indonesia mampu meraih peringkat 10 besar. Targetnya peringkat 5 sampai 10,” katanya.

Menurut Djoko, pihaknya sudah menetapkan skala prioritas untuk meraih 10 besar Asian Games 2018 mendatang.

“Misalnya, menetapkan cabang olahraga terutama non-Olympic dan menyiapkan nomor atau kelas cabang olahraga unggulan yang berpotensi meraih emas,” tuturnya.

Asian Games 2018 akan digelar di dua tempat yaitu Palembang, Sumatera Selatan dan DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kedua tempat tersebut bahkan sudah mulai bersiap untuk menghadapi kejuaraan yang akan diikuti oleh semua negara di Asia itu.

Selain menyiapkan lokasi pertandingan, Indonesia sebagai tuan rumah juga harus bergerak cepat dalam menyiapkan atlet-atlet terbaik agar mampu bersaing dengan negara-negara peserta.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Serap Dana Lelang SUN Rp11,8 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah menyerap dana sebesar Rp11,8 triliun dari lelang empat seri Surat Utang Negara untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam APBN, dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp13,3 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Fiskal Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Senin (11/5), menyebutkan lelang ini telah memenuhi target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp8 triliun.

Dari lelang tersebut, jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN03150812 mencapai Rp1,25 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,7692 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 12 Agustus 2015 ini mencapai Rp1,35 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi ini mencapai 5,55 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,75 persen.

Untuk seri SPN12160512, jumlah yang dimenangkan mencapai Rp0,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,52767 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 12 Mei 2016 ini mencapai Rp1,5 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi ini mencapai 6,3 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,7 persen.

Untuk seri FR0070, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp7,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,16169 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Maret 2024 ini mencapai Rp7,48 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi ini yang mempunyai tingkat kupon 8,375 persen ini mencapai 8,05 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,49 persen.

Untuk seri FR0068, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,47925 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Maret 2034 ini mencapai Rp2,96 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 8,375 persen ini adalah 8,4 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 9,0 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain