5 April 2026
Beranda blog Halaman 36375

Langka, Kendaraan di Manokwari Menginap di SPBU Untuk Dapat Solar

Jakarta, Aktual.co — Pemilik kendaraan di manokwari, Papua Barat, harus rela antre hingga berjam-jam bahkan menginapkan kendaraan untuk mendapatkan BBBM jenis solar.
Hal ini dikarenakan sulitnya mendapatkan BBM jenis solar di wilayah tersebut.
“Solar sangat sulit didapat, di sini kalau antre solar bisa sampai 24 jam antre,” kata Maki, salah seorang sopir truk yang mengantre di SPBU, Minggu (10/5).
Antrean panjang ini bisa mencapai hingga 3 Km karena minimnya stok solar yang tersedia.
“Ini SPBU terbesar yang jual solar mereka antre gini belum tentu dapat, kalau habis ya mereka nunggu keesokan hari lagi atau balik, bahkan nginap,” ujarnya.
Berbeda dengan BBM jenis solar, di wilayah ini BBM jenis premium mudah didapat, bahkan hingga ke tingkat pengecer di jalan.

Artikel ini ditulis oleh:

15 Orang Cedera Akibat Ledakan Granat di India

India, Aktual.co — Setidaknya 15 orang cedera pada Sabtu (9/5) dalam serangan granat di Kashmir yang dikuasai India, kata polisi.

Serangan granat tersebut terjadi di Kota Shopian, sekitar 50 kilometer di selatan Srinagar, Ibu Kota Musim Panas Kashmir yang dikuasai India.

“Tersangka gerilyawan sore ini melempar satu granat ke arah sekelompok polisi di pasar utama di sini,” kata Altaf Ahmad Khan, kata seorang perwira senior polisi di Shopian kepada Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi. “Granat itu luput dari sasaran yang diincar dan meledak di jalan, dan melukai 15 warga sipil.” Ledakan tersebut memicu kepanikan di kota kecil itu dan semua orang yang cedera segera dibawa ke rumah sakit lokal, kata warga setempat.

Menurut Khan, polisi tersebut berada di pasar sebagai bagian dari patroli rutin.

“Kami telah menerima 15 warga sipil yang menderita luka hari ini dan mereka semua telah diberi bantuan medis,” kata seorang petugas medis.

Sejauh ini, tak ada kelompok gerilyawan yang mengaku bertanggung-jawab atas serangan itu.

Gerilyawan kadangkala mengincar personel keamanan dan polisi India di wilayah tersebut.

Perang gerilyawan berlangsung antara gerilyawan dan tentara India yang ditempatkan di wilayah itu sejak 1989.

Kashmir, wilayah Himalaya yang terpecah antara India dan Pakistan, diklaim oleh keduanya secara keseluruhan. Sejak kemerdekaan mereka dari Inggris, kedua negara tersebut telah tiga kali berperang, dua secara khusus mengenai Kashmir.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

KPA Sulsel Berharap Pengidap Odha Tidak Dikucilkan

Makasar, Aktual.co — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sulsel yang mendata sekitar 9.000 lebih masyarakat di Sulawesi Selatan yang menjadi korban keganasan virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) saat ini terus aktif turun ke lapangan dan melakukan sosialisasi secara besar-besaran agar masyarakat sadar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris KPA Sulsel, Saleh Rajab saat dihubungi aktual.co, Minggu (10/5).
“Kami juga minta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan pengidap Odha untuk dilaporkan ke KPA untuk di data,” katanya.
Rajab berharap kepada masyarakat umum untuk bijak melihat fenomena penyakit ini. Penyakit ini tidak menyebar sembarangan kecuali lewat ASI, darah dan sperma.
“Jadi jangan dikucilkan, kebanyakan mereka hanya korban,” harapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tak Merusak Alam, Perburuan Batu Akik Tak Perlu Ditakutkan

Jakarta, Aktual.co — Pakar Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Dr Soedjatmiko mengatakan bahwa perburuan batu mulia dan akik tak perlu ditakutkan karena hingga kini belum ada berita kerusakan alam yang disebabkan oleh fenomena itu.
“Masyarakat khususnya di Jabar masih menggunakan cara sederhana untuk mencari batu mulia. Belum ada penambangan batu mulia yang merusak alam,” kata Soedjatmiko, di Bnadung, Minggu (10/5).
Menurut dia, proses pengambilan batu mulia ini tidak serumit mencari emas perak atau timah yang harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu.
Pengolahan batu mulia sangat ramah lingkungan karena tidak meninggalkan limbah yang berbahaya. Namun, dirinya tak menampik kemungkinan untuk waspada terhadap oknum yang mencoba menyalahgunakan pengambilan batu mulia di masa mendatang.
“Sejauh ini masih dilakukan ramah lingkungan tapi harus diwaspadai terhadap oknum yang menyalahgunakan pengambilan batu mulia ini,” katanya.
Sejak awal tahun 2015, fenomena batu akik mulai merambah berbagai kalangan usia di Indonesia menyusul menjamurnya para pengrajin batu akik di berbagai pelosok.
Upaya untuk menaikkan pamor batu mulia sebagai hasil bumi yang berharga seperti emas, dimulai sejak 20 tahun yang lalu, namun terganjal karena kurang mendapat dukungan.
“Saya berjuang untuk mengenalkan kepada pemerintah usaha menaikkan pamor batu mulia agar bisa menjadi potensi untuk negeri ini. Tetapi kurangnya wawasan dari pemerintah membuat proyek ini sempat terhenti sehingga diulang dari awal,” kata Sujatmiko.
Melihat fenomena tersebut seharusnya bisa memprediksi potensi batu mulia ini akan menaikkan ekonomi negara.

Artikel ini ditulis oleh:

Tegakkan Khilafah, HTI Gelar Rapat dan Pawai Akbar 2015

Jakarta, Aktual.co — Bertepatan dengan bulan Rajab 1436 H, di sepanjang bulan Mei 2015, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan menyelenggarakan Rapat dan Pawai Akbar (RPA) di 36 kota di seluruh Indonesia.
Puncak penyelenggaraan RPA diadakan pada 30 Mei 2015, di Stadion Gelora Bung Karno, dilanjutkan dengan pawai di sepanjang Jalan Thamrin, Jakarta, yang akan diikuti oleh sekitar 150 ribu peserta.
“Dengan tajuk ‘Bersama Umat Tegakkan Khilafah’, RPA diselenggarakan sebagai medium untuk mengokohkan visi dan misi perjuangan umat untuk tegaknya kembali kehidupan Islam dalam Khilafah,” kata juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad Ismail Yusanto, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/5).
Yusanto menyebutkan, visi dan misi ini penting untuk terus ditegaskan dan dikokohkan terlebih di tengah arus besar yang tengah mengancam keselamatan negeri ini, yakni neoliberalisme dan neoimperialisme.
Hizbut Tahrir meyakini, bila runtuhnya khilafah dahulu menjadi pangkal hancurnya dunia Islam dan timbulnya berbagai malapetaka yang menimpa dunia Islam, maka bangkitnya kembali dunia Islam dari keterpurukannya pun hanya mungkin melalui tegaknya kembali  Khilafah itu.
“Khilafah lah yang akan menyatukan kaum muslimin di seluruh dunia, menerapkan syariah secara kaffah dan menghadapi segala bentuk ancaman, khususnya neoliberalisme dan neoimperialisme, sehingga negeri ini akan benar-benar akan menjadi baldah thayyibah wa rabbun ghafur,” ujar Yusanto.
HTI menyerukan kepada seluruh umat Islam, khususnya para pimpinan ormas, orpol, ulama, wakil rakyat, anggota TNI/Polri, wartawan, cendekiawan, para pengusaha, para pekerja serta para pemuda dan mahasiswa untuk secara sungguh-sungguh mengamalkan syariat Islam dan berjuang bagi tegaknya syariah Islam di negeri ini.
Pihaknya mengimbau masyarakt untuk menjadi saksi dengan menghadiri RPA, agar terwujud keinginan umat menuju kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah yang akan menerapkan syariah secara kaffah.
Pemerintah diminta memandang acara ini sebagai bagian dari ekspresi dan aspirasi umat Islam yang dijamin oleh undang-undang serta mengajak aparat keamanan untuk mengamankan acara ini hingga bisa berlangsung dengan aman dan tertib.
Untuk diketahui, Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan syariat Islam dan mengemban dakwah ke segenap penjuru dunia. Dalam sejarahnya yang membentang lebih dari 1300 tahun, khilafah secara praktis telah berhasil menaungi dunia Islam, mampu menyatukan umat Islam seluruh dunia dan menerapkan syariah Islam secara kaffah sedemikian, sehingga kerahmatan yang dijanjikan benar-benar dapat diwujudkan.

Artikel ini ditulis oleh:

KPA Sulsel: 9.000 Warga Sulsel Terjangkit Virus HIV

Makasar, Aktual.co — Jumlah korban akibat terjangkit virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di propinsi Sulawesi Selatan semakin memprihatinkan. Pasalnya dari data yang dimiliki Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sulsel sekitar 9.000 lebih masyarakat di Sulsel terjangkit dan menjadi korban keganasan virus yang biasa disebut Odha ini.
“Berdasarkan data kami, di Sulsel ada 9.030 warga yang terjangkit HIV/AIDS,” kata Sekretaris KPA Sulsel, Saleh Rajab saat dihubungi aktual.co, Minggu (10/5).
Menurut Rajab, masyarakat yang terjangkit virus HIV/AIDS sangat banyak ditemukan  terjangkit pada warga kota Makassar dan didominasi oleh orang tua dan balita yang orang tuanya menderita penyakit HIV.
“Khusus di kota Makassar, kita temukan ada 7.800 orang yang terjangkit. Namun tidak semuanya berdomisili di kota Makassar,” tutur Rajab.
Namun Rajab mengakui, tentu korban dan masyarakat yang terjangkit di luar sana jauh lebih besar. Pasalnya, banyak masyarakat yang masih enggan memeriksakan diri dan kesehatannya ke instansi terkait.
“Kadang mereka merasa minder dan enggan untuk memeriksakan diri,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain