18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36420

47 Ribu Hektar Hutan Padang Lawas Dikuasai Perusahaan DL Sitorus Secara Ilegal

Jakarta, Aktual.co — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya tegaskan bahwa lahan seluas 47.000 hektar di Padang Lawas, Sumatera Utara, telah dikuasai oleh perusahaan milik DL Sitorus, PT Torganda, secara ilegal. Maka dari itu, negara akan segera mengambil alih secara tegas lahan yang digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit itu.
Dia mengatakan, sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 2.642 kawasan hutan itu menjadi barang bukti yang disita berikut seluruh bangunan di atasnya, akan dirampas untuk negara, dalam hal ini Kementerian LHK. Pasalnya, dari hasil olahan kelapa sawit di sana sangat menguntungkan baik bagi pemerintaht daerah, masyarakat maupun negara.
“Saya ingin mempertegas bahwa apa yang terjadi di lapangan adalah baik PT Torganda, Torus ganda, Koperasi Perkebunan Kelapa Sawit (KPKS) Bukit Harapan. Menguasai aset negara secara ilegal dan memperoleh keuntungan. KPK pernah hitung 2010-2012 ada 1,3 triliun yang seharusnya milik negara,” papar Siti saat jumpa pers di gedung KPK, Selasa (28/4).
Selain melakukan pengambilalihan lahan, pemerintah juga akan memutus rantai bisnis berbagai perusahaan yang menguasai hutan yang dijadikan sebagai perkebunan kelapa sawit.
Politisi Partai Nasdem itu pun memastikan, pemutusan rantai bisnis itu nantinya tidak akan mempengaruhi keuntungan yang sudah didapat oleh masyarakat setempat.
“Saya menjamin pemerintah tidak akan menyusahkan rakyat. Pak Gubernur dan jajaran daerah, menyangkut alih manjemen kami bersama Kejaksaan Agung dan jajaran daerah maksudnya Polda, Pangdam dan jajaran Polri juga akan mendukung. Kita akan selesaikan masalah ini sebaik-baiknya tanpa menggangu masyarakat. Tolong ditekankan masyarakat pasti tidak akan terganggu,” pungkasnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, KPK bersama petinggi lembaga pemerintah terkait hari ini melakukan rapat koordinasi perihal eksekusi lahan perkebunan kelapa sawit seluas 47 ribu hektare di kawasan hutan register 40 Padang Lawas, Sumatera Utara.
Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Johan Budi SP memaparkan, dalam rapat tersebut mengundang pihak-pihak terkait antara lain Kejaksaan Agung, Mabes Polri, Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gubernur Sumatera Utara, Pangdam Bukit Barisan, Polda Sumut serta Kejaksaan Tinggi Sumut.‬
‪”Pertemuan ini dimaksud untuk mencari jalan keluar, berupa rencana aksi menyelesaikan soal (eksekusi kawasan hutan) Padang Lawas,” ujar Johan saat dikonfirmasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Puluhan Koperasi di Kediri “Mati Suri”

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 75 unit usaha dari 475 koperasi di Kota Kediri, Jawa Timur, kondisinya telah “mati suri”, sehingga tidak ada aktivitas untuk menyejahterakan anggota.
“Kami belum bekukan, tapi baru didata saja. Di koperasi itu tidak ada rapat anggota dan tidak ada aktivitas,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri Kristianto di Kediri, Selasa (28/4).
Ia mengatakan, koperasi yang tidak aktif itu lokasinya tersebar di Kota Kediri, baik koperasi wanita ataupun koperasi umum. Penyebab koperasi-koperasi tersebut “mati suri” juga beragam, terutama masalah kredit macet atau piutang.
Pihaknya selalu mendorong koperasi yang ada di Kota Kediri untuk berkembang, termasuk yang kondisinya “mati suri”. Pemerintah memberikan pendampingan berupa sosialisasi, bahkan dukungan modal.
Hal itu penting, sebab tujuan dari koperasi adalah untuk menyejahterakan anggota. Dengan adanya koperasi, anggota bisa mendapatkan berbagai macam kemudahan, baik itu lewat program simpan ataupun pinjam, sehingga upaya pemberdayaan masyarakat juga berjalan.
Kristianto mengatakan, pemerintah juga membuat berbagai macam terobosan untuk lebih memudahkan koperasi berkembang, di antaranya kredit dengan bunga lunak. Pengelola koperasi bisa mengajukan kredit ke bank dengan mendapatkan rekomendasi. Mereka bahkan bisa mengajukan sampai Rp500 juta, tergantung dengan aset yang dimiliki koperasi tersebut.
Menurut dia, untuk pengajuan itu dimudahkan dengan tenggat waktu pelunasan yang lebih panjang, sampai tiga tahun dengan bunga juga relatif lebih murah, hanya 4 persen per tahun. Padahal, sebelumnya tenggat pelunasan adalah dua tahun, dengan bunga sampai 6 persen. “Ini adalah bantuan modal untuk koperasi, dengan kredit lunak. Koperasi bisa mengajukan ke bank baik di Bank Jatim ataupun bank daerah, dengan mengajukan ke dinas koperasi,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, untuk koperasi umum tidak mendapaktan suntikan modal dari pemerintah. Yang mendapatkan suntikan modal itu hanya koperasi wanita yang berada di setiap kelurahan.
Untuk koperasi wanita, ia mengatakan ada bantuan modal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) provinsi dengan nilai Rp25 juta per koperasi. Mayoritas, setiap koperasi wanita yang didirikan sudah mendapatkan dua kali kucuran dana tersebut, sehingga untuk saat ini tidak mendapatkan kucuran dana lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Sulit Intervensi, Ahok Hentikan Izin Rusunami

Jakarta, Aktual.co —Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Ika Lestari Adji mengatakan sejumlah rumah susun milik (Rusunami) di Jakarta bermasalah. Jumlahnya  mencapai 18 persen dari total 107 buah. 
“Kurang lebih berarti ada‎ sekitar 20-an unit yang bermasalah,” ujar dia di Balai Kota DKI, Selasa (28/4). 
Permasalahannya sangat kompleks. Mulai dari perizinan, pertelaahan, hingga tidak adanya Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS). Selain itu, akibat sulitnya Pemprov DKI mengintervensi rusun-rusun yang dikelola pengembang swasta, kata Ika, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta agar izin pembangunan rusunami tak lagi diberikan. “‎Kebijakan Pak Gubernur memang sudah tidak ada lagi izin buat Rusunami. Karena Rusunami itu kan milik. Artinya saat sudah menjadi hak milik, kita tidak bisa lagi intervensi,” kata Ika.
Belajar dari pengalaman itu, lanjut Ika, ke depannya Pemprov DKI akan ‎mengembangkan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bagi warga miskin di Jakarta. 
Berdasarkan pengamatan Gubernur, subsidi yang diberikan pemerintah ke Rusunami selama ini kerap salah sasaran. Dimana banyak orang-orang kaya yang ternyata malah menikmati rusunami. Guna cegah hal itu terjadi lagi, kata Ika, di rusunawa nantinya tiap unitnya tak boleh diperjualbelikan atau disewa di atas sewa orang lain. 

Artikel ini ditulis oleh:

Menkeu: AIIB Bagus Sebagai Komplementer Pesaing Amerika

Jakarta, Aktual.co —  Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan selama ini Amerika Serikat (AS) sangat keras pada AIIB. Menurutnya hal ini tidak fair. Pasalnya negara emerging ingin sediakan financing, tapi Amerika Serikat tidak setuju. Sementara AS sendiri tidak mau menambah modal di World Bank dan ADB.

“Lembaga pembiayaan tidak hanya dari negara maju, bisa juga dari China. ADB itu juga bukan inisiatif Asia murni, tapi negara maju dan Jepang, kalau AIIB itu murni Asia,” ujar menteri Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (28/4).

Dikatakan lebih lanjut, ADB selama ini hanya sedikit yang masuk dalam pembiayaan infrastruktur, lebih banyak pada sektor pendidikan serta kesehatan. Sedangkan AIIB lebih banyak membiayai sektor yang besar, seperti infrastruktur.

“Jadi ini bisa komplementer, bisa bagus ke depannya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pidato Presiden Jokowi di Konferensi Asia Afrika (KAA) yang hanya mengkritik World Bank, Asia Development Bank (ADB), dan IMF, namun tidak mengkritik Asia Infrastructure Investment Bank (AIIB) dinilai sebagian pihak hal itu tidaklah adil. Pasalnya, bank-bank yang dikritik Jokowi tersebut tidak berbeda dengan AIIB, yaitu bank pembiayaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Cadangan Sisa 20 %, Bali Krisis Air Bersih

Denpasar, Aktual.co — Inisiator dan Penasehat Program Yayasan Institute for Development Economic and Planning (IDEP) Bali, Florence Cattin memaparkan jika Bali tengah mengalami krisis air bersih.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan lembaganya sejak tahun 2012 bahwa Bali mengalami krisis dan penurunan kualitas air bersih. 
“Cadangan air bawah tanah di Bali tinggal 20 persen saja,” kata Florence di Taman Baca Kesiman, Denpasar, Senin (28/4).
Bahkan, Florence memprediksi Bali akan mengalami krisis ekologi pada tahun 2020. “Bila tak ada mitigasi, 5 tahun lagi akan terjadi krisis air bersih, kualitas air minum terus menurun dan akan terjadi bencana ekologis di Bali,” papar dia.
Menurut dia, hal itu terjadi karena salah satu penyebabnya adalah intrusi air laut. Selain itu juga pengambilan air bawah tanah secara masif juga menjadi penyebab lainnya.
Dari data yang ditemukan, di daerah pesisir telah terjadi di mana air tanah mengalami eksploitasi terus menerus akan mengalami kebocoran. Air laut akan masuk ke darat melalui dalam tanah. Hal itu tidak dapat dikembalikan seperti semula.
Menurut dia, intrusi air laut yang memprihatinkan itu terjadi di sentra-sentra pariwisata. Beberapa yang sudah terdeteksi antara lain di kawasan Sanur, Kuta, Jimbaran, Kedongan, Nusa Dua. Sementara di wilayah Bali utara yang terdeteksi adalah di kawasan wisata Pantai Lovina Singaraja. 
“Intrusi air laut ini terjadi karena banyak hotel, restoran dan sarana pariwisata lainnya mengambil air tanah secara massif. Pengambilan air tanah secara massif akan menyebabkan intrusi air laut ke daratan,” jelas dia.
Sementara peneliti dari Politeknik Negeri Bali, Ida Bagus Putu Bintana mengatakan, instrusi air laut merupakan konsekuensi dari penggunaan air tanah secara berlebihan di kawasan wisata Bali. Bahkan, saat ini hampir seluruh pesisir pantai di Bali sudah terjadi intrusi air laut. Bila hal ini tidak segera dimitigasi maka Bali akan tergantung pada air salinasi dengan reverse osmosis yang mahal.
“Salah satu cara pengembalian air tanah adalah dengan membuat sumur-sumur. Setelah ada sumur, air hujan atau air yang mengalir difilter dan kemudian dimasukan kembali ke dalam tanah,” ujarnya.
Pemerintah setempat harus lebih proaktif dalam upaya mitigasi intrusi air laut. Dalam penelitian yang dilakukannya, hanya dengan biaya 1 juta dolar Amerika sudah mampu membuat 150 sumur air hujan di 13 lokasi yang paling rawan intrusi air laut.
Lokasinya sudah teridentifikasi sesuai dengan tingkat keparahan intrusi air laut. Bila ini bisa direalisasikan, maka dalam waktu cepat bisa mengembalikan level air hingga 90 persen dalam 5 tahun di arena yang mengalami krisis air bersih dan terancam intrusi air laut.
Solusi lain adalah perlu adanya regulasi soal pembatasan penggunaan air bawah tanah oleh pemerintah terhadap industri hotel dan restoran.

Artikel ini ditulis oleh:

Menkeu: Duit USD2,79 Miliar itu Alokasi Mata Uang IMF

Jakarta, Aktual.co — Isu yang mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia masih berutang ke International Monetary Fund (IMF) sebesar USD2,79 miliar langsung dibantah oleh Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro. Menurutnya, utang Indonesia ke IMF sudah lunas sejak tahun 2006 dan USD2,79 miliar tersebut merupakan standby loan.

“USD2,79 miliar itu kuota alokasi SDR (Special Drawing Rights/mata uang IMF), jadi kuota alokasi SDR dari IMF untuk semua anggota IMF. Standby loan ini bisa dipakai oleh Indonesia kalau perlu,” ujar Bambang di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (28/4).

Mengenai pidato Presiden Jokowi di Konferensi Asia Afrika (KAA) yang hanya mengkritik World Bank, Asia Development Bank (ADB), dan IMF, namun tidak mengkritik Asia Infrastructure Investment Bank (AIIB) dinilai sebagian pihak hal itu tidaklah adil. Pasalnya, bank-bank yang dikritik Jokowi tersebut tidak berbeda dengan AIIB, yaitu bank pembiayaan.

“Yang sudah ada kan World Bank, ADB, tapi selama ini Amerika Serikat (AS) sangat keras pada AIIB, ini ngga fair. Negara emerging ingin sediakan financing, tapi AS ngga setuju, sementara AS sendiri ngga mau tambah modal di World Bank dan ADB, jadi kami apresiasi ini (AIIB),” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain